
Semua mengucapkan hamdalah saat terdengar kata sah terngiang di telinga banyak orang di kediaman itu, tak lama Aqila datang bersama dua orang yang mengawal nya menghampiri Esa, pria yang kini menjadi suami nya.
Aqila tampil begitu cantik dan berbeda dengan kebaya pengantin modern muslim yang di pilihkan Sarah untuk nya.
Esa tersenyum meraih tangan Aqila yang tampak bergetar, jantung nya berdetak tak karuan.
Air mata haru menetes saat Esa mencium kening nya.
"ya Allah berkahilah dia untuk ku dan berkahilah aku untuk nya!"
ucap Esa lirih terdengar sambil mengusap air mata di pipi Aqila.
Hawa tersenyum haru melihat keduanya, rasa nya lega karena kini Esa dan Aqila sudah menemukan kebahagiaan nya.
dunia terasa sempit jika seperti ini,tak menyangka jika orang yang dulu mencoba dekat dengan nya dan langit justru mereka kini berjodoh.
"sayang....!"
ucap langit di telinga Hawa.
"apa Bang..."
ucap hawa menoleh pada langit yang mengajak nya keluar karena acara sakral tersebut juga sudah selesai tinggal acara seserahan.
"mau makan?"
tanya hawa yang menilik wajah suaminya itu.
"ambil rujak saja...!"
ucap hawa menautkan kedua alisnya.
hawa beranjak mengambil apa yang di inginkan oleh suami nya itu, tumben sekali langit meminta rujak.
"Hawa....!"
ucap Arumi menghampiri anak tiri nya itu.
"Bunda...!"
ucap hawa mencium tangan perempuan itu.
"maaf hawa belum sempat menghampiri bunda dan ayah....!"
ucap hawa menoleh ke arah Surya yang sedang ngobrol dengan Langit.
Hawa tersenyum melihat kedua nya yang kini tampak akur, begitu juga dengan Arumi yang tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.
"Hawa mau ambil rujak...!"
ucap hawa mengambil salah satu piring kecil yang berisi buah buahan yang sudah tertuang dalam piring kecil itu.
"apa sudah ada tanda tanda?"
ucap Arumi merangkul pundak Hawa.
"belum, ini langit yang Mau Bun...!"
ucap hawa tersenyum sungkan melihat Arumi yang terkekeh.
"Bunda selalu mendoakan kamu agar cepat mendapatkan keturunan... kamu tetap sabar ya!"
ucap Arumi dan di angguki oleh hawa.
kemudian keduanya menghampiri para suami yang sedang duduk bersampingan sambil ngobrol.
"ayah..."
ucap hawa mencium tangan Surya.
"kamu lagi hamil?"
tanya Surya melihat hawa membawa rujak.
"ah tidak....!"
ucap hawa tersenyum kemudian memberikan rujak itu pada langit dan duduk di samping suaminya itu.
"ayah kira langit sudah berhasil.....!"
ucap Surya Terkekeh kecil menepuk pundak langit.
"belum di cek, ia kan sayang...!"
__ADS_1
ucap langit membuat hawa tertegun karena ia tidak yakin akan hal itu.
"Ayah selalu berdoa agar cepat menimang cucu!"
ucap Surya tersenyum di samping Arumi.
"doa kan saja ,kami juga sedang berusaha..."
ucap langit berbeda dengan hawa yang diam menanggapi hal itu.
Hawa dan langit mendatangi Esa dan Aqila yang tengah duduk di kursi pelaminan untuk memberikan selamat sekaligus pamit pulang.
"selamat ya bang, semoga sukses nanti malam..!"
ucap langit Terkekeh saat hawa menepuk pundak nya pelan.
"terima kasih.....!"
ucap Esa memeluk adiknya itu.
"ini untuk kamu, Aqila..!"
ucap hawa memberikan sebuah kado berbentuk persegi empat berwarna putih.
"apa ini hawa...!"
ucap Aqila Karena kini hawa sudah menjadi adiknya.
"buka nya nanti ya kalau di kamar...!"
ucap hawa tersenyum kemudian bersalaman dengan Esa.
"kami mau pamit pulang...!"
"ya , tapi berpoto dulu....!"
ucap Esa yang memanggil Poto graper itu.
dasar langit dia menolak berpoto dekat dengan Aqila.
"aku dekat Abang saja....!"
ucap langit membuat hawa menggeleng kan kepalanya, namun terkekeh kecil melihat tingkah kakak beradik yang terkesan lucu itu.
"kita pulang ya bang...!"
ucap Esa dan di angguki oleh langit.
langit mengajak Amora untuk pulang setelah pamit pada kedua orang tua nya dan juga orang tua hawa, terlihat Zaki duduk di samping Winda melambaikan tangan.
"mereka juga mau bertunangan Minggu depan.."
ucap hawa dan di angguki oleh langit, karena langit Sendiri sudah tahu hal itu dari Zaki.
"langsung pulang atau gimana sayang...?"
ucap langit saat berada di depan mobil.
"pulang saja, Hawa merasa lelah....!"
ucap hawa dan di angguki oleh langit.
"Langit....!"
ucap Amora saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"kenapa Bu, mau istirahat dulu!"
terlihat hawa kembali tertidur menghindari rasa pusing karena perjalanan itu.
"Aku ingin menjadi seorang mualaf....!"
ucap Amora membuat langit tertegun.
"Amora serius....!"
"ya, hati ku bergetar saat mendengar para santri melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an...aku ingin masuk Islam...hatiku rasanya teduh mendengar suara mereka mengaji apa lagi mendengar ceramah ustad Yusuf tadi..."
ucap Amora membuat hawa terbangun dari tidurnya.
"Alhamdulillah.....hawa senang dengar nya Bu Amora...!"
ucap hawa menoleh pada langit yang juga tersenyum.
__ADS_1
"nanti hawa bicara kan soal ini dengan bunda Arumi...!"
"Kamu betul sayang.....!"
ucap langit memeluk istrinya itu.
***
Dua Minggu berlalu, Hawa menatap kalender umum.sudah hampir seminggu ini ia telat tapi ia tidak tahu apakah ia hamil atau hanya sekedar telat saja, tapi beberapa hari ini ia memang sering merasakan mual dan pusing.
namun hawa tak pernah mengeluh kan hal itu pada langit, dan yang lebih Aneh Langit selalu minta di buatkan rujak pada Amora.
"coba tespack aja dulu, siapa tahu garis dua...!"
ucap Sani tersenyum melihat hawa menatap kalender yang berada di meja nya.
"Kamu tahu apa yang aku pikirkan san?"
ucap Hawa menoleh.
"ya tahu, dari kemarin lihatin kalender terus..!"
ucap Sani Terkekeh.
***
Pagi pagi sekali Langit hendak berangkat kerja bersama Zaki untuk meninjau proyek nya yang berada di luar kota.
"sayang... bilang sama Bu Amora aku mau bawa rujak untuk nanti siang..."
ucap langit membuat hawa menautkan kedua alisnya.
"bang...."
"apa sayang... nanti ya, Abang harus berangkat"
ucap langit memeluk istrinya itu.
"maksud nya...?"
ucap hawa menoleh pada netra suami nya itu.
"rindu bercinta dengan mu di pagi hari...."
ucap Langit membuat hawa ternganga.
"kamu tuh apa sih bang....!"
langit Terkekeh melihat wajah Hawa yang langsung memerah.
"aku bukan mau membicarakan soal itu, tapi..."
ucap hawa terhenti saat langit meraih bibir nya.
"bang..... ponselmu...!"
ucap hawa mengehentikan aksi Langit yang terus menciumi nya.
"Zaki.... ganggu aja!"
ucap langit membuat hawa Terkekeh.
"kenapa akhir akhir ini sering sekali minta rujak?"
ucap hawa sambil membereskan keperluan langit ke dalam tas.
"tidak tahu Sayang.... rasa nya segar Setelah makan rujak...!"
ucap langit mencium kening istrinya.
"Abang berangkat ya, hati hati ya berangkat ke rumah sakit nya!"
ucap Langit dan di angguki oleh hawa.
"kamu juga hati hati ya bang...!"
"ya sayang.....!"
ucap langit mengecup bibir nya sekilas, kemudian menuntun hawa untuk ikut turun ke bawah.
hawa kembali masuk ke dalam kamar setelah langit pergi dan melihat alat yang ia beli kemarin di apotek, awalnya ragu Tapi tidak ada salahnya jika mencoba.
Hawa masuk ke dalam kamar mandi dan mencari tahu kebenaran nya, apakah ia hamil?
__ADS_1
bersambung....
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍