Langit Hawa

Langit Hawa
bayi tabung.


__ADS_3

Lima tahun berlalu...


saat ini hawa tengah bermain dengan anak Winda, seorang anak perempuan cantik yang Kini sudah masuk Kelas Bimba..


hawa lebih dekat dengan Salsa ketimbang aldrik putra Esa karena ia juga jarang main ke rumah Sarah, langit enggan bermain ke rumah orang tua nya.


"dulu juga mereka Asing.. adanya mereka hanya jalan Tuhan mempersatukan kita berdua"


ucap langit yang tak menginginkan kedekatan dengan mereka setelah apa yang terjadi Sarah menyuruh langit mencari rahim pengganti, tanpa hawa tahu soal itu.


selama ini hawa selalu sabar bahkan ia tetap bersikap baik meskipun Sarah selalu bersikap acuh karena hingga beberapa tahun terlewati Hawa masih belum juga hamil.


apa lagi dengan kehamilan Aqila yang ke dua.


hawa masih belum hamil lagi setelah kejadian keguguran waktu itu, namun keduanya tetap sabar dan bahagia, hal itu tak menjadi beban bagi mereka berdua.


pergi berlibur kemana saja yang membuat mereka senang, kemarin saja mereka baru pulang berlibur dari Fariz.


"Bun, bagaimana kalau kita pergi umroh.."


ucap Langit saat mereka sedang ngobrol di taman belakang, terlihat hawa tengah berlari kecil dengan salsa dan juga Winda.


"ide yang bagus..kita pergi bersama!"


ucap Arumi tersenyum memperhatikan Hawa yang tertawa kecil menggelitik pinggang Salsa.


"sayang....!"


ucap langit melambaikan tangan nya, meminta hawa menghampiri nya.


"ada apa bang?"


ucap hawa sambil mengambil air minum.


"bagaimana kalau kita pergi umroh...?"


tanya Langit.


"ayah setuju.....!"


ucap Surya yang baru saja datang menjawab penuturan langit.


"kita pergi bersama Begitu?"


Tanya hawa dan di angguki oleh langit dan Surya.


"Kita ajak semua termasuk Amora!


kalau perlu pembantu kita ajak juga..!"


ucap langit membuat hawa tersenyum.


hawa menggeleng kan kepalanya, padahal baru beberapa hari mereka di Indonesia, sekarang Mau pergi lagi.


"nanti Abang suruh Zaki untuk atur semua nya...!"


"Apa mami Sarah juga akan ikut dengan kita?"


tanya Hawa karena ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi seperti waktu kedua nya pergi berlibur ke Turki dan tak menyangka jika di saat yang sama Surya pun mengajak Arumi pergi ke Turki untuk kunjungan bisnis dan tak sengaja bertemu dengan langit dan hawa.


saat itu memang acara dadakan jadi hawa atau pun langit tidak berpamitan dengan keluarga.


namun Sarah yang mengetahui hal itu menyangka jika mereka sengaja tidak mengajak nya pergi.


"ya, nanti sepulang dari sini atau besok Kita kerumah Papih!"


ucap langit dan di angguki oleh hawa.


sore itu keduanya memutuskan untuk pulang dan mampir ke rumah Sarah, meski malas tapi ia selalu mendengar kan nasihat Hawa untuk mengalah.


"assalamualaikum...!"

__ADS_1


ucap hawa masuk ke dalam rumah, terlihat Sarah tengah berdua dengan Rizal Karena Esa dan Aqila sudah membeli rumah sendiri namun setiap hari aldrik berada di rumah itu karena kesibukan Aqila yang kini menjadi dosen,


seperti nasihat Esa, Aqila juga bersikap biasa saja meski tak ada kedekatan di antara mereka namun Aqila tak pernah ikut campur perihal Sarah dengan Hawa.


ia lebih fokus dengan kehidupan rumah tangga nya, kehamilan yang kedua ini.sarah Terus mewanti-wanti agar Aqila tidak terlalu banyak beraktivitas apa lagi kandungan nya kini berusia tujuh bulan.


"walaikumsalam....!"


ucap Rizal tersenyum melihat kedua nya masuk.


"kalian dari mana?"


ucap Rizal saat mereka berdua telah Duduk di sofa.


"sengaja Mampir habis dari rumah Ayah!"


jawab langit karena sejak tadi hawa diam.


"oh gitu, jadi kamu lebih senang main kesana dari pada ke sini...!"


ucap Sarah menyilang kan tangan.


"tentu saja, itu karena mereka tidak pernah mengusik ketenangan kita!"


ucap langit menatap netra Sarah.


"bang.....!"


ucap hawa menyentuh tangan langit.


selalu seperti ini jika bertemu, mereka selalu saja berdebat.


"langit kesini mau ajak mami sama Papih umroh, ayah sama bunda beserta Winda dan Zaki juga ikut.


termasuk bu Amora!"


ucap langit berbicara pada pokok bahasan.


"kapan?"


ucap langit.


"tidak bisa, Minggu depan mami mau bikin acara tujuh bulanan untuk Aqila.. kenapa kalian mendadak pergi, bilang saja kalian sengaja karena menghindar dari acara Mami!"


ucap Sarah memalingkan wajahnya.


"mi, jangan seperti itu?!"


ucap Rizal menyentuh tangan istrinya.


"kita bahkan tak tahu mami mau mengadakan acara itu... untuk apa hawa menghindar?"


ucap hawa menunduk.


"itu karena kamu iri karena sampai...!"


"cukup....!"


ucap langit sedikit berteriak menghentikan ucapan Sarah.


"bang...!"


"Mi, kenapa kita tidak pernah di terima dirumah ini... langit dan hawa datang secara baik baik tapi malah seperti ini...


langit kecewa Sama mami...!"


ucap langit yang langsung menarik tangan hawa untuk beranjak dari rumah itu.


"langit.... tunggu!"


ucap Rizal namun tak di gubris oleh langit.

__ADS_1


"bang, kamu jangan seperti ini...!"


ucap hawa terisak, setiap pulang dari rumah ini hawa pasti selalu menangis.


orang terdekat dengan kita lah yang memiliki peluang besar untuk menyakiti.


"jangan menangis, kita akan tetap pergi tanpa mereka!"


ucap langit menghentikan laju mobilnya.


hujan turun dengan deras, seakan semesta tahu apa yang saat ini hawa rasakan.


***


"seharusnya mami tidak bersikap seperti itu pada mereka...."


ucap Rizal saat mereka berada di dalam kamar.


"mami kesel mereka tuh seenaknya, Mami tuh berasa tidak di anggap..."


ucap Sarah membelakangi Rizal.


"kalau Mami mau di anggap sebaiknya mami tidak terus menerus menuntut hal itu dari Hawa... kasihan dia mi"


ucap Rizal menggeleng kan kepalanya, akhir akhir ini kesehatan nya terganggu karena memikirkan perseteruan antara istri dan Anak nya.


"Harus nya hawa tuh nurut sama mami untuk ikut program bayi tabung dan Risen dari rumah sakit,tapi dia malah nolak..bilang nya ingin normal, tapi mana sampai sekarang masih belum hamil juga"


ucap Sarah teringat percakapanya dengan Hawa.


saat itu Sarah menyarankan untuk Risen dari rumah sakit dan ikut program bayi tabung, namun bukan hanya hawa tapi langit juga tidak setuju.


"kita masih bisa berusaha dengan cara biasa, langit tidak suka jika mami terus saja menuntut hal itu, biarkan kami tenang menjalani hidup"


ucap langit sementara hawa hanya diam.


"apa kamu tidak mau punya anak... mami Hanya memberikan saran"


ucap Sarah.


"bukan tidak mau punya anak, tapi saat ini kami juga sedang berusaha.. apapun caranya kalau Allah belum menghendaki hanya akan sia sia...


jadi saat ini langit dan hawa tidak mau menjadikan hal itu beban..mami kan sudah ada Aldrik...lalu apa lagi...?"


ucap langit jengah.


hal itu yang membuat Sarah hingga kini bersikap acuh dan tak mengusung ide itu lagi.


**


Hawa Terbangun pada pukul tiga pagi, terlihat langit memeluk pinggang nya erat.


Hawa membangun kan langit untuk


mengambil wudhu, aktivitas yang beberapa waktu ini selalu mereka lakukan.


meski tuhan belum mengabulkan doa mereka tapi keduanya tak pernah bosan berdoa.


"apa hawa sayang....." ucap langit mencium pipi istri nya.


"ambil wudhu yuk...."


ucap hawa memangku wajah tampan suaminya itu.


"tapi...."


"apa.....?"


ucap hawa terkekeh, hawa mengerti maksud suami nya itu, mereka selalu berdoa sebelum keduanya berusaha, menyemai benih cinta.


berharap Tuhan memberikan anugerah terindah untuk mereka berdua, langit justru menikmati kebersamaan mereka tanpa tuntutan apapun yang terpenting adalah kebahagiaan mereka berdua.

__ADS_1


bersambung...


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍


__ADS_2