
Hawa mendorong kursi roda langit menuju ruangan dimana Dena di rawat, beberapa orang yang mengetahui tentang pernikahan Hawa, ada yang memberikan selamat namun sebagian beranggapan miring karena pernikahan Hawa yang terbilang mendadak dan kabar selentingan tentang video tersebut.
namun hawa tak memperdulikan hal itu, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"bagaimana keadaan Dena?"
ucap Sarah bertanya pada suster yang khusus menjaga dena.
"kondisi nya semakin drop Bu!"
ucap Suster tersebut, terlihat Dena terbaring tak sadarkan diri.
langit mendekat kemudian menyentuh tangan wanita itu, walaupun selama ini Dena menyembunyikan keberadaan nya dari keluarga tapi Dena tetap lah perempuan yang membesar kan nya dari kecil.
"Mi... harus sembuh!"
ucap langit lirih menunduk.
keadaan begitu cepat berubah, dari Dena yang jatuh sakit dan ia yang kini harus berada di kursi roda.
"bang .... kamu harus sabar!"
ucap hawa menyentuh bahu suaminya itu.
Langit Terisak dan memeluk pinggang hawa.
"sayang.... kita doakan yang terbaik!"
ucap Sarah memegang pundak langit yang memeluk Hawa.
cukup lama mereka dirumah sakit, malam telah larut hingga mereka memutuskan untuk pulang.
"kalian ikut mami saja kerumah....!"
ucap Sarah saat mereka di halaman parkir.
"kita ke apartemen saja mi...?!"
ucap langit menolak permintaan Sarah.
"ya udah tidak apa apa...!"
ucap Rizal kemudian membantu langit masuk ke dalam mobil.
tak ada percakapan apapun karena sejak tadi langit memikirkan Dena yang kini tak sadarkan diri karena sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh nya.
tak lama mereka sampai di apartemen, Sarah dan Rizal memutuskan untuk pulang setelah membantu langit naik ke atas ranjang.
"kita pulang ya... kalian tinggal beristirahat"
ucap Rizal karena mereka sudah melaksanakan shalat isya berjamaah tadi di masjid yang berada di rumah sakit.
Satu Minggu kemarin Rizal mengajar kan banyak hal pada langit termasuk solat, hal terpenting dalam kehidupan.
keduanya sama sama terdiam di dalam kamar itu,hawa mengamati foto mereka di atas ranjang.
"sini...."
ucap langit menepuk sisi kiri ranjang.
hawa tertegun dengan jantung yang berdetak kencang, keringat dingin mengucur di pelipis nya.rasa nya gugup dan salah tingkah.
saat ini hawa masih memakai kerudung nya.
"hawa...."
"HM ..ya bang"
"kenapa kamu masih disitu?"
"HM ..ya sebentar, hawa ke kamar mandi dulu!"
ucap hawa dengan wajah memerah.
tak lama hawa keluar dari mandi dengan menggunakan baju tidur tangan panjang berwarna merah maroon.
"kenapa rasanya gugup dan salah tingkah seperti ini?"
ucap hawa yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"sayang... kamu kenapa?"
ucap langit Tersenyum menatap Hawa yang berdiri di depan pintu.
hawa melangkah menuju ranjang dengan jantung yang berdetak kencang.
__ADS_1
"HM ... tidak, Hawa......!"
ucap hawa menunduk di dekat langit.
"hawa....aku minta maaf..!"
"kenapa Bang?"
ucap hawa mendongak.
langit meraih tubuh hawa kemudian membawa nya ke dalam pelukan.
"aku tidak bisa memberikan malam pertama seperti pengantin baru yang lainnya...aku..."
ucap langit menatap wajah cantik istri nya itu.
"kaki aku......!
hawa aku minta maaf!"
hawa membuang nafas mendengar penuturan langit.tak perlu di jelaskan pun hawa mengerti dengan keadaan itu.
"bang, yang terpenting untuk hawa saat ini adalah kesembuhan kamu!
hawa tidak memikirkan hal itu!"
ucap hawa tersenyum dengan wajah memerah.
hal itu memang penting tapi saat ini yang terpenting untuk hawa adalah ia bisa merawat langit sampai sembuh.
"benar begitu?"
ucap langit Tersenyum kemudian memeluk istrinya itu dari belakang.
"terima kasih Hawa....!"
"ya bang...!"
ucap hawa tersenyum saat langit mencium pipinya.
"aku akan berusaha keras untuk sembuh demi kamu!"
ucap langit berbicara di telinga Hawa.
ucap hawa terkekeh..
"Apa?"
ucap langit tetap memeluk Hawa semakin erat memberikan sentuhan cinta yang membuat hawa meremang.
"kamu tuh ya bang....."
ucap Hawa terkekeh.
"aku kira rambut kamu sudah berubah"
ucap langit yang membuka kerudung instan milik hawa.
"tidak akan berubah bang, seperti aku sama kamu"
ucap hawa menatap wajah suaminya itu.
"maaf untuk semua prasangka aku selama ini..."
"jangan seperti itu lagi bang, apapun itu kamu harus tanya aku dulu"
"ya, aku janji tidak akan seperti itu lagi, maaf kan aku hawa..."
ucap langit kemudian memiringkan kepalanya dan mencium bibir istrinya itu.
hal yang Indah yang dulu pernah terjadi, seakan membuat langit candu, namun kini semua terasa lebih indah dalam ikatan pernikahan.
tak ada yang bisa langit lakukan selain mencium istrinya itu, karena memang kakinya terasa kaku bahkan berkali kali langit menyembunyikan rasa sakit itu dari hawa.
tak ada malam pertama seperti pengantin yang lain nya.
subuh menjelang hawa membuka matanya saat alarm berbunyi.
Hawa menatap wajah pria yang saat ini Begitu dekat dengannya, hawa tertidur dalam pelukan hangat Langit.
terdengar dengkuran halus dari suami nya itu.
"aku bahagia meski hanya seperti ini bang"
ucap hawa tersenyum sendiri.
__ADS_1
"bang...."
"HM......"
ucap langit membuka mata nya.
"apa sayang...?"
ucap langit menatap wajah cantik istri nya saat bangun tidur.
"kita Solat subuh dulu!"
ucap hawa menyalakan lampu.
terlihat waktu menunjukkan pukul lima pagi.
"aku bantu kamu ya...!"
ucap hawa beranjak dari ranjang.
"ayo...kita ke kamar mandi dulu!"
ucap hawa meraih tangan langit.
langit terdiam sejenak menatap tangan hawa yang mencoba meraih nya.
langit menghela nafas pelan.
"kenapa bang? sakit?"
ucap hawa duduk di samping langit.
"ini yang ayah kamu khawatir kan...aku hanya merepotkan kamu!"
"jangan berbicara seperti itu bang...!
hawa tidak merasa di repotkan...!"
ucap hawa membantu Langit untuk bangun.
"aku tuh berat hawa....!"
"ya tapi hawa hanya membantu untuk duduk di kursi Roda, bukan gendong Abang !"
ucap Hawa kemudian mengambil kursi roda.
"ayo nanti kita kesiangan bang!"
ucap hawa kemudian di angguki oleh langit.
mengerahkan seluruh tenaga nya untuk beranjak bangun.
keduanya melaksanakan shalat subuh berjamaah, ilmu yang Rizal bekali cukup untuk mengimami istri nya meski harus dalam keadaan duduk.
"ya Allah ampunilah aku, ampunilah segala dosa ku.... tuntun kami agar selalu di jalan Mu,sembuh kan rasa sakit yang menjalar di kaki ku...!"
ucap langit menunduk menatap sajadah.
mengingat semua dosa dosa yang Sudah ia lakukan, Allah masih saja memberikan kebahagiaan padahal hamba Nya telah lalai dan lupa.
"bang.....!"
ucap hawa memeluk langit dari belakang.
"apa sayang....!"
ucap langit menoleh mencium kening istrinya itu, menatap wajah hawa yang masih basah oleh air wudhu.
"Abang bersyukur karena sekarang kita sudah menikah.. jadi tidak perlu berpikir bagaimana cara nya untuk kawin lari..!"
ucap Langit terkekeh mengingat kejadian dulu saat di Bandara.
"Abang janji akan berusaha keras untuk sembuh, Agar Abang bisa membahagiakan kamu!"
"ya bang.. Hawa akan bantu Abang.
Hawa akan jadi support sistem terbaik untuk Abang....Abang pasti sembuh!"
ucap hawa mendekap tubuh pria yang kini menjadi suami nya itu.
bersambung.
terima kasih yang udah like...
mana komentar nya....🤭🤭🤭😍😘
__ADS_1