
keduanya menunaikan ibadah sholat tarawih di rumah, hawa tak menyangka hapalan surat surat pendek yang Langit pelajari semakin lancar.
setelah selesai solat hawa menemani langit makan, langit selalu makan dengan lahap jika makanan itu hawa yang memasaknya.
"makan lagi...?"
ucap langit menyuapi hawa dengan tangan nya langsung, dan langit senang kali ini hawa mau membuka mulutnya.
"lagi....?"
tanya langit dan di angguki oleh hawa.
"Alhamdulillah.....!"
ucap langit Tersenyum melihat istrinya itu makan dengan lahap dari tangan nya, mudah mudahan makanan kali ini tidak keluar lagi.
"bang .. kalau sahur makan sama bakso seperti nya enak ...!"
ucap hawa membayang bayangkan makanan itu.
"boleh kita beli sekarang, nanti di pisah saja mie sama baso nya untuk makan sahur nanti subuh!"
ucap langit kemudian meraih tangan istrinya itu.
keduanya pergi menggunakan motor Vario milik murni, terlihat di jalan juga banyak yang baru saja pulang dari masjid.
"kalian mau kemana?"
"hawa mau baso....!"
ucap langit dan di angguki Hawa.
"ya udah kalian hati hati ya!"
kata murni.
keduanya berhenti di sebuah kedai baso yang tak begitu ramai, di sekitar kedai baso itu juga banyak penjual makanan kecil.
"kenapa berhenti di sini?"
ucap hawa menilik gerobak dorong baso itu.
"sepi....!"
"memang Kenapa kalau sepi?"
"biasanya kurang enak...!"
"jangan bicara seperti itu, Abang sengaja mendatangi pedagang yang sepi pembeli, kasihan mereka sedang menunggu pembeli, mereka mengharapkan tuhan memberikan Rizki dari pembeli yang datang"
ucap langit meraih tangan hawa.
"kita makan disini satu mangkuk berdua saja, kita coba rasanya!"
tutur langit dan di angguki oleh hawa.
"silahkan....!"
ucap penjual bakso tersebut.
"kita makan di sini satu mangkuk saja pak..
lalu bungkus beberapa untuk mereka yang berjualan di sekitar sini, bapak hitung saja."
ucap langit membuat pedagang itu tersenyum senang Kemudian bergegas membuat beberapa mangkuk bakso.
"bang... kamu kasih mereka?"
ucap hawa senyum melihat langit yang mengangguk.
"ya, kita berbagi makanan dengan mereka ya!"
ucap langit kemudian duduk di samping Hawa.
tak lama satu mangkuk bakso datang ke hadapan mereka.
"nanti bungkus untuk kami tiga ya pak, di Pisah saja untuk sahur nanti!"
ucap langit menjelaskan dan di angguki oleh penjual itu.
"enak.....?"
ucap hawa tersenyum, merasa kagum dengan pemikiran suami nya itu.
"kamu tidak mual....?"
ucap langit Bertanya.
__ADS_1
hawa senyum sambil menggelengkan kepalanya, terlihat pedagang itu membagikan bakso nya pada pedagang kecil di sekitar tempat itu.
"nanti di hitung saja semua nya pak!"
"baik nak... terima kasih!"
ucap penjual itu merasa senang dan bersyukur langit singgah di kedai nya, bahkan langit membeli banyak bakso nya.
setelah selesai makan langit membayar semua nya, penjual itu terlihat senang menerima beberapa lembar uang Lima puluh ribuan dari langit.
"Alhamdulillah..... terima kasih nak..!
semoga Allah memberkahi hidup kalian"
ucap penjual itu melihat langit memberikan uang lebih.
"Amin, terima kasih doa nya pak"
ucap langit kemudian beranjak pergi dari tempat itu.
"mau pulang atau main kembang api?"
ucap langit berhenti di penjual kembang api.
"Main nya di rumah saja bang?"
ucap hawa kemudian turun dari motor dan membeli beberapa kembang api sebagian ia berikan kepada anak anak yang sedang bermain.
"terima kasih ya bang...!"
ucap hawa berdiri menatap langit yang tersenyum.
keduanya kembali ke rumah setelah berkeliling di jalanan kota itu, hawa masuk ke dalam rumah menyimpan beberapa belanjaan nya.
"Bu le, sini main kembang api Sama hawa di depan!"
ucap hawa pada murni yang tengah menonton TV sendiri.
"tidak, Bu le Takut kembang api!
kalian berdua saja!"
ucap murni sambil senyum, ia memang tidak suka bermain kembang api.
keduanya kini Bermain kembang api di halaman rumah, hawa terlihat begitu senang.
"istirahat yuk...!"
ucap langit kemudian mengajak hawa masuk ke dalam rumah.murni sendiri sudah masuk ke dalam kamar nya.
"Langsung istirahat ya...!"
ucap langit melihat hawa tampak lelah.
"baik bang..!"
ucap hawa naik ke ranjang setelah membersihkan diri.
"bang...!"
"HM...?"
"lagi apa bang?"
"sebentar, bang Esa chat !"
ucap langit memainkan ponselnya.
"apa katanya bang?"
ucap hawa beranjak duduk di samping langit yang bersandar pada ranjang.
"dia menanyakan keberadaan kita...?"
"apa Abang memberi tahu mereka?"
"tidak... biarkan saja!"
hawa tertegun mendengar penuturan langit, walau Sarah sering menyakiti nya tapi ia tidak tega melihat ibu itu mencari keberadaan putra nya.
"beritahu saja bang, kalau kita ada di solo!"
"tidak perlu, mereka cukup tahu Abang baik baik saja bersama mu di sini!"
ucap langit mencium kening hawa.
"istirahat lah sayang... jangan pikirkan apapun mengenai hal yang memberatkan pikiran mu"
__ADS_1
ucap langit mengajak hawa untuk berbaring setelah mematikan ponselnya.
"aku tak ingin kamu banyak pikiran.."
ucap langit memeluk istrinya itu dari belakang.
***
Hawa tertegun saat langit memberikan sebuah kotak persegi panjang yang sering ia beli dulu.
hawa menelan Saliva nya membuka kotak berwarna biru itu, tangan nya bergetar memegang alat tes kehamilan itu.
"Bang...!"
ucap hawa Menoleh ke arah langit yang memeluk nya dari belakang.
keduanya baru saja selesai menunaikan shalat subuh berjamaah di rumah, awal nya Langit hendak pergi ke masjid namun setelah selesai makan sahur tadi hawa berkali-kali muntah hingga membuat nya lemas, langit mengurungkan niatnya untuk pergi berjamaah di masjid.
"kalau kamu takut... kamu tutup mata, biar Abang yang cek...!"
ucap langit meyakinkan Hawa dengan tatapan mata nya.
hawa melangkah masuk ke dalam kamar mandi sambil menoleh ke arah langit yang mengangguk.
semalam ia bermimpi seseorang memberikan dua ekor angsa putih yang cantik, entah apa maksud mimpi itu tapi langit berharap mimpi itu sebuah tanda kehamilan istri nya.
"bang.....!"
ucap hawa membawa kotak kecil berisi cairan bening.
"sini Abang yang cek...!"
ucap Langit meraih cairan bening itu.
"kamu duduk di sini..."
ucap langit kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
"bang kenapa tidak disini saja..."
ucap hawa namun tak di dengar oleh Langit.
tak lama kemudian langit keluar dengan wajah lesu..
**
"Alhamdulillah ya Allah...!"
ucap langit dengan mata berkaca-kaca saat melihat garis dua tercetak pada alat itu, ternyata filing nya tidak salah.
**
"bang ..kamu kenapa?"
ucap hawa melihat langit diam.
apa mungkin hasil nya negatif hingga membuat langit tampak lesu dan pucat.
"bang .. benar kan dugaan hawa!"
ucap hawa menunduk sambil terisak.
"kamu lihat ini sayang.....!"
ucap langit memperlihatkan hasil nya.
hawa menganga tak percaya dengan apa yang dilihat nya, ia semakin tergugu memeluk suaminya itu.
layaknya kemarau panjang yang di timpa hujan satu hari.... keduanya menangis bersama atas anugerah terindah yang Tuhan berikan untuk keduanya kali nya, setelah penantian panjang memilukan.
"hawa enggak mimpi kan bang?"
ucap hawa menatap garis dua yang tercetak jelas pada alat itu.
"tidak sayang...kita jaga bersama ya!"
ucap langit memeluk istrinya itu.
"terima kasih ya Allah....!"
ucap keduanya.
bersambung
terima kasih yang udah mampir.
terima kasih yang udah like and komentar and vote 😍😍😍
__ADS_1