
waktu semakin cepat berjalan, hawa tersenyum senang karena saat ini ia memiliki keluarga yang utuh.
Arumi yang selalu bersikap baik dan perhatian pada nya,tak seperti ibu tiri kebanyakan.
Arumi menganggap hawa seperti anak nya sendiri, rumah kedua nya telah di renovasi dan di satukan. jadi Arumi atau Surya tak perlu bolak balik kerumah mereka masing masing.
karir pekerjaan Surya yang semakin bagus seiring berjalannya waktu menjalani kehidupan rumah tangga bersama arumi.
waktu kelulusan pun tiba, hawa tersenyum senang melihat daftar nama nya tertera sebagai siswa yang mendapatkan nilai terbaik di sekolah itu, termasuk Winda.
hati nya merasa lega karena usaha belajar nya membuahkan hasil yang maksimal.
"nanti kita makan makan di luar ya, untuk merayakan kelulusan hawa dan Winda!"
ucap Surya saat mereka makan malam bersama.
Ezi sendiri sudah kembali ke Jakarta, setelah skripsi nya selesai Ezi langsung di terima kerja di salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang properti.
Arumi senang,kini tinggal memikirkan hawa dan Winda.
berbeda dengan hawa, Winda Akan mengambil kuliah jurusan kebidanan.
Winda bercita cita menjadi seorang bidan.
"gimana,mau kuliah di London Hawa!?"
ucap Surya kembali membuka obrolan.
"harus ya yah..?"
ucap hawa lirih,Arumi tersenyum menanggapi.
"kamu itu pintar, target dua tahun harus sudah meraih gelar dokter!"
"yah, jangan menuntut hawa seperti itu.
kasihan...!"
ucap Arumi mengelus pundak hawa.
"ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu, itu saja!
lagi pula kamu pergi untuk belajar dan meraih mimpi..jadi jangan tanggung tanggung!"
ucap Surya membuat Hawa bungkam.
"oh ya, apa Esa memberi tahu mu jika dia akan bersilaturahmi dengan keluarga kita?"
ucap Surya membuat hawa terperangah.
Arumi sendiri sudah mengetahui hal itu, beberapa waktu ini memang Surya sering berkomunikasi dengan Esa.
di tambah perusahaan nya kini bekerja sama dengan perusahaan milik Rizal, bukan lagi kebetulan tapi Surya berpikir untuk menjodohkan hawa dengan Esa.
Surya tak ingin hawa terus terpaku dengan langit.
"keluarga Esa ada di Kalimantan, ayah dan pak Rizal menjalin kerjasama perusahaan.ada Bu Sarah juga.
kebetulan esa sedang berlibur,jadi mereka ingin bersilaturahmi dengan keluarga kita...kamu senang kan mendengar kabar ini...!"
__ADS_1
Hawa terdiam menatap Surya yang tampak tenang berbicara, berbeda dengan Arumi yang menatap nya penuh arti.
selama ini hawa memang masih berkomunikasi dengan Esa, namun tak banyak hal yang dibicarakan karena esa juga sedang sibuk dengan persiapan skripsi untuk kelulusan S2 nya.
namun Esa tak pernah mengatakan tentang kedatangan nya pada Hawa, antara senang dan takut karena ia khawatir sang ayah merencanakan Sesuatu.
senang nya ia bisa bertemu dengan Sarah.
hawa masuk ke dalam kamar bersama Winda, keduanya merebahkan tubuhnya di ranjang.
"wa, kamu mikirin soal bang Esa?"
ucap Winda tidur menyamping menghadap Hawa.
"sedikit....!"
"wa, apa kamu masih mengharapkan langit?"
ucap Winda yang tahu perihal hubungan hawa dan langit yang tak ada kejelasan.
"tidak tahu win, bingung karena memang langit tidak ada kabar sama sekali..."
ucap hawa membuang nafas.
"ya,aku sadar aku banyak berbuat dosa Sama langit dan aku juga tidak bisa mengingkari perasaan ku terhadap langit,aku kasihan sama dia win, hidup nya sendiri...!"
"sendiri gimana?"
"ya, dia itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mami nya, aku....!"
ucap hawa terhenti melihat Arumi masuk ke dalam kamar.
ucap Arumi duduk di samping hawa yang beranjak duduk.
"ada kalanya kita harus bersabar dengan apa yang kita inginkan,dan bersabar dengan apa yang tidak kita inginkan....!"
ucap arumi membuat hawa termenung sendiri.
"jangan membebani pikiran kamu dengan hal yang belum pasti, minta petunjukNYa.agar hati kamu tenang...!"
ucap Arumi memeluk kedua putri nya itu.
hawa beruntung memiliki Arumi yang tak pernah bosan membimbing nya.
Weekend tiba,Arumi masak beberapa makanan dan membuat berbagai macam kue untuk menyambut kedatangan Keluarga Esa yang rencananya akan makan malam bersama di rumah mereka.
hawa dan Winda membantu Arumi menyiapkan semua nya.
"bikin ayam kremes aja, enak deh kayanya!"
ucap Winda berdiri di samping Arumi yang sedang membersihkan ayam.
Surya berulang kali menyarankan untuk mencari pembantu, namun Arumi menolak dengan lembut dan tetap ingin dia lah yang mengurus rumah tangga mereka.
lagi pula hawa dan Winda juga selalu membantu nya membersihkan rumah dan yang lainnya.
hal itu membuat pekerjaan rumah terasa ringan.
hawa terduduk di meja, mendengar kata ayam kremes, makanan itu merupakan makanan favorit langit.
__ADS_1
"astagfirullah....!"
ucap hawa membuang nafas, harus nya dulu ia menjaga hati nya agar tak tersentuh oleh pria itu, kenyataan nya saat ini ia Masih terperangkap cinta, yang hanya membuat nya kecewa di setiap waktu, karena mengharapkan langit menghubungi nya.
"mungkin aku masih kuat jika di uji yang lainnya tapi jika aku di uji oleh perasaan rasanya tidak sanggup,,aku kalah.aku lemah....
maaf kan aku tentang perasaan ini ya tuhan, tolong hapus kan dia dari hatiku jika memang aku dan dia tak ada jalan untuk bersama mencapai Rido Mu.
biarkan aku dengan tenang meraih cita cita ku..." ucap hawa berbicara sendiri dalam hati nya.
malam menjelang, keluarga Esa datang kerumah itu.Arumi dan Surya menyambut kedatangan mereka.
"mana Hawa?"
ucap Sarah saat ia masuk ke dalam rumah.
"hawa....!"
ucap Arumi memanggil putri suami nya itu, terlihat Surya dan Rizal serta esa langsung berbincang.
"ibu Sarah....!"
ucap hawa menyembul keluar dari dalam kamar.
"hawa....!"
ucap Sarah tersenyum memeluk gadis yang dulu pernah bekerja di laundry nya itu.
hawa tampil berbeda dengan gamis cantik berwarna biru muda di padukan dengan pasmina berwarna Navy.
"kamu cantik sekali...!"
ucap Sarah tersenyum, teringat ucapan Esa yang mengatakan tentang keinginan nya meraih Hawa, Sarah sendiri mendukung hal itu karena Sarah tahu hawa anak yang baik.
terlepas dari itu Sarah masih mencari keberadaan putra bungsu nya, dari pak tua itu Sarah mendapatkan informasi sedikit tentang preman yang membawa anak nya itu, namun saat Rizal menemukannya preman itu sudah meninggal dunia karena over dosis obat.
saat ini Sarah hanya mengharapkan keajaiban tuhan untuk mempertemukan nya dengan Dwi.
"kamu rencana mau kuliah dimana?"
ucap Sarah membuka obrolan, terlihat Esa menatap nya penuh arti.
"hawa mau kuliah di London Bu, iya kan ayah?"
ucap hawa bertanya pada Surya yang langsung terdiam.
"ya,betul hawa mau kuliah kedokteran di London.. tidak apa apa kan Esa, jika hawa kuliah dulu...!"
ucap Surya membuat hawa terpaku sendiri.
"ya tidak apa-apa...Abang akan menuggu kamu hawa...!"
ucap Esa tersenyum,, awalnya hawa sengaja menjauh, Namun ternyata ia salah, kedatangan Esa dan orang tua nya memang ingin mengikat nya.
"ya,mami juga setuju...mami akan senang jika kamu menjadi dokter dulu hawa, dua atau tiga tahun bukan waktu yang lama!"
ucap Sarah semakin membuat hawa membeku.
hanya Arumi yang paham bagaimana keadaan hawa saat ini, ia seperti tidak memiliki pilihan lain selain menerima keadaan ini, karena memang kenyataannya langit pun tak ada kabar sama sekali, lalu apa yang mau di harapkan.
__ADS_1
bersambung.