
Sore itu keduanya sampai di bandara internasional Soekarno Hatta, Langit menuntun tangan istrinya berjalan keluar dari Bandara, terlihat Sarah dan Esa Sudah menunggu di depan.
seorang gadis memperhatikan Langit yang berjalan menggenggam tangan seorang wanita.
gadis itu Awalnya Tersenyum melihat langit, namun senyuman nya tertahan saat langit merangkul pundak perempuan itu tanpa segan mencium pipi nya.
***
"assalamualaikum...Mi?"
ucap hawa tersenyum mencium tangan Sarah.
"walaikumsalam...gimana bulan madu kalian?"
ucap Sarah memeluk tubuh putra nya.
langit Hanya tersenyum menoleh ke arah hawa yang membeku karena ia tidak bisa pulang membawa kabar gembira.
"bang....!"
ucap langit memeluk kakaknya itu.
"Abang senang kamu udah bisa jalan...!"
ucap Esa menepuk pundak Langit.
seperti permintaan Hawa, hawa tidak ingin langit menyembunyikan kesembuhan nya.
**
"hawa tidak mau pulang kalau seperti itu.."
ucap hawa saat langit mengatakan tentang keinginan nya itu.
"jangan membuat keadaan tambah sulit dan rumit bang.."
ucap hawa menatap wajah langit yang juga menatap nya.
ia ingin hubungan dengan sang ayah membaik dengan melihat langit sembuh, ayah pasti akan semakin dingin jika mengetahui keduanya pulang dalam keadaan yang sama.
"ya udah... jangan manyun seperti itu sayang..."
ucap langit memeluk tubuh istrinya itu.
hawa hanya diam dan memeluk Erat tubuh langit.
"biarkan aku bernafas lega..."
ucap hawa dalam hati masih memeluk langit.
**
Sarah dan Esa langsung mengantar langit dan hawa ke rumah nya, pembantu dan tukang kebun langsung menghampiri saat melihat langit pulang tanpa kursi rodanya.
"den , Alhamdulillah... udah Bisa jalan!"
ucap tukang kebun Tersenyum.
"ya mang, Alhamdulillah..."
ucap Hawa memegang tangan Langit, sementara langit hanya diam menanggapi.
"Alhamdulillah ya non..."
ucap pembantu rumah yang ikut senang melihat keadaan langit.
"ya, bi Terima kasih..." ucap hawa kemudian masuk ke dalam rumah bersama Sarah dan Esa.
"rencana kamu selanjutnya apa, lang?"
ucap Esa duduk di hadapan pasangan yang tengah berbahagia itu.
"langit mau bikin acara resepsi pernikahan, Mi..?"
ucap langit dan di angguki oleh hawa.
"itu ide yang bagus...Mami akan atur semua nya!"
"langit akan kembali ke kantor, dan hawa akan kembali bertugas di rumah Sakit...!"
ucap Langit memberi tahu rencana mereka selanjutnya.
"kamu yakin mau langsung ke kantor?"
tanya Sarah yang masih mengkhawatirkan keadaan Langit.
"ya langit udah sembuh Mi... tadi nya sih mau duduk di kursi roda aja, menyembunyikan kesembuhan langit dari orang orang yang kemarin merendahkan langit, ingin Tahu reaksi mereka saat langit pulang dari London namun tidak menghasilkan apa-apa, tapi hawa tidak setuju..!"
__ADS_1
"ya sudah, yang lalu kamu lupakan sayang, justru saat ini yang harus kamu lakukan adalah menunjukkan pada mereka kalau kamu bisa lebih baik dari mereka" ucap Sarah mendukung keinginan Hawa.
"ya,Mi...dia itu mau nya seperti itu terus, kalau hawa mau keadaan berubah..!"
ucap hawa manyun menatap langit yang mendekati nya.
"apa sih?"
ucap hawa menjauh saat langit mendekat.
"jangan manyun seperti itu?"
ucap langit terkekeh mendekap tubuh istrinya itu.
tak sadar jika ada sarah dan Esa yang memperhatikan mereka berdua.
"bang .. kamu tuh!"
ucap hawa saat langit mencubit pipi nya.
"ya udah Mami pulang dulu ya, Nanti Mami bicarakan soal acara resepsi pernikahan kalian dengan Bunda Arumi...!"
ucap Sarah beranjak bersama Esa yang memainkan ponselnya.
"ya , Terima kasih Mi..!"
ucap hawa mencium tangan Sarah di ikuti oleh langit.
"terima kasih Bang..!"
ucap Langit memeluk saudara kandung nya itu.
"ya, Langit!
Abang bahagia melihat kebahagiaan kalian...
cepat berikan Abang keponakan..!"
ucap Esa Tersenyum kemudian beranjak bersama Sarah.
**
Sarah menatap Esa yang fokus menyetir.
" Sa, bagaimana tentang rencana ayah yang ingin menjodohkan kamu dengan anak ustadz Ilham..."
"Terserah saja,, Esa gimana Papih saja Mi.."
ucap Esa menoleh sekilas.
Saat ini ia sudah berusaha melupakan Hawa, dan lega melihat kebahagiaan mereka.
mungkin sudah saatnya berpikir untuk masa depan nya.
"kalau kamu setuju, weekend ini kita pergi ke pondok ya!
Mami dengar anak nya pak ustadz pulang dari Mesir.."
"oh gitu....!"
"ya, dia baru satu tahun ini kuliah di Mesir!"
"tapi bagaimana dengan kuliah nya jika Esa dan dia di jodohkan mi..!"
"oh soal itu bisa di atur, dia bisa pindah kuliah di Jakarta!"
ucap Sarah menjelaskan, karena ustadz Ilham pun mengatakan tidak masalah jika putri Bungsu nya itu menikah dan pindah kuliah ke Jakarta.
"nanti mami ajak langit dan Hawa, biar sekalian kita main... katanya tak jauh dari tempat pesantren itu ada tempat wisata Taman bunga!"
"dimana sih mi?"
"Cianjur...!"
"oh...ya udah..!"
**
malam..
"bang....."
"apa sayang...."
ucap langit menutup laptopnya.
"udah malam bang, kamu belum istirahat sama sekali..."
__ADS_1
"ya..."
ucap langit merebahkan tubuhnya di samping hawa, membawa perempuan itu kedalam pelukan nya.
"bang....."
"HM...."
"kalau bisa jangan bersikap seperti itu kalau ada bang Esa..."
"memang kenapa?
justru Abang mau lihat bagaimana reaksi nya, kalau dia cemburu itu artinya dia masih suka sama kamu!
tapi tadi Abang lihat dia biasa aja!"
"sikap dan ucapan bisa di bohongi, tapi hati..?
Hawa minta tolong Jangan seperti itu?"
ucap hawa melirik wajah langit yang seperti nya tidak suka dengan penuturan istri nya itu.
"kamu jangan berpikir macam-macam, hawa cuma ingin Kita saling menjaga perasaan.."
ucap hawa dan di tanggapi diam oleh langit.
"ya, oke...!"
ucap langit singkat tak berkomentar banyak, meskipun sebenarnya ia tidak suka dengan hal itu. cemburu karena hawa memperhatikan Abang nya itu.
*
pagi....
"sayang... kamu kenapa?"
ucap langit melihat hawa yang meringis memegangi perutnya.
"keram....!
udah biasa kalau lagi ada tamu Bulanan, ya seperti ini!"
ucap hawa menatap wajah langit yang terlihat khawatir.
"mau pergi berobat?"
"tidak... hawa kan dokter!"
ucap hawa terkekeh.
"oh iya, Abang tidak lupa!
kapan rencana kamu mau kembali bertugas!?"
"belum tahu, hawa nanti hubungi dokter Syam dulu!"
"kalau bukan dokter, Abang tidak mau kamu bekerja de..!"
ucap langit membuat hawa tertegun.
"tapi menilik ayah kamu yang kecewa karena kamu Risen karena Abang, Abang mengizinkan kamu untuk kembali kerumah sakit.. kenapa kamu mau jadi dokter?"
ucap Langit duduk di hadapan Hawa.
"bukankah itu keinginan Abang, hawa suka dengan profesi itu.
jadi Anggap saja hawa melakukan hal itu juga karena Abang... harus nya Abang senang karena hawa jadi dokter..!"
"senang sih, tapi Abang tidak suka kalau pasien nya itu laki laki..!"
"ya memang orang sakit harus milih milih... aneh deh!"
ucap Hawa membuat Langit terkekeh, kemudian merebahkan tubuh istrinya mencium bibir istri nya itu dengan mesra.
bersambung.
tiap weekend selalu sibuk ya😍😍😘
apa lagi menjelang bulan puasa, dia itu ngajak keluyuran main terus 🤭😍
author udah rilis novel baru, lanjutan dari novel (dosenku maduku- (why love))
novel itu menceritakan kisah cinta Kinara..
baru satu part sih, boleh ya mampir 🤭🤭😍
__ADS_1
😍😍😍😍😍