
Hawa tersenyum menatap foto hasil USG calon bayi mereka berdua, usia kehamilan nya ternyata sudah mencapai tiga bulan,dan yang lebih membahagiakan adalah saat dokter kandungan mengatakan jika mereka akan memiliki bayi kembar.
ternyata bulan kemarin saat ia menstruasi terakhir kali itu sudah dalam keadaan hamil, pantas saja menstruasi terakhir itu hanya berselang dua hari saja.
"saya sudah memberikan obat untuk penguat kandungan, anda tidak perlu khawatir...!"
ucap dokter, setelah hawa dan langit menceritakan tentang keguguran waktu itu.
"hindari aktivitas berat ya, jangan terlalu lelah... banyak istirahat dan makan yang bergizi, anda pasti mengerti soal itu dokter hawa!"
ucap dokter kandungan itu tersenyum, mengetahui jika hawa seorang dokter.
"ya Terima kasih dokter.....!"
ucap kedua nya kemudian pamit.
"bang...apa kita akan memberi tahu soal ini pada Mami Sarah?!"
tanya Hawa menatap langit yang tengah tersenyum menatap hasil potret USG calon bayi mereka.
tak menyangka jika mimpi itu menjadi pertanda tuhan memberikan dua sekaligus anugerah terindah.
"tidak...."
"Kenapa.....?"
"biarkan saja, Abang mau tahu apa tindakan mami selanjutnya jika kamu masih saja belum hamil....!"
tutur langit kemudian menyimpan poto itu.
"jangan seperti itu Bang...!
mami pasti senang kalau tahu hawa Hamil....!"
"ya itu berarti dia tidak menerima kamu apa adanya sayang.....dia menerima kamu karena ada apa nya...!"
ucap langit yang kemudian merengkuh istrinya yang termenung.
"kita Akan membawa mereka nanti saat anak itu sudah lahir.....!"
ucap langit membuat hawa tertegun sendiri.
"tapi bagaimana kalau mami tetap ingin kamu mencari rahim pengganti...!"
"kalau pun ya, Aku tidak akan mau!
apa yang harus ku cari dari perempuan lain, sementara aku sudah mendapatkan semua nya dari mu...soal itu aku ingin memberikan mereka kejutan!"
ucap langit membalikkan tubuh hawa untuk menghadap nya.
"jangan berpikir macam-macam... ingat apa kata dokter, kamu juga tidak boleh puasa kalau keadaan tidak memungkinkan karena trimester pertama itu masih rentan sayang...!"
ucap langit mengajak hawa untuk duduk di sofa.
"ya, hawa tahu ....!"
"oh, ya Abang lupa kamu dokter....!"
ucap langit Terkekeh kecil melihat hawa melotot.
"bukan seperti itu, tapi hawa ingin memberitahu ini pada ayah dan bunda!"
ucap hawa Menoleh pada langit yang tengah memainkan rambutnya.
"boleh... tapi bilang pada mereka itu rahasia...!"
ucap langit kemudian beranjak dari duduknya berpindah ke sofa yang lain nya.
murni adalah orang pertama yang mereka beri tahu kabar bahagia itu.
"Kenapa kamu pindah bang...?"
__ADS_1
"Abang kan lagi puasa....!"
ucap langit senyum menatap wajah hawa yang memerah.
rasanya tidak bisa jika terus dalam keadaan dekat seperti itu.
"sekarang kamu istirahat ya, nanti Abang bawakan makanan....!"
"tidak usah bang ...hawa tidak lapar!"
ucap hawa menghentikan langkah suaminya.
"harus makan, di dalam perut kamu itu ada dua kehidupan.... untuk kehamilan yang sekarang, Abang yang akan pantau langsung perkembangan nya!"
ucap langit mengelus pipi hawa kemudian pergi ke dapur.
belajar dari kesalahan yang lalu, ia tidak ingin seperti dulu yang sibuk dengan pekerjaan nya dan kurang memperhatikan hawa yang tengah hamil.
hawa membuang nafas, bersyukur memiliki suami seperti langit yang begitu tulus mencintai nya.
**
Surya tersenyum bahagia saat hawa menelpon nya dan mengatakan jika saat ini ia tengah hamil, namun seperti permintaan Langit hawa meminta mereka merahasiakan hal itu hingga nanti bayi itu lahir.
beberapa hari kemudian, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, ramadhan hendak pergi.
subuh ini seperti biasa Langit membagikan beberapa nasi kotak untuk beberapa pedagang dan pemulung yang berada di daerah sekitar itu, hal itu ia lakukan sebagai rasa syukur setelah kehamilan istrinya, dengan senang hati murni membantu langit membagikan nasi kotak itu,, sementara hawa tetap berada di rumah sesuai instruksi dari langit untuk lebih banyak istirahat, apa lagi mual dan muntah yang lebih sering terjadi beberapa hari ini membuat hawa justru terlihat kurus karena hanya sedikit makanan yang masuk ke dalam perut nya, untunglah Langit begitu perhatian terhadap Istri nya itu. berbeda dengan Sarah yang saat ini tengah duduk di hadapan Rizal yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, beberapa hari lagi akan tiba hari Raya, Rizal ingin bertemu dengan putra nya itu.
"coba kamu hubungi adik mu, katakan jika papih mu sakit..."
tutur Sarah pada Esa yang tengah menggendong Zidan, kedua anak nya laki laki, entah yang ketiga karena usia kandungan Aqila sama seperti hawa yang baru menginjak tiga bulan.
"ya, Esa akan hubungi...."
ucap Esa kemudian pergi ke luar dari ruangan itu.
"bang....." ucap hawa menghampiri Langit yang tengah menghadap laptop nya.
ucap langit meraih tangan istrinya itu.
"bang Esa telpon..."
ucap hawa memberikan ponsel langit.
"assalamualaikum...halo bang!"
ucap langit langsung menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.
"walaikumsalam..... langit, bagaimana kabar mu dan Hawa...?"
ucap Esa basa basi.
"baik...ada apa?"
"Papih sakit dan sekarang di rawat di rumah Sakit tempat hawa bekerja!"
"tapi hawa sudah Risen....!"
"ya, aku tahu!
papih ingin bertemu dengan mu langit!"
ucap Esa kemudian mengalihkan telpon tersebut ke video call.
langit terdiam melihat Rizal yang memang tengah terlelap tidur dengan jarum infus di tangan nya.
"ya, nanti aku akan pulang!"
ucap langit kemudian mematikan panggilan itu.
"Hawa mau ikut bang...?"
__ADS_1
"tidak sayang, itu akan melelahkan... kamu disini saja ya!
Abang akan pergi satu hari...kita akan tetap merayakan hari raya disini, kamu paham!"
ucap langit dan di angguki oleh hawa.
kali ini ia akan benar benar menjaga kandungan nya.dan menuruti perkataan suaminya.
Esok Hari nya, langit tengah bersiap untuk pergi ke bandara, hal itu tak akan memakan waktu lama seperti naik kereta.
"kamu hati hati ya bang....!"
"ya, sayang....!
kamu baik-baik ya...!"
ujar langit kemudian menoleh pada murni yang tak jauh dari mereka
"Bu le, langit titip Hawa ya!"
ucap langit Menoleh pada istri nya itu.
"ya,kamu jangan khawatir...ada Bu le disini!
lagi pula hari ini juga akan datang Surya dan Arumi kan ....!"
tutur Murni mengingat kan hal itu pada hawa, Beberapa hari yang lalu Surya mengatakan akan merayakan hari raya bersama di kota itu.
"ya, Bu le.. benar!"
ucap hawa tersenyum, kemudian langit pun pamit pergi setelah mengusap perut hawa yang sedikit buncit karena mungkin hamil bayi kembar akan berbeda dengan kehamilan biasanya.
***
beberapa jam kemudian langit sampai di Jakarta, ia langsung mendatangi rumah sakit dimana Rizal di rawat.
"assalamualaikum....!"
tutur salam langit membuat Sarah menoleh seketika.
"walaikumsalam.... langit!"
ucap Sarah beranjak memeluk putra nya itu.
Di ruangan itu hanya ada Sarah karena Esa dan Aqila belum datang.
"kamu sendiri nak...?"
"ya, kenapa mi?"
"mana Hawa?"
"untuk apa Mami menanyakan Hawa?"
"apa kamu tidak memberi tahu soal papih mu yang sakit....!"
"hawa tahu....!"
"lalu....!?"
tanya Sarah Menilik langit yang mendekati Rizal yang tengah terlelap.
"langit yang melarang nya untuk ikut mi, karena langit tak ingin ia mendengar kan lagi kata kata yang hanya akan menyakiti nya...!"
"astaga langit, maaf kan mami nak..."
ucap Sarah yang menyesali perbuatannya itu, namun semua tak bisa terhapus begitu saja meski keduanya sudah memaafkan Sarah.
saat ini langit hanya ingin merahasiakan kebahagiaan nya bersama hawa, sampai pada waktu nya ia akan membawa buah hati mereka nanti Langsung kehadapan sang Mami.
bersambung.
__ADS_1
terima kasih yang udah mampir 😍