Langit Hawa

Langit Hawa
terhalang Restu.


__ADS_3

Hawa menarik tangan langit yang hendak melangkah pergi,, keduanya masih sama sama diam saling menatap.


"bang.... kenapa kamu bersikap seperti ini sama aku?"


"harus nya aku bersikap seperti apa?"


ucap langit menatap hawa dengan tatapan tajam, rasanya ingin sekali merengkuh tubuh gadis berbalut kerudung segitiga berwarna hijau muda itu,namun langit tahan karena melihat jari manis hawa kini melingkar cincin emas berwarna kuning.


bukan cincin milik nya dulu..


"bang,, kenapa seakan akan hawa yang salah?"


"kamu bertanya seperti itu seakan kamu tidak melakukan kesalahan?"


"salah? salah aku apa?


kenapa kamu tidak menghubungi ku sama sekali bang?"


ucap hawa dengan nafas tersengal,tak menyangka langit bersikap acuh padanya.


"bang sejak kapan kamu kamu konsumsi obat itu?"


ucap hawa teringat obat yang di lihat nya tadi,hawa tahu jika itu adalah obat penenang.


"sejak kamu berpaling dari aku?"


ucap langit dengan wajah memerah menahan air matanya.


"kenapa kamu bicara seperti itu Bang, bukan nya kamu yang selama ini tidak ada kabar sama sekali?lantas kenapa kamu berpikir aku berpaling dari kamu?"


ucap hawa dengan gemeretak gigi nya.


"ya,aku emang salah karena aku lupa menyimpan nomor kamu hingga aku tak sadar jika nomor kamu sudah terbawa oleh air....


tapi aku berharap kamu tetap setia sama aku, meski aku tak menghubungi mu..."


"kamu seegois itu sama aku....?"


ucap hawa menahan air matanya.


Kenapa pertemuan tak terduga ini membawa keduanya dalam kepedihan.


"aku cari kamu, setahun aku di Amrik,lalu pulang ke Indonesia dan langsung ke Kalimantan.


tapi apa yang aku dapatkan?


kamu tengah memilih cincin dengan pria yang tadi berada di rumah kamu?"


ucap langit mendekati hawa, mengikis jarak diantara keduanya.


namun cepat hawa memundurkan tubuhnya.


"kamu pikir aku bahagia jauh dari kamu,aku hampir seperti orang gila..


apa lagi saat aku kembali mencari kamu ke London, kamu justru tengah asik bercanda dengan pria yang dulu pernah aku temui di laundry, ternyata kamu cukup bahagia jauh dari aku? tapi aku?"


ucap langit terlihat matanya berair, menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"aku hampir gila jika tidak ada obat ini, berapa banyak perempuan yang aku tolak demi mempertahankan rasa cinta ku sama kamu?


tapi kamu tidak pernah menyadari betapa besar cinta aku sama kamu Hawa...


aku menolak siapa pun perempuan yang datang menggoda ku, bahkan tak segan memberikan aku kesenangan,tapi yang ada di dalam benak aku cuma kamu!"


ucap langit membuat hawa membulat kan matanya.


"tapi apa yang aku dapatkan?


kamu dengan mudah nya bersama pria lain?


katakan apa yang harus aku lakukan saat aku termakan rasa cemburu hingga berujung sakit?"


ucap langit membuat hawa Terisak.


"kemana cincin kita...?"


ucap langit kemudian tersenyum getir.


"aku lupa, sekarang tidak ada lagi kita tapi di antara kita ada orang lain....!"


"langit... kenapa kamu tidak menemui ku? dan menikmati rasa sakit mu sendiri?


kenapa kamu tidak bertanya siapa pria yang bersama ku...? kenapa kamu berpikir aku tidak tersiksa karena mengharapkan mu menghubungi ku...?"


ucap hawa menarik nafas nya.


"dengan hal itu aku tahu begitu mudah nya kamu berpaling dari ku Hawa,aku mencoba untuk bertahan dalam kisah ini?


apa harus aku meminta kamu untuk tetap setia, karena jika kamu benar mencintai ku hal itu akan Kamu lakukan tanpa aku minta....!"


"bulsyit.... tapi kamu bersama pria itu?


ucap langit kemudian beranjak namun hawa menahan nya.


Langit menatap wajah cantik hawa yang basah oleh air mata, rasanya ingin sekali mencium wajah gadis itu.


hawa menepis tangan Langit yang hendak menyentuh pipi nya.


"Kenapa?"


ucap langit menilik hawa yang menjaga jarak.


"kamu tidak merindukan aku?


oh iya aku lupa,kamu sudah ada pria itu!?"


"bang, cukup.... kenapa sih kamu menyangkut pautkan bang Esa dalam masalah ini?"


"oh nama nya Esa....!"


"ya, dia calon suami hawa...!"


ucap hawa tanpa basa basi, mungkin lebih baik mengakhiri semua nya.


karena percuma bertahan pun rasanya tidak mungkin, apa lagi dengan keadaan surya dan Dena yang menentang hubungan mereka berdua.

__ADS_1


dari jauh Winda memperhatikan interaksi hawa dan pria itu.


"oh... jadi hubungan kalian sudah banyak kemajuan!"


ucap langit dengan gemeretak gigi nya merasakan sakit yang menjalar ke seluruh hati nya.


"percuma bertahan, karena kenyataannya mami Abang dan ayah menentang hubungan kita,,hawa tahu kalau Mami udah jodoh kan Abang dengan Violla...!"


"ya, tapi aku tidak seperti Kamu yang dengan lapang menerima pria itu...


aku menolak Violla untuk Kamu tapi kamu meninggalkan aku demi pria itu..


selamat hawa kamu sukses membuat aku terluka..."ucap langit Kemudian pergi meninggalkan hawa yang terisak sendiri.


langit masuk ke dalam mobil dan membanting pintu dengan keras, menelungkup kan wajah di stir. rasanya sakit tak terperih menerima kenyataan bahwa hawa telah meninggal kan nya, tinggal lah dirinya yang sendiri.


"ajari ku cara melupakan mu...agar ku dapat kuat tanpa pelukan mu....!"


langit melajukan mobilnya menuju bar,


tak lupa ia juga menelpon Zaki untuk menemani nya


minum, rasanya benar-benar kecewa dengan kenyataan ini...


hawa berjalan lesu menuju motor yang terparkir di halaman apotek itu, terlihat Winda menuggu nya.


hawa menghapus air matanya yang sejak tadi tak berhenti mengalir.


"hawa.....!"


"itu langit win....!"


ucap hawa terisak memeluk Winda yang mematung mendengar penuturan hawa, Winda paham yang terjadi dengan mereka.


keduanya sama sama terluka menerima kenyataan yang ada, bahwa san nya sebesar dan sedalam apapun rasa cinta yang menaungi hati mereka, tak lantas mampu membuat keduanya bersatu Karena terhalang restu.


Winda mengemudi kan motor nya dan membawa hawa untuk pulang ke rumah, berbeda dengan langit yang saat ini duduk di depan waiters bar.


"lang, Lo Jangan banyak minum?


nanti Lo muntah...!"


ucap Zaki yang berbicara formal jika diluar kantor.


"sakit hati gue....!"


ucap langit kembali menegak cairan memabukkan itu.


berbeda dengan Esa, langit justru jauh dari agama.itu karena Dena yang tak pernah mengajarkan tentang agama pada langit yang justru mencontohkan pada langit untuk mabuk,tapi ini yang pertama kali nya langit mabuk setelah mengetahui gadis yang dicintainya kini menjadi calon istri orang.


tak terbayangkan betapa hancur lebur mimpi indah yang ia bangun bersama gadis itu,harus pupus karena tekanan dari kedua belah pihak.


Sarah terperanjat dari tidurnya saat bermimpi seorang pria tengah tenggelam,hal yang sama berulang kali ia bermimpi tentang itu.


"astagfirullah...ya Allah lindungilah Dwi dimana pun ia berada...!"


ucap Sarah terisak sendiri.

__ADS_1


bersambung.


terima kasih yang udah like and komentar 😍😍😘


__ADS_2