
Malam ini menjadi malam pertama umat muslim melaksanakan ibadah Sholat Tarawih, namun entah kenapa hawa begitu malas beranjak dari ranjang setelah menunaikan shalat Maghrib tadi ia berbaring karena kepalanya sedikit pusing.
"sayang... apa kamu lebih suka berbaring seperti itu..?"
ucap langit mendekati istri nya yang tengah berbaring sambil memijat keningnya.
"sebentar bang.....!"
ucap hawa beranjak dari ranjang.
"kamu sakit....?"
ucap langit melihat wajah Hawa yang tampak pucat.
"tidak hawa hanya butuh istirahat..."
ucap hawa tersenyum kemudian meraih tangan langit yang terulur pada nya.
keduanya sudah sama sama sepakat untuk hidup tenang tanpa memikirkan apa yang menjadi tuntutan dari Sarah.kalau perlu mereka akan pergi sejauh mungkin dari Sarah.
keduanya berjalan beriringan menuju masjid bersama Surya dan Arumi di ikuti Bu le murni.
ramadan pertama untuk keduanya menunaikan ibadah tarawih di kota kelahiran almarhum ibu.
"kita pisah ya satu jam...!"
ucap langit Tersenyum melepaskan genggaman tangan nya.
banyak kaum hawa yang memperhatikan Langit yang memang begitu tampan dengan Koko berwarna putih tulang dan kain sarung bewarna hijau salur.
"HM...mau pisah sholat tarawih aja udah kayak Mau pisah kemana aja...!"
ucap Surya berjalan di depan membuat hawa dan langit Terkekeh.
setelah itu keduanya terpisah, langit mengikuti langkah Surya di depan sambil melambaikan tangan nya pada hawa.
bagaimana bisa ia rela jika Pria itu menikah lagi, dengan semua sikap langit pada nya. ia tak akan sanggup berbagi..
"i love you....!"
ucap langit membuat Arumi menggeleng kan kepalanya karena ia mengerti maksud penuturan menantu nya itu meski lirih namun terdengar.
hawa sendiri hanya tersenyum menanggapi hal itu.
"dasar....!"
ucap arumi Terkekeh kemudian masuk ke dalam masjid bersama Hawa, bergabung dengan kaum perempuan.
rasanya tenang tak seperti kemarin ia bahkan merasa sesak, Mungkin pilihan nya menjauh adalah yang terbaik.dan yang lebih membuat tenang adalah dukungan dari langit yang tak pernah padam, membuat nya kembali semangat untuk meraih kebahagiaan.
setelah selesai sholat keduanya kembali bertemu, hawa tersenyum kemudian mencium tangan suaminya itu.
Surya dan Arumi sudah lebih dulu pulang, Langit menuggu hawa yang lebih lama berdoa.
"doa apa sih lama banget!?"
ucap langit merangkul pundak istri nya.
"ada deh.....!"
ucap hawa Terkekeh.
Hawa tersenyum melihat banyak anak anak bermain kembang api, dulu ia tak pernah merasakan seperti mereka yang bahagia bermain karena waktu nya yang terbatas, Surya yang sibuk dan ibu tiri yang tidak peduli.
"mau main kembang api juga?"
tanya langit yang melihat hawa terdiam melihat anak anak itu tertawa bersama sambil bermain kembang api.
"mau bang ....!"
ucap hawa tersenyum.
Kemudian Langit menghampiri pedagang kembang api dan membeli banyak.
"banyak banget....!"
ucap hawa melihat langit memanggil anak anak.
"anak anak... temani kakak ini bermain kembang api ya, kalian boleh ambil sesuka tapi harus berbagi ya.. nanti kakak beli lagi!"
"yeah.......!"
__ADS_1
ucap anak anak itu dengan gembira.
"tuh kan jadi nya mereka ketawa...!"
ucap langit mendekati hawa sambil memegang kembang api untuk di nyalakan.
"padahal kita sering loh main kembang api kalau tahun baru, tapi Mungkin momen nya lebih berkesan karena di tanah kelahiran."
ucap langit memberikan kembang api yang sudah di nyalakan.
"aku tidak pernah main seperti ini di sini bang...
aku dulu kan tinggal dengan ibu tiri jadi aku....."
ucap hawa menggigit bibir nya menahan air matanya mengingat kejadian masa lalu yang begitu memilukan, dari kecil ia sudah di tuntut untuk kuat sendiri.
"aku tidak akan membiarkan kamu sendiri lagi..."
ucap langit mencium kepala perempuan itu.
***
waktu menunjukkan pukul setengah tiga pagi, hawa menatap langit yang masih terlelap.
semalam setelah puas bermain keduanya kembali kerumah setelah itu mereka ngobrol hingga kedua nya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.
"bang....."
ucap hawa Menoleh saat langit menarik tangan Hawa yang hendak beranjak dari ranjang.
"kamu udah bangun...?"
ucap hawa tersenyum menatap langit yang tersenyum padanya.
"mau mandi....!"
ucap langit sambil memeluk istrinya dari belakang.
"kamu tuh bang....!"
ucap hawa terkekeh.
ucap langit membuat hawa Terkekeh, menutup wajahnya dengan tangan mengingat percintaan mereka semalam.
"mandi duluan ya ..hawa mau bantu bunda Sama bu le di dapur!"
ucap hawa Menoleh pada langit yang masih memeluk nya.
"ya udah tidak apa-apa...!"
ucap Langit membiarkan istrinya beranjak dari ranjang.
"hawa... kamu sudah bangun...?"
ucap Arumi Menoleh pada Hawa yang menghampiri mereka.
"ya Bun, hawa bantu...!"
ucap hawa membersihkan ayam yang berada di atas wastafel.
Murni sendiri tengah memasak sayur sup untuk mereka.
"wangi...hawa suka sayur sup...!"
ucap hawa Menoleh pada wajan.
"ayam nya mau di Goreng atau gimana untuk Langit..."
ucap Arumi bertanya.
"di goreng aja, nanti hawa bikin sambal goreng nya!"
ucap hawa mengambil beberapa bumbu untuk olahan nya.
setelah selesai memasak, Hawa masuk ke dalam kamar dan melihat langit yang tengah menengadah kan tangan nya ke arah kiblat.
langit baru selesai melaksanakan shalat tahajud dua rakaat.
"ya Allah ya Tuhan ku...
sesungguhnya kami berserah diri pada takdir dan ketentuan Mu.
__ADS_1
Aku memohon Rahmat untuk rumah tangga ku, untuk istri ku, aku memohon kepada Mu.
lapangan hati kami untuk menerima segala ketentuan Mu ya Robb.
sesungguhnya Engkau maha mengetahui apa yang menjadi permasalahan kami, dan aku memohon kepada Mu.
berikan kami keturunan yang terbaik untuk kami....!"
ucap langit sambil menitikkan air matanya.
Hawa membeku di ambang pintu, mata nya berkaca kaca.
"sayang....!"
ucap langit Menoleh pada Hawa yang mematung.
"bang.......!"
"Abang sayang sama kamu, kita tidak boleh berhenti berdoa...!"
ucap langit memeluk hawa yang Terisak.
doa yang Kita panjatkan tanpa henti ibarat seseorang yang terus mengayuh sepeda yang suatu saat akan sampai pada tujuan nya.
meski lelah namun dengan keyakinan yang kuat semua itu akan indah pada waktunya.
"terima kasih bang...hawa tidak tahu jika pria itu bukan Abang, mungkin sudah meninggal kan Hawa..."
ucap Hawa menunduk menghapus air matanya.
"jangan menangis... Abang benar benar tulus dan cinta sama kamu hawa ... apapun keadaan nya kita akan tetap bersama."
ucap langit memeluk istrinya.
**
"Hawa....."
ucap murni menghampiri hawa yang berdiri di depan wastafel sambil memijat keningnya.
"kamu sedang apa?
perasaan cucian sudah selesai semua."
ucap murni menatap Hawa yang terlihat lemas.
setelah sahur mereka ngobrol sambil menunggu waktu imsak dan subuh, Surya dan Arumi memutuskan untuk kembali ke Jakarta Siang ini, karena sudah ada yang menjaga putri nya itu.
ia harus kembali mengurus pekerjaan nya di Jakarta berbeda dengan langit yang mempercayakan pekerjaan nya pada Zaki.
ia akan tetap bersama Hawa di solo, setelah sholat dan mengaji hawa kembali naik ke ranjang karena ia merasa lemas dan sedikit pusing, namun hawa langsung beranjak saat merasa mual dan ingin muntah.
"sayang... kamu kenapa?"
ucap langit yang baru saja datang dari masjid bersama Surya.
"kamu sakit?"
ucap langit mengamati wajah hawa yang tampak pucat kemudian menyentuh kening hawa.
"tidak, Hawa hanya mual dan muntah bang.....!"
ucap hawa menggigit bibirnya.
bersambung.
marhaban ya Ramadhan.
bulan penuh berkah...
terima kasih yang udah mampir 😍
selama bulan puasa ini, kemungkinan author akan update malam ya..
karena kalau siang author fokus sama puasa.
🤭🤭🤭
jangan lupa like dan komentar ya...
terima kasih para reader semoga sehat selalu...😍😍😍
__ADS_1