Langit Hawa

Langit Hawa
cemas.


__ADS_3

Hawa berjinjit untuk mengambil buku yang berada di atas rak yang sulit ia jangkau, namun hawa langsung menoleh saat seseorang mengambil kan buku tersebut.


"nih.... makanya tumbuh tuh ke atas, jangan ke samping....!"


ucap Langit tersenyum memberikan buku tersebut pada Hawa


"iklan susu ya....?"


ucap hawa mendelik sambil tersenyum pada langit.


langit pun terkekeh kecil.


kemudian keduanya terdiam saling menatap satu sama lain, namun cepat hawa tersadar bahwa ia akan mendapat masalah jika Terus dalam posisi tersebut.


"nanti pulang nya bareng aku aja wa!"


ucap langit membuat gadis berambut keriting itu membeku, tak menyangka langit mengajak nya untuk pulang bersama, namun hawa menoleh ke kanan dan kiri tampak beberapa orang memperhatikan interaksi mereka berdua, bergegas hawa langsung pergi meninggalkan langit yang mematung sendiri tanpa jawaban.


"wa.......!"


ucap Erin membuat hawa terperanjat.


Erin hendak mengahampiri Hawa di perpustakaan, namun kedua nya bertemu di pintu.


"bikin kaget...!"


ucap hawa menepuk pundak Erin.


"lagian kenapa sih, jalan nya nengok ke belakang terus, ke pentok baru tahu rasa?"


tutur Erin terkekeh kemudian menilik wajah hawa yang tampak risau, tanpa bicara hawa merangkul bahu Erin mengajaknya pergi dari tempat itu.


langit memperhatikan Hawa yang berjalan bersama Erin, teringat kemarin saat Ibra menanyakan perihal ia dan hawa bisa bersama.


"Lo kok bisa sama tuh cewek...?"


"dia itu adik tiri gue tapi Lo jangan ngomong soal ini, karena gue gak tahu itu sampai kapan?


Lo tahu kan gimana nyokap gue yang doyan kawin...!"


"ya gue tahu, jadi Lo serumah Dong Sama tuh cewek keriting...?"


ucap Ibra tersenyum sambil merangkul langit masuk ke dalam kelas.


***


hawa berjalan di koridor sekolah menuju gerbang, hari ini hari pertama hawa bekerja di laundry tersebut...


namun langkah nya terhenti saat Melihat pria yang sudah beberapa hari ini tak ia ketahui kabar nya.


"hawa...."


ucap Ezi menghampiri hawa yang mematung sendiri.


"kak ezi....?"


"gimana kabar kamu?"


ucap Ezi sambil memberikan sebuah plastik..


"baik kak...ini apa?"


ucap hawa memeriksa ke dalam plastik tersebut.


"itu mie ayam baso buat kamu?"


"terima kasih kak, kok repot repot sih?


apa kosan nya masih banjir....?"


ucap hawa, keduanya berjalan beriringan menuju motor Ezi yang terparkir di luar gerbang sekolah.


"masih...tapi aku juga udah pindah kos!


gimana kamu betah tinggal sama ayah kamu?"


ucap Ezi teringat saat Surya membawa barang barang hawa, ia begitu merasa kehilangan hawa. gadis yang selalu bersikap cuek namun Ezi tak patah semangat untuk meraih hati gadis itu.

__ADS_1


"Betah...kak!


maaf kak hawa ada kerajaan jadi gak bisa ngobrol lama!"


"mau kemana? ayo kakak Anter wa...!"


hawa terdiam, sebenarnya ingin menolak tapi tidak enak karena Ezi selalu bersikap baik pada nya.


"sekarang hawa kerja di laundry itu ...!"ucap hawa menunjuk ruko yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"oh gitu....ya udah ayo kakak Anter!"


ucap Ezi Menaiki motor Matic nya.


Hawa tersenyum kemudian naik dan duduk menyamping...


Langit terdiam Melihat interaksi antara hawa dan laki-laki itu, entah apa yang dilakukan hawa berhenti di depan laundry yang jaraknya memang tak jauh dari sekolahan mereka.


namun langit Juga berpikir kenapa ia memikirkan sesuatu yang bukan menjadi urusan nya, tapi kenapa rasanya kesal melihat hal itu, setelah itu langit melajukan motornya menuju rumah.


Sarah memperhatikan hawa yang sedang menyetrika pakaian, pekerjaan nya bagus,rapi dan cepat.tak salah Sarah memberi kesempatan untuk anak gadis yang masih sekolah kelas Dua SMA itu.


"hawa katanya kamu mau tinggal disini sama Mimin?"


ucap Sarah membuka obrolan.


"ya, wa, aku senang kalau ada teman nya!"


tutur mimin yang langsung menerima hawa dengan baik, ada beberapa orang Karyawan di tempat itu, namun hanya Mimin yang tinggal di ruko itu.


"ya, hawa nunggu majikan pulang dulu, soalnya kalau di tinggal sekarang kasihan rumah nya gak ada yang urus!" ucap hawa berbohong, karena baginya Dena itu seperti majikan nya.


"oh gitu.....!"


"ya Bu, mba Mimin gak takut tinggal di ruko ini sendirian!?"


"gak wa, toko kelontong yang di samping itu buka nonstop, selalu ramai anak muda yang nongkrong dan main PS, jadi Mimin gak takut!


gak pernah ketemu yang aneh aneh kok!"


ucap Mimin menjelaskan.


selain dekat dengan sekolah ia bisa terhindar dari langit dan juga Mami nya yang cuma baik di depan ayah nya saja.


menjelang magrib langit pulang ke rumah setelah bermain bola bersama teman teman nya, rumah tampak sepi tak berpenghuni.


"hawa.......!"


panggil langit mengetuk pintu kamar nya, langit menekan kenop pintu dan terbuka, ternyata hawa tak mengunci kamar nya,namun dikamar juga tidak ada siapa siapa.


langit melangkah menuju dapur, ia benar benar merasa lapar berharap Hawa sudah memasak untuk melakukan berdua, namun di dapur juga tampak sepi tak ada kehidupan, wastafel pun tampak kering.


langit termenung


sendiri memikirkan kemana Hawa?


langit membuka lemari es, mengambil mie instan dan telur Serta sayuran hijau.


memasak sendiri, makan sendiri...


"sebenarnya kemana sih hawa?


kenapa jam segini belum pulang?"


ucap langit melihat Jam menunjukkan pukul tujuh malam, mie instan sudah tak bersisa di mangkuk itu.


hal dulu kembali terjadi, ia sendiri tak ada siapapun dirumah itu.


sepi dan sunyi...


langit beruang kali menengok pintu, namun sampai jam delapan malam hawa belum juga pulang..


entah kenapa langit merasa cemas pada perempuan berambut keriting itu.


setelah menunggu setengah jam, langit beranjak dari duduknya untuk pergi mencari hawa, meski ia tidak tahu harus mencari nya kemana.namun saat hendak membuka pintu, hanya menyembul masuk.


"hawa.......?"

__ADS_1


"apa?"ucap hawa menautkan kedua alisnya,


"kamu dari mana sih?"


ucap langit menilik penampilan hawa yang sudah tidak memakai seragam sekolah nya.


"emang kenapa?"


ucap Hawa berjalan memasuki rumah meninggalkan langit di pintu.


"eh... ditanya malah balik nanya?"


"mau tahu?"


"hawa ......?"


"aku kerja.....!"


ucap hawa hendak masuk ke dalam kamar namun di tahan oleh langit.


"kerja dimana? mana ada yang mau Nerima pekerja yang masih sekolah!


jangan bohong!"


ucap langit membuat hawa mendengus.


"tapi kenyataannya nya ada!


udah ya langit aku capek!"


ucap hawa masuk ke dalam kamar, tak menghiraukan langit yang masih berdiri di depan pintu.


setelah Selesai mandi hawa keluar menuju dapur, hawa terperangah melihat keadaan dapur yang begitu berantakan.


sampah telur,dan bekas mie instan...


"astaga....langit....!"


ucap hawa berteriak dan terdengar oleh langit.


"apa langit langit...aku tuh Abang kamu Jangan panggil langit terus!"


"terserah, tapi Kenapa dapur nya berantakan begini!"ucap Hawa geram.


"aku tuh lapar hawa,


pas pulang berharap kamu tuh udah masak, tapi pas pulang malah gak ada makanan sama sekali!"


ucap langit mendekati hawa mengikis jarak diantara mereka.


hawa tampak segar setelah mandi, mengunakan kaos putih yang longgar dan celana training panjang berwarna abu abu.


rambut nya di ikat tinggi hingga menampakkan leher nya yang putih.


hawa menelan Saliva nya saat jarak mereka berdua begitu dekat.


"Sadar gak sih kamu tuh udah bikin aku cemas!"


ucap langit membuat hawa tertegun seketika.


"cemas....?"


tanya hawa lirih namun terdengar oleh langit.


"ya,mana ada pelajar jam tujuh malam belum pulang... otomatis aku bertanya tanya kemana kamu belum pulang jam segitu!


aku pikir kamu di culik..."


"Hh...ada ada saja ilusi kamu itu!


kamu pikir aku anak kecil!"


"ya meski Udah gede juga bisa aja kan!"


'apa lagi aku tadi lihat kamu sama cowok'


ucap langit dalam hati.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2