
tiga tahun berlalu, hari ini Esa tengah berjalan menuju bandara untuk menjemput Hawa pulang dari London, perempuan itu kini sudah bergelar dokter.
Surya sendiri yang meminta Esa untuk menjemput hawa pulang sebagai kejutan, setelah tiga bulan yang lalu Surya dan keluarga menghadiri acara wisuda Hawa, dan kini gadis itu akan kembali ke tanah air.
hawa tampil cantik dengan celana jeans berwarna putih di padukan dengan tunik kotak kotak berwarna pink senada dengan pasmina diamond milik nya.
Hawa menghentikan langkahnya saat melihat Esa tersenyum melambaikan tangannya.
Hawa tidak menyangka jika Esa lah yang menjemput nya di bandara.
satu tahun yang lalu terakhir mereka bertemu, saat Esa sengaja datang menemui hawa di London, setelah itu tak ada pertemuan lagi selain komunikasi di telpon.
"bang, Ayah yang nyuruh Abang jemput hawa di sini...?"
"Abang yang mau? kenapa? tidak boleh?"
ucap Esa tersenyum menatap hawa yang semakin cantik.
tiga tahun ini hawa fokus dengan kuliah nya, tak memikirkan apapun yang mengganggu konsentrasi belajar nya, termasuk langit meski sesekali langit selalu membayangi langkah nya, namun dengan tegas hawa mengusir bayangan itu, empat tahun berlalu pria itu hanya meninggalkan kenangan, tanpa sedikitpun kabar, menghilang begitu saja.
"tidak apa-apa bang, hawa cuma takut merepotkan! karena Hawa tahu Bang Esa juga sibuk...!"
ucap hawa senyum tak berani menatap Esa yang terus memperhatikan nya.
kini Surya dan Arumi sudah pindah ke Jakarta,satu tahun hawa di London.
kepindahan Surya ke Jakarta di karena kan Surya yang membuka cabang perusahaan baru di Jakarta, sudah dua tahun ini mereka tinggal di Jakarta.
"tidak apa-apa Hawa, Abang malah senang karena waktu wisuda kemarin Abang tidak bisa ikut hadir....!"
"oh, soal itu!
ya tidak apa-apa bang,hawa mengerti!"
ucap hawa kemudian berjalan bersama Esa menuju mobil.
Esa kini memimpin perusahaan keluarga nya,Rizal belum pensiun hanya ia ingin lebih banyak dirumah menemani Sarah, keduanya masih mencari keberadaan Dwi.meski tak ada harapan namun keduanya tak pernah berhenti berdoa kepada tuhan, berharap suatu saat bisa bertemu dengan putra bungsu nya itu.
tak lama mereka sampai di rumah,hawa tersenyum melihat Surya yang menyembul keluar dari Balik pintu, seperti nya kedatangan nya sudah di tunggu tunggu oleh sang Ayah.
"assalamualaikum... Ayah?"
ucap hawa memeluk pria yang selama ini tak pernah Lelah memberikan nya semangat.
"walaikumsalam....!"
ucap Surya memeluk putri nya itu, terlihat arumi menghampiri mereka.
Esa keluar dari mobil dan membantu mengeluarkan koper koper Hawa.
__ADS_1
"Bu, mana Winda"
ucap hawa memeluk ibu tiri nya itu
"Winda ke klinik,tadi ada yang mau lahiran..jadi mendadak pergi!"
"oh gitu....!"
"Esa, ayo masuk!"
ucap Surya mengajak Esa untuk ikut masuk.
setelah itu mereka berbincang sambil melepas lelah, Tak lama Esa pun pamit pulang karena ia juga harus kembali ke kantor.
"ya udah, Abang pulang ya!"
ucap Esa beranjak dari duduknya.
"ya,bang terima kasih sudah antar hawa pulang!"
"ya, lain kali Abang ajak kamu main ke rumah ya!"
ucap Esa kemudian pamit pada Surya dan Arumi.
"ya udah, kamu istirahat dulu saja Hawa!"
"ya,Bu..hawa ke kamar dulu!"
Hawa menghempaskan tubuhnya di ranjang,tak menyangka ia kembali ke Jakarta.
"apa kabar mu langit? apa kamu masih di Amrik?"
ucap hawa sendiri teringat pria yang tak pernah ia ketahui kabar nya lagi.
tiga bulan yang lalu, langit sudah kembali ke Jakarta.
Pagi ini ia sudah bersiap pergi ke kantor bersama Dena, hari ini rencananya Dena ingin langit mengganti kan nya sebagai direktur di perusahaan nya, setelah dua bulan yang lalu langit menjabat sebagai wakil direktur kini Dena memutuskan untuk memberikan posisi utama pada putranya itu.
seiring kesehatan nya yang semakin menurun, Dena tahu kini Surya sudah kembali ke Jakarta bersama perempuan itu.
hatinya semakin sakit saat Surya benar benar tidak memperdulikan nya lagi, rasa sesal menaungi hatinya hingga berujung benci.
Dena tersenyum menatap video yang masih dalam genggaman nya, pernah Surya meminta nya untuk menghapus video itu.
"aku akan menghapus video itu,asal kamu mau kembali dengan ku...?"
ucap Dena kala itu.
"tidak akan pernah,jangan gila!
__ADS_1
aku sudah menikah lagi...!"
"apa susah nya meninggalkan perempuan itu dan kembali dengan ku?"
"omong kosong apa itu dena?
aku tidak akan membuang berlian demi untuk batu kerikil yang tak berharga..!"
"apa kamu bilang?
dengar Surya, lihat saja nanti video itu akan menjadi Bom Waktu untuk hawa...aku tidak akan membiarkan kalian bahagia begitu saja!"
ancam Dena pada Surya dulu.
Dena merasa kesal karena berulang kali langit menolak untuk di jodohkan dengan anak kolega bisnis nya,hawa Benar benar merantai langit hingga tak ada satupun wanita yang mampu menggantikan posisi perempuan itu.
kemarin Violla datang bersama keluarga nya, namun langit malah pergi bersama Ibra bermain bola.
sontak hal itu membuat Violla kecewa, apa harus kembali melontarkan ancaman supaya langit menurut pada nya.
"mulai hari ini langit akan menggantikan posisi saya sebagai direktur utama di perusahaan ini,,saya mohon kerjasama dengan baik!"
ucap Dena saat rapat direksi.
"semangat ya langit, sekarang perusahaan sepenuhnya mami serahkan sama kamu!"
ucap Dena memeluk putra satu satunya itu.
"ya, Terima kasih mi...!"
setelah selesai Dena memutuskan untuk pulang, langit masuk ke dalam ruang direktur utama, di ikuti Zaki sebagai tangan kanan nya.
langit terdiam menatap Poto nya bersama hawa yang ia pajang di meja kebesaran nya itu.
tak ada satupun perempuan yang bisa menggantikan posisi hawa di hati nya, meski berulang kali ia merasakan kepedihan karena mencintai wanita itu, namun hal itu tak mampu membuat rasa cinta nya berkurang.
dua tahun yang lalu, langit kembali mencari keberadaan kekasih nya itu di London, sesuai dengan kabar yang ia dapatkan dari lili bahwa ia melihat hawa di London.
saat itu Ibra dan lili tengah berbulan madu di London, namun langit menemukan hawa bersama seorang pria yang pernah ia temui beberapa kali menemui hawa di laundry.
hati nya kembali teriris, apa lagi melihat hawa bercanda dan tertawa bersama pria itu.
langit kembali mengurungkan niat nya untuk menemui hawa, hatinya lebih dulu termakan kecewa.
sejak hari itu Langit tak pernah mengetahui kabar tentang hawa, yang langit tahu kini hawa bukan lah hawa yang dulu mengharapkan nya, ternyata dia cukup bahagia jauh dari nya.
namun sampai saat ini rasa itu masih saja menjadi yang terdalam.. rasa itu tak pernah berubah, gerimis tak mampu tawarkan lautan cinta nya.
"aku merindukan mu hawa,,tapi apa rasa cinta itu masih ada untuk ku,,?"
__ADS_1
bersambung..
terima kasih yang sudah mampir ya!"