
Hawa melangkah masuk ke dalam rumah dan melihat Surya sedang menelpon seseorang, entah siapa?
hawa melewati Surya yang menatap nya sambil mendengarkan seseorang berbicara di sebrang sana.
Hawa membuka sepatu dan menyimpan nya di rak, merebahkan tubuhnya di ranjang.
"hawa... apa Nanti malam kamu ada acara?"
tanya Arumi membuka obrolan disela sarapan pagi bersama.
"tidak ada Bu, kenapa?"
jawab hawa sambil mengunyah roti bakar yang menjadi pilihan nya sarapan.
di meja makan itu ada nasi goreng dan juga roti bakar yang sudah disiapkan Winda.
"apa kamu mau ikut kumpul sama remaja masjid di kompleks ini?"
ucap Arumi kemudian menjelaskan maksud nya itu.
setiap dua Minggu sekali di kompleks perumahan tersebut, Arumi mengadakan pengajian rutin bersama remaja masjid sekitar kompleks itu.
"acara nya pengajian aja hawa ada kajian nya juga nanti Kita ngobrol ngobrol belajar agama sama sama,ya kita silaturahmi aja biar kenal sama tetangga tetangga disini ...?"
"emang acara malam Minggu ya bu?"
"ya, emang kenapa...?"
ucap Arumi terkekeh melihat ekspresi wajah Hawa.
"malam Minggu biasa nya di pakai untuk ng-date ya?"
"kebanyakan memang seperti itu...?!"
ucap hawa senyum kecil.
banyak hal yang mengingatkan nya pada langit.
"aku tuh mau ngajak kamu ng-date Hawa....!"
ucapan langit dulu berputar di benak nya.
"ya,tapi anak remaja disini tidak ada yang menjalankan aktivitas seperti itu, di dalam Islam tidak ada kata pacaran, boleh ng-date tapi sama pasangan halal nya...!"
ucap Arumi membuat hawa membeku.
"apa yang sudah di jalani bersama langit..
apakah sebuah kesalahan?"
tanya hawa dalam hati nya.
"emang kenapa Bu kalau pacaran?"
tanya Hawa menyelidik.
"pacaran itu dosa apa lagi sampai berbuat zina...!
apa kamu punya pacar Hawa?"
ucap Arumi Menilik Hawa yang tampak berpikir.
"ada , cuma hawa long distance..!"
ucap hawa meskipun saat ini ia tidak tahu bagaimana keadaan langit namun hawa berharap besok atau lusa ada kabar dari langit.
"oh gitu, pacar kamu di Jakarta?"
"bukan, pacar Hawa di Amrik, dia kuliah di sana Bu...!"
ucap hawa tak menutupi apapun dari perempuan itu.
Arumi mengangguk sambil berpikir.
"ya sudah hawa, kamu pikirkan ajakan bunda Sama Winda ya!
kalau kamu mau nanti kita berangkat menjelang isya, jadi nanti kita bisa berjamaah di masjid."
ucap Arumi senyum.
*
"hawa...!"
panggil Surya dari luar, membuyarkan lamunannya.
"ya......!"
__ADS_1
ucap hawa membuka pintu.
"mau pergi belanja jam berapa?"
tanya Surya tak ingin mempermasalahkan soal tadi pagi.
"sebentar lagi yah,hawa mau mandi lagi!"
"ya sudah, ayah tunggu di depan ya!"
ucap Surya kemudian beranjak dari pintu.
Bergegas hawa mandi dan bersiap untuk pergi.
hawa tampil dengan gamis berwarna coklat dan kerudung pasmina berwarna moccha.
entah kapan terakhir kapan memakai gamis ini , Mungkin saat hari raya, terbesit keinginan untuk merubah penampilan nya.
"cantik anak ayah?"
ucap Surya tersenyum saat hawa mengahampiri nya.
"terima kasih ayah.. maaf untuk yang tadi pagi ayah!"
ucap hawa walau bagaimanapun ia sudah mengecewakan sang ayah dengan meminta menghubungi Dena.
"ya, tidak apa apa!
jangan pikirkan sesuatu yang membuat mu terluka, kalau dia cinta sama kamu, harus nya dia yang berusaha menghubungi kamu sayang.. bukan kamu!
jangan mengejar sesuatu yang memang sudah pergi menjauh.
kamu tahu? di Amrik itu banyak perempuan cantik? apa yang kamu harapkan dari langit?
fokus dengan masa depan, kamu harus semangat!
perlahan lupakan...!"
ucap Surya membuat hawa membeku.
"benar kah harus seperti itu?"
ucap hawa dalam hati, membuang nafas berat.
tak ada percakapan apapun di dalam mobil, hawa terus memperhatikan jalanan..
hawa menatap trolli yang dibawa oleh Surya, teringat saat berbelanja dengan langit.
"kenapa banyak kejadian yang mengingatkan ku padamu langit...... membuat ke semakin rindu!"
tutur hawa dalam hati, membuat matanya memanas perih.
"yah, hawa ke toilet sebentar!"
ucap hawa Tanpa menoleh meninggalkan Surya yang sedang memilih beberapa makanan.
hawa membasuh wajah nya dengan air berharap tak lagi menangis..
hawa berjalan keluar dari toilet Menghampiri Surya yang menuggu di tempat buah Buahan.
"sudah sayang...?"
ucap Surya bertanya menilik wajah hawa yang sedikit sembab, namun Surya urung untuk bertanya, membiarkan putri nya untuk tenang dulu.
"udah yah....!
belanja nya udah belum?"
"udah.... ayah ke kasir, kamu tunggu di kursi tunggu saja ya!"
ucap Surya dan di angguki oleh Hawa.
tak lama ponsel nya berdering, hawa melihat nama Esa melakukan panggilan telepon.
bukan Nomor baru yang hawa harapkan dari langit.
"halo, assalamualaikum bang?"
"halo, walaikumsalam....de, kamu dimana?"
ucap esa mengubah panggilan menjadi panggilan video.
Esa tersenyum menatap perempuan cantik yang memakai kerudung pasmina berwarna moccha, namun wajah nya sedikit sembab.
entah apa yang terjadi dengan gadis itu, namun esa diam tak ingin bertanya soal privasi nya.
"lagi di mall sama ayah....!"
__ADS_1
ucap hawa tersenyum terlihat Esa tengah memakai kopiah hitam.
Esa habis menunaikan shalat isya, selisih waktu antara Kalimantan dan Amrik hampir sepuluh jam.
hawa membuang nafas ketika Esa tersenyum, entah kenapa tergurat senyum langit di wajah pria itu.
"lagi jalan jalan?"
"ya bang, lagu beli kebutuhan rumah...!"
"hawa....?"
"apa bang?"
"Abang seneng deh lihat kamu pakai kerudung...!"
"oh gitu...... emang kenapa?"
"sejuk aja lihat nya, astagfirullah....!"
ucap Esa terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
hawa terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Esa.
'andai saja, kita seperti ini langit......'
tutur hawa dalam hati.
"ya udah kamu hati hati ya.... nanti kapan kapan Abang Main ke Kalimantan..!"
ucap Esa dan di angguki oleh hawa.
"siapa yang telpon...?"
ucap Surya menghampiri hawa yang tersenyum sendiri.
"bang Esa yah....!"
"oh.....ya udah, kita makan dulu ya!"
"ya ,tapi hawa mau belanja baju sama kerudung boleh gak yah?"
"boleh......ayo!"
ucap Surya dengan antusias.
hawa dan surya memasuki butik muslimah lengkap di mall itu.
terlihat gamis cantik bergantungan, hawa memilih beberapa gamis, kerudung serta Tunik dan pasmina.
'mungkin sudah saatnya berpikir untuk melangkah ke arah yang lebih baik.........'
"semangat hawa.....!"
tutur hawa sendiri dalam benaknya.
setelah selesai berbelanja, keduanya masuk ke dalam restoran untuk makan siang.
"yah......?"
"kenapa Hawa?"
ucap Surya sambil mengunyah makanan.
"ibu Arumi ajak hawa untuk ikut pengajian nanti malam.."
"dimana?"
"di masjid pas belokan itu yah? kata Bu Arumi tiap malam Minggu suka kumpul anak remaja masjid, ada tausiah nya juga....!"
"oh gitu, bagus.. boleh kalau Bu Arumi yang ajak, ayah percaya sama mereka.. mereka itu orang baik!"
ucap Surya mengingat percakapan nya tadi pagi dengan Pak RT yang berada di kompleks itu.
"oh ya pak Surya, perasaan saya tidak pernah melihat istrinya?"
"saya ini duda, saya tinggal berdua dengan hawa....!"
"oh begitu, berarti sama seperti ibu Arumi.. beliau janda... beliau juga tinggal berdua dengan anak nya....!"
ucap pak RT tersenyum sambil menepuk pundak Surya.
"jadi wanita itu juga tinggal berdua dengan anak nya .."
tutur Surya dalam hati sambil mengangguk.
bersambung.
__ADS_1