
Malam itu menjelang Isya Winda mengetuk pintu rumah Surya.
"assalamualaikum..... Hawa?"
ucap Winda dibalik pintu.
"walaikumsalam.... sebentar win..!"
ucap hawa yang sudah rapi dengan gamis berwarna hitam dan kerudung nya berwarna abu-abu.
"yah....hawa berangkat ya,,kalau bisa,ayah juga berjamaah di masjid!"
ucap hawa senyum membuat Surya menoleh seketika, meninggalkan Layar laptop yang sedang menyala.
"hawa suka ibu Arumi, tapi sepertinya beliau suka laki laki yang rajin ke masjid!"
ucap hawa senyum kemudian pergi meninggalkan Surya yang mematung sendiri.
"maaf win, lama nunggu!"
ucap hawa menghampiri Winda yang berdiri di teras rumah.
"tidak apa-apa hawa,kamu cantik!"
ucap Winda Menilik penampilan Hawa yang berbeda.
tak menyangka jika keduanya sekolah di sekolahan yang sama, hanya berbeda kelas.
Winda tidak pernah menyadari kehadiran hawa sebagai anak baru karena memang hawa tidak pernah keluar kelas, hawa terkesan pendiam dan menutup diri, padahal ia butuh seorang teman.
hawa hanya takut kejadian dulu kembali terulang, ia harus pergi di sana ia sudah dekat dengan seseorang, seperti hal nya Dengan Erin atau Mimin ,dan juga pria itu.
keduanya berjalan beriringan menuju masjid tersebut, Arumi sendiri sudah lebih dulu berangkat bersama yang lain nya.
hawa menilik masjid tersebut, banyak jamaah yang sudah berkumpul karena memang sebentar lagi waktu sholat isya tiba.
Hawa melangkah bersama Winda menghampiri Arumi yang tengah berkumpul dengan Beberapa perempuan yang seumuran dengan nya dan beberapa remaja masjid yang semuanya itu perempuan.
"assalamualaikum....!"
ucap Winda duduk di samping Arumi, mencium tangan nya di ikuti oleh hawa di belakang.
"walaikumsalam.....nah ini ada teman baru, Nama nya Hawa.."
ucap Arumi mengenalkan hawa pada orang yang berada di sekeliling nya.
semua tersenyum melihat Hawa,, begitu juga hawa membalas dengan senyuman.
tak lama adzan isya pun berkumandang, mereka pun beranjak untuk mengambil wudhu.
hawa tersenyum saat melihat Surya memasuki masjid itu.
ternyata Surya menerima ajakan nya itu.
"Alhamdulillah.....!"
tutur hawa dalam hati.
Semuanya shalat berjamaah dengan khusu,baru kali ini hawa berjamaah di masjid selain shalat Ied, selain itu Hawa tak pernah datang ke masjid. ia pun terkadang lalai meninggalkan shalat lima waktu.
__ADS_1
kewajiban sebagai seorang muslim yang seharusnya ia lakukan.
setelah selesai shalat Arumi mengajak remaja masjid berkumpul membuat lingkaran.
hawa menatap Arumi yang langsung memulai pengajian, ternyata dia sendiri yang memimpin.
bertambah lah ke kaguman hawa terhadap perempuan itu.
Hawa mengetahui Arumi seorang janda itu saat Arumi menceritakan bahwa ayah Winda sudah lama tiada, seperti hal nya sang almarhum ibu hawa yang sudah tiada.
tak menyangka perempuan itu ternyata yang memimpin remaja masjid itu.
Selain cantik, ramah, Arumi juga ternyata pintar mengaji.
hawa mengikuti pengajian tersebut hingga selesai dan di lanjutkan dengan kajian yang di bawa kan oleh seorang ustadz abu Haidar yang ternyata adalah kakak dari ibu Arumi.
beliau menerangkan tentang remaja masa kini.
"kita semua tahu tentang remaja masa kini, pacaran menjadi hal yang lumrah dan tidak di permasalahkan bagi kebanyakan orang namun tidak dalam Islam.
memang tidak di jelaskan secara gamblang pelarangan tersebut hingga sebagian orang awam tidak mempermasalahkan soal itu, namun dalam Agama Kita melarang aktivitas pacaran, tidak ada istilah pacaran dalam agama kita karena pacaran mendekatkan Kita pada zina....dan zina itu dosa.
sudah jelas dan tertuang dalam Qur'an surah Al-isra 17:32.
"dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang kezi dan sesuatu jalan yang buruk" (QS.Al-isra 17: 32)
apa saja yang perbuatan yang tergolong mendekati zina itu?"
tanya ustadz abu Haidar bertanya.
"ada yang mau menjawab?"
ucap seorang perempuan bernama Aisyah.
"Apa Aisyah....?"
"diantaranya adalah, saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan tangan, berpelukan, berciuman dll.)"
ucapan Aisyah membuat Hawa tertegun mengingat apa yang sudah terjadi antara dirinya dan langit, rasanya begitu menohok hati.
apa yang sudah mereka lakukan merupakan sebuah dosa yang tak pernah mereka sadari.
"karena unsur unsur ini di larang dalam agama Islam, maka tentu saja hal hal yang di dalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang.
termasuk aktivitas pacaran.
dalam hadits juga dijelaskan ya.
'jangan lah seorang laki-laki berduaan kecuali dengan wanita kecuali mahram nya.'
(HR.Al-Bukhari dan imam muslim)"
ucap ustadz Abu Haidar menjelaskan.
Arumi tersenyum menatap hawa yang tampak serius mendengarkan ustadz abu Haidar berbicara, sengaja arumi meminta kakak nya membahas materi itu meskipun materi itu sudah pernah di terangkan namun Arumi ingin hawa memahami hal itu, Arumi merasa kasihan karena hawa benar benar kurang perhatian dari orang tua nya hingga membuat nya tak mengetahui banyak tentang hal itu.
Arumi ingin membimbing Gadis itu menuju jalan yang benar, sebagai sesama muslim wajib lah kita saling mengingatkan ke jalan yang benar.
"hawa, kenapa sejak tadi ibu perhatian kamu selalu diam, tidak seperti yang lainnya yang ikut ikut ngobrol dan bertanya...ada yang mengganggu pikiran kamu? atau kamu masih malu?"
__ADS_1
ucap Arumi Duduk di samping hawa dekat winda, terlihat beberapa orang sudah beranjak untuk pulang.
hawa senyum pada Arumi yang ternyata memiliki pemahaman agama yang cukup besar. ia bahkan tak pernah membicarakan masalah agama dengan Surya, Surya selalu sibuk dengan pekerjaan dan istri istri baru nya.
hawa membuang nafas mengingat semua itu, ia jarang salat, entah kapan terakhir kali ia mengaji, teringat Esa yang pernah menjelaskan tentang wanita yang wajib menutup aurat nya, bahkan ia juga memberikan gamis cantik karena berharap apa yang sudah di sampaikan nya waktu itu bisa hawa praktekan.
"hawa.....!"
"HM.....!"
ucap hawa senyum melihat Arumi tersenyum pada nya.
"hawa malu, kalau dengar ceramah pak ustadz... rasanya hawa banyak dosa, jauh dari ibadah, sampai hawa berpikir Apa Allah mau mengampuni dosa dosa yang sudah hawa lakukan..."
tutur hawa mengingat kejadian saat bersama langit, berpelukan bahkan mereka berciuman.
"kenapa kamu berpikir seperti itu?"
"ya karena hawa jauh dari Agama, hawa jarang salat... sering meninggalkan Lima waktu,hawa juga pernah pacaran..apa mungkin Tuhan sengaja menjauhkan hawa Sama langit supaya hawa tidak terus-menerus berbuat dosa... hawa sayang sekali sama dia bu, tapi ayah dan mami Dena menentang keras hubungan kami!"
ucap Hawa sambil menitikkan air mata nya, menceritakan semuanya kepada Arumi.
"tapi hawa sadar, selama ini hawa salah karena terlalu dekat dengan langit ,tapi sekarang hawa tidak mau terlalu memikirkan langit lagi, hawa mau belajar Bu?
belajar dari awal tapi apa Allah mau mengampuni hawa yang selama ini jauh dari NYa?"
"tentu saja.... Allah itu maha pengampun, hijrah lah ke arah yang lebih baik...kita sama sama belajar,ibu dan Winda juga belajar...
berhijab lah...!"
ucap Arumi Kemudian merangkul bahu hawa untuk bersandar pada nya.
"ya Tuhan, untuk pertama kalinya aku bersandar pada bahu seorang perempuan.
mungkin jika ibu masih ada, pasti seusia dengan ibu Arumi....!"
ucap hawa dalam hati, terharu karena Arumi begitu baik.
Winda senyum dan mengelus punggung hawa.
Surya terdiam melihat hawa yang bersandar pada Arumi, tak pernah ia melihat hawa seperti itu dengan sekian banyak perempuan yang ia nikahi dulu, Kebanyakan mereka malah menyiksa hawa...
keadaan seakan menyadarkan nya untuk merubah diri, karena selama ini ia jauh dari ibadah, selama ini ia hanya sibuk mencari uang.
ada keinginan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
apa ini yang disebut Hidayah.
".. seandainya dosa dosa mu membumbung sepenuh langit.. Kemudian engkau meminta Ampun kepada Ku, pasti Aku ampuni....)"
(HR.. Tirmidzi).
bersambung.
terima kasih yang sudah mampir....
maaf kalau ada penulisan yang salah.
maklum author masih belajar...
__ADS_1
😍