Langit Hawa

Langit Hawa
tak berguna.


__ADS_3

Arumi terdiam mendengar penuturan Surya yang langsung menohok hati nya, kenapa Surya bisa berkata seperti itu?


saat ini bukan hanya mengurus keperluan pernikahan Ezi, tapi juga pernikahan Hawa dan langit yang akan berlangsung dua Minggu yang akan datang, seminggu setelah pernikahan Ezi dan rindu yang di gelar di Singapura.


"kamu kenapa Rumi?"


ucap ustadz abu Haidar yang baru saja datang dari Palangkaraya, beliau sengaja datang untuk pergi ke Singapura bersama arumi dan kerabat yang lain nya.


Arumi pun menangis menceritakan perihal Surya yang bersikap arogan terhadap langit.


"kamu sabar, sifat manusia itu berubah ubah.


kamu doakan saja semoga Allah melunakkan hati suami mu....dukung hawa jika itu Menuju jalan kebaikan...!"


Arumi mengangguk sambil terisak.


Arumi kasihan pada hawa jika mendengar kabar ini.


***


"assalamualaikum..mi?"


ucap hawa yang datang keruangan langit.


dokter bilang, besok Langit sudah bisa pulang,, tapi tidak dengan Dena karena keadaan nya semakin menurun.


"walaikumsalam..Hawa!


kebetulan kamu kesini....!" ucap Sarah tersenyum, terlihat langit tengah tertidur.


beberapa hari hawa ikut menemani langit bersama Sarah.meski langit selalu murung tapi hawa selalu berusaha menghibur nya.


"emang kenapa mi....?"


"mami mau pergi keluar sebentar,kamu tunggu langit sebentar ya!"


Hawa terdiam mendengar penuturan Sarah karena hawa enggan berdua saja bersama langit.


"pintu nya di buka saja... langit juga sedang tidur!"


"ya, mi....!"


ucap hawa, kemudian Sarah beranjak pergi meninggalkan hawa dan langit.


hawa duduk di sofa sambil membaca buku, terlihat langit tidur dengan pulas.


hawa duduk di depan sofa sambil bersandar, teringat ucapan Arumi yang mengatakan bahwa pernikahan nya dengan langit akan di adakan sekitar dua Minggu lagi, Surya meminta untuk tidak mengadakan acara resepsi pernikahan,dan weekend ini mereka akan pergi ke Singapura untuk menghadiri pernikahan Ezi dan rindu.


tak Terasa Hawa pun tertidur dengan bersandar pada sofa, pintu ia biarkan terbuka.


Esa masuk ke dalam ruangan itu dan melihat langit dan Hawa yang sama sama tertidur.


Esa keluar dan duduk di depan membiarkan kedua nya tertidur.


langit terbangun karena merasa kan kaki nya yang terasa Sakit.


langit menatap hawa yang tertidur pulas di sofa, terdengar dengkuran halus dari gadis itu.


"astaga ....."


ucap langit meringis menahan rasa sakit yang menjalar ke kaki nya.


"langit...!"


ucap hawa terkesiap dari tidurnya melihat langit meringis hingga ia terjatuh dari sofa.


"Hawa....!"


ucap Langit dan Esa bersamaan.

__ADS_1


"kamu tidak apa-apa Hawa?"


ucap Esa membantu hawa untuk bangun.


"tidak apa-apa bang?"


ucap hawa menatap langit yang terdiam melihat Esa yang membantu nya bangun.


"ya sudah Abang keluar dulu, sebentar lagi mami kembali !"


ucap Esa keluar dari ruangan itu.


karena Esa tahu keadaan saat ini tidak baik untuk mereka.


"Bang kamu kenapa?"


ucap hawa berdiri di hadapan Langit yang termenung.


"lihat Hawa...aku tidak bisa apa-apa kan saat kamu terjatuh aku hanya bisa diam ditempat!"


ucap Langit yang merasa tak berguna.


"jangan berkata seperti itu bang, kamu kan Emang sakit..!"


ucap Hawa terus meyakinkan langit bahwa semua tak seperti apa yang dipikirkan nya.


"kamu harus semangat bang, besok hawa tidak bisa antar Abang pulang, karena hawa mau ke Singapura untuk menghadiri acara pernikahan kak Ezi.


bang, kak Ezi itu kakak tiri Hawa, pria yang Abang lihat bersama hawa di London itu kak Ezi...!"


ucap hawa menjelaskan kesalahpahaman di antara mereka berdua.


"ya tidak apa-apa hawa... aku minta maaf karena selalu bersikap seperti itu?"


ucap langit karena termakan oleh rasa cemburunya hingga memilih pergi dari pada menanyakan perihal itu pada Hawa.


tak lama Sarah datang bersama Rizal.


tanya Rizal tersenyum menatap wajah langit yang tampak sendu.


"papih akan mendatangkan dokter spesialis tulang untuk kamu, jadi kamu harus semangat ya!"


ucap Rizal menepuk pundak putra bungsu nya itu.


"pernikahan kalian tinggal menghitung hari,mami akan urus semua nya untuk kalian!"


ucap Sarah tersenyum merangkul bahu hawa.


sebenarnya Sarah ingin mengadakan resepsi pernikahan untuk langit dan Hawa, tapi mengingat permintaan Surya yang tidak ingin mengadakan acara apapun selain akad nikah yang akan berlangsung di rumah mereka.


***


hawa merebahkan tubuhnya di ranjang, rasa nya Lelah karena hari ini cukup banyak pasien.


hawa mendengar kan percakapan antara Arumi dan sang ayah di ruang keluarga.


beberapa kerabat memang sudah hadir untuk Acara Besok.


"kenapa sih yah kamu tuh masih aja mengingat masalah itu, bunda rasa tidak ada salahnya kita menggelar resepsi seperti pernikahan Al besok" ucap Arumi yang kembali membahas masalah itu.


"tidak Bun, sudah lah aku tidak mau membahas masalah hawa , biarkan saja mereka yang mengurus semua nya.. kita tinggal memikirkan disini.. pokok nya tidak ada acara apapun.."


ucap Surya meninggalkan ruangan itu.


Hawa membuang nafas, memikirkan ucapan Surya yang tak ingin ada perayaan apapun saat pernikahan nya dengan langit.


namun hawa tak mau ambil pusing, karena ia yakin suatu saat nanti Surya akan percaya bahwa langit bisa membahagiakan nya.


pagi menjelang, keluarga sudah bersiap pergi ke bandara.... begitu juga dengan Hawa yang sudah siap dengan gamis berwarna capuccino dan kerudung pasmina berwarna coklat.

__ADS_1


hawa berpikir nanti saja berdandan nya jika sudah sampai di hotel.


Akad nya juga selepas Dzuhur, masih sempat lah ke hotel dulu.


namun tiba-tiba ponsel nya berdering dan terlihat Sani melakukan panggilan telepon.


"ada Apa san....?"


"dok ada pasien kecelakaan, dan harus di operasi sekarang.


kami butuh kehadiran dokter hawa di sini!"


ucap Sani membuat hawa tertegun.


"ya, sudah aku kerumah sakit sekarang?"


ucap hawa kemudian beranjak dari duduknya.


"Bun....!"


ucap hawa keluar dari kamar nya.


"hawa seperti nya tidak bisa ikut...ada operasi mendadak.."


"bilang saja mau mengantar langit pulang....!"


ucap Surya dengan santai tanpa menoleh pada Hawa yang membeku.


"ayah kenapa berkata seperti itu?


hawa itu seorang dokter!"


ucap Arumi mengahampiri Hawa yang membeku sendiri.


"tidak apa-apa jika itu darurat...!


pergilah bantu mereka yang membutuhkan mu!"


ucap Arumi mengerti pekerjaan anak tiri nya itu.


hawa melangkah dengan hati yang tak menentu, kenapa sang ayah bisa berubah seperti itu?


bukan Surya yang dulu begitu menyayangi nya.


apa karena langit?


namun hawa tetap melangkah pergi menuju rumah sakit, sementara yang lain nya pergi ke bandara menuju Singapura.


hawa masuk ke dalam rumah Sakit dan berpapasan dengan langit yang keluar dari ruangan nya.


"hawa...." ucap Sarah menghentikan langkah nya.


"mami, Langit....?"


ucap hawa tersenyum.


"kamu katanya mau ke Singapura?"


"ya tapi hawa ada operasi mendadak...!


bang... kamu semangat ya!"


ucap hawa senyum kemudian pergi karena sani sudah memanggil nya.


langit menatap hawa yang berlari kecil menjauh menuju ruang operasi.


"aku ragu bisa membahagiakan mu hawa, apa lagi dengan keadaan ku saat ini!"


ucap langit dengan pikiran berkecamuk.

__ADS_1


bersambung...


terima kasih yang udah like and komentar, terima kasih juga yang sudah vote 😘😘😘😍


__ADS_2