
dua bulan berlalu saat ini Hawa tengah berada di rumah sakit untuk menjalani proses persalinan secara Caesar.
langit yang meminta hawa untuk mengambil jalan Caesar Saja mengingat bayi kembar mereka, Langit tak tega jika hawa Harus menempuh persalinan secara normal.
"bang.....!"
"apa sayang.....?"
ucap langit yang berada di samping hawa, suster tengah mempersiapkan semuanya.
langit meminta semua yang berada di ruangan itu tak ada suster atau dokter lelaki, terkecuali dirinya.
hawa senyum saat Langit mencium pipi nya, suster Sudah memasang penutup gorden hingga dada hawa.
rasanya mendebarkan tapi hawa dan langit sudah tidak sabar dengan kehadiran sosok bayi kembar di sisi mereka.
"bismillah ya cinta...!"
ucap Langit dan di angguki oleh Hawa.
hawa menatap langit langit ruang operasi itu sambil mendengarkan suaminya melantunkan shalawat, tujuh tahun menuggu hari ini, bahagia campur haru saat mendengar suara bayi mereka yang pertama.
"Alhamdulillah...bayi pertama nya perempuan.."
ucap dokter Siva membawa bayi itu.
menelungkup kan nya di dada hawa.
"Alhamdulillah....."
ucap langit Tersenyum melihat bayi perempuan menggeliat di dada istrinya dan yang lebih membuat Langit senang adalah melihat rambut bayi mereka yang keriting Seperti rambut Hawa.
kemudian datang dua suster yang satu mengambil bayi dan satu lagi membawa bayi yang baru keluar.
"cantik..... seperti bunda nya"
ucap Siva tersenyum melihat bayi merah yang dua dua nya berjenis kelamin perempuan hanya bayi mereka yang kedua tidak berambut keriting mungkin lebih mengarah pada langit.
"terima kasih ya Allah...."
ucap langit mengucap syukur atas nikmat yang tak pernah putus tuhan berikan untuk keluarga nya.
"terima kasih sayang....."
ucap langit pada hawa yang tersenyum sambil terisak.
setelah itu langit mengikuti langkah suster untuk mengadzani kedua putri cantik nya itu, sementara hawa masih berada dalam ruang pemulihan.
Surya dan Arumi yang berada di depan ruangan sudah tak sabar ingin melihat cucu nya, tak lama Sarah datang bersama Rizal.
"bagaimana....?apa sudah lahiran?"
tanya Sarah pada Arumi.
"sudah Alhamdulillah....!"
ucap Arumi, tak lama kemudian langit keluar dari ruangan bersama suster yang menggendong bayi mereka.
"Alhamdulillah... langit?"
ucap Sarah Langsung menghampiri.
"bayi nya perempuan.....!"
__ADS_1
ucap Langit tersenyum menatap bayi kembar mereka, Sarah mengambil alih bayi yang berada di tangan suster.
"cantik sekali.....!"
ucap Sarah kemudian mencium bayi mungil itu.
"mirip dengan hawa....siapa nama nya langit?"
tanya Arumi.
"Hana sama Hani... belakang nya pakai nama hawa... Hana Rizqia islami...!"
ucap langit yang memang menyukai nama belakang hawa yang bagi nya indah.
"oh ya, bagus...mami juga suka!"
ucap sarah kemudian mengikuti Suster untuk membawa bayi itu ke ruang bayi.
Surya tersenyum lega saat hawa keluar dari ruang pemulihan.
"bagaimana keadaan mu sayang...?"
ucap Surya mengusap pucuk kepala putri nya itu.
"baik ayah, hawa senang dengan kehadiran mereka...!"
"ya ayah juga ikut bahagia nak!"
ucap Surya mencium kening Hawa.
Surya Merasa sedih dan teringat sang ibu yang sudah tiada, ia juga teringat ketika hawa masih kecil, putri nya tumbuh dalam lingkup yang kurang menyenangkan ia bahkan kekurangan kasih sayang, tapi bersama langit ia mendapat kasih sayang penuh yang tak pernah berkurang.
"kamu ingat ibu nya hawa mas?"
ucap Arumi memahami perasaan suami nya itu.
"ya Bun... Alhamdulillah, ayah begitu bersyukur atas limpahan karunia dan Rahmat dari Allah untuk hawa..ayah tahu bagaimana keadaan dia saat kecil...dan dia bisa melewati semua nya dengan sabar dan tabah!"
ucap Surya menghapus air matanya.
"Allah tidak akan menguji melebihi batas kemampuan hambanya.. semua terjadi karena Allah tahu hawa mampu dan sekarang lihat lah buah dari kesabaran nya!"
ucap arumi mengusap punggung suami nya.
"Ayah juga beruntung punya kamu Bun!
terima kasih...!"
ucap Surya mencium tangan Arumi, hal itu membuat Arumi tersenyum sambil menatap netra milik suaminya itu.
*
"sayang bagaimana apa ada yang sakit?"
ucap langit mencium kening Hawa.
"tidak.... dokter memberikan obat terampuh agar tidak merasakan sakit pasca operasi.."
ucap hawa tersenyum menatap wajah Langit yang condong pada nya.
"bayi kita yang satu rambut nya seperti kamu dan yang satu seperti ku, namun keduanya cantik seperti kamu!"
ucap langit menyentil hidung hawa.
__ADS_1
"mami senang banget punya cucu perempuan, tahu kan anak mami laki laki semua.. Aqila juga sama seperti Mami, keduanya laki laki."
ucap sarah tersenyum menghampiri.
Aqila terdiam saat mendengar penuturan Sarah, kebetulan ia berada di dekat pintu dan hendak masuk, kehamilan ke tiga nya tak bisa di pertahankan karena beberapa kali Aqila mengalami pendarahan hingga mereka tidak bisa mempertahankan janin itu.
"dalam keadaan apapun hawa selalu menang ...!"
ucap Aqila masuk ke dalam ruangan bersama Esa.
Sarah pasti akan lebih menyayangi si kembar karena tanpa hawa tahu Sarah juga pernah meminta cucu perempuan pada Aqila namun Aqila tak bisa memberikan hal itu apa lagi setelah kejadian kemarin dokter meminta Aqila untuk menunda kehamilan, beruntung memiliki suami seperti Esa yang tak banyak menuntut.
***
beberapa hari berlalu hawa sudah kembali ke rumah, Amora dan Sarah tengah menggendong si kembar, hawa menghampiri mereka yang sedang berjemur di bawah sinar pagi yang begitu hangat.
"hangat......"
ucap hawa berbicara lirih saat berjemur bersama Langit.
"sehangat cinta mu yang tak pernah padam menerangi ruang jiwa ku..."
ucap hawa tersenyum menggenggam tangan langit.
hidup nya seakan sempurna, ia memiliki keluarga yang utuh, kedua anak yang lucu ia bahkan memiliki suami yang begitu menyayangi nya.
"terima kasih Tuhan untuk semua bahagia ini... nyata janji mu tak pernah ingkar.."
ucap hawa bersandar pada tubuh Langit.
langit terasa begitu cerah,, secerah hari hari yang ku lalui setelah mengenal mu langit, Meski hujan badai terkadang menerpa namun semua berlalu dengan sendirinya berganti pelangi yang indah dan langit yang cerah.
hawa menoleh ke belakang, mengingat masa lalu yang begitu memilukan dari ia kehilangan ibu, kemudian ibu tiri yang tak henti menghiasi hari hari nya hingga tiba pada masa ia bertemu dengan sosok langit yang hingga sampai saat ini menjadi teman hidup nya.
"aku bersyukur memiliki kamu Hawa..."
ucap langit memainkan rambut istri nya, hal pertama yang membuat nya tertarik pada perempuan itu..
"hawa juga bersyukur punya kamu bang"
ucap hawa memeluk suaminya itu.
"Hati ku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkan Ku tidak akan menjadi takdir ku,dan apa yang di takdir kan untuk ku tidak akan pernah melewatkan ku"
(Umar bin Khattab)
sabar itu sulit tapi hadiah nya selangit.
"keselamatan atas kesabaran mu.
maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu"
(QS.Ar ra'du:24)
Tamat.
terima kasih yang udah mampir dan ikuti author sampai cerita terakhir ini.
baik nya kita mengambil hikmah atas kejadian dalam hidup, jangan lupa bersyukur...😍😍😍
like and komentar ya... kasih author vote lah
hehehe 😍😍😍😍😍
__ADS_1
mampir ke cerita Kinara ya .. mudah mudahan bisa menghibur..."chef ilove you"
😍😍😍😍😍