
Hawa menatap jalanan yang cukup ramai pengendara jalan, motor dan mobil terlihat memenuhi jalanan ibu kota.
hawa menatap senja yang memerah, beberapa hari ini ia selalu pulang dengan Esa. namun kini tak lagi, teringat percakapan tadi saat bersama Esa, kata mundur terngiang di telinga Hawa.
"maafkan Hawa bang, rasanya hawa sudah membuat penantian Abang selama ini sia-sia...tapi Hawa juga tidak bisa menghapus kan nama langit di hati Hawa, meski pun hawa berusaha keras untuk melupakan nya.
karena ayah yang juga menentang keras hubungan kita, hawa pasrah dan mencoba membuka pintu hati untuk Abang,tapi entah kenapa banyak hal yang membuat langit dan hawa seakan tak bisa menahan diri untuk tidak bertemu, maafkan hawa bang.." ucap hawa sambil menghapus air matanya.
kejujuran memang menyakitkan tapi kebohongan lebih menyakitkan.
"tidak Hawa, kamu tidak salah..Abang sadar dan mencoba berlapang dada menerima Kenyataan ini, Abang tidak mungkin bersikap Egois.. Langit itu adik Abang, anggap saja selama ini Abang menjaga Kamu untuk dia.. mungkin ini sudah jalan kita...!
Abang juga tidak mungkin memaksa kamu untuk berjalan bersama Abang, sementara hati kamu mencintai orang lain..
Abang mengerti apa yang kamu rasakan"
ucap Esa yang mencoba ikhlas melepas seseorang yang begitu ia inginkan... namun ia sadar bahwa keduanya saling mencintai, kejadian ini mungkin jalan untuk mereka bisa bersama.
Esa yakin Tuhan akan memberikan jodoh terbaik menurut ketentuan Nya.
**
"assalamualaikum.... Bun!"
ucap hawa masuk ke dalam rumah.
"walaikumsalam.... kamu sudah pulang?"
"ya Bun, gimana keadaan ayah?"
"sudah mendingan, ada di kamar!"
ucap Arumi sambil menata makanan.
"Winda belum pulang?"
"belum, tadi katanya ada yang mau lahiran!"
"oh .....hawa ke kamar ayah ya!"
ucap hawa dan di angguki oleh Arumi.
hawa melangkah masuk ke dalam kamar sang ayah, terlihat Surya tengah duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"assalamualaikum... ayah!"
ucap hawa berjongkok di hadapan Surya.
"walaikumsalam....!"
ucap Surya lirih menatap wajah cantik Putri nya itu.
"ayah... maaf kan hawa?"
ucap hawa menitikkan air mata nya.
"ayah...... jangan seperti ini sama Hawa!"
ucap Hawa saat Surya hanya diam tak menjawab penuturan nya.
"ayah..... langit...!"
"kenapa kamu masih saja membicarakan anak itu?"
ucap Surya dengan pandangan ke depan.
"ayah........"
ucap hawa menangis.
"ayah tahu.... jangan berpikir kalau ayah tidak tahu apa apa!
apa kamu berpikir jika langit anak Rizal dan Sarah lantas ayah akan merestui kalian Begitu..?"
ucap Surya yang mengetahui kabar tentang langit yang mengalami kecelakaan,dan juga tentang kebenaran siapa langit yang sebenarnya.
__ADS_1
Surya mendapatkan informasi itu dari Asisten nya yang waktu itu mengikuti Dena saat mendatangi rumah Rizal.
dari situ lah Asisten Surya tahu semuanya.
awalnya Surya tidak percaya namun saat mendengar jika hal itu benar adanya, karena hasil DNA juga mengatakan jika langit adalah Dwi yang dulu hilang, namun Surya tetap pada pendiriannya untuk menentang keinginan mereka, karena kelakuan langit yang minus jauh dari Esa.
karena pengaruh alkohol langit mengalami kecelakaan.
Surya merasa khawatir jika hawa bersama langit.
"ayah......!"
ucap hawa semakin terisak, tak menyangka jika Surya tetap pada pendiriannya.
"kamu mau dengan pria seperti itu? tukang mabuk-mabukan, kecelakaan yang terjadi juga Karena dia mabuk? apa yang mau kamu harapkan dari pria seperti itu?"
hawa membeku mendengar penuturan ayah yang baginya sangat memilukan namun benar adanya.
"ya, tapi langit seperti itu karena hawa...."
"ya, ayah tahu tapi apa tidak ada cara lain untuk melampiaskan sakit hati nya selain mabuk mabukan tidak jelas seperti itu?
mungkin memang seperti itu pergaulan nya di Amrik, mungkin saja dia juga sudah tidur dengan banyak perempuan....!"
"cukup ayah....... langit tidak seperti itu?"
"tidak seperti itu bagaimana, sama kamu saja dia bersikap seperti itu... mudah nya dia menyentuh kamu"
ucapan Surya langsung membuat Hawa membeku seketika.
"ayah tetap tidak suka dengan anak itu...!"
ucap Surya memalingkan wajahnya dari hawa yang terisak.
hawa pun beranjak dan melangkah meninggalkan Surya sendiri.
Arumi beranjak dari pintu saat hawa keluar dari kamar mereka, sejak tadi Arumi mendengar percakapan mereka berdua, arumi juga tidak menyangka jika langit adalah adik nya Esa.
hawa merebahkan tubuhnya di ranjang dengan derai air mata, kenapa malah seperti ini?
"hawa.....?"
"Bun....!"
ucap hawa semakin terisak.
disaat seperti ini ia beruntung memiliki Arumi yang selalu menjadi sandaran nya.
"Hawa...kamu harus sabar, biarkan amarah ayah mu reda, nanti biar bunda yang bicara dengan ayahmu...!"
"Bun...hawa tahu langit memang tidak seperti bang Esa,yang bisa di bilang sempurna..
justru karena langit seperti itu,hawa tidak bisa meninggalkan nya, hawa ingin menuntun langit ke Jalan yang lurus.
hawa ingin mengajak langit untuk belajar bersama hawa, langit seperti itu karena mami Dena yang tidak pernah mengajarkan langit tentang agama, seperti hal nya hawa dulu. jika hawa tidak bertemu dengan bunda, mungkin hawa masih seperti hawa yang dulu..."
ucap hawa mengatakan tentang keinginan nya itu pada Arumi.
bukan hanya sekedar cinta tapi hawa memang tidak bisa meninggalkan langit yang tanpa arah.
"ya, bunda mengerti apa yang kamu rasakan..
jadi saat ini biarkan amarah Ayah mu mereda..
nanti biar bunda yang bicara,lalu bagaimana dengan Esa...!"
ucap Arumi yang juga mengkhawatirkan keadaan Esa.
"bang Esa sudah membatalkan rencana pertunangan kita Bun.....!"
ucap hawa kemudian menceritakan semua percakapan nya tadi dengan Esa.
"ya sudah kalau Esa sudah berlapang dada...
jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan Apapun lagi,kamu tenang saja!
__ADS_1
ayah mu bukan masalah besar, ada bunda!"
ucap Arumi mengusap punggung Hawa, agar berhenti menangis.
"terima kasih Bunda...!"
ucap hawa memeluk Arumi.
**
Sarah memperhatikan langit yang belum sadarkan diri, hati nya pilu melihat keadaan putranya dalam keadaan berbaring penuh luka.
"Nak... kamu harus bangun..!"
ucap Sarah terisak, meraba tangan langit yang terukir Nama hawa.
tak lama Ibra dan Lili masuk ke dalam ruangan.
"assalamualaikum... Tante!"
ucap lili tersenyum mengahampiri Sarah yang Terisak sendiri, Rizal dan Esa sedang mengurus beberapa korban kecelakaan yang ikut terlibat dalam kecelakaan langit kemarin malam.
"walaikumsalam.....!
kalian teman langit?"
"ya, Ibra ini sahabat langit sejak SMA..!"
ucap lili menyentuh bahu suami nya yang menatap langit iba.
"langit....!"
ucap Ibra memalingkan wajahnya tak kuasa menahan kesedihannya melihat sahabatnya terbaring tak sadarkan diri.
"Tante ,apa benar Tante Mami langit yang sebenarnya?"
ucap Ibra yang mengetahui hal itu dari Zaki.
Zaki menceritakan semuanya pada Ibra dan lili, karena kemarin saat kejadian Ibra tengah di luar kota bersama lili.
Ibra langsung ke rumah sakit saat mendengar kabar berita kecelakaan sahabat nya itu.
"ya, saya ibu kandung Langit yang sebenarnya!"
"saya bersyukur karena hal itu...!"
ucap Ibra membuat Sarah tertegun.
Ibra Berharap dengan Sarah yang menjadi Mami nya langit, Sarah bisa merestui hubungan langit dan Hawa yang di tentang keras oleh Dena.
hal itu yang menyebabkan langit frustasi dan mabuk mabukan.
Ibra juga mengetahui kondisi Dena saat ini yang menderita leukemia, Dena juga sudah membatalkan rencana perjodohan Violla dan langit, keluarga Violla terpaksa menikahkan Violla dengan Daniel karena Violla yang sudah hamil tiga bulan.
Ibra menceritakan semuanya kepada Sarah dari awal ia mengenal langit, menceritakan semua kisah Langit dan hawa dari awal mereka bertemu Hingga menjalin hubungan dekat..
"saya berharap, ibu Sarah bisa membantu langit dan hawa bersama..kami begitu kasihan dengan cinta mereka yang terhalang Restu.....!
langit dan Hawa saling mencintai...."
ucap Ibra membuat Sarah termenung sendiri.
karena memikirkan Esa yang juga menginginkan Hawa.
Esa dan Rizal terdiam di balik pintu mendengar penuturan Ibra tentang langit dan hawa.
Esa melangkah menuju kursi tunggu di depan ruangan itu, duduk dengan pandangan menatap kedepan.
"Esa ......!"
ucap Rizal duduk di samping putra sulung nya itu.
"Esa akan mengalah pih......!"
ucap Esa membuat Rizal tertegun.
__ADS_1
bersambung...
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍😘