
Sore itu ketiga nya sampai bandara Soekarno-Hatta Indonesia, setelah dua hari ini keduanya menghabiskan waktu berjalan jalan mendatangi tempat menarik di Amrik, akhirnya siang tadi mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
Sebenarnya masih ingin berlibur di Amrik, namun keduanya memiliki tanggung jawab pekerjaan yang tidak bisa mereka tinggal kan lebih lama.
dua jam kemudian akhirnya mereka sampai di rumah, jalanan yang cukup macet menyebabkan perjalanan mereka menuju rumah tersendat.
Hawa merebahkan tubuhnya di ranjang setelah membersihkan diri, rasanya begitu lelah dan mengantuk, hawa membiarkan langit sendirian yang mengenalkan Amora kepada pembantu rumah.
"sayang..ayo kita makan malam!"
ucap langit memeluk istrinya yang tengah meringkuk.
"aku tidak lapar bang, rasa nya ngantuk dan lelah...."
ucap hawa menoleh pada langit.
"jangan seperti itu Sayang, nanti kamu sakit perut!"
"Hawa kan tadi udah makan di pesawat.."
"itu tadi siang....!"
"tapi hawa benar benar ngantuk...!"
ucap hawa menguap.
"ya udah... kamu istirahat...!"
"bang.....!"
ucap hawa meraih tangan Langit yang hendak pergi.
"maaf , seharusnya hawa siapkan makan untuk kamu!"
"tidak apa-apa Sayang, aku juga tidak lapar..aku ke bawah dulu bilang sama bu Amora ya.. sebentar Abang kembali!"
ucap langit mencium kening hawa.
"Langit, Mana hawa?"
ucap Amora saat melihat langit turun sendiri.
"kami tidak akan makan sekarang, Mungkin nanti jika lapar... tak apa apa kan Amora?
hawa sangat lelah..."
ucap langit berdiri di hadapan Amora yang sedang menata makanan.
"ya sudah sebagian aku masukkan mikrowafe..."
ucap Amora dan di angguki oleh langit.
setelah itu langit kembali ke kamar dan bergabung dengan hawa untuk mengistirahatkan tubuh nya.
keesokan harinya,
Semalam keduanya benar-benar tidak makan hingga terdengar suara adzan subuh berkumandang, hawa membuka matanya dan melihat langit memeluk nya erat.
"bang....."
tutur hawa membangun kan suami nya itu, namun langit tak mendengar, ia tetap terlelap dalam tidurnya.
"bang......!"
ucap hawa melepaskan pelukan nya, namun Langit malah kembali mengeratkan pelukannya.
"bang, ini sudah waktunya sholat subuh...!"
ucap hawa memberangus, langit Terkekeh kecil melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan.
"sebenarnya Abang udah bangun dari tadi...!"
"masa sih?"
ucap hawa Tersenyum mendelik.
"bohong banget.....!"
langit malah terkekeh kecil mendengar penuturan istri nya itu.
__ADS_1
"ayo kita sholat dulu Bang...!"
ucap hawa dan di angguki oleh langit.
setelah sholat subuh hawa menghampiri mereka yang tengah sibuk di dapur termasuk Amora yang ikut bergabung.
"kemana langit......?"
ucap Amora senyum melihat hawa sendiri.
"masih di kamar..."
ucap Hawa menghampiri mereka.
Hawa kembali ke kamar untuk bersiap siap ke rumah sakit setelah membantu mereka di dapur, langkah nya terhenti saat mendengar suara langit yang tengah mengaji di dalam.
pantas sejak tadi langit tak keluar dari kamar,
rasanya sejuk mendengar suara suami nya mengaji, hawa menyembul masuk ke dalam kamar dan melihat langit Tersenyum ke arah nya.
"bang......!"
"sini......!"
ucap langit menepuk paha nya agar hawa duduk di pangkuan nya.
"Hawa kira sedang apa?"
ucap hawa ya kini duduk di pangkuan langit yang masih menggunakan kain sarung dan kopiah hitam di kepala nya.
"tampan nya suamiku....!"
ucap hawa dalam hati.
"sebentar nengok Alquran..selama ini kan yang di tengok ponsel sama laptop terus...ada lagi yang lebih mendominasi.."
"apa?"
"kamu.....!"
ucap langit membuat hawa terkekeh.
"ayo kita siap siap pergi kerja, nanti siang Abang akan temui ayah mu...!"
"oh ,soal itu?"
ucap hawa dan di angguki oleh langit.
"ya,, meski pun ayah mu menolak bantuan dari Abang, tapi Abang tidak ingin mengabaikan masalah ini...!"
ucap langit membuat hawa tertegun.
"kamu tidak usah khawatir, aku tidak Akan menyerah untuk mengambil hati ayah mu sayang...!"
ucap langit mengecup bibir Hawa kemudian menciumi nya.
***
siang itu seperti penuturan nya pada Hawa, langit mendatangi kantor Surya.
terlihat beberapa karyawan kasak kusuk berbisik membicarakan tentang kedatangan langit ke perusahaan Surya.
"assalamualaikum...."
ucap langit masuk ke dalam ruangan Surya, terlihat Surya tengah memijat keningnya sendiri.
"walaikumsalam.... langit, ayo masuk!"
ucap Surya yang langsung menyuruh langit untuk duduk.
"kapan kamu kembali dari Amrik..!"
ucap Surya yang mengetahui perihal keberangkatan langit dan hawa yang sempat memberi tahu nya lewat Arumi.
"semalam....yah!"
ucap langit dan di angguki oleh Surya.
"ada perlu apa kamu kesini...?"
__ADS_1
tanya Surya menilik wajah menantu nya itu.
"sebelum nya langit minta maaf kalau langit lancang, apa ayah tidak membutuhkan bantuan ku?
aku tahu permasalahan yang tengah ayah hadapi..."
Surya termangu mendengar penuturan menantu nya yang tiba-tiba.
****
"sayang....."
ucap langit yang baru saja sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamar, karena waktu sudah larut malam, hawa juga sudah Naik ke ranjang.
"bang.....!"
ucap hawa senyum beranjak dari tidurnya.
"maaf ya Abang baru pulang!"
ucap langit langsung memeluk istrinya itu.
"kangen banget sama kamu...!"
ucap Langit menciumi seluruh wajah istrinya itu, Hawa hanya diam membiarkan suaminya melepaskan rindu.
"kamu meeting dimana?"
ucap hawa mengalungkan tangannya pada leher Langit, ia pun sama merindukan sosok yang berada di hadapan nya, setelah beberapa hari ini sibuk.
"aku sedang mengurus sesuatu....?"
ucap langit mencium bibir Hawa dengan mesra.
"bang ... kamu mandi dulu ya..."
ucap hawa melepaskan pagutan bibir suaminya itu.
"tadi pulang jam berapa..?" ucap langit membiarkan hawa membantu nya melepaskan pakaian.
"tidak lama, Hawa membiarkan mami yang memilih nya untuk Aqila"
siang tadi sepulang dari rumah sakit, Sarah meminta nya menemani membeli kebaya pengantin untuk Aqila.
"lalu....."
"HM......lalu apa?"
"apa mami membeli untuk Kita juga?"
"ya, tentu saja....!"
ucap hawa menyimpan pakaian kotor ke dalam bak
"tunggu ya, jangan tidur dulu...!"
ucap langit memeluk hawa dari belakang saat ia hendak naik ke ranjang.
"ya, bang...!"
ucap hawa menoleh pada langit yang tengah tersenyum, hawa Mengerti maksud yang tersirat pada netra suami nya itu.
Acara pernikahan Esa dan Aqila tinggal menghitung hari, Sarah sudah mempersiapkan segala sesuatunya.
seperti keinginan Aqila yang ingin mengadakan acara resepsi di kediaman nya saja.
*
beberapa hari ini langit dan Zaki tengah mengurus permasalahan yang sedang di hadapi oleh perusahaan Surya, meski awalnya Surya menolak namun karena langit yang tak sungkan membantu membuat nya menerima bantuan langit dengan sungkan padahal langit itu menantu nya sendiri, seharusnya ia lebih dekat dengan menantu nya itu, Langit juga menunjukkan bahwa ia sudah berusaha lebih baik dan berusaha keras membahagiakan putri nya,Meskipun pahit di awal semoga berujung manis menghiasi hari hari putri nya itu
bersambung.
weekend ini sibuk banget sana sini...🤭🤭🤭
terima kasih yang udah mampir...
and kasih like and komentar, vote untuk author..
terima kasih..
__ADS_1
😍😍😍