Langit Hawa

Langit Hawa
Buah cinta.


__ADS_3

Hari ini keduanya sama sama pulang malam, Hawa merebahkan tubuhnya di ranjang melepaskan lelah setelah dua Jam di meja operasi, Hawa tersenyum menatap garis dua yang tercetak jelas pada alat tes kehamilan itu


ia tengah menuggu Langit pulang.


Hawa mengingat kejadian tadi pagi yang membuat nya langsung bersujud syukur Saat melihat dua garis merah tercetak pada alat itu, hawa tak menyangka tuhan memberikan anugerah terindah untuk mereka berdua, teringat saat kemarin berkunjung ke rumah Ibra melihat bayi mereka, Hawa banyak ngobrol dengan lili tentang kehamilan meski ia tahu betul bagaimana proses nya tapi hawa senang mendengar kan cerita dari lili ,dan sekarang ia juga akan memiliki bayi Mungil seperti bayi milik lili, dan langit pasti akan senang dengan kabar bahagia ini...


tadi siang ia juga sudah menemui dokter kandungan, dokter sena bilang ia tengah hamil enam Minggu.


***


"sayang....." ucap langit yang baru keluar dari kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ya bang, ini Hawa udah siapkan bajunya..."


ucap hawa yang sudah menyiapkan Koko untuk langit yang hendak menunaikan ibadah sholat isya..


"terima kasih...." ucap langit senyum Kemudian memakai baju nya.


hawa memperhatikan langit yang tengah menunaikan shalat isya sendiri.


teringat percakapan nya saat langit tiba di rumah.


"assalamualaikum.... istri ku!"


ucap langit Tersenyum menghampiri dan mencium kening Hawa.


"walaikumsalam..... udah makan belum?"


ucap Hawa yang langsung bertanya kebutuhan perut suami nya itu.


"udah tadi bareng kolega bisnis, hanya Belum sholat isya.... Abang buru buru pulang..!"


ucap langit menatap wajah cantik yang ia rindukan sejak siang.


"kenapa tidak sholat dulu tadi....."


ucap hawa saat langit mengatakan hal itu.


"kangen kamu yang.... rasanya lemes banget enggak ketemu kamu Berjam jam.."


ucap langit yang langsung memeluk hawa dari belakang, mencium leher jenjang milik istri nya.


hawa menggigit bibir nya menerima sentuhan cinta dari suaminya itu, langit membuat nya meremang.


"hawa juga rindu sama kamu bang,sekarang sholat dulu!"


ucap hawa tersenyum dan di angguki oleh Langit.


*


"bang....?" ucap hawa duduk di samping langit setelah langit selesai sholat dan berdoa.


"apa Sayang....?" ucap langit meraih tubuh hawa.


"hawa...ada sesuatu untuk kamu!"


ucap hawa memberikan sebuah kotak persegi empat berwarna biru.


"kado...!?


tapi hari ini bukan ulang tahun Abang...!"


ucap langit menautkan kedua alisnya.


"buka saja....!"


ucap Hawa tersenyum.


malam telah larut hawa meminta suaminya membuka beberapa kotak hingga sampai pada kota persegi panjang yang terkecil.


"astaga sayang....apa ini?"


ucap langit melihat benda itu.


"buka....!"


ucap hawa Terkekeh melihat ekspresi wajah Langit yang tampak tidak bersemangat.

__ADS_1


langit ternganga saat melihat tespack yang menunjukkan garis merah dua tercetak pada alat itu.


"subhanallah.... sayang!"


ucap langit menoleh pada Hawa yang tersenyum namun berkaca-kaca.


"kamu hamil...?"


tanya langit dan di angguki oleh hawa.


"ya bang....!"


"Alhamdulillah......!"


ucap langit memeluk istrinya itu, menciumi wajah nya berulang kali.


"Alhamdulillah.........!"


ucap hawa memeluk suaminya itu, usaha mereka selama ini ternyata membuahkan hasil.


"kata dokter usia nya sudah enam Minggu!"


ucap hawa, kini keduanya sudah merebahkan tubuhnya di ranjang.


"kita kasih tahu mami sekarang atau nanti..."


ucap langit, saat ini tangan nya masuk ke dalam baju hawa dan meraba perut istri nya yang masih rata.


"geli tahu Bang...!"


ucap hawa Terkekeh.


"Disini ada buah cinta kita..."


ucap langit menatap hawa yang kegelian.


"ya tahu.....!"


ucap hawa tertawa kecil.


ucap langit merengkuh tubuh Hawa.


"sama sama...!"


ucap hawa menyatukan keningnya dengan kening langit..


"bagaimana kalau kita kasih tahu mereka nanti saja, kalau usia kandungan hawa sudah delapan Minggu...!"


ucap hawa tersenyum menatap langit yang kini tengah mengungkung nya.


Hawa tahu Maksud keinginan suami nya itu, bercinta seperti malam malam yang indah sebelum nya.


**


weekend tiba


Malam ini Zaki akan melamar Winda, Hawa membantu mereka mempersiapkan acara tersebut.


"sayang... kamu tidak boleh capek-capek..!"


ucap langit meraih tangan hawa untuk duduk di sofa bersama nya.


"tidak, hanya menata kue saja.. Hawa tidak lelah bang..!"


ucap hawa bersandar pada langit, rasa mual kembali terasa meski tak begitu kuat terasa.


"kenapa?"


ucap langit menilik wajah istrinya itu.


hawa hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


beberapa waktu kemudian sampai pada waktu dimana keluarga Zaki datang ke kediaman Arumi.Surya dan Arumi menyambut kedatangan keluarga Zaki.


Hawa dan langit mengikuti acara lamaran tersebut.


"bagaimana dengan Winda...apa bersedia menerima lamaran Zaki...?"

__ADS_1


ucap keluarga Zaki yang melontarkan maksud keinginan Zaki datang ke rumah itu beserta keluarga setelah tadi Zaki mengatakan jika ia ingin menikah dengan bidan cantik itu.


Winda tersenyum dan mengangguk kecil tanda ia menerima lamaran pria itu.


pernikahan mereka akan berlangsung dua bulan setelah acara ini.


Acara berjalan lancar hingga sampai pada acara makan bersama, Surya memperhatikan putrinya yang tampak lesu dan bersandar pada suami nya sambil ngobrol dengan Zaki dan Winda..


hawa tampak pucat, apa Mungkin putri nya itu sakit? namun Surya diam tak bertanya karena ia mempercayakan keadaan Putri nya pada langit suami nya.


setelah Acara Selesai Langit dan hawa berpamitan pada Surya dan Arumi.


"hawa...apa kamu sakit?"


tanya Surya saat hawa mencium tangan nya hendak pulang.


"tidak...Hawa baik baik saja ayah...!"


ucap hawa tersenyum kemudian di ikuti Langit yang mencium tangan Surya.


seperti rencana keduanya akan memberi tahu kabar bahagia itu nanti jika usia kandungan hawa sudah dua bulan.


"ya udah... kalian hati hati ya di jalan nya"


ucap Surya dan Arumi yang kemudian di angguki oleh keduanya.


***


"sayang... kamu mau beli apa?"


ucap langit saat keduanya tengah berada di dalam perjalanan pulang.


"tidak, hawa Tidak ingin apa apa bang...!"


ucap hawa kemudian menguap, rasanya Ngantuk dan Lelah.


"kamu tidak ngidam sesuatu?"


tanya langit menoleh sekilas karena ia juga harus fokus menyetir.


"tidak... hawa tidak merasakan hal seperti itu, saat ini hanya ingin merebahkan diri di ranjang yang empuk...!"


ucap hawa bersandar pada bahu Langit.


"ya sudah kita langsung pulang!"


ucap langit mencium pucuk kepala hawa sekilas.


sesampainya di rumah, hawa bergegas ke kamar mandi karena ingin ke toilet.


"astagfirullah... hawa...!"


ucap langit berlari meraih tubuh Hawa yang hendak terjengkang karena terburu buru masuk ke dalam hingga ia hampir terpeleset.


wajah hawa memucat memegang erat tangan Langit yang menahan tubuhnya.


"kamu tidak apa-apa Sayang?"


ucap langit, namun Hawa membeku karena kejadian itu membuat nya terkesiap kaget.


gegas Langit mengangkat tubuh nya dan membaringkan tubuhnya di ranjang.


"lain kali kamu harus hati-hati sayang, karena saat ini kamu tidak sendiri tapi ada buah cinta kita di sini....!"


ucap langit menyentuh perut hawa kemudian memeluk nya.


"maafkan hawa...!"


"Abang khawatir sama kamu..!"


ucap langit kemudian mengangkat tubuh Hawa ke dalam kamar mandi.


bersambung.


terima kasih udah mampir 😍, semoga terhibur dengan coretan author yang masih kaku ini...🤭🤭🤭


terima kasih yang udah like, komentar and vote 😍😍😍😘

__ADS_1


__ADS_2