
satu Minggu setelah hari raya idul Fitri, semua memutuskan untuk kembali ke Jakarta termasuk langit dan Hawa.
Awalnya ia ingin tinggal di solo Namun karena pekerjaan langit yang tak bisa ia tinggal, hawa juga tidak tega jika langit harus bolak-balik Jakarta solo itu akan sangat melelahkan.
Amora tersenyum melihat hawa yang turun dari mobil, sebulan yang lalu perempuan itu pergi dari rumah dan Amora begitu bahagia saat mendengar kabar kehamilan Hawa dari Langit.
"assalamualaikum....!"
ucap hawa memeluk perempuan paruh baya itu.
"walaikumsalam... gimana keadaan kamu?"
"baik....!"
ucap hawa kemudian masuk ke dalam rumah.
"Amora senang karena sebentar lagi rumah ini akan ada dua bayi...!"
ujar Amora yang mengetahui jika Hawa tengah hamil kembar.
"ya, Amora harus membantu ku merawat mereka!"
ucap hawa mengelus perut nya yang semakin terlihat.
"tentu saja, dengan senang hati...!"
ucap Amora senyum.
"sayang...ayo istirahat dulu!"
ucap langit mengajak hawa untuk masuk ke dalam kamar, ia berjanji meski sibuk ia akan memprioritaskan istri nya itu.
"mau Abang bawakan makanan?"
"boleh....!"
ucap hawa senyum menatap langit yang mengelus rambut nya, langit merasa senang karena memasuki usia empat bulan hawa tidak lagi merasakan mual muntah seperti awal awal hamil, justru ia malah sering lapar dan senang ngemil hingga membuat tubuhnya lebih berisi.
"Bang....!"
"HM......?"
"besok ke rumah papih ya!"
ucap hawa dan di angguki oleh langit, hawa ingin bertemu dengan mereka setelah kemarin hanya melakukan video call Saja.
langit memperhatikan hawa yang tengah memakan buah apel yang sudah Amora iris.
"apa kamu tidak merasa enggan bertemu dengan Mami?"
"kenapa harus seperti itu bang..kita kan sudah saling memaafkan...!"
ucap hawa sambil mengunyah makanan nya.
"kamu sudah benar benar melupakan apa yang mami lakukan terhadap mu?"
ucap langit membuat Hawa tersenyum.
"tentu saja masih ingat, tapi ada yang lebih Hawa ingat selain hal menyakitkan itu..hawa Lebih mengingat semua kebaikan nya pada Hawa..itu semua hawa lakukan agar hawa tenang, semua memang tak mudah tapi Allah juga sudah menggantikan rasa sakit itu dengan kebahagiaan yang tak terkira.
lalu untuk apa membahas kisah pilu itu...!
semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua," tutur hawa membuat langit tertegun, ia benar benar memiliki istri berhati mulia.
hal yang selalu hawa lakukan ketika seseorang mengecewakan nya adalah dengan mengingat semua kebaikan nya, memaafkan kesalahannya, seperti itu lah hawa meraih ketenangan dalam hidupnya.
Sarah memperhatikan Hawa dan langit yang baru saja turun dari mobil, langit Tersenyum menggenggam tangan istrinya itu.
rasa sesal menyeruak kembali dalam dadanya karena ia pernah menyakiti menantu nya itu, padahal hawa lah yang menemani langit dari nol.
pantas saja jika langit bersikukuh dengan perempuan itu bahkan cinta nya tak pernah berkurang sejak mereka duduk di kursi SMA.
tak seharusnya ia bersikap seperti itu pada Hawa..
"assalamualaikum....."
ucap langit masuk ke dalam rumah.
"walaikumsalam....."
ucap Sarah tersenyum mengahampiri.
"bagaimana kabar kamu hawa?
__ADS_1
maafkan Mami ya!"
tutur Sarah memeluk menantu nya itu.
"ya, hawa sudah melupakan semua nya Mi...!"
ucap hawa tersenyum kemudian masuk ke dalam bersama langit.
"langit keadaan Papih semakin menurun...!"
ucap sarah membawa mereka masuk ke dalam kamar dimana Rizal tengah berbaring lemah.
"papih mu Menolak di bawa ke rumah sakit...!"
ujar Sarah sambil terisak.
"kita bawa berobat ke luar negeri saja...!"
ucap langit membuat Hawa tertegun.
"tidak usah....hawa bisa menangani papih..!"
ucap hawa menyentuh tangan Rizal yang dingin.
"tidak sayang, Abang tidak ingin kamu kelelahan...!"
"tidak bang, kita tidak perlu ke rumah sakit.
Hawa akan mengobati papih di rumah kalau papih tidak mau ke rumah sakit...!"
ucap hawa membuat Rizal membuka mata.
"hawa.....?"
ucap Rizal lirih.
"papih..."
ucap hawa tersenyum.
"papih bagaimana kalau hawa yang merawat papih?"
ucap hawa kemudian Masuk lah Esa dan Aqila.
ucap Esa tersenyum menghampiri.
"kamu kan lagi hamil...!"
"ya, tapi hawa baik baik saja, kita Bisa membeli alat alat nya...Hawa akan menangani nya langsung, kalau perlu kita bisa tinggal sementara waktu Disini..."
ujar Hawa namun tidak dengan langit yang menggeleng kan kepalanya.
"kenapa bang...!"
"kita tidak perlu tinggal di sini... kita bolak balik saja..?"
"kenapa Langit?
kalian belum pernah tinggal di sini sama Mami?"
"itu karena Kita punya rumah sendiri, Langit tetap tidak setuju, lebih baik kita bawa papih ke luar negeri..!"
"kamu meragukan kemampuan Ku bang?"
ucap hawa mendekati suami nya itu.
"tentu saja tidak, tapi aku.....!"
"Bang, kita rawat papih bersama, hawa tidak akan kelelahan kalau hanya mengurus papih..
lagi pula keadaan nya berbeda dengan yang dulu, percuma kalau hawa jadi dokter tidak bisa mengobati papih...!"
ujar Hawa senyum menggenggam tangan Langit.
"ya, sudah....!"
ucap langit memeluk istrinya dari belakang, membuat hawa menyikut nya pelan karena hawa malu dengan mereka yang berada di tempat itu,
Aqila memperhatikan langit yang tak pernah berubah pada hawa bahkan ia tak segan menunjukkan kemesraan mereka, seperti nya tidak akan ada drama pernikahan kedua setelah ini.
***
beberapa waktu berlalu, saat ini kondisi Rizal sudah semakin membaik, kandungan hawa juga sudah mencapai tujuh bulan.
__ADS_1
Weekend ini Arumi dan Amora akan menggelar acara syukuran tujuh bulan kandungan hawa.
awalnya Sarah ingin dia lah yang membuat acara itu tapi langit menyuruh Sarah untuk fokus merawat Rizal.
Sarah bersyukur memiliki menantu seperti hawa yang tak pernah Lelah merawat Rizal dan ditangan hawa, Sarah merasakan kondisi Rizal yang semakin membaik bahkan Rizal sembuh dari sakit nya.
"mami sebenarnya malu sama kamu, selama ini banyak menuntut bahkan terbilang menyakiti kamu tapi kamu tidak pernah membenci mami...!"
ucap Sarah saat Hawa memeriksa keadaan Rizal.
"jangan pikirkan itu lagi mi, semua itu ujian.. Hawa sudah ikhlas... lagi pula semua sudah berlalu...kita tatap Masa depan saja mi...!"
ucap hawa senyum.
tidak ada yang tahu bagaimana hawa bisa melewati semua itu, menutup telinga nya dari mereka yang datang untuk mencela, dan membuka telinga nya untuk mereka yang datang memberikan motivasi.
hawa juga merasa lega karena dokter Sanusi juga sudah menikah... kemarin juga mereka bertemu dengan ridho di mall.
ridho juga sudah menikah dan meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu.
berbeda dengan Violla yang sampai saat ini betah menjanda.
perjalanan hidup yang tak bisa kita sangka, Tuhan yang menentukan segalanya.
kita sebagai hamba nya hanya bisa berusaha dan berdoa, serta berserah diri pada takdir NYA. dengan hal itu kita bisa belajar untuk sabar, ujian melatih diri untuk kuat dan tangguh.
satu hal yang hawa lakukan adalah tetap berhusnudzon pada ketetapan NYa.
**
"assalamualaikum.... putri Ayah yang cantik!"
ucap langit yang mengelus perut hawa yang besar.
"walaikumsalam ayah, emang yakin anak nya perempuan?"
ucap hawa Terkekeh geli melihat langit mengusap perut nya sesekali mencium nya.
mereka memutuskan untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi kembar mereka tapi langit yakin jika bayi kembar mereka berjenis perempuan.
beruntunglah kondisi Rizal sekarang sudah membaik jadi hawa juga tidak perlu bolak balik seperti kemarin mengingat kandungan nya semakin besar hawa lebih mengurangi aktivitas nya.
"bagaimana kalau kita pergi baby moon?"
ucap langit membuat hawa sedikit berpikir.
"kemana lagi, hampir semua tempat menarik sudah pernah kita datangi....!"
ucap hawa memangku wajah suaminya itu..
"ah Tampan nya kamu Bang?"
ucap hawa dalam hati mengagumi pria yang masih menggunakan kopiah hitam.
bagi Hawa, langit merupakan suami idaman karena sikap nya yang selalu lembut dan penuh kasih sayang hingga siapa pun yang mendapat kan perlakuan seperti itu tidak akan pernah mau jika membagi nya dengan yang lain.
"kemana ya?"
ujar langit yang juga ikut berpikir, semua tempat menarik di dalam dan luar negeri sudah mereka datangi, enam tahun mereka berdua pergi ke tempat tempat menarik menyusuri belahan dunia.
petualangan yang tak kenal lelah hingga sampai pada masa di mana tuhan melabuhkan benih cinta nya dalam Rahim istri nya itu.
hawa Terkekeh kemudian mengecup bibir suaminya singkat, membuat langit menganga.
"udah berani ya sekarang....?"
ucap langit kemudian mencium pipi Hawa.
"terima kasih bang....!"
"Abang yang seharusnya berterima kasih sama kamu ,apalah Abang tanpamu...!"
ucap langit merengkuh tubuh hawa.
sebaik baik suami ialah dia yang paling baik terhadap istri nya.
bersambung..
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍😍
mumpung author santai ya author kebut untuk beberapa episode terakhir.
jangan lupa kasih like and komentar.
__ADS_1