Langit Hawa

Langit Hawa
centil.


__ADS_3

Langit berpikir bagaimana cara nya Agar bisa berkomunikasi dengan hawa, tanpa maminya tahu, Langit menoleh pada Ibra yang sedang fokus memainkan ponselnya.


"bra... tolongin gue!"


ucap langit berbisik di telinga Ibra, sebentar lagi mereka hendak pergi.


"apa Lang....!?"


ucap Ibra lirih sambil menoleh pada langit dan kedua body guard yang memperhatikan mereka berdua.


"gue kangen banget sama Hawa, please ajak dia ke toilet sebentar!"


"ah Lo gila , gimana caranya?


hawa lagi ulangan praktek!"


"astaga.....!" ucap langit mengusap wajah nya sekilas.


"jangan cari masalah langit!" ucap Ibra berbisik-bisik.


kemudian terdengar salah satu guru memberikan instruksi kepada para siswa yang hendak berangkat untuk segera masuk ke dalam bus.


Langit membuang nafas kemudian berjalan menuju bus bersama Ibra.


"tuan langit kami mengikuti menggunakan mobil ya!"


ucap kedua body guard membuat langit menoleh sekilas.


"terserah...bikin ribet Lo!"


ucap langit masuk ke dalam bus.


"langit....aku mau duduk dekat kamu?"


ucap Violla menghampiri langit yang baru saja masuk.


"gak,mood gue lagi jelek!


Lo sama teman teman Lo aja!"


ucap langit tak menghiraukan keberadaan Violla.


Violla geram mendengar penuturan langit yang tak pernah berubah meskipun Violla sudah berusaha lebih baik dan sabar menghadapi sikap nya.


"ini semua karena cewek culun itu!" ucap Violla pergi dengan gemeretak gigi nya, menahan kekesalan nya terhadap langit.


"gue tuh kangen banget sama si keriting, kenapa sih Lo gak bantuin gue bra!"


tanya langit saat mobil melaju memasuki jalan bebas hambatan.


"Lo gila langit, Lo mau ketemu sama Hawa di toilet sekolah, Lo Cari masalah!?"


"ya terus dimana dong?


kalau diluar gak bisa, Lo tahu kan dua orang yang selalu ngikutin gue kemana mana..!"


"ya, tapi kalau di toilet sekolah sama aja Lo kasih Hawa masalah baru.


Lo gak kasihan dia di buli terus?"


"ya terus gimana dong gue bingung, bentar lagi mami kirim gue ke Amrik!


gue harus bicara dengan hawa."


"masalah hubungan kalian?"


"ya ya lah....apa lagi?"


langit terus memikirkan bagaimana kalau ia tak sempat berbicara dengan hawa mengenai hubungan mereka, ada rasa sesal karena kemarin ia pergi meninggalkan Hawa bersama pria itu, harus nya ia membawa hawa pergi.


"pusing kan Lo? lagian kenapa sih Lo tuh segitu nya Sama si Hawa lang?


kayak gak ada cewek lain aja!


gue pernah lihat hawa Sama cowok, emang gak berdua sih, tapi gue lihat tuh cowok kayaknya suka sama hawa!" ucap Ibra menceritakan hal itu pada langit.

__ADS_1


saat itu Ibra sedang bersama lili dan melihat Hawa bersama seorang pria dan wanita Entah siapa? Ibra juga tidak tahu.


"kenapa tuh cowok suka sama Hawa?"


tanya langit mencoba meredam rasa cemburunya.


"ya mana gue tahu?"


"nah ..gue juga gak tahu, kenapa bisa suka sama Hawa!" ucap langit mengingat semua yang sudah mereka lewati bersama.


kalau saja saat ini gadis itu bersama nya, langit akan mendekapnya erat dan menciumi seluruh wajah nya.


namun kenyataannya itu hanya ilusi saja.


tak lama mereka sampai di tempat tujuan.


the great Asia Afrika Lembang.


tempat wisata yang sudah tidak asing lagi dan banyak di kunjungi masyarakat Atas, menengah maupun bawah.


kenapa guru di sekolah itu memilih tempat itu karena ditempat itu terdapat banyak miniatur wisata luar negeri.khusus nya Asia.


langit Tersenyum melihat tempat itu, rasanya ingin sekali membawa hawa main ketempat ini,


Hawa pasti senang.


"tapi kapan?"


tanya langit sendiri dalam benaknya.


bersyukur karena dua body guard yang biasa mengikuti nya tak ikut masuk, langit menyuruh mereka untuk menunggu di luar,tak masalah untuk Dena karena hawa tak ada di tempat itu.


semua bebas pergi kemana pun setelah guru memberikan instruksi untuk kembali pada jam yang sudah di tentukan.


"langit... aku mau photo sama kamu dong!"


ucap beberapa siswa perempuan yang datang menghampiri nya mengajak berpose.


"gak......!"


"ya udahlah langit , kasihan fans Lo tuh?!"


ucap Ibra terkekeh.


"gak nanti gimana kata.......!"


ucap langit terhenti melihat wajah mereka yang tampak penasaran.


"Udah lah, si udara gak akan marah...si udara ngerti gimana Lo?"


"apa Udara?"


"ya ....hawa kan bisa di artikan Udara!"


ucap Ibra berbisik di telinga langit.


langit terdiam sejenak, namun justru banyak yang mengambil kesempatan itu untuk berpoto bersama langit.


"aku mau Poto sama kamu langit?"


ucap Violla tersenyum mengahampiri.


"gak...Lo Poto sama Rido aja, teman teman Lo juga ada kan?"


ucap langit memalingkan wajahnya, ia tak tertarik dengan penampilan Violla yang terkesan seksi dan terbuka.


bagi nya Hawa jauh lebih baik dari Violla.


langit berjalan beriringan dengan Ibra setelah menghindari beberapa siswa yang ingin berpoto dengan nya.


"Lang, Lo pantas jadi artis, belum jadi artis aja fans Lo udah banyak!"


ucap Ibra terkekeh.


dari jauh Langit Melihat seorang gadis berkerudung pink berlari ke arah nya, seperti nya gadis itu sama dengan langit yang sedang mengikuti acara tour perpisahan sekolah.

__ADS_1


langit terkesiap tak mampu menahan tubuh gadis itu yang tiba tiba menabrak nya, keduanya terjatuh dengan posisi gadis itu menindih tubuh langit.


Langit membulat kan mata nya melihat gadis cantik itu dengan jarak yang begitu dekat, terasa benda kenyal berada di atas dadanya.


"astagfirullah...!"


ucap gadis itu beranjak dari tubuh langit, begitu juga langit yang langsung bangun menatap wajah gadis cantik itu bersemu merah.


ternyata Masih SMP ,di kaos nya tercetak jelas nama Sekolah mereka berasal, tak terlihat anak SMP karena postur tubuh nya hampir sama dengan hawa.


"maaf kak ....!"


"Aqila... tunggu!"


teriak seseorang mengejar dari jauh.


nama gadis itu ternyata Aqila


"kak... boleh minta nomor ponsel nya?"


ucap Aqila membuat langit tertegun, berbeda dengan langit justru Aqila tampak menikmati pemandangan indah yang tuhan ciptakan dari wajah langit yang tampan hampir sempurna.


"Aqila....!"


orang itu semakin dekat, Aqila bergegas menarik tangan langit untuk ikut berlari dengan nya.


langit terpaku sambil mengikuti langkah gadis itu berlari hingga mereka tiba di tempat yang lumayan sepi, itupun langit yang menghentikan langkahnya.


"eh... Maaf kak!"


ucap Aqila tersenyum manis.


"eh gak usah centil ya, maksud nya apa? ngajak lari segala!"


ucap langit memperhatikan gadis yang hendak tumbuh remaja itu.


"makanya kasih tahu nama nya kak!"


ucap Aqila tak merasa bersalah.


"eh.. centil ya kamu!" ucap langit membuat Aqila terkekeh.


"ya maaf kak, bukan nya indah kita berlari seperti tadi, udah kayak di video lagu lagu India gitu!"


ucap Aqila terkekeh kecil melihat wajah langit yang tampan.


"dasar Kebanyakan nonton film India Lo!


minggir!"


ucap langit beranjak.


"kak.....!"


ucap Aqila membuat Langit menoleh.


"semoga kita bisa ketemu lagi nanti!"


ucap Aqila Masih dengan senyuman manis nya.


"berdoa aja Lo sendiri!"


ucap langit kemudian pergi meninggalkan Aqila yang masih saja tersenyum menatap punggung langit yang menjauh.


Aqila tak menyangka ia bisa senekat itu pada pria yang baru ia temui beberapa menit tadi, lalu Aqila pun bergegas pergi karena perempuan tadi pasti masih mencari nya.


Hawa tertegun melihat sebuah Video yang dikirim seseorang yang memperlihatkan langit tengah berlari bersama seorang perempuan cantik memakai kerudung berwarna pink.


"permainan macam apa ini?


sebenarnya siapa yang berubah?"


ucap hawa, menarik nafas dalam-dalam menahan air matanya.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2