Langit Hawa

Langit Hawa
mendekap erat.


__ADS_3

keduanya duduk di ranjang, tak ada yang bicara diam sibuk dengan pemikiran masing masing.


"mungkin kamu harus berpikir ulang untuk hidup seterusnya sama aku!"


ucap langit membuka pembicaraan.


"kenapa kamu berkata seperti itu Bang?"


"dari awal aku cuma bisa ngerepotin kamu...!


aku bahkan menghambat karir kamu...!"


ucap Langit menatap ke depan.


rasanya sakit mengatakan hal seperti ini pada hawa, tapi ia juga tidak ingin egois dengan mengurung hawa bersama nya.


"maafkan ayah bang...!"


ucap hawa mendekap erat tubuh suaminya itu.


"jangan berkata seperti itu, kita hadapi ujian ini bersama bang..... jangan meminta hawa untuk pergi!"


ucap hawa Terisak dalam dekapannya.


"maafkan Abang hawa.... karena kebodohan Abang, kamu harus ikut menanggung beban nya...!"


ucap langit yang juga terisak memeluk istrinya itu.


belum lagi masalah tadi di supermarket yang membuat nya semakin merasa tak berguna.


sepulang dari rumah Surya, hawa meminta mampir sebentar ke supermarket.


"bang, tunggu sebentar ya!


hawa cuma mau beli pembalut, tadi di mall lupa!"


ucap hawa dan di angguki oleh Langit.


hawa berjalan masuk ke dalam super market, tanpa sadar seorang pria memperhatikannya.


hawa memilih satu pak besar pembalut untuk persediaan nya bulan ini...dan beberapa minuman untuk nya dan langit.


setelah membayar tiba tiba seseorang menarik tangan nya ke luar dari supermarket itu.


"astagfirullah... kamu!"


ucap hawa Mencoba melepaskan tangan nya dari ridho, yang entah sejak kapan berada di tempat itu.


"lepas.....!"


namun ridho malah mengeratkan genggaman nya.


Langit tersengal melihat interaksi mereka, geram karena ia tidak bisa berbuat apa-apa melihat ridho mengganggu istri nya.


"kamu sama aku aja Hawa...!"


ucap Ridho terkekeh kecil melihat hawa yang melotot mendengar hal itu.


"apa sih yang kamu harapkan dari langit?"


ucap ridho hendak meraih pinggang hawa namun terhempas seketika saat seseorang menarik tubuh nya hingga terjengkang.


"Jangan kurang ajar dengan adik ipar ku...!"


ucap Esa yang memberikan satu pukulan keras pada wajah ridho.


hawa langsung menganga melihat hal itu.


"hawa itu sudah menikah, jangan berani mengganggu nya ..!"


ucap Esa membuat ridho menganga.


Ridho bangun dan terkekeh kecil mentertawakan hal itu.


"aku tidak percaya kamu mau menjadi istri pria seperti Langit...!"


"eh, kamu berani ya ngomong kayak gitu..."


ucap Esa semakin meradang dan hendak kembali memukul Ridho.


"bang... udah!"


ucap hawa terlihat beberapa orang memperhatikan mereka bertiga.


"hawa... aku akan membuka tangan jika kamu bosan sama Langit...!"


ucap ridho tertawa kecil sambil berlalu pergi.


"dasar tidak waras...."


ucap Esa memaki ridho.

__ADS_1


"hawa... kamu tidak apa-apa?"


ucap Esa menoleh pada hawa yang mematung menatap punggung nya.


"tidak apa-apa bang, terima kasih..!"


"kamu sendiri?"


tanya Esa melihat ke arah mobil, terlihat langit tengah menatap nya.


"terima kasih ya bang, udah tolongin hawa...!"


ucap hawa menunduk menyembunyikan belanjaan nya.


"ya sudah sebaiknya kamu pulang, langit menuggu kamu di Mobil!"


ucap hawa dan di angguki oleh hawa.


Kejadian beruntun yang membuat Langit merasa insecure.


untunglah ada Esa, jika tidak entah apa yang akan terjadi dengan hawa, sementara ia tidak Bisa berbuat apa apa.


**


"Abang tidak bisa melindungi kamu, harus nya kamu menikah dengan bang Esa..."


ucap langit menunduk dan tergugu.


"jangan berkata seperti itu bang...


hawa cinta sama kamu, jadi jangan pernah berpikir untuk berpisah lagi.."


ucap hawa memangku wajah langit, menghapus air matanya.


hawa mengerti apa yang dirasakan oleh suami nya itu, hari ini rasa sakit mendera bertubi-tubi.


"kita lewati semua ini bersama Bang.... kita harus sabar"


ucap hawa memeluk langit.


"Kenapa kamu sesabar ini...." ucap Langit mencium kening istrinya itu.


"Anggap saja ini ujian untuk cinta kita.... kamu Harus Semangat untuk sembuh.. hawa akan tetap disini sama kamu!"


ucap hawa Terus memberikan semangat dan keyakinan bahwa selepas mendung,langit akan kembali cerah bahkan kita akan menikmati keindahan pelangi.


pagi...


hawa mengajak Langit duduk di kursi taman rumah nya, sengaja hawa merubah sedikit halaman rumah tersebut, karena cukup luas Hawa meminta dibuatkan kolam ikan dan sedikit taman bunga.


ucap hawa yang kembali dari depan.


"Kamu dari mana?"


ucap langit melihat hawa membawa bungkusan plastik.


"hawa... beli nasi uduk bang, di depan sana!"


ucap hawa sambil membuka makanan yang terbungkus kotak steropom.


"bosan makan roti bakar terus...!"


ucap hawa terkekeh kemudian memberikan suapan langsung menggunakan tangan nya sebelum nya ia sudah mencuci tangan, rasa nya lebih nikmat jika makan dengan tangan.


"enak tidak bang .....?"


"yang bikin enak tuh karena makan dari tangan kamu de...!"


ucap langit mendekat mengikis jarak di antara mereka berdua, hawa menelan Saliva nya saat langit mencium bibir nya.


"yang ini lebih enak...!"


ucap langit terkekeh melihat wajah hawa yang memerah seketika.


"kamu tuh bang..... gimana kalau ada tukang kebun lewat!"


ucap hawa melihat sekeliling dan melihat mobil Sarah terparkir di halaman yang tak jauh dari mereka.


"tuh kan bener.... astaga..!"


ucap hawa menepuk pundak langit.


Mungkin saja sarah dan Rizal melihat langit mencium nya.


Sarah yang baru saja datang bersama Rizal tertegun melihat kemesraan mereka berdua, awalnya ingin langsung turun namun terhenti saat melihat mereka sedang bermesraan.


"assalamualaikum....!"


ucap Sarah tersenyum menghampiri mereka berdua, terlihat wajah hawa memerah.


berbeda dengan langit yang tampak biasa saja.

__ADS_1


semalam Esa menceritakan kejadian di supermarket pada Rizal dan Sarah, jadi Rizal memutuskan untuk mengajak langit untuk terapi di luar negeri, semalaman Sarah tak henti memikirkan kedua nya.


hingga pagi pagi sekali Sarah dan Rizal mendatangi kediaman mereka.


"walaikumsalam...mi,pih..."


ucap hawa mencium tangan keduanya di ikuti oleh langit.


"Gimana kabar kamu sayang?"


ucap Sarah menyentuh bahu langit...


kedua nya Duduk di hadapan hawa dan langit.


"ya seperti yang mami lihat...!"


ucap langit Tersenyum paksa.


hawa menyimpan Sarapan nya di dalam dan kembali membawa minuman di ikuti pembantu dari dalam rumah.


"langit... papih akan bawa kamu ke London, papih punya kenalan dokter ahli tulang yang hebat..papih ingin kamu cepat sembuh nak!


bagaimana...?"


ucap Rizal.


langit terdiam melihat hawa yang mengangguk mengiyakan ajakan dari Rizal.


"ya pih....!"


ucap langit singkat.


"ya udah papih akan atur semua nya, weekend ini kita berangkat ya!"


"ya, terima kasih pih...!"


"ya, papih khawatir Waktu Abang mu menceritakan kejadian tadi malam.. kamu tidak apa-apa hawa...?"


tanya Rizal menoleh pada Hawa.


"ya, hawa tidak apa-apa...!"


setelah itu mereka ikut sarapan bersama di rumah itu, hawa membiarkan langit berbincang dengan Rizal dan Sarah..


weekend..


hawa tampil cantik dengan gamis berwarna ungu dan kerudung nya berwarna putih.


kedua nya sudah siap untuk berangkat ke London bersama Sarah dan Rizal yang sudah menuggu di depan.


"sudah siap?"


ucap Sarah tersenyum menghampiri langit.


"biar mami yang dorong!"


ucap Sarah mengambil alih Langit dari tangan Hawa.


Rizal membantu langit untuk naik ke atas mobil, mereka berbincang sepanjang perjalanan.


tak lama mereka sampai di bandara.


"bang, sebentar ponsel hawa seperti nya tertinggal di mobil..!"ucap hawa merogoh tas nya.


"pak Amin masih di parkiran..!"


ucap Sarah yang hendak Mendorong kursi roda langit.


"langit mau tunggu hawa...."


"oh ya udah...mami sama Papih ke dalam duluan ya..!"


ucap Sarah dan di angguki oleh langit.


langit menoleh pada sebuah mobil yang melaju kencang, seperti nya hawa tak memperhatikan hal itu..


nafas nya tersengal mendapati istrinya dalam bahaya, sekuat tenaga langit mencoba untuk beranjak dari kursi roda itu.


"bismillahirrahmanirrahim...!"


ucap langit...


**


hawa terkesiap saat melihat Mobil melaju kencang ke arah nya, namun tubuh nya terhempas seketika saat seseorang menarik tangan nya dan mendekap erat tubuh nya.


hawa mendongak dan menganga melihat pria itu tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"langit........."


bersambung..

__ADS_1


terima kasih yang udah mampir..


😘😍😍


__ADS_2