Langit Hawa

Langit Hawa
setan


__ADS_3

Hawa beranjak dari ranjang dan turun mengahampiri langit yang masih terlelap sambil meringkuk kedinginan karena Alas yang tipis.


"kenapa sih kamu mesti tidur di bawah, padahal aku baik baik saja langit!"


ucap hawa dalam hati.


langit perlahan membuka matanya dan melihat Hawa berada di hadapan nya.


"pagi baby...!"


ucap langit Tersenyum kemudian merengkuh tubuh hawa.


"bang...lepas!"


ucap hawa berusaha keluar dari jerat tubuh langit.


langit tertawa kecil melihat tingkah laku hawa yang seperti ketakutan.


"malah ketawa?


lepas.........!"


ucap hawa berteriak sambil melepaskan pelukan langit.


"sebentar saja, aku janji tidak akan berbuat lebih!"


ucap langit membuat hawa terdiam.


"aku tak pernah merasa nyaman seperti ini dengan orang lain!


bahkan dengan mami....


aku tak pernah sekalipun mendapatkan pelukan nya, bahkan saat aku sakit!


hanya baby sitter yang menemani ku!"


ucap langit membuat hawa langsung menoleh,


iba mendengar penuturan langit yang terkesan begitu Haus kasih sayang dari orang tua nya.


mungkin ia lebih beruntung walau bagaimanapun Surya selalu bersikap baik dan peduli terhadap nya..


"Kamu tahu? kedekatan kita saat ini membuat aku ingin menikahi mu!"


"apa?"


ucap hawa kemudian beranjak dari pelukan langit.


"kamu mau nikah?"


langit Tersenyum dan mengangguk.


"kita masih sekolah, jangan aneh-aneh ya bang!"


ucap hawa membuat langit terkekeh.


"kamu meragukan cinta ku?"


"bukan,tapi ini rasanya gila!"


"ya aku emang gila, karena kamu!"


ucap langit kemudian mengecup bibir hawa singkat.


"aku mau ke dapur!"


ucap hawa mengalihkan pembicaraan karena hawa rasa langit sedang mengigau.


"ngapain?"


ucap langit menarik tangan hawa hingga kini berada di pangkuan nya.


"mau bikin sarapan!"


ucap hawa berusaha turun namun langit menahan nya.


"gak usah!kamu itu baru sembuh!


kita beli sarapan di luar aja!"


ucap langit merengkuh tubuh kecil gadis itu.


rasanya hangat dan mendebarkan.


"jangan aneh-aneh,aku takut setan!"


ucap Hawa membuat langit terkekeh.


langit mengangkat tubuh gadis itu ke atas ranjang.


"bang!


aku takut setan!"


ucap Hawa memalingkan wajahnya.


"emang setan nya mau ngapain?"


"bang, jangan aneh-aneh!

__ADS_1


hawa serius!"


"kamu takut aku melakukan sesuatu....."


"bang....asli setan nya deketin kita"


ucap hawa terhenti saat langit mencium pipi nya.


"bangun!"


ucap langit membuat hawa tertegun.


"Aku juga takut setan wa,makanya aku berpikir nikahin kamu!"


"Abang ngaco!"


ucap hawa melangkah namun cepat langit menarik tangan nya lagi.


"tuh kan setan nya datang lagi!"


ucap Hawa berbalik menatap wajah langit.


"Aku gak segila itu,aku mau melakukan hal itu kalau kamu jadi istri aku hawa,aku gak akan pernah melewatkan kesempatan itu,tapi untuk sekarang aku cukup sadar karena keadaan kita yang tidak memungkinkan!"


hawa tertegun mendengar apa yang langit lontarkan.


"aku keluar ya! takut setan nya datang lagi!"


ucap langit Tersenyum meninggalkan hawa yang mematung sendiri.


hawa keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapi, terlihat langit sudah menuggu di depan rumah sambil memainkan ponselnya.


"udah cantik!"


ucap langit saat hawa kembali bercermin pada kaca.


hawa tersenyum menghampiri.


"beneran mau berangkat kerja?


kamu kan baru sembuh wa!"


ucap langit menggenggam tangan nya erat.


"Udah sembuh, kalau dirumah aku takut!"


ucap hawa membuat langit menautkan kedua alisnya.


"takut apa?"


"setan....!"


"HM...kamu tuh bisa aja!"


"ya,lah..aku berharap Ayah cepat pulang!"


"aku gak berharap itu...!"


"Kenapa?"


"aku lebih suka kita berdua dirumah!"


"tapi....!"


ucap hawa terhenti saat langit menempel lan jari nya pada bibir hawa.


"mereka pasti akan menentang kita bang!"


ucap hawa Tertunduk.


"aku gak peduli,aku tetap mau kamu!


aku berharap mereka berpisah dan kita bersatu!"


hawa membuang nafas, kenapa langit berbicara semudah itu.


justru hawa khawatir jika keadaan nya justru berbalik menimpa mereka berdua.


saat tiba di laundry terlihat toko masih Tutup.


hawa turun dari motor dan melihat pintu rolling yang masih tertutup rapat.


"kenapa masih disini?"


ucap hawa melihat langit yang masih berada di tempat semula.


"aku nuggu kamu masuk, setelah itu aku baru pergi!


aku harus memastikan kamu baik baik saja!"


ucap langit membuat hawa merasa berbunga bunga.


langit sebaik itu padanya!


"astaga.....!"


ucap hawa yang melihat chat di grup yang mengatakan jika hari ini laundry tutup.


Sarah meliburkan karyawannya, karena ia pergi keluar kota untuk berlibur.

__ADS_1


"kenapa wa?"


ucap langit saat hawa menghampiri nya.


"libur,Bu Sarah nya pergi ke luar kota!


tadi gak lihat chat di grup!"


ucap hawa di tanggapi senyuman oleh langit.


"ayo naik!


kita kepuncak yuk!"


"apa? puncak?"


"ya, kita ke Bogor!"


ucap langit menarik tangan hawa agar segera naik ke motor nya.


jalanan cukup ramai karena hari libur, namun langit yang sudah ahli bisa dengan mudah menyalip ke kanan dan kiri agar mereka cepat sampai di tujuan.


hawa tersenyum saat melihat kebun teh yang berada di kanan kiri.


"berdiri yang,kamu nikmati sejuk nya!"


ucap langit berteriak agar terdengar oleh Hawa.


hawa pun mengikuti perintah langit.


berdiri merentangkan kedua tangannya hingga ia merasa seperti terbang!


"ya Tuhan seindah ini yang langit berikan!"


ucap hawa kembali duduk memeluk punggung kokoh langit.


langit menepikan motor nya di jalanan itu, terlihat kebun teh yang hijau yang luas.


"seneng?"


ucap langit melihat senyum yang mengembang di wajah gadis itu.


"seneng banget bang,hawa sebelum nya gak pernah ke mana mana, cuma pernah mimpi main ke kebun teh!"


"makanya jangan dirumah mulu!"


"ya gimana orang punya pacar nya juga baru Abang!"


"jadi Abang yang pertama?"


ucap langit bertanya pada gadis yang kini wajah nya bersemu merah.


"Mau berjanji?"


"janji apa bang?"


"jadikan Abang yang pertama dan terakhir untuk kamu, begitu juga Abang yang akan menjadi kan kamu yang terakhir!"


ucap langit terkesan berat namun begitu menyentuh hati nya.


namun hawa tak yakin apa lagi mengingat Surya dan Dena yang pasti menentang jalinan cinta kasih mereka berdua.


"kenapa diam?"


"berat bang, apa yang akan kita lalui berat!"


"agar ringan kita hadapi bersama!"


"bukan hanya tentang di sekolah,tapi ayah dan mami yang paling membuat Hawa Takut..."


"ya aku tahu, tapi kita kan belum mencoba.


jadi Kita gak tahu apa hasil nya,dan soal di sekolah Abang akan bilang sama mereka kalau kamu itu adik tiri Abang,biar nanti mereka gak ganggu kamu terus!"


"Kenapa adik tiri?"


"mau nya pacar gitu?"


ucap langit Tersenyum.


hawa menggeleng kan kepalanya.


"Aku bisa aja bilang sama mereka, kalau kamu itu calon istri ku!"


"ih apaan sih bang!"


kata hawa menepuk tangan langit pelan.


"aku serius,tapi nanti kalau masalah kita selesai,aku juga masih ada masalah dengan Violla!"


mengingat kemarin Violla yang masih mengharapkan nya, langit khawatir jika nanti Violla berbuat macam-macam pada Hawa.


"kenapa?Abang ada janji sama dia?"


"gak, sekarang dia juga udah dekat sama Rido, cuma gak tahu jadian apa belum nya!


Udah yuk! Abang laper!"


ucap langit menarik tangan hawa memasuki rumah makan yang berada di pinggiran jalan itu.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2