
saat ini kedua nya tengah Merebahkan diri di ranjang berukuran 120x200 cm, sering disebut kasur double, meskipun disebut double namun kasur ini di tunjukkan untuk kebutuhan satu orang.
"kenapa kasurnya sempit?"
ucap langit berbisik di telinga Hawa.
"ya, kan memang hawa sendiri yang tinggal di apartemen ini.... tapi cukup untuk kita berdua!"
ucap hawa senyum dengan wajah memerah.
entah kenapa rasanya begitu mendebarkan berada di posisi seperti ini.
langit memiringkan tubuhnya menghadap Istri nya itu, menatap wajah Hawa yang terlihat malu-malu.
"de...!"
"HM...!"
Hening...
keduanya diam kemudian terkekeh kecil, merasa posisi seperti ini begitu mendebarkan.
"bang ... apa kamu tahu doa sebelum suami...Mm..."
ucap hawa terhenti, menggigit bibirnya menahan rasa gugup yang menguasai diri nya
hawa mendelik tersenyum malu pada langit.
"M..m apa?"
ucap langit menaikkan alisnya, tersenyum kemudian mencium pipi Hawa gemas.
"apa kamu tidak lelah, jika kita memulai nya malam ini...."
ucap langit lirih di telinga Hawa.
hawa terkekeh geli merasakan deru nafas langit di telinga nya.
"hawa lelah bang,mau tidur!"
ucap hawa terkekeh bersembunyi di balik selimut.
udara malam itu begitu dingin, langit menolak menyalakan penghangat ruangan.
terlihat salju bertaburan dari atas langit,
seperti halnya langit yang merasa dingin dan mendambakan kehangatan dari kekasihnya itu.
hawa meremang saat langit mencium tekuk leher nya, gadis itu menggigit bibirnya saat mendengar langit berdoa sebelum memulai aktivitas bercinta mereka yang tertunda selama beberapa bulan ini.
Hawa memejamkan mata nya saat bibir langit meraih bibir nya, menyatukan tangan mereka berdua.
menikmati setiap detak jantung yang memompa lebih cepat karena aktivitas itu.
langit menatap wajah cantik Hawa dengan rambut keriting nya yang tergerai indah, hal yang pertama membuat langit tertarik pada perempuan ini.
"hawa.... perempuan ku!"
ucap langit mencium telinga gadis itu hingga membuat hawa merinding merespon sentuhan cinta yang langit berikan, mencumbu istri nya itu hingga sampai pada saat penyatuan.
"astaga,, sakit bang...!"
ucap hawa saat milik langit berhasil menembus selaput dara milik nya.
langit membeku saat hawa Terisak,, terlihat darah merah merembes pada sprei berwarna pink itu.
"sayang, Maaf ....!"
ucap langit mencium bibir Hawa,
terlihat Nafas hawa tersengal menahan perih.
"lanjut atau berhenti?"
ucap langit menghapus air mata istri nya.
Hawa tersenyum dan mengangguk tanda setuju untuk melanjutkan aktivitas itu.
__ADS_1
tiada malam yang seindah ini, malam pertama yang sesungguhnya.
hawa sendiri tak menyangka jika malam pertama yang dilaluinya bersama langit terjadi di apartemen nya.
awalnya memang terasa begitu memilukan, menahan perih seperti tersayat, namun keadaan berubah tak kala langit memberikan nya sesuatu yang begitu indah tak terangkai oleh kata kata.
**
subuh...
hawa meraih jam Beker yang berada di nakas, jam tersebut memberikan peringatan waktu subuh.
udara begitu dingin,hawa meraih selimut yang merosot ke bawah.
"kenapa....?"
ucap langit perlahan membuka matanya, melihat hawa yang meraih selimut.
ranjang nya memang tak sebesar ranjang dirumah namun hal itu justru membuat keduanya saling mendekap erat.
"masih sakit, HM?"
ucap langit memeluk istrinya dari belakang.
"HM...!"
ucap hawa menoleh pada langit yang Masih menutup matanya.
keduanya bermain sebentar karena langit tak tega melihat Hawa yang masih kesakitan karena hal itu, meski langit mampu membuat hawa nyaman namun langit tak ingin memporsir tenaga istri nya itu.
"bang....!"
ucap langit membuat langit membuka mata nya.
"apa?lagi....?"
ucap langit Tersenyum.
hawa mendelik sambil tersenyum mendengar pertanyaan itu.
"bang,ranjang nya tidak nyaman ya..!"
"nyaman,aku suka!
sempit....!"
ucap langit terkekeh kecil membuka matanya melihat wajah hawa yang memerah.
"terima kasih...!"
ucap langit mendekap erat tubuh hawa.
"sebenarnya aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih sama kamu..aku merasa begitu beruntung memiliki kamu, Hawa..
kamu Tahu? malam ini membuat aku tidak bisa jauh dari kamu, sebelum nya saja aku hampir gila jauh dari kamu, apa lagi setelah ini...
Jangan berpikir aku mencintaimu karena ini, karena sebelum hal indah ini terjadi,kamu sudah membuat ku gila...!"
ucap Langit mencium telinga gadis itu,,
"bang... kita solat dulu!"
ucap hawa menahan bibir langit yang hendak mencium nya.
"kita lanjut di kamar mandi..!"
ucap langit terkekeh mengangkat tubuh hawa yang sedikit berisi itu.
Hawa meraba sisi ranjang dan tak mendapati langit di samping nya, akibat ulah langit kedua nya kesiangan solat subuh.
rasa lelah membuat hawa kembali melangkah kaki nya menaiki ranjang, seakan tak memperdulikan celotehan langit.
"bang ....!"
ucap hawa melihat langit tengah berada di depan kompor.
"aku laper sayang...!"
__ADS_1
ucap langit menoleh sambil tersenyum.
"kamu bikin apa?"
ucap hawa mendongak ke arah wajan.
"Spaghetti...!
tadi aku ke super market yang dibawah, aku beli beberapa makanan instan.."
"maaf ya bang...!"
ucap hawa memeluk langit dari belakang sambil menguap.
"tidak apa-apa...!"
ucap langit mematikan kompor kemudian berbalik dan memeluk istrinya itu.
"aku yang minta maaf karena udah bikin kamu kelelahan..."
ucap langit mengecup bibir mungil Hawa.
"tidak apa-apa bang,,hawa senang karena semua itu ibadah, mana mungkin hawa menolak permintaan suami Hawa!"
ucap hawa yang masih mendekap tubuh langit.
semua terasa indah jika dalam ikatan pernikahan,tak ada rasa takut jika kelak aktivitas itu berbuah hasil.
justru hal itu yang langit ingin kan, Berharap tuhan memberikan anugerah nya.
langit mengusap rambut hawa yang tergerai ke depan, menyelip kan nya ke telinga.
"saat ini Aku hanya ingin membuktikan pada mereka, aku bisa membahagiakan kamu!"
ucap langit mengecup hidung hawa.
"terima kasih bang...!"
ucap hawa tersenyum menatap suaminya yang tampan itu.
"sekarang enggak takut setan lagi dong?"
ucap langit terkekeh mengingat kejadian dulu saat mereka masih pacaran.
"setan yang sekarang takut sama kita bang.."
ucap hawa terkekeh.
semua terasa begitu indah bahkan sangat indah, semua kesedihan yang sudah terlewati seakan terlupakan seketika.
"hari ini kita mau pergi jalan jalan kemana?"
ucap Langit mengajak hawa untuk duduk.
"biasanya hawa suka jalan jalan di alun alun kota, atau sungai Thames..tapi sungai Thames lebih indah jika malam hari...!"
ucap hawa sambil menerima suapan dari langit, kini berganti ke langit lah yang menyuapi hawa.
"kamu jalan jalan sama siapa?"
"sendiri terkadang dengan Teman satu kampus, tapi jarang karena hawa lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan belajar.."
"oh iya,lalu waktu itu?"
"yang mana?"
"Kamu Sama Ezi?"
"oh... itu, itu hanya kebetulan saja, kak Ezi sedang ada kunjungan kerja.. jangan berpikir macam-macam!"
ucap hawa memanyunkan bibirnya,
langit terkekeh kemudian melahap bibir istrinya yang tengah manyun.
bersambung.
🙄🤭🤭🤫🤫🤫🤫😍😍🥰😘😘
__ADS_1
komentar ya✌️✌️