
Seorang perempuan baru saja datang sendiri Tanpa seseorang yang sudah merenggut hatinya, namun juga menghancurkan nya sesaat saja.
benci,tak ingin mendengar penjelasan apapun, cukup apa yang dilihat nya menjadi bukti bahwa pria itu sudah menghancurkan kepercayaan nya.
Dena memang sering sekali berganti pasangan, namun ia cukup rapi dan pintar meski pun beberapa kali berpindah haluan, tapi saat bersama Surya, pria yang baru tiga bulan ini menjadi suami nya..Dena merasakan hal yang berbeda, ingin menepi di dermaga hati pria itu, Setelah sekian lama ia berlayar mencari cinta, namun malam itu seakan menjadi malam yang membuat nya hancur seketika saat melihat Surya bersama perempuan yang menjadi kolega bisnis nya.
bahkan Dena mendengar pembicaraan mereka berdua mengenai aset yang kini tengah mereka perebutkan.
seketika dena naik darah saat perempuan cantik itu bergelayut manja pada Surya suami nya, tanpa ingin tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi Dena membereskan semua barang barang nya dan pergi meninggalkan tempat itu, hati nya sakit ia paling tidak kuat menerima kenyataan pahit.
Dena meremas ponselnya saat melihat video dari Cctv rumah yang merekam jelas adegan mesra putra nya itu dengan anak dari pria yang sudah membuat nya kecewa..
jadi ini yang mereka lakukan ketika berduaan di rumah.
***
puas bermain berkeliling di kebun yang hijau dengan daun teh, keduanya memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah sore.
langit Tersenyum menatap potret nya bersama Hawa, perempuan yang kini sedang tersenyum.
"bagus gak bang?"
"bagus ! keriting!"
ucap langit Tersenyum melihat wajah Hawa yang langsung manyun.
"mau di lurusin deh rambutnya!"
"jangan yang?"
ucap langit memeluk gadis itu, mencium wangi rambut keriting milik Hawa yang justru membuat nya tertarik.
"kenapa?"
"aku suka aja, kalau yang rambut nya lurus udah biasa, tapi kalau yang seperti kamu itu jarang wa...!"
"langka gitu maksudnya?"
langit terkekeh kemudian menyentil hidung hawa yang imut.
"sakit tahu!"
ucap hawa mengelus hidung nya.
"abis hidung nya kecil begitu!"
"biarin ... begini juga ciptaan tuhan bang!"
"ya, ya lah mana ada manusia yang bisa bikin hidung!"
ucap langit tertawa.
"tadi rambut, sekarang hidung!"
"tapi tetap cantik meski pesek....!"
"mana ada yang seperti itu!"
"ada....!"
ucap Langit membawa hawa kedalam pelukan nya, memeluk perempuan itu dari belakang.
"bang.....!"
"apa?"
ucap langit menatap wajah cantik milik Hawa, yang bersih dari makeup.
"ada setan!"
"ah mana?"
"tuh di samping, jangan peluk peluk terus!"
ucap hawa kemudian beranjak sambil terkekeh.
"gimana ya wa, Aku tuh gak bisa kalau cuma lihat kamu doang!"
"gak, ini tuh di luar!
jangan aneh aneh ya bang, kita pulang!"
langit melihat Jam yang melingkar di tangan nya, waktu menunjukkan pukul Tiga sore, sebentar lagi pasti berkabut.
"ya udah kita Pulang!"
__ADS_1
ucap langit memakai kan helm tertutup pada kepala hawa.
jalanan cukup gelap meski waktu masih siang karena kabut putih dari dataran tinggi tersebut, bukan lagi sejuk tapi udara semakin dingin.
langit menarik tangan hawa untuk mengeratkan pelukannya, hawa tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya pada punggung kokoh milik langit.
"Jangan biarkan mimpi indah ini hilang ya tuhan!"
ucap hawa dalam hati.
beberapa waktu kemudian mereka sudah memasuki kota, langit menepikan motor nya di depan pedagang yang menjual ayam bakar.
"kita makan dulu ya!
aku laper!"
ucap Langit dan di angguki oleh hawa.
"jadi nanti kamu gak usah masak buat kita!
Karena aku tahu kamu capek!"
"aku capek, tapi aku senang!"
ucap Hawa senyum.
"syukurlah kalau gitu, nanti kita main ya ke pantai!
mau gak?"
"mau bang!"
ucap langit Kemudian menuntut hawa memasuki tenda tersebut.
"ayam bakar ya dua!"
ucap langit memesan makanan.
seseorang menoleh dan mengenal dua orang yang kiri sedang makan bersama,ia pun memotret nya dan mengirim kan langsung pada Violla.
"udah makan nya? mau nambah gak?"
ucap langit mengelap bibir hawa dengan tisu.
"gak, Udah kenyang!"
"ya udah kita pulang kerumah ya? atau mau pergi ke tempat lain?"
"gak usah bang,kita langsung pulang saja!"
"ya udah!"
ucap langit memakai kan helm itu kembali.
Dena melihat langit dan hawa yang baru saja sampai di depan rumah, dada nya bergemuruh ingin mencaci maki gadis yang kini memeluk langit sang putra.
keduanya masuk ke dalam rumah tanpa memikirkan apapun, karena kedua nya merasa lelah.
"bagus!"
ucap Dena membuat langkah kedua nya terhenti.
"mami? kapan pulang!?"
ucap langit melepaskan genggaman tangan nya.
"Kenapa? kamu gak suka mami pulang?"
ucap Dena menghampiri.
hawa menelan Saliva nya melihat Dena yang menatap nya tajam.
"dasar murahan!"
ucap Dena membuat Yasmin terkesiap mendengar penuturan Dena yang langsung menarik tangan nya keluar dari rumah itu.
"mi tunggu dulu,ini mami kenapa?"
ucap Langit mengejar.
hawa terhempas ke bawah saat Dena mendorong nya kuat sambil melempar tas nya.
"jangan berpikir mami gak tau apa yang kalian lakukan selama kalian berdua dirumah ini!"
ucap dena membuat keduanya membulat kan mata.
__ADS_1
"kamu!"
ucap Dena menunjuk hawa.
"pergi kamu dari rumah ini, Kelakuan ayah sama anak gak jauh beda!
lacur!"
"cukup......!"ucap hawa menghapus air matanya.
"mi... sebenarnya apa yang terjadi? kenapa mami bersikap seperti ini?!"
ucap Langit , langkah nya tertahan saat hendak meraih hawa.
"jangan dekati anak itu.. ayah nya sudah menghancurkan hati mami,Surya sudah mengkhianati mami!"
"gak mungkin!"
ucap hawa terisak tak percaya dengan penuturan Dena.
"kamu lihat ini!"
ucap Dena menarik rambut keriting hawa hingga membuat langit langsung menarik nya kembali.
"langit....!"
ucap Dena geram.
"lihat Poto ini!
kamu juga lihat video ini!"
hawa terisak melihat sang ayah sedang bersama perempuan lain,dan ia pun gemetar melihat adegan mesra dirinya bersama langit
"jauhi langit!"
"mi....!"
ucap langit berteriak.
"diam kamu langit!"
ucap Dena kemudian membawa langit masuk ke dalam dan menguncinya dari luar.
"mi.... jangan sakiti hawa, langit mohon!
langit cinta sama hawa"
ucap langit dari dalam membuat hawa tergugu.
"jangan bermimpi bisa menjadi bagian dari keluarga saya, saya gak akan Sudi menerima kamu!
sekarang kamu pergi dari sini!"
ucap Dena dengan kejam mengusir hawa malam itu.
"sampai kapan pun saya tidak akan merestui hubungan konyol kalian.. pergi!"
ucap dena kemudian masuk ke dalam rumah.
sosok ibu tiri yang paling kejam yang pernah ia temui, hawa berjalan sendirian menyusuri trotoar jalan.
pikiran nya buntu, entah harus kemana?
hidup nya sebatang kara tanpa sang ayah entah dimana.
hawa menghapus air matanya, merogoh dompet milik nya, ia berpikir untuk mencari tempat kosan untuk nya berlindung.
seseorang memperhatikan seorang gadis yang terlihat sedang Terisak memeluk tas ransel nya.
"langit aku butuh kamu sekarang,aku harus kemana?"
ucap hawa menghapus air matanya.
"hawa.....!"
seorang perempuan keluar dari dalam mobil.
"ibu Sarah ......!"
ucap hawa mengenali sosok perempuan baik hati itu.
bersambung.
boleh ya komentar,,biar author semangat!
__ADS_1
😍😍😍