Langit Hawa

Langit Hawa
salah sangka.


__ADS_3

Pagi ini langit sudah bersiap untuk pulang ke Indonesia, beberapa hari ini ia mendapati Dena pulang dengan keadaan mabuk berat, Entah Apa Yang Terjadi dengan perempuan itu.


langit tidak tahu jika Dena tengah menikmati kehancuran nya melihat Surya bahagia dengan perempuan itu bahkan karir pekerjaan Surya semakin bagus setelah menikah.


"Bu.... Langit mau pulang ke Indonesia, untuk satu pekan ini.nanti kalau mami nyari bilang aja seperti itu ya Bu...!"


ucap langit pada perempuan paruh baya yang selalu mengurus nya itu.


"ya , kamu hati hati langit....!"


ucap perempuan itu mengusap pundak langit.


langit tampak tampan dengan celana jeans berwarna hitam dan kaos berwarna putih ditambah jaket tebal milik nya, topi tak pernah tertinggal.


langit berencana untuk langsung mendarat di Kalimantan, ia akan langsung mencari keberadaan hawa.


meski Palangkaraya cukup luas, namun langit yakin bisa menemukan gadis itu.


"Hawa, tunggu aku!


aku akan mencari mu!"


ucap langit yang kini sudah berada di dalam pesawat.


setelah beberapa jam perjalanan akhirnya langit sampai di Kalimantan, Palangkaraya.


langit langsung menuju hotel yang berada di pusat kota, langit akan mencari kekasih nya itu besok pagi.


langit senang karena Ibra datang dari Jakarta untuk menemani nya mencari hawa, Ibra memang sahabat terbaik langit.


setelah beberapa hari mencari, namun langit tak menemukan keberadaan hawa, entah kemana ia harus mencari.


"nanti coba kita cari ke mall Lang, mungkin saja ketemu sama Hawa di mall...!"


"ya,Lo benar bra...!"


ucap langit merangkul bahu sahabat nya itu.


Dena geram mengetahui langit yang pulang ke Indonesia tanpa persetujuan dari nya, "langit pasti mencari anak dari laki laki itu"


ucap Dena, perihal masalah pak tua itu Dena tidak perlu khawatir karena preman yang mengantar kan langit pada nya sudah tiada.


jadi ia tak perlu khawatir dengan mereka yang masih mencari keberadaan langit.


Dena mengirimkan orang untuk mengikuti langit kemana pun pergi, agar ia tahu apa saja yang dilakukan oleh langit.


**


"kamu serius sama ucapan kamu waktu malam itu?"


ucap Surya, kini mereka tengah sarapan bersama di meja makan.


"ya,hawa serius...!


mau kuliah di London yah...!"


"bagus, ayah senang mendengar nya Hawa!


Esa juga tidak keberatan menuggu kamu"


hawa diam menanggapi penuturan sang ayah yang menjodohkan nya dengan Esa.


"ayah tidak ingin menutupi apapun dari kamu hawa, ayah ingin yang terbaik dengan menjodohkan kamu dengan Esa.


kalau kamu bersikeras dengan langit, hal itu hanya akan membuat kamu kecewa, kamu tahu bagaimana dena!


dia itu keras...dia tidak akan membiarkan kalian bersama, jadi lebih baik menyerah dari sekarang.


Esa baik, dia juga mapan, kamu juga sudah dekat dengan Sarah!


lalu mau apa lagi?"


ucap Surya membuat Hawa membeku seketika.


"sudah yah, jangan bahas lagi masalah itu.


ayo hawa makan nya di lanjutkan sayang!"


ucap arumi menatap hawa dengan iba.


hawa masuk ke dalam kamar, menghempaskan tubuhnya di ranjang.


memejamkan matanya yang berair.


"semangat hawa.....!"

__ADS_1


ucap hawa menghapus air matanya.


hawa beranjak keluar dan menghampiri Winda dan Arumi yang sedang menata tanaman hias yang baru saja dibelinya.


"hawa bantu Bu....!"


"boleh... hawa!


ayo sini....!"


ucap Arumi dan winda yang tersenyum melihat nya.


"Winda itu suka sekali dengan bunga dan tanaman hias....!"


ucap Arumi dan di angguki oleh hawa.


"kamu suka tidak?"


ucap Winda berjongkok di dekat hawa.


"suka tapi sepertinya tidak seperti kamu win..."


ucap hawa tersenyum.


terdengar ponselnya berdering, terlihat Esa melakukan panggilan telepon.


"halo assalamualaikum bang...!"


"walaikumsalam... Hawa, kamu sedang apa?"


"hawa, lagi Sama ibu dan Winda beresin tanaman!


kenapa bang?"


"hawa, sore kita keluar main yu!


Abang besok udah balik lagi ke Amrik, jadi Abang mau ajak kamu main dulu, ajak Winda juga boleh!"


ucap Esa membuat hawa tertegun.


"Hawa......!"


ucap esa memanggil gadis yang sejak tadi diam.


"ya,bang boleh!


"ya sudah nanti Abang kerumah ya!


Abang juga mau ajak Mami!"


"oh gitu...ya sudah nanti Hawa tunggu!"


ucap hawa kemudian percakapan pun berakhir.


"kenapa?" ucap Winda Menilik wajah hawa.


"ikut ya nanti sore, bang Esa mau ajak jalan jalan ke mall Sama Bu Sarah juga.


katanya sebelum ia pergi ke Amrik lagi, bang Esa mau ajak makan di luar!"


"tapi nanti sore kau gak bisa hawa?"


ucap Winda membuat hawa mematung.


"emang kamu mau kemana?"


tanya Arumi pada Winda.


"ada Acara sama teman sekelas,mau makan makan di rumah bela, tadinya aku mau ajak kamu.tapi kamu udah ada yang ngajak duluan!"


ucap Winda terkekeh.


"ya terus nanti aku gimana?"


"ya udah, kalian gak berdua kan ada Bu Sarah!"


"ya betul hawa.....!"


ucap Arumi menyentuh pundak hawa.


sore itu Esa datang menjemput hawa bersama Sarah, hawa tampil cantik dengan gamis berwarna hitam dan kerudung pasmina berwarna moccha.


sebenarnya malas pergi, tapi Surya mewanti-wanti untuk pergi dengan Esa.


"sudah siap?"

__ADS_1


ucap Sarah melihat hawa keluar dari kamar.


"ya Bu, kita mau kemana sih?"


ucap hawa memaksakan senyum pada sarah, karena jujur ia merasa tidak enak jika menolak ajakan Sarah yang sudah baik pada nya.


"kita jalan jalan saja, besok kan ibu sama Esa mau pulang, jadi ibu mau kita jalan jalan dulu hawa!"


ucap Sarah senyum kemudian pamit pada Arumi.


hawa lebih banyak berbincang dengan Sarah saat di mobil, esa Sendiri fokus menyetir.


meski sekilas menoleh ke arah Hawa.


tak lama mereka sampai di mall itu,Sarah dan hawa berjalan beriringan di ikuti oleh Esa di belakang.


"kita makan dulu, atau shopping...mami mau ajak kamu shopping hawa..!"


ucap Sarah membuat hawa tertegun.


"HM... terserah ibu, hawa ikut saja!"


"ya udah ,kita shopping aja dulu ya Sa...!"


ucap Sarah pada Esa.


"ya,Mi...Esa setuju saja!"


ucap esa menatap wajah hawa yang tampak tidak tenang.


"Mami ke toilet sebentar, kalian duluan saja!


tunggu di depan!"


ucap Sarah melangkah menuju toilet.


hawa berjalan beriringan bersama Esa, entah kenapa rasanya begitu gugup tidak seperti biasanya.


apa karena saat ini ia mengetahui maksud keinginan pria itu.


hawa melamun tak menyadari seseorang yang berlari menabrak nya, namun cepat esa meraih tubuh gadis itu agar tidak terjatuh.


"maaf, saya tidak sengaja...!"


ucap orang itu terlihat mengejar anak nya yang berlari menjauh.


"astagfirullah....!"


ucap hawa menyadari sejak tadi Esa memegang pundak nya.


"maaf Hawa, Abang tidak bermaksud Kurang Ajar...!"


ucap Esa yang memang tak sengaja menyentuh tubuh gadis itu.


dari jauh seseorang meremas botol air mineral yang di genggam nya, nafasnya tersengal melihat kejadian itu.


langit tidak menyangka mendapati kekasih nya itu bersama pria lain.


pria yang dulu juga sempat membuat nya marah kepada hawa, dan sekarang hawa bersama pria itu lagi...


"Apa hubungan mereka?


apa yang kamu lakukan jauh dari aku, Hawa?"


ucap langit sendiri, kemudian mengikuti langkah hawa bersama Esa dan juga Sarah.


"Lo tenang Lang, jangan salah sangka dulu!"


ucap Ibra melihat wajah langit yang merah.


Sarah membawa hawa dan esa ke toko perhiasan terkenal di mall itu, hawa sendiri tidak mengerti dengan maksud Sarah yang menyuruh nya untuk memilih cincin.


"tapi Bu, hawa tidak Bisa menerima semua ini...!"


ucap hawa menolak pemberian Sarah.


"tidak apa-apa Hawa, meski Esa harus menuggu kamu tiga tahu lagi,tapi ibu mau kamu pakai cincin pemberian dari ibu!"


ucap Sarah membuat hawa tertegun, sementara langit merasa sakit mendengar hal itu.


"apa maksudnya menuggu hawa tiga tahun lagi??


apa pria itu sudah melamar kekasih ku?"


ucap langit beranjak meninggalkan mereka yang tidak mengetahui keberadaan langit di tempat itu, langit melangkah dengan hati yang kecewa.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2