Langit Hawa

Langit Hawa
menyemai cinta.


__ADS_3

langit menghampiri hawa yang tengah memainkan ponselnya di atas ranjang.


saat ini kedua nya tengah berada di Lombok untuk Poto prewedding, langit memilih Lombok untuk lokasi pemotretan mereka berdua.


"sayang..coba lihat !"


ucap langit memberikan sebuah paper bag berwarna coklat, berukuran sedang.


"dari siapa?"


ucap hawa Mencoba merogoh isi dari paper bag tersebut.


"dari Ibra, katanya dari lili untuk kamu!"


ucap langit mematung saat hawa mengambil isi dalam paper bag tersebut, berisi sebuah lingerie cantik berwarna hitam.


"ini dari kak Lili, atau kamu sengaja beli bang?"


ucap hawa menilik mata langit.


"Ini dari Ibra...!"


ucap langit yang menarik tangan Hawa dan memeluk nya dari belakang.


"coba pakai?"


ucap langit berbisik di telinga Hawa.


hawa menghela nafas saat langit menyusuri leher jenjang nya dengan bibir nya membuat bulu kuduk nya seketika meremang.


"tapi aku tidak terbiasa memakai pakaian seperti ini....!?"


ucap hawa menggenggam tangan langit.


"biasakan di hadapan ku...?"


ucap Langit mencium pipi Hawa.


hawa mematung dengan jantung yang rasanya begitu berdebar melihat dirinya sendiri di cermin.


hawa menyembul keluar dari balik pintu kamar mandi, dengan lingerie cantik yang membungkus Tubuh nya sebagian,hawa tampil begitu cantik dan membuat langit gerah sendiri.


bahu dan dada hawa terlihat begitu indah dibalik kain tipis itu, belum lagi paha nya putih terekspos jelas.


"sini....!"


ucap langit menepuk pahanya agar hawa duduk di pangkuan nya.


hawa membeku dengan jantung yang berdetak kencang, bukan kali pertama berada di posisi ini , tapi untuk malam ini rasanya berbeda saat langit meminta nya memakai lingerie seksi pemberian dari lili.


langit Tersenyum menghampiri perempuan yang sejak tadi diam tak melangkah, wajah cantik nya bersemu merah.


"cantik......!


seksi.....!"


ucap langit Terkekeh melihat hawa yang malah manyun mendengar penuturan langit.


"jangan manyun sayang.."


ucap langit memeluk istrinya dari belakang, mencium bahu hawa yang terekspos.


hawa memejamkan matanya membiarkan suaminya itu mencumbu nya sesuka hati.


***


pagi

__ADS_1


hawa terbangun dari tidurnya, waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi.


terlihat langit masih mendekap nya Erat, aktivitas bercinta semalam berbeda dengan malam malam sebelumnya, langit tampak begitu semangat.dan Semoga usaha itu membuahkan hasil.


hawa Begitu berharap bisa hamil seperti rindu atau lili, meski pun lili mengatakan jika ia pun harus menunggu hingga dua tahun lamanya barulah tuhan memberikan nya anugerah terindah.


"bang........!"


ucap hawa menyentuh tangan yang melingkar di pinggang nya.


"HM .. Hawa, istri ku!"


ucap langit mencoba membuka matanya, langit tahu hawa membangun kan nya untuk sholat subuh.


keduanya menginap di sebuah risort yang tepat berada di atas Air laut, dari dalam kamar terlihat pemandangan air laut yang hijau.


awalnya hawa menolak untuk bermalam di rumah yang terbuat dari kayu dan bambu itu, namun saat melihat pemandangan laut yang begitu menyegarkan mata, membuat hawa betah berada di dalam kamar itu.


"bang, kita sholat subuh dulu yuk...!"


ucap hawa dan di angguki oleh langit yang masih betah memeluk istrinya itu.


"bang....!"


"ya sayang....!"


ucap langit membuka mata nya, kemudian mencium pipi hawa gemas.


"ayo kita mandi...!"


ucap langit mengangkat tubuh istrinya itu, kegiatan pagi yang menyenangkan di lakukan bersama.


langit dan hawa berjalan di bawah hamparan pasir putih, terlihat Sarah dan Rizal melambaikan tangan.


keduanya sengaja ikut Untuk membantu mereka melakukan poto prewedding di pantai itu, sekaligus berlibur setelah sekian lama mendekam di rumah karena aktivitas yang selalu padat.


Esa sendiri menolak untuk ikut karena ia harus mengurus perusahaan, ia juga hendak pergi ke pondok untuk menjemput istri ustadz Ilham untuk berobat ke kota.


tanya Sarah saat keduanya duduk di hadapan masing masing.


"udah mi...!"


ucap hawa dan di angguki oleh langit.


terlihat team fotografer sudah datang bersama team make up yang Sarah pilihkan untuk langit dan Hawa.


seusai rencana, hari ini harus selesai karena Besok mereka harus kembali ke Jakarta.


hawa dan langit mulai di dandani oleh team make up, kostum yang dipakai adalah kostum yang di beli Sarah untuk keduanya.


yang pasti sesuai permintaan Hawa, untuk memilihkan beberapa dress muslim cantik yang Senada dengan pakaian langit.


keduanya tampak serasi dengan pakaian coupel berwarna hijau berpadu warna krem.


hawa yang sedikit canggung karena tak biasa bergaya di hadapan orang, berbeda dengan langit yang tampak santai dan percaya diri.


karena hal itu langit mampu membuat istri nya itu rileks.


"rileks seperti semalam...!"


bisik Langit membuat hawa terkekeh.


"Kenapa...?"


ucap Sarah yang melihat hawa tiba-tiba Terkekeh.


"dia nih.. bercanda terus!"

__ADS_1


ucap hawa yang di ikuti tawa renyah dari Langit.


mengingat aktivitas bercinta mereka berdua yang membuat pria itu candu.


setelah selesai melakukan aktivitas itu, langit mengajak hawa menikmati angin segar yang berhembus menerpa kulit wajah nya, keinginan langit mengajak hawa mengunjungi pantai akhirnya terlaksana.


"bang,mau lihat sunset...!"


ucap hawa kini duduk di tepi pantai.


terlihat ombak berlari berkejaran,banyak turis dari luar dan wisatawan dari dalam negeri meramaikan tempat itu.


"ya udah tunggu sampai sore...!"


ucap langit merebahkan tubuhnya di hamparan pasir putih.


"Alhamdulillah....!"


ucap langit memejamkan matanya.


tangis yang sesaat Telah Tuhan ganti kan dengan kebahagiaan yang tidak ada habisnya.


"rasanya tak ingin pulang...?"


ucap langit menarik tangan Hawa.


"enggak mau, kotor bang!"


ucap hawa menahan tubuh nya,kini ia hanya menuggu hasil dari keduanya menyemai cinta, Berharap bayi mungil hadir di tengah tengah mereka berdua.


"kita disini aja de, pulang nya pas mau resepsi!"


"mana bisa seperti itu Bang, lalu bagaimana dengan aktivitas kita sehari-hari...!"


"ah,itu melelahkan hawa .. tidak masalah jika melelahkan seperti semalam...!"


ucap langit Terkekeh saat hawa menepuk pundak nya.


"awas ya...!"


ucap langit beranjak mengejar hawa yang berlari menuju air yang pasang surut.


keduanya berlarian menghindari dan mengejar air laut bersama, Beberapa kali tertawa karena hal itu, rasanya bahagia tak terkira.


Sarah tersenyum memperhatikan langit dan hawa yang berkejaran di tepi pantai, mereka terlihat bahagia.


"apa hawa belum hamil, Mi?"


ucap Rizal yang juga memperhatikan mereka berdua.


"belum, mungkin nanti!


biarkan saja mereka seperti itu dulu, menikmati masa pacaran setelah menikah, meski sebelumnya mereka dekat tapi kalau sudah menikah rasa nya beda, tak ada rasa takut atau kekhawatiran...!"


ucap Sarah menoleh pada Rizal.


"ya, Mami benar, Papih juga berpikir seperti itu!


rasanya baru kemarin kita kesana kemari mencari keberadaan Dwi, sekarang anak itu nyata ada di depan kita tengah berbahagia dengan perempuan yang awalnya aku jodohkan dengan Esa..."


ucap Rizal memperhatikan hawa yang tengah tertawa bersama langit.


"itulah jodoh, mungkin seperti itu jalan nya, meskipun Surya masih belum bisa menerima langit sepenuhnya,tapi mami tak mempedulikan hal itu.


yang terpenting saat ini, langit anak kita tengah berusaha membahagiakan putri nya..."


ucap Sarah dan di angguki oleh Rizal.

__ADS_1


Menilik sikap Surya yang memang selalu bersikap dingin pada langit, namun langit akan berusaha keras untuk mengambil hati mertua nya itu dengan cara membahagiakan putri nya.


bersambung.


__ADS_2