
satu Minggu berlalu, keduanya sama sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing, terkadang langit pun pulang malam karena harus meninjau proyek nya langsung.
Sarah dan Arumi tengah mempersiapkan resepsi pernikahan Langit dan hawa, awalnya Surya menolak namun keduanya tidak menghiraukan apapun alasan Surya.
"apa sih yang ayah khawatirkan?
sekarang ayah tidak perlu malu karena langit juga sudah bisa berjalan, dan masalah biaya semua langit yang menanggung, bunda dan Sarah hanya membantu mengurus nya saja.
kasihan hawa, dia itu anak perempuan ayah satu satunya..
hawa juga mau seperti perempuan yang lain nya, mengadakan acara resepsi pernikahan nya!"
ucap Arumi beranjak pergi meninggalkan Surya sendiri.
Surya hanya khawatir orang orang membicarakan tentang bisnis nya yang mulai merosot, perihal itu Surya tidak memberi tahu kan nya pada Arumi.
karena Surya pikir ia masih bisa menyelesaikan masalah itu dan tak ingin Arumi memikirkan hal itu.
*
sore...
hawa tersenyum saat melihat langit berjalan ke arah nya, rasanya rindu karena beberapa hari ini langit selalu pulang malam dan tak bisa menjemput nya dari rumah sakit.
"sudah pulang....!?"
ucap langit mencium pipi Istri nya itu.
"Udah......!"
ucap hawa kemudian berjalan bersama langit menuju parkiran.
banyak yang memperhatikan mereka berdua, langit terlihat begitu tampan dan gagah dengan jas berwarna hitam yang ia kenakan, CEO muda ini memang membuat kaum hawa terpikat.
beberapa orang mengetahui tentang rencana resepsi pernikahan kedua nya.
"hawa jangan lupa undang aku ya!"
ucap Kinan terngiang di telinga Hawa saat mereka ngobrol bersama di kantin.
berbeda dengan jeni yang tampak tak suka saat melihat hawa kembali bertugas di rumah Sakit itu , apa lagi mendengar kabar tentang dokter Sanusi yang menaruh hati pada perempuan yang telah bersuami itu.
"langsung pulang...?"
tanya langit saat mereka sampai di halaman parkir dan di angguki oleh hawa.
"nanti malam Abang mau main futsal sama Ibra,, kamu mau ikut atau dirumah?"
"ikut bang, nanti kak lili juga ikut kan?"
"seperti nya tidak, lili kan sekarang tengah hamil besar.. jadi seperti nya ia lebih banyak dirumah!"
ucap langit membuat hawa terdiam.
kemarin keduanya memang bertemu di rumah Sakit, dan kandungan lili saat ini menginjak usia sembilan bulan.
"kenapa sayang?"
"HM... tidak apa-apa bang
ya udah hawa tetap ikut....!"
ucap hawa tersenyum, tidak ada salahnya mencoba menjadi suporter seperti keinginan suaminya itu.
***
dirumah....
hawa baru saja keluar dari kamar mandi, terlihat waktu menunjukkan pukul setengah enam, waktu Magrib sebentar lagi tiba.
terlihat Langit masih asyik dengan aktivitas berenang nya.
"bang ...!"
ucap hawa yang sudah tampil cantik dengan gamis berwarna Lilac krayon di padukan pasmina berwarna hitam.
"udah renang nya, sebentar lagi magrib!"
ucap hawa dan di angguki oleh langit.
"ya, my wife...!"
ucap Langit mencium pipi hawa.
"basah tahu bang....!"
ucap hawa manyun membuat langit terkekeh.
"bukan nya suka yang basah!"
desis langit di telinga Hawa, membuat perempuan itu menoleh sambil menganga.
__ADS_1
"apa sih kamu bang!?"
ucap hawa menepuk pundak langit, terlihat wajah nya memerah.
langit terkekeh melihat hal itu dan langsung mencium bibir hawa dengan lembut.
"manis..!" ucap Langit terkekeh membuat Hawa menggigit bibirnya, langit memang tak tahu tempat, mentang-mentang dirumah.
"bang...kamu tuh, ini tuh di luar!"
ucap hawa manyun.
"hawa...!"
ucap langit di telinga istri nya itu.
"HM....?"
ucap hawa menoleh sekilas, Langit langsung memeluk nya dari belakang.
"aku......!"
"udah magrib bang, sekarang mandi! kan mau main futsal....!"
ucap hawa menghentikan ucapan Langit.
"oh ya, aku lupa!"
ucap langit sambil mencium pipi hawa gemas.
***
keduanya kini sudah berada di tempat putsal, terlihat Ibra dan yang lainnya juga baru saja datang.
"Alhamdulillah..Lang, Lo udah bisa jalan...?"
ucap teman teman langit yang menghampiri dan langsung memeluk nya.
mereka merasa kehilangan saat langit tak bisa bergabung dengan team mereka.
"istri Lo?"
"ya lah, ini istri gue!"
ucap langit Tersenyum menggenggam tangan Hawa.
"nanti datang ya di acara resepsi pernikahan gue, Dua Minggu yang akan datang!"
"sayang, Abang ke lapangan ya!
nanti Abang bilang sama Mami mau bikin acara Poto prewedding nya di lapangan putsal juga!"
ucap langit membuat hawa tertegun.
"enggak salah bang?"
"ya, enggak lah!"
ucap langit Tersenyum kemudian masuk ke dalam lapangan.
hawa duduk sendiri melihat nya bermain putsal.tak selang berapa lama, seorang pria duduk di hadapan hawa.
Hawa terperanjat saat melihat ridho di hadapan nya, begitu juga langit yang langsung keluar dari lapangan.
"kamu Kok ada disini....?"
ucap ridho tersenyum melihat wajah hawa yang tampak pucat melihat nya.
"ngapain Lo?"
ucap langit mendekati hawa.
"oh jadi Lo udah bisa jalan, gue kira Lo akan selamanya duduk di kursi roda..!" ucap ridho dengan senyum mengejek.
"tuhan tidak akan mengabulkan doa orang seperti Lo... jangan ganggu istri gue!"
ucap langit lantang meraih pundak hawa.
"kenapa? Lo takut gue rebut hawa...gue enggak nyangka, Hawa mau sama cowok narsis kayak Lo....?"
"bang.....?"
ucap hawa mengehentikan tangan langit yang hendak melayang kan tinju pada wajah ridho.
"jangan di ladenin....!"
ucap hawa memegang dada langit yang bergemuruh.
"gue enggak takut sama Lo, gimana kalau kita lawan main...!"
"lawan Lang, kita enggak takut?"
__ADS_1
ucap teman langit memberikan dukungan.
"oke...gue juga enggak takut?!"
"kalau Lo kalah, Lo harus lepas kan hawa untuk gue!"
ucap Ridho membuat hawa terperangah.
"enak aja Lo pikir istri gue apa?"
ucap langit yang kesal tak bisa lagi menahan amarahnya, kemudian memukul wajah Ridha dengan tangan nya.
"bang......!
udah.....!"
ucap hawa menarik tangan langit.
"istighfar bang....!"
ucap Hawa , mereka pun berusaha melerai keduanya.
"Lo emang gampang banget tersulut emosi lang, udah!"
ucap Ibra yang juga menatap tajam kearah Ridho.
mereka semua tetap main melawan team Ridho dengan catatan mereka harus bermain dengan sportif.
hawa memperhatikan mereka bermain putsal dengan seksama, hawa khawatir jika ridho mencelakai langit.
dan benar saja saat langit tengah berlari mengiring bola,ridho menabrak langit dari belakang mengambil alih bola itu hingga langit jatuh berguling.
"bang.....!" ucap Hawa berteriak masuk ke dalam lapangan,dan disaat bersamaan ridho pun terhenyak karena bertabrakan dengan teman nya sendiri hingga kaki nya tak sengaja terinjak oleh teman langit.
"kaki gue......!"
ucap ridho berteriak.
"bang, kamu tidak apa-apa?"
ucap hawa mendekati langit, permainan pun terhenti, ada yang melihat keadaan ridho dan juga melihat keadaan Langit.
"kamu tidak apa-apa Lang?"
ucap Ibra dan yang lainnya menghampiri.
langit terdiam menatap wajah hawa yang tampak khawatir dengan keadaan nya.
"sakit banget yang....!"
ucap langit pura pura kesakitan meraih tangan Hawa.
"ah dasar Lo....!"
ucap teman teman langit terkekeh geli melihat tingkah streker nya itu.
lain dengan ridho justru ia harus mendapatkan penanganan khusus karena tulang kaki nya yang terinjak tak sengaja namun membuat kaki nya cedera.
'apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai..'
team langit dengan lapang membiayayai pengobatan ridho sebagai bukti bahwa mereka bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
langit dan hawa duduk berdua di lapangan hijau, Langit membawa hawa untuk bersandar pada nya.
"aku kira Abang akan jadikan hawa taruhan?"
ucap hawa mendongak menatap wajah langit yang tampak lelah.
sebagian ada yang sudah pulang,dan sebagian lainnya masih berada di tempat itu, namun membiarkan langit berduaan dengan istri nya itu di lapangan.
"ya enggak mungkin lah, masa sih Abang jadikan kamu taruhan.
bukan karena takut kalah, tapi kamu terlalu berharga untuk Abang jadikan taruhan..!"
ucap langit hendak mencium bibir hawa, namun hawa Menahan nya.
"bang...ini tuh dimana?"
ucap hawa membuat langit terkekeh.
"kita pulang yuk, lebih asyik di rumah!"
ucap langit membuat wajah hawa memerah seketika.
bersambung.
terima kasih yang udah mampir...
Like and komentar nya.....
😍😍😍😍😍😍✌️
__ADS_1