
Hawa memperhatikan langit yang tengah bercermin dengan kemeja berwarna biru muda, dan jas berwarna Navy.
tampak gagah dan tampan sama seperti saat mereka bertemu di malam penghargaan para pengusaha.
"biasa aja kali lihatin nya...!"
ucap langit Tersenyum memangku wajah hawa, kemudian mengecup nya singkat.
"bang, kamu tuh!"
ucap hawa memberangus, waktu sudah hampir siang.beberapa kali Zaki menelpon nya namun langit malah betah memeluk istrinya itu.
"untunglah lagi PM, kalau tidak rasanya malas ke kantor!"
ucap langit terkekeh kembali memeluk istrinya itu.
"bang, ini udah siang!
pasti bang Zaki telpon lagi..!"
ucap hawa menoleh pada langit yang memeluk nya.
"wa...!"
"HM...."
"kamu bikin aku malas beranjak!"
ucap langit terkekeh kecil.
"CEO bucin....!"
ucap hawa terkekeh Menatap Langit yang sedikit terperangah.
"biarkan... bukan nya udah dari dulu!"
ucap Langit mencium telinga hawa.
"bang, kamu kapan berangkat nya sih?"
ucap hawa membuang nafas karena sejak tadi langit tak beranjak dari sisi nya.
"aku sekarang tahu kenapa Ibra minta nikah muda, ternyata pacaran setelah menikah itu lebih nikmat!"
ucap Langit tersenyum merapikan rambut Hawa yang sedikit berantakan karena ulah nya.
"ya ya lah bang, enggak takut dosa..!"
ucap hawa senyum.
tok tok...
"Den , maaf ada Zaki di bawah!"
ucap pembantu dibalik pintu memberi tahu kedatangan Zaki
"tuh kan, datang!"
ucap hawa terkekeh.
"ya, aku temui Zaki dulu!
kamu tetap disini!"
"kenapa ?"
ucap hawa ikut beranjak, ingin melihat ekspresi Zaki saat melihat langit berjalan menghampiri nya.
"hawa mau ikut ke depan..."
"ya udah, pakai kerudung nya!"
ucap langit kemudian menarik tangan Hawa untuk ikut turun kebawah.
"astaga... langit,gue enggak mimpi kan?"
ucap Zaki terperangah saat melihat langit berjalan beriringan bersama hawa menghampiri nya.
"Lo enggak mimpi?"
ucap langit merangkul bahu hawa, mencium pipi hawa gemas.
__ADS_1
Zaki menggeleng kan kepalanya melihat hal itu.
"dokter mana yang bisa bikin Lo sembuh?"
ucap zaki Duduk di hadapan keduanya.
"dokter Hawa...!"
ucap langit menoleh pada hawa yang membeku mendengar penuturan sang suami.
"hebat... gue suka!"
ucap Zaki terkekeh.
"cepat Lang,satu jam lagi kita meeting!"
ucap Zaki beranjak keluar lebih dulu.
"sayang, Abang berangkat ya!"
ucap langit sambil mencium kening hawa
"ya,bang...!
nanti sore kerumah ayah ya Bang!"
langit terdiam mendengar keinginan hawa untuk berkunjung ke rumah mertua nya, langit masih mengingat terakhir kali ia menginjak rumah itu.
"bang...!"
"HM..."
langit sedikit terkesiap mendengar panggilan dari Hawa.
"ya sayang, Abang usaha kan pulang Sore ya!
kamu baik-baik dirumah ya!"
ucap langit kemudian hawa mencium tangan suaminya itu.
"Abang akan merindukan mu!"
"hati hati bang!"
ucap hawa tersenyum.
setelah itu langit berlalu pergi bersama Zaki, meninggalkan hawa yang menatap punggung mobil yang keluar dari gerbang rumah besar itu.
hawa duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, rasanya lemas dan pusing.
Mungkin efek menstruasi yang membuat nya sedikit tidak fit.
hawa mencoba menghubungi dokter Syam untuk memberi tahu jika ia sudah bisa kembali bertugas di rumah sakit.
"dokter Syam, hawa sudah bisa kembali bertugas dirumah sakit!"
ucap hawa di telpon tanpa basa-basi.
"bagus kalau begitu Hawa, datang lah Senin depan aku akan mengatur jadwal tugas mu!"
ucap Syam yang terdengar antusias.
"ya, Terima kasih dokter Syam..!"
"ya dokter hawa, kami tanpa mu bukan team yang hebat!"
ucap Syam tersenyum di balik ponselnya.
hawa merupakan dokter yang cukup handal dan bisa di andalkan jika melakukan operasi.
syam merupakan ayah dari dokter Sanusi, beliau sendiri tidak menyangka saat hawa memberi tahu tentang pernikahan nya yang begitu mendadak dan mengundang banyak pertanyaan dari beberapa orang yang bekerja di rumah sakit itu, apalagi hawa menikah dengan pasien kecelakaan yang terlibat dalam video syur tersebut.
namun hal itu tak membuat Sanusi hilang simpati, karena Sanusi tahu jika semua itu hanya sekedar masa lalu yang membelit hidup nya.
"hawa... kenapa pernikahan mu terkesan mendadak?
apa tidak ada undangan untuk kami?"
ucap Syam tersenyum saat hawa memberi tahu tentang rencana pernikahan nya bersama langit.
"ya, mungkin nanti, setelah langit sembuh kami akan menggelar resepsi..!"
__ADS_1
ucap hawa sedikit ragu dengan ucapan nya, karena ia memang belum membicarakan tentang itu dengan Langit.
selain hal itu tak ada yang hawa jelas kan, karena hal itu menyangkut hati.
"oh begitu, ya kami doakan suami mu cepat sembuh!"
ucap dokter Syam yang menyayangkan hal itu karena mengetahui jika Sanusi menyukai Hawa.
"Hawa...Mm..maaf aku kira kamu akan menikah dengan pria yang sering menjemput mu?"
ucap Sanusi yang sering melihat hawa bersama Esa.
"oh, bukan..kami hanya berteman!"
ucap hawa yang menutup rapat masalah pribadi nya, karena mungkin orang pasti beranggapan jika Hawa tega meninggalkan pria yang sudah menunggu nya selama beberapa tahun ini, demi seseorang yang berada di masa lalu nya, namun apa mau dikata karena cinta yang memilih.
Hawa terperanjat Saat Langit melakukan panggilan video..
"sayang... kamu sedang apa?"
ucap langit Tersenyum di layar.
"mau tidur Bang, masih ngantuk!"
ucap hawa tersenyum, seperti itu lah jika tidak ada kegiatan.
langit melarang nya untuk melakukan pekerjaan rumah, semua pembantu yang mengerjakan.
"untuk apa aku bayar mereka mahal, kalau istri ku ini harus turun tangan..!"
ucap Langit kala itu melarang hawa untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
"ya udah,kamu istirahat ya!
Abang mau meeting dulu!"
ucap langit dan di angguki oleh Hawa.
semua pekerja kantor terperangah saat melihat langit memasuki gedung perusahaan milik nya, semua tak menyangka jika langit sembuh secepat itu.
mereka semua menghampiri langit dan memberikan selamat, mengucap syukur atas kesembuhan CEO muda mereka, Kini langit yang memegang kendali atas perusahaan itu.
***
seorang gadis tengah terdiam mengingat kejadian kemarin di bandara, mimpi nya seakan pupus Saat melihat pria yang selama ini ia sebut dalam doa telah bersama seorang wanita, mungkin saja istri nya.
mereka tampak mesra
"bang, semoga kita bisa bertemu lagi ya"
ucap Aqila kala mereka berada di Asia Afrika Lembang.
"berdoa aja Lo sendiri"
ucap langit membuat Aqila tersenyum sendiri.
bisa di bilang ia jatuh cinta pada pandangan pertama, bagaimana tidak.
langit tampan dan mempesona, namun tak menyangka saat bertemu justru langit tengah merangkul bahu perempuan.
"Aqila..."
ucap Ilham sang Abi membuyarkan lamunannya.
"ya Abi...!"
ucap Aqila menoleh.
"bagaimana jika kamu menikah dengan anak teman ayah, beliau seorang pengusaha muda yang sukses, sedikit banyak paham Agama.
umi mu begitu menginginkan hal itu,kamu tahu kan bagaimana keadaan umi!?" ucap Ilham, sang istri tengah menderita sakit kanker dan menginginkan Aqila menikah saat ia masih bisa menghirup nafas, Sarah sendiri tak mengetahui hal itu.
karena rencana perjodohan itu memang telah lama di bicarakan.
"ya, Abi... Aqila ikut saja perkataan Abi!"
ucap Aqila membuat Ilham tersenyum, anak gadis nya yang dulu bandel dan sering berbuat ulah sekarang sudah banyak berubah, Aqila menjadi penurut dan tidak banyak berbuat ulah seperti dulu.
bersambung.
🤭😍😍😍😍😍😍
__ADS_1