
"Hawa Apa Yang terjadi? kamu mau kemana? malam malam begini?"
tanya Sarah membuat hawa tertegun sejenak melihat pria yang berada di samping sarah.
Esa menilik gadis yang bernama hawa itu, entah kebetulan atau apa hal itu membuat Esa tersenyum dalam hati, Esa merupakan putra pertama Sarah.. kakak dari putra nya telah hilang tujuh belas tahun yang lalu.
"Hawa mau cari kosan Bu!"
Sarah Menilik Hawa yang seperti menyimpan sesuatu, namun ia juga tak ingin bertanya masalah pribadi gadis itu.
"Hawa, ikut saja dengan saya!
kita ke ruko, disana ada Mimin,kita sudah membicarakan soal ini waktu pertama kamu saya terima kamu kerja...!"
hawa tersenyum kemudian mengangguk.
Esa memperhatikan hawa yang menunduk, pria itu kini sedang menempuh kuliah S dua nya di London,Esa pulang karena memang sedang liburan musim panas.
saat ini Hawa tengah meringkuk di bawah ranjang satu kamar dengan Mimin, ingin menangis tapi ia tahan meski menyesakan dada nya.keadaan yang cepat berubah membuat langit dan hawa merasa tersiksa.
langit memohon pada Dena untuk pergi mencari hawa, namun bukan Dena nama nya jika ia mengizinkan pria yang sudah ia asuh tujuh belas tahun ini, Dena menyayangi langit seperti ia menyayangi darah daging nya sendiri.
tak ada yang tahu kisah malam itu,ia simpan rapat-rapat.
"mi, kenapa Setega itu sama Hawa?"
ucap langit saat Dena masuk ke dalam kamar nya, bahkan Dena tak segan merampas handphone milik nya.
"itu balasan karena Surya sudah menghancurkan hati mami..."
"tapi hawa gak tahu apa apa!"
"gak peduli,mami sakit langit.."
langit terdiam melihat perempuan yang tak pernah menangis di hadapan nya,kini menitikkan air mata.
mengapa disaat aku ingin berlabuh, justru dermaga itu hanya bayangan semu.
dimana saat aku menggapai nya itu hanya sebuah ilusi...
"mami gak akan pernah setuju dengan keinginan kamu, banyak perempuan disana yang lebih cantik!
kenapa kamu memilih anak seperti itu?
polos tapi itu hanya topeng!"
"hawa gak seperti itu mi, langit cinta sama Hawa!"
Dena terkekeh geli mendengar ucapan langit.
"cinta monyet.........
dengar mami langit, kalau kamu melawan Mami..
mami akan sebarkan video kalian berdua, hebat kalian di usia ini kalian sudah pintar bercumbu!"
"langit udah Gede mi....!"
"oh gitu....mau melawan Mami?"
langit terdiam melihat tatapan tajam dari Dena.
"kamu gak berpikir bagaimana jika teman teman sekolah kamu lihat video ini, bukan hanya di buli tapi mami yakin hawa akan di keluarkan oleh pihak sekolah!"
langit tersengal menahan emosi nya, ia benar benar tak bisa berkutik.
Langit tak bisa tidur, ia benar benar cemas dengan gadis itu, khawatir dengan keadaan nya, hujan turun mengguyur kota tersebut.
semakin membuat langit gelisah, ingin sekali rasanya ia pergi dari rumah mencari keberadaan perempuan itu.
**
__ADS_1
Hawa terbangun dan menatap cincin yang melingkar di jari manis nya, tanda cinta dari pria itu.kenapa rasanya pilu.
"aku mau nikah sama kamu hawa...!"
ucapan langit sukses membuat hawa menangis.
"hawa, kamu Kenapa?"
ucap Mimin melihat hawa menangis menelungkup kan wajah di lutut.
"hawa, kamu bisa cerita sama aku, kalau ada masalah!"
hawa mendongak menatap wajah Mimin.
"semua terlalu rumit, hawa gak tahu harus mulai dari mana?
saat ini yang hawa rasakan adalah sakit karena hawa jauh dari orang yang hawa sayang!"
"kamu sabar ya hawa...!"
ucap Mimin merangkul bahu hawa.
hawa bersiap siap untuk pergi ke sekolah, mungkin ia bisa bertemu dengan langit nanti disekolah.
"Dena.......!"
ucap Surya masuk ke dalam rumah tersebut, terlihat Dena sedang sarapan seorang diri.
"apa?mau apa kamu?"
"maksud kamu apa sih?"
"aku benci penghianat.....aku mau cerai sama kamu!"
Surya mendengus mendengar penuturan Dena yang baginya sebuah kesalahpahaman.
"Kamu yakin mau pisah sama aku?"
"aku benci sama kamu surya....!"
"kamu gak mau dengar penjelasan aku!"
"gak....aku gak butuh penjelasan apapun,apa yang aku lihat sudah cukup membuktikan siapa kamu yang sebenarnya!"
"oh gitu baiklah!
jangan menyesal jika kamu tahu kebenaran nya!"
"aku tak pernah mengenal kata menyesal!"
"Mana hawa....?"
tanya Surya, rumah tampak sepi hanya ada Dena saja.
"dia sudah pergi dari rumah ini tadi malam!"
"kamu usir hawa?"
"ya....... kenapa?"
"Gila kamu!"
"kamu yang sudah membuat aku gila!"
ucap Dena berteriak Hingga terdengar oleh langit yang berada di dalam kamar.
"makanya kamu dengar penjelasan aku?"
"aku gak mau, kamu udah bikin aku sakit hati!
sekarang kamu pergi dari rumah ku!"
__ADS_1
ucap Dena menunjuk pintu.
"baik...aku akan membuat mu menyesal!"
ucap Surya kemudian pergi, ia harus segera mencari putri nya itu.
langit menggedor pintu kamar nya, kesal dengan sikap Dena yang terus mengurung nya di dalam.
"apa sih kamu langit!?"
ucap Dena masuk ke dalam kamar.
"langit mau sekolah mi?"
"oh...... kamu mau sekolah, atau ketemu perempuan murahan itu!"
nafas langit tersengal mendengar penuturan Dena.
"hawa bukan perempuan murahan, yang murahan itu perempuan yang tak bosan berganti pasangan tanpa lelah seperti Mami!"
plak.
satu tamparan mendarat di pipi langit.
"berani kamu bicara seperti itu, mami merawat dan membesarkan kamu bukan untuk melawan dan menghina mami nya sendiri!"
ucap Dena dengan gemeretak gigi nya.
"mami akan izin kan kamu keluar setelah mami dapatkan body guard untuk menjaga kamu, mami gak akan memberikan sedikit pun kesempatan untuk kalian bisa berbicara...kamu cam kan ucapan mami, mami gak segan segan mencelakakan hawa kalau kamu gak menuruti perintah Mami!"
ucap Dena kemudian mengunci kembali pintu kamar nya.
"mi... kenapa langit dan hawa harus menanggung beban masalah kalian!
jangan seperti ini sama langit mi..."
ucap langit berteriak namun tak di hiraukan oleh Dena.
Hawa masuk ke dalam gerbang sekolah, rasanya aneh melihat tatapan mata orang orang terhadap nya, semua menatap nya tak suka.
"astaga...!"
ucap hawa saat tiba tiba seseorang menarik tas nya dari belakang.
"berani banget sih Lo, deketin langit?!
pakai pelet apa Lo? sampai langit mau sama cewek jelek seperti Lo!"
ucap Violla, ia benar benar geram saat melihat Poto Poto kemesraan langit dan hawa di tenda makan itu.
byyur..
Hawa terkesiap saat satu ember air dingin mengguyur nya..
"astagfirullah.... kenapa kalian sejahat ini!?"
ucap hawa menangis.
"ini belum seberapa, gue gak akan berhenti melakukan hal ini, sampai Lo keluar dari sekolah ini!
ini pelajaran buat Lo karena berani bersaing dengan Violla, pemilik sekolah ini!"
ucap Violla kemudian mendorong tubuh hawa hingga terhempas.
"ya Tuhan, tolong aku langit!"
ucap hawa sambil terisak.
semua guru di sekolah tak mau berurusan dengan Violla yang memang Sombong dan susah di atur.
beberapa siswa yang memang memiliki masalah dengan Violla memilih untuk keluar dari sekolah itu.
__ADS_1
bersambung..