Langit Hawa

Langit Hawa
jodoh


__ADS_3

keduanya sama sama bersandar pada kursi pesawat, dengan tujuan dan pesawat yang berbeda.


langit atau pun hawa sama sama termenung mengingat percakapan singkat keduanya.


"aku tidak mau bang....!"


tutur hawa sembari melepaskan genggaman tangan langit.


"kenapa? kamu gak mau hidup sama aku?mana ucapan kamu yang bilang kalau kamu sayang sama aku hawa, secepat itu kamu berubah?"


ucap langit dengan nafas tersengal mendengar penolakan hawa untuk kesekian kalinya.


"kamu kok bisa berpikir seperti itu? gimana sih jalan pikiran kamu bang?kamu pikir hidup hanya mengandalkan perasaan.... aku masih mau sekolah, aku gak mau terbebani dengan hal yang membuat ku harus melupakan cita-cita ku..." ucap hawa bersingut.


bukan karena tak cinta,tapi apa yang saat ini hawa ingin adalah menggapai cita cita dan meraih mimpi sang ayah untuk menjadi sarjana.


meski ia belum memikirkan jurusan apa yang akan ia ambil nanti.


"kamu masih bisa sekolah meski kita sudah menikah hawa....!"


ucap langit lirih terkesan kecewa dengan penuturan hawa, namun ia tetap berharap Hawa mau pergi dengan nya.


"tapi tidak semudah itu bang,aku mau kita memikirkan masa depan kita dulu...kamu percaya jodoh!"


ucap hawa meraih tangan langit untuk ia genggam, hawa tahu langit nya tengah mendung.


"jodoh itu tergantung bagaimana kita, Jika kita menggenggam nya erat maka dia akan menjadi jodoh kita...tapi jika kita melepaskan nya maka ia tidak akan menjadi jodoh kita..!"


ucap Langit menatap netra Indah milik kekasih nya itu.


"jangan berpikir seperti itu, segala sesuatu nya sudah tertakar dan tidak akan pernah tertukar....aku percaya dengan ketentuan Tuhan, apa yang akan menjadi milik Ku tak akan pernah melewatkan Ku... aku percaya itu bang....!"


ucap hawa kemudian menghapus air mata yang menetes membasahi pipi langit.


hawa tahu langit sedih,tapi saat ini tidak ada jalan lain selain berpisah untuk sementara waktu.


"hawa.... tapi aku takut, Jika nanti kamu melupakan aku....dan mencari pria lain!"


hawa membuang nafas mendengar penuturan langit yang terkesan tidak percaya dengan dirinya.


"bang......aku sayang sama kamu!


lihat cincin ini masih melekat di jari manis ku, Jangan Risaukan apapun!


melangkah lah dengan tenang mengejar mimpi mu, aku akan menunggu!


semoga kelak keadaan sudah berubah dan kita bisa bersama.....!"


ucap hawa menghapus air matanya.


"kamu janji tidak akan berpaling dari aku?"


ucap langit menyentuh pipi hawa.


"aku tidak bisa janji bang ...tapi berdoa saja semoga kita berjodoh kelak...!"


ucap Hawa memegang tangan langit yang memegang pipinya.


"jangan seperti itu hawa, berikan aku kepastian... karena aku janji akan pulang dan mencari mu nanti, kemana pun kamu pergi, ke ujung dunia pun aku akan mencari mu...."


"jangan seperti itu bang, jangan membuat ku takut .....!"

__ADS_1


ucap Hawa menunduk tak mampu menatap wajah langit yang merah.


"takut kenapa?"


"cintailah aku sewajarnya, jangan sampai membuat mu tersiksa....!"


ucap hawa melepaskan tangan langit.


karena beberapa kali handphone nya berdering, seperti nya dena atau pun Surya mencari mereka berdua.


"pergilah bang .......!


hawa juga mau ke Kalimantan.... meski arah kita berbeda, semoga tuhan mempertemukan kita kelak ....!"


ucap hawa dan disambut pelukan erat oleh langit.


"I love you so much hawa......!"


ucap langit di telinga perempuan itu.


"love you to......!"


hawa menutup bibirnya saat langit hendak mencium nya.


"kenapa......?"


"jangan bang .... meski tempat ini sepi,tapi apa yang sudah terjadi harus kita jadikan pelajaran.."


ucap hawa senyum...


"ya kamu benar hawa ....!"


ucap langit mencium kening hawa sekilas.


"hawa juga bang....!"


ucap hawa Kemudian Meraih tangan langit dan memberikan nomor ponselnya yang baru.


"itu nomor hawa ....!


hawa pergi ya bang......!"


ucap hawa kemudian berlari kecil karena ponsel nya tak henti berdering...


langit menatap punggung gadis itu semakin menjauh dari netranya.


benar kan ia harus percaya perihal jodoh, ada rasa takut yang menyelubung jiwa, namun langit berusaha untuk percaya pada gadis itu, yang berbalik badan Sambil tersenyum di kejauhan.


tanpa mereka sadari seseorang menyaksikan semua itu, Esa tertegun melihat kedua anak muda yang hendak berpisah saat dimana kedua hati mereka terpaut, Esa tersenyum melihat hawa yang memakai gamis pemberian nya.hawa terlihat semakin cantik dengan kerudung segitiga nya, tak nampak rambutnya yang indah keriting itu.


"aku tidak ingin berharap selain kepada Allah yang menentukan semuanya, aku hanya ingin menyebut nama mu di setiap doaku... siapa yang tahu tentang masa depan yang sudah Allah rancang namun tak bisa kita tebak..."


ucap Esa sambil menarik koper nya.


weekend ini ia memutuskan untuk kembali ke luar negeri melanjutkan kuliah nya yang tinggal dua tahun lagi.


"langit kamu dari mana sih?"


ucap Dena kesal karena sejak tadi menghubungi langit namun langit tak menghiraukan nya.


"mengejar cinta.....!"ucap langit kemudian berjalan melewati Dena begitu saja.

__ADS_1


"benar kah aku harus mencintai mu sewajarnya........ tapi aku sendiri tidak bisa mengendalikan perasaan ku, aku Akan belajar dengan rajin agar aku bisa cepat pulang dan mencari mu hawa.."


ucap langit sendiri tak menghiraukan Dena yang sejak tadi mengoceh...


*


Surya membuang nafas ketika melihat hawa berlari kecil menghampiri nya, sebentar lagi pesawat tujuan Kalimantan akan segera berangkat.


"ya ampun nak, kamu dari mana sih?"


ucap Surya dengan kesal sama hal yang dirasakan oleh Dena.


"dari toilet yah maaf tadi hawa silent ponsel nya...!"


'maafkan hawa ayah.....'


ucap hawa berbohong, tak mungkin ia Jujur tentang pertemuan nya dengan langit,hal itu pasti membuat Surya marah, karena sejak kemarin Surya terus mewanti-wanti hawa agar tidak menghubungi langit.


Surya pun sedang berpikir bagaimana cara nya agar Dena menghapus video itu, Surya khawatir hal itu menjadi bumerang suatu saat di kehidupan putri nya.


ketiga nya kini berada di dalam pesawat.


"bang mau kemana?"


tanya Hawa terngiang di telinga nya.


"Abang mau ke Amrik, tadi nya Abang mau kuliah di London tapi batal karena mami mau Abang balik ketempat dimana Abang di besar kan.....!"


"ya udah Bang, hawa juga mau ke Kalimantan...baik baik ya bang disana..!"


"kamu juga baik baik ya de!


jaga hati kamu cuma untuk Abang ya...!"


keduanya sama sama Tersenyum mengingat percakapan itu, singkat namun terkesan Indah.


tak menyadari jika langit dan Esa berada dalam Satu pesawat,apa yang dirasakan keduanya hampir sama.tak bisa berhenti memikirkan gadis itu.


tujuan negara keduanya sama yaitu Amrik.


"kenapa takut dengan kesendirian.. Allah yang maha perkasa untuk mengatur segalanya, akan mempertemukan mu dengan jodoh mu Lewat skenario NYa yang begitu istimewa..


di waktu terbaik bukan menurut mu tapi menurut Nya.....!"


(Arif Rahman Lubis)


bersambung...


terima kasih yang sudah like and berkomentar.


pernah punya seseorang yang cinta nya menggebu seperti langit....?


hehehe....😍


ada ya pasti......


coba author mau nanya sama para reader,sejak kapan suka baca, atau hobi membaca?


kalau author sih dari jaman SD sampai sekarang suka sama yang namanya membaca dan menulis..


menulis apa saja.. nulis surat untuk pacar mungkin 🤭🤭🤭🤣😍🙏

__ADS_1


jangan lupa berkomentar...


__ADS_2