
malam itu mereka Sampai dirumah, hawa bungkam sambil memikirkan hubungan mereka kedepannya akan seperti apa.
"wa kamu marah?"
ucap langit yang melihat hawa Terus terdiam.
"bang, kita itu banyak perbedaan, dari hobi aja kita udah beda. aku gak mau terjerat pada sesuatu yang nantinya akan membuat aku sakit Sendiri...!"
"kenapa kamu bicara seperti itu wa... perbedaan gak mesti jadi kendala untuk hubungan kita!"
"ya tapi lihat Sikap kamu itu, mana bisa aku melakukan sesuatu hal yang tidak aku sukai!
contoh nya jadi supporter bola! belum lagi soal kita di sekolah, aku pasti Kena masalah kalau mereka tahu soal kita"
"ya aku minta maaf, aku janji gak akan pernah maksa kamu lagi!
kita tetap dengan hobi masing masing..! dan soal disekolah, kita rahasiakan saja hanya Ibra yang tahu"
ucap langit mendekati perempuan yang sedang memberangut itu.
**
"aku gak mau jadi suporter bola..aku gak suka"
langit tercengang mendengar penuturan Hawa yang menolak nya untuk melakukan hal yang membuat nya semangat bermain bola.
"emang hobi kamu apa sih?"
"aku ....aku suka baca sama nulis, jadi jangan suruh aku melakukan sesuatu yang aku gak ngerti!"
"udah lang....Lo harus ngerti hawa dong!
mungkin kalian punya hobi yang berbeda...!"
ucap Ibra menengahi.
"ya udah!"
ucap langit melengos.
"handphone ku bang!"
ucap hawa menarik tangan langit.
Langit langsung memberikan ponsel Hawa Tanpa mengatakan apapun, kembali masuk ke lapangan.
hawa terdiam memperhatikan langit kembali bermain, jenuh namun lili justru menikmati nya.
sepulang dari tempat putsal, langit membelokkan motor ke rumah Makan yang menjual ayam kremes.
"kita makan dulu ya...! aku laper!"
"kenapa gak makan dirumah aja sih bang, kerjaan aku tuh dirumah banyak!
kalau dirumah aku bisa masak sambil ngerjain tugas yang lainnya..!"
"ini tuh malam Minggu Hawa, kamu gak ngerti atau gimana sih?
aku tuh lagi ngajak kamu ng-date!
kenapa sih mikirin kerjaan terus!"
"terus kalo bukan aku yang mikirin siapa lagi? kalau dirumah ada pembantu aku gak masalah!"
hening...
tak ada yang bicara,
kenapa sih kamu seenaknya bang?
hawa terkesiap saat melihat Rido dan Violla tak jauh dari mereka..
bergegas hawa memakai masker dan menutup kepala nya dengan penutup jaket nya.
"aku mau pulang bang!"
"kenapa sih?"
"bang jangan bikin masalah ya!
aku gak mau mereka tahu soal kita!"
"kenapa?"
"astaga bang kamu!
aku pulang duluan....!"
langkah hawa terhenti saat langit menahan langkah nya.
"ya udah kita pulang!"
ucap langit menarik tangan hawa.
***
__ADS_1
Hawa berjalan menuju dapur untuk membuat makanan untuk mereka.
"bikin spaghetti aja wa..." ucap langit mengikuti langkah gadis itu dari belakang.
"ya udah....."ucap hawa singkat, ia merasa tubuhnya lemas dan lelah.
Langit berdiri di samping Hawa sambil memainkan rambut hawa yang keriting.
"apa sih bang?" ucap hawa menoleh.
"sini ambil piring nya, kita makan!"
ucap hawa meminta piring yang berada di samping langit.
langit mengambil piring itu kemudian memberikan nya pada hawa.
"kok satu?"
"satu berdua saja!"
ucap langit membalikkan tubuh Hawa Hingga kini mereka berhadapan.
"mungkin akan terlihat semakin cantik jika wajah hawa memakai make up seperti Violla atau lili... tapi aku justru suka kamu yang polos!"
gumam langit dalam hati nya sambil mengamati wajah gadis itu.
matanya yang bulat, alisnya yang hitam dan tebal, hidung nya yang kecil... membuat langit terkekeh.
"apa sih kamu bang?"
ucap hawa dengan wajah memerah.
langit mencondongkan tubuhnya dan kemudian mencium bibir gadis itu, salah satu yang membuat langit candu dan ingin terus melahap nya.
merinding merasakan perlakuan langit yang begitu intens mencumbu bibir nya.
entah kenapa hawa pun menikmati nya, mengalungkan tangannya hingga membuat langit semakin bersemangat.
*
"kenapa sih?"
ucap langit mencubit pipi hawa.
kini kedua nya tengah berada di ruang makan.
spaghetti dingin sudah tersaji di meja.
"makan yang!"
gara gara Abang!"
"masa sih? bukan nya kamu juga menikmati...!"
ucap langit terkekeh saat hawa menepuk tangan nya.
"gak apa-apa... dari pada mubajir!"
ucap langit menyendok Spaghetti itu ke dalam mulutnya.
"enak.....!"
ucap langit kemudian menyuapi hawa.
"enak banget sama persis bibir kamu!"
ucap langit terkekeh melihat hawa tercengang.
"aku serius.....!"
ucap langit kemudian mengambil sesuatu dari kantong celananya.
"ini buat kamu!"
ucap langit menyodorkan kotak kecil berbentuk persegi.
"apa ini bang?"
"buka aja....!"
hawa mengambil kotak tersebut kemudian membuka nya.
hawa terperangah saat melihat isi kotak tersebut, sebuah cincin putih polos berhias satu mutiara di dalam nya.
"pakai ya....!"
ucap langit memakai kan cincin tersebut.
"aku gak tahu Kenapa aku bisa seperti ini sama kamu? padahal Kita baru aja kenal.
tapi secepat itu aku jatuh cinta sama kamu"
Langit yang dulu menyangkal tak akan pernah menyukai perempuan seperti hawa, yang jauh dari kriteria perempuan yang ia sukai, namun kenyataannya justru begitu mudahnya hawa membuat langit nyaman dan mengisi kekosongan hati nya..
rasa yang terdalam yang pernah langit rasakan pada seseorang perempuan, yang tak pernah ia rasakan bersama yang lain nya..
__ADS_1
"kamu mau kan mempertahankan hubungan kita, apapun nanti rintangan yang harus kita hadapi!"
ucap langit memakai kan cincin tersebut, mencium bibir gadis itu kembali.
hawa terdiam menatap cincin yang melingkar di jari nya, melihat langit yang tertidur pulas dibawah ranjang nya.
semalam setelah makan, mereka membereskan rumah.
Hawa menyetrika pakaian mereka hingga selesai, tubuh nya terasa Lelah.
"wa punya aku gak usah di setrika, nanti bawa ke laundry aja!"
ucap langit mengamati wajah hawa yang terlihat pucat.
"gak apa-apa.. sedikit ko bang!"
hawa menyelesaikan pekerjaan nya di temani langit yang berada di samping nya sambil bermain game di ponselnya.
"besok main yu yang,kita ke puncak Bogor!"
"aku kerja bang!"
"libur aja dulu!"
ucap langit sambil fokus pada ponselnya,
begitulah langit jika sudah masuk dalam permintaan bola, tak akan menoleh sedikit pun.
"bang....."
ucap hawa menarik tangan langit untuk menoleh ke arah nya.
"apa? sebentar!"
ucap langit menoleh sekilas,
"tuh kan kalah...ah!"
ucap langit mendengus.
"nyalahin aku?"
"gak, bukan gitu....!"
"ya udah sana main game sampai puas?!"
ucap hawa beranjak dari duduknya kemudian masuk ke dalam.
"wa.... tunggu!"
ucap langit menahan langkah gadis itu.
langit menilik wajah hawa yang terlihat pucat.
"kamu sakit?"
ucap langit menyentuh kening hawa yang terasa hangat.
"gak....!"
ucap Hawa padahal ia merasa sedikit pusing.
hawa melangkah kan kaki nya, namun ia merasa hilang keseimbangan, padangan nya pun buram.. hingga ia tak sadarkan diri.
"Hawa....!"
ucap langit terperangah melihat hawa tak sadarkan diri.
bergegas langit membawa hawa ke kamar nya.
perlahan hawa membuka matanya saat mencium wangi minyak angin.
"hawa kamu gak apa-apa?"
"kepala aku pusing....!"
"sebentar aku ambil kan obat!"
langit kembali dengan segelas air putih dan obat penurun panas.
"Kamu sakit kok maksa kerjain semua sih?!:
terlihat waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
"ya udah kamu tidur, biar aku tidur di bawah!
jagain kamu khawatir kamu demam tinggi!"
ucap langit Tersenyum kemudian pergi mengambil badkaper di kamar nya.
sebelum nya jika hawa Sakit,ia selalu sendiri.
namun sekarang ada langit yang menemani nya, merasa haru karena kini ada seseorang yang mengkhawatirkan nya.
"terima kasih langit!"
__ADS_1
bersambung....