
langit Terisak saat sadar ia sudah bisa berjalan, bahkan ia berlari meraih tubuh istrinya itu.
"Alhamdulillah..bang!
kamu bisa jalan....!"
ucap hawa memangku wajah langit yang basah, kemudian mengecup bibir nya singkat.
"berani ya sekarang?"
ucap langit terkekeh kecil sambil terisak, kembali memeluk tubuh istrinya erat.
bahagia tak menyangka jika ia bisa berlari dengan mudah nya saat otak nya berusaha keras untuk menyelamatkan istri nya itu.
"Alhamdulillah...ya Allah!"
ucap langit sujud syukur atas limpahan kasih sayang dari Tuhan yang tak ada batas.
langit kembali memeluk tubuh hawa, mendekap nya erat.
meraih pinggang gadis itu dan membawanya berputar.
"bang....... astaga"
ucap hawa menganga memeluk leher Langit.
"kita tidak perlu pergi terapi...!"
ucap Langit memangku wajah istrinya.
Sarah terisak memeluk Rizal melihat langit yang kini bisa berjalan, sungguh sebuah mukjizat untuk langit yang tiba-tiba bisa berlari mengejar hawa.
"Alhamdulillah ya Allah...!"
ucap Sarah menghampiri kedua nya.
"kalian harus tetap pergi....!"
ucap Rizal merentangkan kedua tangannya untuk memeluk putra bungsu nya itu.
langit Tersenyum Kemudian memeluk Rizal.
"pergilah berbulan madu....!"
ucap Rizal memangku wajah langit yang sembab, namun Rizal tahu tangis itu adalah tangis kebahagiaan.
"papih benar ... pergilah berbulan madu!"
ucap Sarah mengelus kepala langit.
"ya mi, pih....!"
ucap langit menoleh pada istri nya yang tengah tersenyum.
Hawa menatap tangan yang kini menuntun nya menuju pesawat, Rizal dan Sarah membiarkan mereka pergi berdua.
"pulanglah membawa kabar gembira untuk kami!"
ucap Rizal terkekeh menepuk pundak langit.
"doakan kami pih, Mi...!"
"itu pasti langit... Doa kami tidak akan pernah putus untuk kebahagiaan kalian berdua!"
"terima kasih Tuhan... sungguh engkau mengabulkan doa doa ku ..!"
ucap hawa bersandar pada tubuh Langit.
**
Menjelang subuh,hawa terbangun dan melihat Jam menunjukkan pukul tiga pagi.
Entah kenapa ia merasa hatinya tak tenang tak kala rencana keberangkatan nya ke London bersama langit dan kedua mertua nya.
hawa menoleh ke arah langit yang tertidur pulas di samping nya, mendekapnya erat menyalurkan kehangatan.
hawa melepaskan pelukan suami nya itu pelan pelan agar tak membangun kan langit,lalu beranjak dari ranjang menuju kamar mandi mengambil wudhu.
__ADS_1
hawa melaksanakan shalat tahajud dua rakaat dan witir tiga rakaat, aktivitas yang menjadi candu tak kala tuhan selalu mengabulkan doa doa nya.
hawa menangis Terisak mengingat penuturan sang ayah yang kecewa dengan keputusan sementara nya,
kemarin hawa kembali menemui Surya dan Arumi di kediaman nya seorang diri tanpa Langit,
"hawa mau memberi tahu soal keberangkatan Hawa dan langit ke London yah, Bun.."
"kapan? kalian mau bulan madu?"
tanya Arumi senyum, namun tidak dengan Surya yang bersikap dingin.
"tujuan kami untuk berobat langit,, bu sarah dan pak Rizal juga ikut?"
ucap hawa.
"untuk apa memberi tahu ayah?
kamu Risen dari rumah sakit saja tidak meminta persetujuan ayah dulu..!"
"yah....!"
ucap Arumi menyentuh tangan Surya, terlihat hawa membeku mendengar penuturan Surya.
"ayah kecewa, untuk apa kamu kuliah jauh jauh ke luar negeri Jika ujung ujungnya kamu hanya merawat suami kamu dirumah, setelah kamu meraih gelar dokter!"
hawa Terisak menutup mulutnya.
"itu yang Ayah khawatir kan, tak terbayang betapa repot nya kamu mengurus langit sendiri.. apa kamu tidak sadar sudah di butakan oleh cinta!"
"ayah cukup!"
ucap Arumi memeluk hawa yang Terisak.
"biarkan, biar ayah bicara sesuai kenyataan!
ayah awal nya simpati dengan kalian, tapi ayah tidak menyangka Kamu Risen demi merawat suami kamu...apa tidak bisa mempekerjakan seorang suster..!"
"maafkan hawa, Ayah...!
hawa akan kembali bertugas setelah langit sembuh?"
kamu sendiri tidak tahu kan?"
"hawa tidak bisa membiarkan langit sendiri, hawa tidak bisa mempekerjakan seorang suster karena hawa istri nya, jadi hawa lah yang berkewajiban mengurus langit.
maafkan hawa, ayah!"
ucap hawa namun tak di hiraukan oleh Surya yang pergi begitu saja.
hawa terisak di Pelukan Arumi
"kamu sabar ya hawa, doa' kan ayah mu, agar Allah melunakkan hati nya.. pergilah, bunda akan mendoakan kesembuhan langit.."
ucap Arumi dan di angguki oleh hawa.
Winda pun merasa iba dengan keadaan Hawa, ayah dan anak itu tengah di uji kesabaran nya oleh Allah.
"kamu sabar ya hawa...aku juga doakan kesembuhan untuk Langit... kamu harus semangat!"
ucap Winda mengelus punggung saudara tiri nya itu.
"terima kasih bun, Winda.
hawa begitu bersyukur memiliki kalian, hidup hawa tanpa arah jika tidak ada kalian..!"
ucap hawa memegang tangan kedua nya.
bukan hanya itu hawa juga mengingat penuturan orang orang yang menghina suami nya.
"ya Robb ku.. pemilik siang dan malam.
aku tanpa MU hanya butiran debu yang tak berarti.
Kau sandaran terhebat ku,
Aku memohon kepada Mu, ampunilah dosaku dan dosa suami ku, lunak kan hati ayah ku.
__ADS_1
aku memohon kepada Mu, kesembuhan untuk suami ku..
sesungguhnya Engkau lah pemilik obat terbaik..."
ucap hawa terisak, menangis.
"luaskan sabar ku, seluas langit Mu..."
langit tertegun menatap hawa yang Terisak memohon kesembuhan nya kepada Tuhan, Allah SWT sang pemilik kehidupan.
langit menitikkan air mata nya, ia sungguh beruntung memiliki istri setulus hawa.
"ibarat kata kamu seperti sebuah mutiara yang keberadaan nya di cari cari, bukan hanya mahal namun keindahan nya tak ternilai..."
ucap langit menatap Hawa yang masih terisak.
"sayang...."
ucap langit membuat hawa menoleh seketika.
"bang, kamu bangun...?"
ucap hawa beranjak menghampiri langit di ranjang.
"terima kasih...!"
ucap langit mencium seluruh wajah gadis itu.
"kamu anugerah terindah dari Tuhan yang tak ternilai oleh apapun.. aku merasa begitu beruntung memiliki kamu, istri Solehah ku!
perhiasan terindah di dunia...!"
ucap langit mendekap tubuh istrinya itu.
"terima kasih ya Allah, Engkau berikan seorang istri Solehah untuk Ku..!"
ucap langit mencium kening hawa.
**
beberapa waktu kemudian mereka sampai di London,dan langsung melakukan panggilan video Dengan Sarah.
"sudah sampai?"
ucap Sarah melambaikan tangannya.
"baru sampai di bandara mi, kita mau ke apartemen hawa saja.."
ucap hawa dengan yang langit yang merangkul bahu nya tersenyum melambaikan tangan pada sarah.
"ya sudah kalian hati hati ya....!"
ucap Sarah mematikan panggilan telepon nya.
udara begitu dingin, beberapa hari terakhir ini tengah turun salju.
"kebetulan sekali ya kita kesini pas musim dingin!"
ucap langit mengecup pipi
istri nya itu.
kebetulan memang apartemen hawa belum di jual, hawa berpikir ulang untuk menjual apartemen itu karena hawa merasa nyaman tinggal di apartemen itu, suatu saat ia berkunjung ke London dan bisa menempati apartemen itu.
keduanya masuk kedalam apartemen yang berukuran sedang itu, terdapat satu kamar, dapur dan ruang tengah.
cukup lah untuk mereka berdua tinggal selama di London.
hawa terperanjat saat langit memeluk nya dari belakang.
"kenapa?kok kaget begitu?"
ucap langit mencium pipi hawa yang memerah.
bersambung...
🙄✌️😍😘😘😘😘😘
__ADS_1
terima kasih yang udah like and Komentar 😘😍😍😍😍