
Hawa memperhatikan salju yang turun dari tadi pagi, terlihat langit tengah menelpon seseorang.
sudah dua Minggu ini mereka tinggal, terkadang pergi keluar berjalan jalan, namun kebanyakan mereka menghabiskan waktu di apartemen.
"sayang, kamu sedang apa?"
ucap langit memeluk istrinya dari belakang.
hawa ingin pergi keluar tapi cuaca hari ini begitu dingin.
"kamu telpon siapa bang...?"
ucap hawa menilik wajah suaminya itu.
"kok balik nanya sih....?"
ucap langit mendekap erat tubuh perempuan itu, menciumi pipinya berulang.
"Mau pergi keluar, tapi udara dingin banget!"
ucap hawa menoleh pada langit yang masih memeluk nya.
langit membawa gadis itu masuk dan terhempas di Ranjang bersama.
"bang....!"
ucap hawa merinding merespon sentuhan cinta dari langit.
"seperti nya kita harus pulang?"
"kenapa Bang?"
"ada sedikit masalah di kantor!
nanti sore kita jalan jalan ya ke sungai Thames..
setelah Urusan di kantor selesai kita pergi berlibur ke Lombok, kamu tahu?
mami punya investasi di salah satu risort di Lombok, kita berlibur sambil meninjau tempat itu!"
ucap langit yang kini mengungkung istri nya itu, menatap keindahan yang tuhan ciptakan.
"Bang......!"
ucap hawa mengigit bibir nya saat langit mencumbu leher jenjang nya.
membiarkan pria itu meninggal jejak sentuhan ya.
"kenapa pasrah seperti itu?
kenapa aku hanya main sendiri?"
ucap langit menatap wajah Hawa tanpa ekspresi.
"bang, Perut hawa keram?"
ucap hawa seketika membuat langit beranjak dari tubuh hawa dan berbaring di samping Hawa.
biasanya itu terjadi saat awal awal hendak mendapatkan tamu bulanan, sepertinya mereka tidak bisa pulang membawa kabar gembira.
"kamu sakit yang?"
"bang kalau hawa menstruasi bagaimana?"
"tidak apa-apa... mungkin Tuhan menunda nya agar kita bisa menikmati masa pacaran dulu!
jangan memikirkan hal yang memberatkan mu, hawa!"
ucap Langit membawa hawa ke dalam pelukan nya, kemudian keduanya tertidur pulas sambil mendekap.
***
rasa manis yang sebelumnya tak pernah terbayangkan, kini keduanya tengah menikmati rasa bahagia setelah apa yang di lalui sempat membuat keduanya hampir patah, namun karena teguh nya cinta membuat tangan kedua nya terus terpaut.
saat ini hawa tengah tertawa saat langit mengajak nya bermain bola di lapangan yang bersalju.
"Licin tahu bang!"
ucap hawa terkekeh kecil melihat langit yang Terus menggiring bola menuju gawang.
__ADS_1
"Abang suka yang licin.....!"
ucap langit terkekeh mengahampiri hawa yang juga terkekeh.
"apa sih bang, tidak jelas...!"
"apa perlu Abang jelas kan?"
ucap langit berbisik di telinga Hawa.
hawa malah terkekeh menanggapi nya.
"katanya mau ngalahin Abang?"
ucap langit memeluk hawa dari belakang.
"ya, tapi nanti di lapangan hijau ya!"
ucap Hawa menoleh pada langit yang menyembunyikan wajahnya di Curuk leher istri nya itu.
"terima kasih ya Tuhan atas kebahagiaan ini!"
ucap hawa yang mengelus rambut suami nya itu.
****
keduanya berencana akan pulang esok hari,
langit tak mempersoalkan saat hawa mengatakan jika perkiraan nya ternyata benar, ia harus menjalani masa menstruasi saat keduanya Berharap aktivitas mereka beberapa hari ini membuahkan hasil.
"sabar saja, tidak apa-apa kita masih bisa berusaha nanti... pulang nanti Abang juga akan minta mami membuat kan acara besar resepsi pernikahan kita"
ucap Langit membuat hawa tertegun.
"kenapa harus besar, kita buat acara sederhana saja Bang? jangan ria...!"
ucap hawa memangku wajah langit.
"aku ingin kamu juga merasakan seperti kebanyakan wanita yang menjadi ratu di acara pernikahan nya, Aku juga ingin mengundang semua orang yang mengenal kita, dirumah sakit juga di kantor Ku.
aku ingin mereka tahu jika pernikahan dadakan Kita bukan karena kamu hamil lebih dulu..."
"siapa yang berbicara seperti itu?"
ucap hawa menatap wajah Langit yang seperti tengah memutar memori ke belakang.
"beberapa suster yang berjaga di depan...!"
"oh.. biarkan saja, mereka tidak tahu apa apa.
pepatah mengatakan bahwa kita tidak perlu menjelaskan tentang dirimu pada siapa pun, karena yang menyukai mu tak butuh itu, dan
yang membenci mu tidak akan percaya itu..."
ucap hawa tersenyum memeluk suaminya.
langit tertegun mendengar penuturan hawa, tapi langit akan tetap membuat resepsi besar untuk pernikahan mereka, menjadikan hawa ratu dalam acara tersebut.
*
malam..
saat ini kedua nya tengah berjalan di halaman luas yang menghadap sungai Thames, dari sungai itu Kita bisa menikmati keindahan London Eye pada malam hari, hawa menolak saat langit mengajak nya naik benda yang hampir menyerupai biang Lala.
"dari London Eye Kita dapat melihat langsung keindahan kota London"
ucap langit menjelaskan tentang benda bundar itu.
"ya tapi hawa takut bang, hawa takut ketinggian.."
ucap hawa yang tetap menolak ajakan Suami nya itu.
"kenapa mesti takut!? bukan nya kamu juga berani menggapai aku, hawa...!"
ucap langit mengikis jarak di antara keduanya.
hawa terkekeh saat nafas langit menerpa wajah nya, keduanya sama sama kedinginan.
namun Langit atau pun hawa masih ingin menikmati malam terakhir mereka di tempat itu.
__ADS_1
"awalnya memang ragu dan takut untuk meraih kamu bang, tapi cinta kita yang menguatkan aku, tapi aku benar benar takut ketinggian...!"
ucap hawa tersenyum mendekap tubuh Langit.
"benar tidak mau mencoba?"
"tidak Bang, nanti Hawa bisa muntah...!"
ucap hawa melihat ketinggian London eye itu.
"ya sudah,kita pulang...!"
ucap langit menggenggam tangan Hawa untuk pulang.
di apartemen.
"dingin...!"
ucap Langit naik ke ranjang setelah melaksanakan shalat isya sendiri, karena hawa sedang libur.
"Udah Bang?"
ucap hawa menoleh ke arah belakang, terlihat wajah langit yang begitu dekat dengan nya.
"hawa, bagaimana jika aku berpura pura masih sakit?"
ucap Langit semakin mengeratkan pelukannya.
"kenapa seperti itu?"
"aku Hanya ingin tahu reaksi orang orang melihat ku pulang masih dalam keadaan memakai kursi roda..
nanti aku telpon mami dan papih untuk merahasiakan hal ini"
"tidak, Hawa tidak setuju... kalau seperti itu cara nya, hawa tak bisa kembali ke rumah sakit?!"
"bukan begitu sayang.....!"
"tidak, hawa tidak setuju, hawa tidak mau jika kamu dihina lagi Bang, hawa juga mau nunjukin ke ayah kalau kamu bisa sembuh!"
ucap hawa berbalik menghadap langit.
"aku... tidak mau kamu berbohong bang?"
ucap hawa lagi.
"untuk sementara waktu, sampai waktu dimana kita mengadakan resepsi...!
disana aku akan bangun, berharap saat resepsi kamu sudah hamil sayang!"
ucap langit membuat hawa termenung.
ia sendiri tidak kuat melihat sang ayah yang bersikap dingin.
"kamu boleh kembali ke rumah sakit, dengan catatan harus menjaga jarak dengan dokter Sanusi....!"
ucap langit beranjak mengungkung istri nya itu.
"bang aku lagi PM ya?"
ucap hawa menahan tubuh Langit.
"aku tahu, kenapa saat aku sembuh, justru aku enggan membiarkan kamu bertugas...!"
"bang, mulai kamu ya!
jangan berlebihan seperti itu, aku kerumah sakit mau membantu mereka yang sakit, bukan tebar pesona!"
"tapi banyak yang terpesona meski kamu tidak tebar pesona....!
dan lihat saja nanti kalau aku bertemu dengan Ridho,aku hajar dia karena sudah berani mengganggu kamu"
"astaga kamu bang....!"
ucap hawa menutup wajahnya sendiri, udah mulai kan protektif nya.
bersambung..
😍😍🥰🥰😘🤭
__ADS_1