Langit Hawa

Langit Hawa
Mundur.


__ADS_3

Hawa duduk menyandar pada kursi nya, kepalanya terasa pusing semalam ia tidur hanya sebentar, karena memikirkan Surya yang sampai saat ini masih marah padanya.


apa yang akan Surya lakukan jika mengetahui kalau langit adalah anak Sarah yang hilang duapuluh satu tahun yang lalu.


Entah harus sedih atau senang dengan kenyataan ini, yang pasti saat ini ia berada di tengah tengah kakak beradik.


entah harus bagaimana menghadapi Esa jika seperti ini keadaan nya, rasa bersalah mendera hati nya tak kala mengingat kebaikan Esa padanya, sedang yang terjadi justru membuat nya kecewa, tapi ia juga tidak bisa membohongi perasaannya sendiri bahwa sampai saat ini hatinya masih condong pada langit.


"mengapa keadaan nya serumit ini ya Allah?"


tutur hawa sendiri dalam hati nya.


"Dok... maaf, Sani mau tanya"


ucap Sani duduk di hadapan hawa.


"kenapa san...?"


"dok, cowok yang kecelakaan itu mantan pacar dokter?"


ucap sani yang ikut menyaksikan tayangan memalukan itu.


Sani ingat betul pria yang berada di dalam video itu adalah pria yang mengalami kecelakaan.


untunglah hanya pihak keluarga yang hadir di Acara tersebut, jika ia mengundang banyak teman. hal itu akan sangat memalukan, pertunangan nya batal karena dosa Masa lalunya.


tak terbayangkan bagaimana perasaan Esa saat melihat tayangan menyakitkan itu, tapi itu semua terjadi saat hawa belum mengenal sosok Esa.


dan yang membuat semua salah paham, adalah mereka yang melihat hawa berinteraksi dengan langit di hotel dan melihat hawa yang keluar dari apartemen Langit.


"ya san, langit itu anak dari wanita yang kemarin menolak Aku periksa...."


"sabar ya dok...Sani tahu apa yang dokter rasakan, ini bukan persoalan mudah...."


ucap Sani yang juga mengetahui pertunangan hawa dan Esa di tunda.


"ya kamu benar Sani, semua Terasa begitu memusingkan....!"


ucap hawa memijat keningnya yang berdenyut pusing.


saat ini keadaan Langit belum stabil, berbeda dengan Zaki yang tidak separah langit, bahkan Zaki sudah sadar kan diri.


"bang Zaki... sebenarnya apa yang terjadi?"


ucap hawa bertanya saat Zaki sudah sadar kan diri.


saat itu hawa bersama Sarah yang juga ingin tahu kejadian Awal mereka mengalami kecelakaan.


"kita mabuk, tapi masih dalam keadaan sadar.


begitu juga Langi, dia mabuk karena kamu hawa...!"


ucap Zaki membuat hawa membeku.


"langit berencana akan kembali ke Amrik, karena dia gak sanggup melihat kamu bersama pria lain.. langit seperti orang gila, hawa.."


ucap zaki menceritakan semuanya pada Hawa dan sarah yang langsung Terisak.


malam itu juga Zaki menceritakan tentang hawa yang memang bersama nya di apartemen langit.


Sarah terdiam memikirkan semua masalah yang datang tiba-tiba..


bagaimana dengan Esa yang menginginkan hawa,dan bagaimana dengan langit yang begitu mencintai hawa, bahkan Sarah melihat nama hawa terukir di tangan kanan langit.


Hawa menelpon Arumi, untuk menanyakannya keadaan surya..

__ADS_1


"Bun, apa ayah baik baik saja?"


ucap hawa di telpon.


"ayah mu sakit Hawa, apa kamu masih sibuk di rumah sakit ?"


tanya Arumi yang saat ini tengah berada di hadapan Surya yang terbaring di ranjang.


Surya benar benar kecewa dengan keadaan saat ini, semua yang datang di acara pertunangan hawa,pasti membicarakan tentang kelakuan putri nya itu.


Surya merasa gagal dalam mendidik anak nya itu, keluarga Esa pun tampak kecewa karena hal memalukan itu,tega nya Dena merusak semua itu.


hal itu membuat kesehatan Surya sedikit terganggu, meski berkali kali Arumi menasehati suami nya itu untuk sabar dan ikhlas menerima keadaan ini,, mungkin ini ujian untuk keluarga nya.


"ya Bun, Hawa akan pulang sekarang!"


ucap hawa mematikan ponselnya.


Sarah masih menunggu langit di depan ruang ICU. pikiran nya melayang mengingat ucapan Zaki yang mengatakan jika langit mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, apa selama ini Dena tidak pernah memberi tahu tentang ilmu agama pada langit hingga langit bisa menginjakkan kaki nya di tempat seperti itu.


"dokter Hawa, langit kondisi nya semakin menurun...!"


ucap dokter Sanusi yang berlari menuju ruangan dimana Langit tak sadarkan diri.


Sarah terkesiap saat beberapa dokter masuk ke dalam ruangan.


"apa yang terjadi....?"


"kondisi langit semakin menurun...!"


ucap suster masuk ke dalam ruangan di ikuti hawa yang berlari masuk ke dalam ruangan.


"astagfirullah...."


Rizal memeluk Sarah yang langsung menangis terisak.


karena mereka tidak mau pulang sebelum kondisi langit stabil.


"Coba bantu...!"


ucap dokter Sanusi yang mengarahkan beberapa alat.


"langit... kamu harus kuat, ini aku hawa..."


ucap hawa mencoba memberikan kekuatan untuk langit agar ia bertahan.


"langit, kamu harus kuat!"


ucap hawa tak sanggup menahan lajur air matanya.


"coba bisikan sesuatu....!"


ucap dokter Sanusi pada Hawa.


"langit...aku sayang sama kamu.. kamu harus berjuang untuk kita!"


ucap hawa di telinga langit dan terdengar oleh Esa yang berdiri di depan pintu itu.


ia baru saja datang dan Langsung mendekati pintu ruangan saat mendengar kondisi langit yang menurun.


sementara Sarah terus menangis karena takut tak sempat memberi tahu langit bahwa ia adalah mami kandung nya.


"Alhamdulillah dokter Hawa..." ucap dokter Sanusi yang melihat detak jantung langit kembali muncul beraturan.


hawa membuang nafas dan bersandar pada Dinding dengan nafas tersengal.

__ADS_1


"kalian hebat..!"


ucap dokter Sanusi menepuk pundak hawa.


"pih bagaimana kalau langit sampai..."


ucap Sarah terisak memeluk Rizal.


"mami jangan berpikir seperti itu,mami harus yakin kalau langit akan sembuh!"


ucap Rizal mencoba memberikan kekuatan, seperti hal nya Hawa yang memberikan kekuatan untuk langit.


"Hawa.....!"


ucap Sarah langsung beranjak saat hawa dan dokter lain nya keluar dari ruangan.


"bagaimana langit?"


"Alhamdulillah... keadaan nya sudah membaik, langit sudah melewati masa kritis nya.. sekarang keadaan nya sudah stabil, kemungkinan sore langit akan di pindahkan ke ruang rawat...kita tinggal menunggu langit sadar!"


"Alhamdulillah..."


ucap Sarah memeluk hawa.


hawa terpaku melihat mata Esa yang menatap nya penuh arti.


"terima kasih hawa..!"


"ya, itu sudah tugas hawa Mi..!"


ucap Sarah menoleh ke arah Esa sekilas.


"hawa mau pamit pulang, nanti hawa kembali..."


ucap hawa kemudian beranjak dan di ikuti oleh Esa di belakang.


"Hawa.. biar Abang antar kamu pulang!"


ucap Esa menghentikan langkahnya.


kini keduanya berada di kafe yang tak jauh dari rumah Sakit, keduanya sama sama terdiam menunggu salah satu bicara.


"bang ... maaf untuk semua kesalahan hawa yang membuat Abang kecewa..


Hawa tidak bermaksud mempermainkan perasaan Abang....!"


ucap hawa menunduk.


"tadi nya Abang berpikir untuk melupakan kejadian itu, karena hal itu terjadi sebelum kita bertemu.. Abang juga berusaha untuk percaya bahwa memang kamu pergi dengan langit karena dia sakit, meskipun hati Abang sakit..


tapi Abang ingin tetap melangkah, namun saat mengetahui siapa langit..Abang tak kuasa untuk melangkah... karena dengan kejadian ini Abang tahu langit begitu mencintai kamu lebih dari Abang......!


belum lagi kamu yang masih mencintai Langit..


Abang akan mundur!"


ucap Esa tanpa menatap Hawa.


hati nya memang kecewa,tapi bukan hal yang tepat jika ia terus memaksa untuk melangkah, apa lagi langit adalah adik nya sendiri.


Rizal sudah menyuruh orang untuk mencari kebenaran itu,, dari tes DNA dan foto foto langit yang masih bayi yang memang ia temukan di rumah Dena, semua masih Dena simpan rapi.


saat ini keadaan Dena semakin menurun, Sarah meminta dokter memberikan perawatan terbaik untuk wanita yang dua puluh satu tahun ini bersama anak nya, meski pun Dena salah Tapi Sarah sudah ikhlas karena semua terjadi memang atas rencana NYA.


yang terpenting saat ini, Dwi sudah berada di hadapan nya meski pun dalam keadaan tak sadarkan diri.

__ADS_1


bersambung.


terima kasih yang udah mampir 😘


__ADS_2