
langit termenung menatap koper yang sudah siap untuk ia bawa pergi, sebenarnya langit enggan pergi sebelum bertemu dengan hawa.
meski untuk terakhir kalinya, namun setelah beberapa hari mencari keberadaan hawa.langit tak bisa menemukan keberadaan perempuan berambut keriting itu.
beberapa kali juga langit mencoba menghubungi nomor Hawa, namun jawaban nya nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
"hawa bisa bisa nya kamu melakukan hal ini padaku, meninggalkan ku dalam keadaan dimana rasa cinta dan sayang ini memenuhi rongga hati,Angan ku melambung tinggi bersama mu, namun mudah nya kamu menghilang dari ku....!"
ucap langit sendiri kemudian beranjak dari duduknya dan mengambil koper lalu menarik nya keluar.
"kamu sudah siap sayang?"
ucap Dena menatap langit yang menarik koper.
"percuma bicara pun...mami juga gak akan dengar kan langit bicara!"
ucap Langit melengos melewati Dena yang mematung mendengar penuturan nya.
sebenarnya tidak masalah jika langit kuliah di Jakarta namun ada ketakutan tersendiri bagi Dena, perihal keberadaan putra nya yang mungkin saat ini sedang di cari cari.
mendengar kabar jika pak tua itu sudah sembuh dari gila nya,Dena tidak akan Tinggal diam, apa lagi keberadaan hawa yang membuat langit nya kacau.
Dena tidak mau kehilangan langit, selama ini langit lah harta yang paling berharga untuk nya.
mungkin dengan membawa langit pergi, perlahan langit bisa melupakan anak perempuan dari pria yang selalu ia rindukan namun juga ia benci.
"suatu saat nanti kamu akan berterima kasih sama mami sayang....!"
ucap Dena mengelus kepala langit sekilas,
"semoga saja!"
ucap langit tanpa menoleh pada Dena.
*
"mi, langit tidak mau balik ke Amrik... langit mau kuliah di Jakarta....."
ucap langit kala itu, mencoba Menolak keinginan sang mami yang Terus memaksakan kehendak nya.
"apa sih yang kamu cari langit?
mami melakukan semua ini untuk kebaikan kamu,masa depan kamu!
nanti siapa yang akan meneruskan perusahaan mami kalau kamu mau jadi dokter?"
Dena menolak keinginan langit untuk kuliah jurusan kedokteran di Jakarta, namun dengan keras Dena menentang keras keinginan langit.
Karena Dena ingin menjadikan langit seorang pebisnis hebat seperti dirinya.
"Kenapa sih mi, langit harus selalu nurutin kemauan mami?"
"tentu saja, untuk apa mami membesar kamu kalau bukan untuk menjadikan kamu pewaris satunya nya harta mami langit....!"
ucap Dena membuat langit bungkam.
__ADS_1
dari pria mana pun Dena tidak mendapatkan anak karena memang dokter berkata jika ia mandul dan tidak bisa mendapatkan keturunan.
pernah suatu ketika langit menanyakan perihal sang ayah..
"ayah langit siapa sih mi...?"
tanya langit saat ia berusia delapan tahun, anak yang sudah mulai mengerti dengan keadaan sekitar.
"papih Robi sudah meninggal sayang, waktu langit berusia satu tahun....!"
ucap Dena berbohong, ia tidak akan pernah memberi tahu tentang siapa langit yang sebenarnya.
karena hanya Langit yang menjadi teman hidupnya kelak.
tak lama mereka sampai di bandara, Rasanya enggan melangkah pergi karena ada sesuatu yang tertinggal yang membuat nya ragu melangkah, tapi langit tak ingin menjadi anak yang durhaka apa lagi melihat Dena yang memohon meski Dengan sebuah ancaman tentang video syur itu.
"langit mami ke toilet sebentar, kamu tunggu disini! empat puluh menit lagi Kita berangkat!"
langit diam tak menjawab, pandangan nya beralih pada perempuan yang menggunakan gamis berwarna merah maroon dengan kerudung segitiga Berwarna pink.
**
hawa tersenyum menatap penampilan nya di cermin, dengan gamis yang kemarin diberikan oleh Esa, begitu pas di tubuhnya.
Yasmin mengambil kerudung segitiga milik nya, yang berwarna pink.
"hawa .....ayo sayang, kamu sudah siap belum?"
ucap Surya dibalik pintu.
ucap hawa keluar dari kamar.
"wah... anak ayah cantik sekali!"
ucap Surya menilik penampilan Hawa yang berbeda dari biasanya.
"beneran cantik?"
tanya hawa senyum.
"ya, mirip ibu mu hawa...ayah jadi rindu!"
ucap Surya kemudian meraih tangan hawa untuk melangkah pergi.
beberapa hari ini tak ada yang hawa lakukan selain dirumah menghabiskan waktu terakhir nya di apartemen itu.
Surya meminta hawa untuk mengganti nomor telepon nya, beserta hand phone baru yang dibelikan Surya untuk nya.
"jangan menghubungi pria itu lagi hawa, ayah tidak suka!
ayah ingin kamu melupakan nya, fokus dengan masa depan!"
ucap Surya membuat Hawa tertegun, saat Surya mengambil ponsel nya yang lama.
hawa tidak bisa berbuat apa-apa saat Surya sudah menentukan semuanya, saat ini ia hanya pasrah menjalani peran nya sebagai Hawa yang harus melupakan langit, meluluhlantakkan keinginan untuk bertemu dengan langit untuk yang terakhir kalinya.
__ADS_1
Saat ini bukan hanya Dena yang menentang hubungan nya dengan langit,tapi Surya juga menentang hubungan mereka berdua, tak ada satupun keadaan yang berpihak pada kedua nya.
beberapa hari ini hawa berusaha untuk menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah agar ia tidak terus memikirkan langit, perlahan hawa berusaha untuk menepis rasa Rindu nya pada Langit sampai ia harus benar benar pergi.
malam itu dena menelpon Surya untuk meminta bertemu dengan nya.
keduanya bertemu di sebuah restoran yang jaraknya tak jauh dari apartemen.
"aku tidak mau basa basi Surya, sungguh keberadaan hawa membuat langit kacau... sebaiknya kamu bawa jauh jauh anak perempuan mu itu, kalau tidak aku akan sebarkan video syur mereka di sosmed..hawa benar benar mengganggu pikiran langit...."
ucap Dena saat keduanya berhadapan, hanya jarak meja yang menjadi pembatas keduanya.
"kenapa kamu menyalahkan hawa..kamu bawa saja langit jauh agar tidak menggangu hawa...
awas kalau sampai kamu berani memposting video itu di sosmed .. aku akan buat perhitungan..!"
ucap Surya kemudian pergi meninggalkan Dena yang diam membisu menatap punggung nya yang menjauh pergi, sejak saat itu Surya meminta hawa untuk tidak melakukan komunikasi apapun dengan langit.
**
"Hawa.."
ucap langit terpaku saat melihat Hawa dengan penampilan nya yang berbeda,
ya itu benar Hawa, semakin dekat langit semakin yakin bahwa itu hawa.
bergegas langit melangkah menghampiri gadis itu.
terlihat hawa tengah sendiri bersama koper berwarna hitam nya.
"astaga......" ucap hawa Tersentak saat tiba tiba seseorang memeluk nya dari belakang.
"hawa i Miss you so much..."
ucap langit membuat hawa meremang, kemudian melepaskan tangan langit yang melingkar di pinggang nya.
"langit...."
ucap hawa menganga tak percaya.
langit Tersenyum Kemudian Meraih tangan hawa lalu membawa nya berlari dari tempat itu.
"Langit......" ucap hawa menghentikan langkahnya.
langit menatap wajah cantik hawa yang justru semakin cantik dengan kerudung segitiga yang di pakai nya, membuat langit mengurungkan niatnya untuk melupakan Gadis itu.
cinta yang semakin dalam membuat langit ingin memiliki gadis itu.
"cukup Langit, kamu mau bawa aku kemana?"
ucap hawa mencoba melepaskan tangan nya namun langit menggenggam nya erat.
"kita kawin lari hawa.....!"
ucap Langit membuat Hawa membulat kan matanya.
__ADS_1
bersambung.