
setelah menghabiskan makanan tersebut, langit dan Ibra pergi keluar kelas, beberapa hari kedepan ia akan menghadapi ujian nasional.
hubungannya dengan Rido sedikit merenggang Akibat inseden kemarin, padahal langit tak mempersoalkan hal itu, justru langit senang, dengan hal itu Violla tak lagi mengejar-ngejar nya,namun Rido seperti malu sendiri karena ia yang menjadi Mak Comblang justru ia yang pdkt dengan Violla.
Violla sendiri menerima perlakuan baik dari Rido, semata-mata untuk membuat langit cemburu namun ia salah justru langit tampak biasa saja, sampai akhir nya ia menikmati permainan nya sendiri.
lelah menggapai langit yang selalu bersikap acuh pada nya.. Violla yang menjadi idola sekolah tak ingin ambil pusing dengan sikap langit yang selalu cuek dan tak ingin di dekati, pernah suatu ketika Violla mencoba mendekati langit namun langit malah bersikap dingin dan acuh.
bukan Violla jika harus mengejar lelaki, karena bagi nya lelaki lah yang harus mengejar nya.
langit Duduk di taman memperhatikan seorang perempuan di atas gedung yang sedang ngobrol dengan teman nya.
gadis itu lah yang saat ini menaungi pikiran nya, gadis yang membuat nya Hilang konsentrasi.
apa mungkin ia jatuh cinta...?
langit Tersenyum teringat ucapan nya tempo dulu dengan Ibra.
"Lo suka sama tuh cewek...?"
"ya gak mungkin lah gue suka sama cewek kayak gitu... bukan tipe gue!"
tapi saat ini yang terjadi, langit seperti menjilat ludah nya sendiri....ia bahkan tak bisa berhenti memikirkan Hawa.
langit Sadar bahwa saat ini,ia menyukai hawa.
**
sepulang sekolah Ibra mampir ke rumah langit untuk bermain PS, langit masuk ke dalam kemudian berjalan ke belakang untuk mengambil jemuran.
terlihat awan mendung sudah menghiasi langit, namun berbeda dengan keadaan hati nya yang justru teramat cerah.
"ngapain Lo?"
"angkat jemuran....!"
"Lo nyuci...?"
"bukan... hawa yang nyuci....!"
"astaga udah kayak suami istri aja... hahaha..!"
Ibra tertawa.
"awas Lo tinggal berdua,ada setan lewat!"
ucap Ibra menimpali..
hanya Ibra yang tahu soal langit dan Hawa, satu satunya sahabat yang langit percaya.
"ya Lo benar berkali kali setan lewat seperti tadi pagi....!"
tutur langit dalam hati, entah kenapa hawa seperti memiliki magnet yang membuat nya selalu ingin mendekat.
hujan turun dengan deras, untung langit cepat pulang, saat ini keduanya tengah bermain PS.
tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima, Ibra pun memutuskan untuk pulang.
langit membereskan sisa makanan bekasnya dengan Ibra,menyapu lantai dan mengepel nya.
langit berpikir untuk tidak mengandalkan hawa membersihkan rumah nya.
kasihan hawa pasti capek pulang kerja!
beberapa hari kemudian, hawa masih dengan aktivitas nya menyiapkan makanan untuk mereka berdua, membawa kan langit bekal makan siang.
hingga tak terasa ia sudah melewatkan beberapa hari bersama perempuan itu,mereka juga belajar bersama dirumah itu, biasanya langit belajar sendiri atau bersama Ibra jika menghadapi ulangan, namun menghadapi ujian nasional kali ini ia bersama gadis yang beberapa waktu ini mengisi hari hari nya.
langit Tersenyum mengingat kejadian tadi malam saat mereka belajar bersama, ternyata hawa cukup pintar, ia bisa mengisi soal yang langit berikan.
"pintar juga kamu ya!"
ucap langit mengusap pucuk kepala gadis itu.
"ya, ya lah...buat apa dong aku suka baca kalau gak bikin pintar!"
__ADS_1
ucap Hawa tersenyum,rasa nyaman hadir begitu saja di antara keduanya, setelah beberapa waktu ini mereka lewati bersama.
malam itu langit membuka lemari penghangat,ia baru saja pulang bermain futsal bersama teman teman nya,
pagi tadi hawa memasak sup daging ditambah olahan tempe yang terlihat menggugah selera.
namun terlihat hujan turun, langit teringat hawa yang mungkin sebentar lagi akan pulang.
akan terasa enak jika makan bersama gadis itu, beberapa hari ini ia selalu makan sendirian.
bergegas langit keluar dengan membawa Dua jas hujan untuk nya dan hawa, langi berniat menjemput Hawa.
hawa terdiam menuggu ojek yang lewat di depan ruko tersebut, hujan turun dengan deras.
ponsel nya mati, jadi ia tak bisa memesan ojek online.
mau masuk ke dalam tapi sepertinya Mimin sudah naik ke atas..
hawa tertegun saat melihat sebuah motor berhenti di depan nya, pengendara motor tersebut turun mengahampiri hawa.
hawa terperangah melihat langit di balik helm tertutup itu.
"langit...?!"
langit tersenyum melihat hawa yang menyebut nama nya.
"ayo pulang...ini jas hujan nya!"
ucap langit memberikan jas hujan tersebut.
"kamu..... dari mana?"
tanya Hawa menerima jas hujan itu.
"aku sengaja jemput kamu!"
ucap Langit tersenyum.
hawa pun senyum, hati nya terasa berbunga bunga atas perhatian langit padanya.
ucap langit saat hawa sudah siap dengan jas hujan itu, memakaikan helm itu sendiri.
tangan langit yang dingin menyentuh pori pori wajah hawa membuat hawa merinding dan membeku seketika.
"ayo.....!"
ucap Langit menarik tangan hawa untuk naik ke atas motor.
hujan semakin deras, langit melajukan motornya menembus hujan lebat yang putih.
"Ah....!"
ucap hawa teriak dan replek memeluk tubuh langit saat suara petir kencang menggelegar.
saat hendak menarik nya kembali, namun tangan langit menahan nya hingga membuat hawa tetap dalam keadaan seperti itu.
jantungnya kembali berdetak kencang,kini tubuh kedua nya menempel hanya jas hujan yang menjadi pembatas di antara mereka.
tak lama mereka sampai di rumah, keduanya terdiam dengan posisi seperti itu,hawa menggigit bibirnya kemudian menarik tubuh nya dari punggung kokoh itu, wajah nya bersemu merah di balik helm tertutup.
hawa masuk ke dalam rumah, petir kembali menggelegar membuat hawa terperanjat, keadaan langsung gelap karena listrik langsung mati.
"kenapa sih jadi sering mati lampu!?"
ucap langit masuk ke dalam rumah menarik tangan hawa yang mematung sendiri.
tangan keduanya sama sama dingin, hawa menarik nafas panjang saat tangan langit terus menggenggam nya.
"kamu tunggu disini, aku ambil lilin!"
ucap langit meninggalkan hawa sendiri mencari lilin di dapur, namun karena takut hawa pun mengikuti langkah langit.
"emang gak ada lampu emergency?"
ucap hawa melihat langit mencari cari lilin.
__ADS_1
"ada Tapi di kamar Mami, cuma kamar nya di kunci!
punya ku rusak,, karena jarang mati lampu mami gak pernah memperhatikan soal itu, baru kali ini sering terjadi listrik mati..."
ucap langit berbalik badan dan kini keduanya saling berhadapan dengan jarak yang begitu dekat.
terlihat mata hawa yang indah, hanya cahaya redup dari luar yang menjadi penerang saat ini.
berulang kali langit menghindari keadaan seperti ini,tapi saat ini ia tak bisa menghindar lagi. setan terus berbisik untuk mendekap tubuh gadis itu.
sebenarnya apa yang dimiliki hawa hingga membuat nya tak bisa merasakan hal seperti ini dengan perempuan lain?
hawa terdiam saat langit mengangkat tubuh nya untuk duduk di meja, jantung hawa berdetak kencang, nafas keduanya tersengal..
langit mencondongkan tubuhnya kemudian menempelkan bibirnya pada bibir hawa.
Hawa terkesiap saat benda kenyal itu menempel pada bibir nya, ingin menghindari namun langit menahan tubuh nya yang dingin berbanding terbalik dengan tubuh langit yang terasa panas..
tubuhnya bergetar saat langit ******* bibir nya dengan lembut, nafas nya terengah,,, hal menakjubkan yang pertama kali kedua nya rasakan.
indah dan membuat nagih... langit melepaskan ciuman pertama nya itu, saat Nafas kedua nya terengah.
"langit kamu...?"
ucap Hawa ingin meminta penjelasan tentang apa yang langit lakukan terhadap nya.
"aku.... suka sama kamu hawa, seperti nya aku juga jatuh cinta!"
ucap Langit di telinga Hawa.
hawa menelan ludah nya, tak percaya dengan apa yang hawa dengar.
"A... apa?"
tanya hawa terbata.
"aku menginginkan kamu hawa?"
ucap Langit menyatu kan kening mereka.
"kamu...."
ucap hawa menatap mata langit, menilik kebenaran dari penuturan nya.
"kamu gak lagi bercanda kan langit!"
"aku serius......aku bukan tipe cowok yang suka mempermainkan perasaan..!"
"kamu yakin.... suka sama aku?"
tanya Hawa lagi, karena semua seperti mimpi.
"ya aku yakin......!"
ucap langit menggenggam tangan gadis itu.
"tapi bagaimana bisa, apa yang menarik dari ku?"
"bukan soal apa yang membuat ku tertarik, tapi rasa nyaman yang membuat ku tak bisa menepis rasa cinta yang hadir begitu saja...!"
ucap Langit kembali mencium bibir Hawa.
**
hawa termenung dalam tidurnya,mengingat kejadian tadi... semua seperti mimpi.
'hawa kenapa kamu membiarkan semua itu terjadi, kenapa kamu terhanyut dalam sentuhan cinta pria itu...?'
tapi kenapa rasanya begitu indah?, bahkan ia tidak sanggup menolak nya...!
lalu bagaimana jika suatu saat kamu harus pergi, seperti yang pernah terjadi sebelumnya, apa yang akan Surya dan Dena lakukan jika mengetahui soal ini......
tutur hawa sendiri dalam hati....
bersambung...
__ADS_1