Langit Hawa

Langit Hawa
percuma


__ADS_3

Malam itu Surya menuggu hawa di depan Ruko tersebut, tak menyangka jika putri nya begitu terluka dengan Kelakuan nya, hingga membuat Hawa ingin menjauhi nya.


"Hawa.....!"


ucap Surya saat melihat hawa keluar dari dalam ruko yang sudah tutup itu.


"ayah.....!


maafkan hawa jika ucapan hawa tadi siang melukai hati ayah!"


seharian ini bukan hanya langit yang memenuhi benaknya,tapi penuturannya pada sang Ayah.


"tidak sayang...! ayah memang salah.


ayo kita bicarakan masalah ini di restoran yang di depan itu...!"


ucap Surya menunjuk restoran yang berada di seberang jalan.


Surya menuntun Putri nya itu menyebrangi jalan.


Esa memperhatikan hawa dan pria yang tak dikenal nya itu, menuntun hawa menyebrang jalan raya.


teringat kejadian tadi siang,hawa langsung menarik tangan nya saat Esa replek meniup tangan nya yang terasa panas karena setrikaan itu.


"maaf Hawa...!"


ucap esa melihat hawa membeku seketika setelah menarik tangan nya.


"gak apa-apa bang,hawa kembali kerja!"


ucap hawa meninggalkan esa yang mematung sendiri.


*


"kamu mau makan apa wa?"


ucap Surya memilih makanan di daptar menu restoran tersebut.


hawa menatap nama makanan yang menjadi favorit langit.


'ayam keremes...'


pikirkan hawa langsung melayang mengingat langit yang tak ada kabar, hawa mencoba menghubungi nomor langit namun tak aktif.


"kemana kamu langit? mengapa kamu menghilang begitu saja tanpa kabar?"


"Hawa?"


ucap Surya membuyarkan lamunannya.


"steak aja Yah...!"


ucap hawa, ia tak ingin makan makanan yang mengingat kan nya pada langit.


berharap pria itu mencari nya setelah ia pergi, tapi tidak hawa bahkan tak mengetahui kabar tentang langit.


"tinggal Sama ayah ya!"


ucap Surya membuat Hawa mendongak.


"ayah tinggal di apartemen,ayah tidak akan menikah lagi!


ayah akan fokus sama kamu hawa?"

__ADS_1


"kenapa ayah berpikir untuk tidak menikah lagi?"


"ayah lelah..... ayah tak menemukan apa yang ayah cari..!"


"apa yang ayah cari?"


"perempuan seperti ibu mu...!"


ucap Surya membuat Hawa membeku.


"ayah mungkin akan menikah lagi, tapi perempuan itu harus lebih menyayangi kamu dibandingkan ayah...!"


"ayah gak harus seperti itu, hawa....!"


"hawa, selama ini ayah tak pernah memikirkan kebahagiaan kamu, selama ini ayah hanya berlayar sendiri tanpa memikirkan kamu.."


"kenapa ayah berpikir seperti itu setelah aku mengenal langit....?"


gumam hawa sendiri dalam hati.


"hawa tinggal Di laundry saja yah, hawa nyaman tinggal di ruko itu...!"


"dengan siapa?apa kamu sendiri?"


"dengan teman perempuan.."


ucap hawa, Surya menilik wajah putrinya itu apakah ada kebohongan atau tidak.


"benar? tidak ada lelaki?"


"tidak, kenapa ayah khawatir?"


"tentu saja....!"


"Tapi waktu itu Ayah tidak khawatir meninggalkan hawa dengan langit?"


Surya bahkan menahan nya saat hawa mengatakan ingin mencari kosan,dan sekarang apa yang terjadi, hawa terjerat cinta pria itu.


"apa yang langit lakukan terhadap mu?"


"tidak ada!"


ucap hawa berbohong karena ia khawatir dengan dirinya sendiri dan langit yang mungkin saja Surya akan marah jika mengetahui hal yang Dena ketahui lewat Cctv itu.


ah kenapa aku begitu ceroboh, tapi Dena memang begitu pintar menyimpan Cctv hingga langit pun tak mengetahui hal itu.


"ayah.... hawa ingin pindah sekolah setelah kenaikan nanti..!"


"ikut saja dengan ayah ke Kalimantan, ayah ada bisnis pekerjaan disana, kalau lancar kemungkinan kita akan menetap di sana!"


"Lalu untuk apa ayah membeli apartemen?"


"untuk kamu, jika nanti ingin kuliah di Jakarta!"


"oh.....!"


ucap hawa singkat..


"jadi bagaimana, kamu mau ikut ayah ke Kalimantan?"


"gak tahu, nanti hawa pikirkan?


ayah benar kah ayah mengkhianati ibu Dena?"

__ADS_1


ucap hawa membuat Surya berhenti mengunyah.


"dia bilang seperti itu?"


"ya ayah...... bahkan ia memperlihatkan Poto ayah sedang bersama perempuan yang bergelayut manja...!"


ucap hawa menunduk kan wajah nya.


sebenarnya tidak pantas ia menanyakan perihal itu, tapi hawa penasaran tak percaya dengan hal itu karena sekian banyak kasus yang terjadi sang ayah baru kali ini berpisah karena masalah penghianatan selebihnya karena tak ada kecocokan atau rasa jenuh yang tak mampu di hindari lagi.


"sebenarnya tidak seperti itu, ayah tidak ada hubungan apa-apa dengan perempuan itu, hanya saat itu perempuan itu sedikit mabuk, ayah sedang bersama yang lain nya juga, merayakan kemenangan tender proyek tersebut, ayah hanya membantu nya berdiri!"


ucap Surya mengingat kejadian itu.


Dena salah paham, ya walau tak Surya pungkiri bahwa perempuan itu memang menaruh hati pada nya.namun selebihnya Surya memang tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan oleh Dena, perempuan yang awalnya ingin Surya jadi kan pelabuhan terakhir nya, tapi apa daya Dena begitu keras kepala, hati nya dipenuhi rasa benci.


"kenapa ayah tidak menjelaskan semuanya?"


"percuma... hati nya sudah di penuhi kebencian.. Entah Apa Yang membuat nya seperti itu, Ayah sudah menceraikan Dena?"


"kenapa harus seperti itu?apa tidak ada solusi lain?"


"ayah melakukan sesuatu atas keinginan nya, biarkan dia melakukan sekehendak hati nya, karena ayah tak suka dengan sikap nya yang mengusir kamu begitu saja!"


ucap Surya membuat keduanya terdiam.


"lebih mudah mengubah gunung menjadi debu, dari pada menanam cinta di hati yang penuh dengan kebencian.."(Ali bin Abi Thalib)


**


Langit menggedor gedor pintu kamar nya, sudah tiga hari ini langit dikurung oleh Dena, ia harus keluar karena ia ingin bertemu dengan Hawa.


teringat ucapan Dena semalam, setelah kelulusan nanti Dena akan langsung mengirim langit keluar negeri melanjutkan pendidikan nya di sana...


langit benar benar tidak berdaya saat Dena Terus saja mengancam akan menyebarkan video itu, ia benar benar bingung karena langit tahu bagaimana Dena, ia tak pernah hanya sekedar mengancam.


"apa sih kamu langit?"


ucap Dena masuk ke dalam kamar langit dengan beberapa body guard untuk menjaga langit agar tidak kabur.


"mi, kenapa mami menjadikan langit seperti tawanan?


langit mau keluar!"


"mau keluar ngapain HM?"


ucap Dena membuat langit diam.


"ketemu sama perempuan itu?


besok kamu sekolah, tapi jangan harap kamu bisa berbicara sedikit pun dengan perempuan culun itu... karena mami sudah menyiapkan dua body guard untuk menjaga kamu supaya kalian gak bisa berduaan!"


ucap Dena kemudian terkekeh.


langit terdiam mengepalkan tangannya sendiri, tidak paham dengan apa yang terjadi dengan hidup nya yang langsung Berubah drastis.


"percuma.....!"


ucap langit melempar barang barang nya ke sembarang arah.


untuk apa ia pergi ke sekolah jika seperti tahanan yang terus di jaga, percuma saja karena hal itu tak bisa membuat nya memeluk perempuan yang kini dirindukan nya.


Hawa..

__ADS_1


i Miss u...


bersambung.


__ADS_2