LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
teman baru


__ADS_3

seperti biasanya, Vania Maureen dan Felicia, berangkat ke sekolah diantar oleh


nyonya Salva.


Sekarang Vania sudah sekolah di sekolah ternama di London. sebuah sekolah tingkat SLTA, atau biasa di sebut sekolah EF educational first.


Vania yang baru masuk sekolah beberapa Minggu yang Lalu belum mempunyai banyak teman. dia hanya mempunyai seorang teman perempuan.


pada saat sampai di depan gerbang sekolah, Vania berpamitan dengan neneknya yaitu nyonya Salva dan kedua adiknya, Maureen dan Felicia karena nyonya Salva mengantar dialah yang terlebih dahulu.


"terima kasih."


"sama-sama. belajar yang benar"


ucap nyonya Salva.


"ya nek"


Jawab Vania. sambil berlalu.


"da....da...."


ucap Maureen dan Felicia.


"da...."


jawab Vania.


Vania melangkah masuk kedalam sekolah dengan sedikit berlari.langkahnya terhenti, karena tiba-tiba ada yang memanggil dirinya.


"Vania.... tunggu"


"ya..." jawab Vania sambil menghentikan langkahnya, trus mencari-cari seseorang yang memanggil dirinya kearah asal suara.


"tunggu...."


"iya Clara, cepat dikit saya tunggu di sini."


jawab Vania.


"yuk...."


"yuk...."


jawab Clara. lalu mereka berdua berdampingan menuju kelas.


*****


pada saat jam istirahat, Vania dan Clara berjalan menuju kantin sekolah. mereka berdua bermaksud untuk mencari sesuatu yang bisa mengganjal perut kosong yang sudah keroncongan sejak tadi.


langkah Vania dan Clara berhenti untuk mencari-cari meja kosong. karena di kantin ini, Sekarang terlihat sangat padat pengunjung.


"semua meja terlihat penuh. kita cari kantin yang lain saja ya."


ucap Vania sambil menarik tangan Clara supaya mengikuti langkah nya, keluar ruangan.


"tunggu. di sana ada kursi yang kosong"


jawab Clara.


"kita duduk di sebelah sana saja ya"


ucap Clara lagi.


"baiklah..."


jawab Vania.


mereka berdua duduk di salah satu meja.


dimana, meja tersebut di kelilingi oleh sekelompok murid cowok.


"ini dia cewek cantik asal Indonesia. kenalan dong"


ucap salah satu cowok tersebut, sambil menghampiri meja Vania dan Clara.

__ADS_1


Vania dan Clara hanya diam saja, pura-pura tidak mendengar ucapan salah satu cowok yang berada di samping Vania.


cowok tersebut menjadi kesel karena dia merasa di abaikan.


"murid baru, ternyata sombong ya."


ucap cowok yang menghampiri Vania tadi.


"iya benar. jangan sok jual mahal dong. ini bukan negara mu"


ucap yang lainnya.


"maaf kak. saya tidak sombong kok."


jawab Vania.


"kalau kamu memang tidak sombong. terus kenapa tadi tidak menjawab ucapan ku, ketika aku mengajak mu berkenalan."


"karena tadi saya tidak mendengar ucapan mu. maaf ya"


" itu cuma alasan."


jawab cowok itu lagi. lalu duduk di atas meja, tepat di depan wajah Vania.


dengan kesalnya, Clara berdiri dan langsung menarik kerah baju bagian belakang cowok tersebut, tapi, dengan kasar nya cowok tersebut malah menarik kembali tubuhnya yang sudah hampir terjatuh.


"jangan kurang ajar dong"


ucap Clara.


"kamu membela dia. dia itu murid baru yang sombong"


"dia tidak sombong. dia baik kok"


jawab Clara.


"jika kamu memang gadis yang baik, kita kenalan dong."


ucap cowok itu lagi. tangan nya menyentuh dagu Vania.


"teman-teman, kita kerjain aja ya, gadis sombong ini."


ucap cowok tersebut yang ternyata ketua geng, di antara sekian banyak cowok tersebut yang ada di ruangan ini.


setelah mendengar ucapan dari ketua geng, semua teman-teman cowok itu lansung menghampiri meja Vania dan Clara. dan mengelilingi meja Vania dan Clara.


"jangan kayak gini dong kak. untuk masalah yang tadi, saya minta maaf ya"


ucap Vania, dengan gemetaran.


"jangan gini dong. untuk masalah yang tadi, kami berdua minta maaf ya"


ucap Clara, dia ikut ikutan meminta maaf.


karena dia dan Vania sama murid baru, jadi Clara belum mengenal satupun di antara cowok-cowok tersebut.


"ok. saya maafkan. tapi kalian berdua harus kenalan dengan kami, satu persatu."


ucap cowok itu lagi, sambil menyentuh dagu Vania lagi.


"baik kak." ucap Vania dengan ketakutan.


"bagus..." jawab cowok tersebut dengan senyuman sumringah. dia bahagia, karena akhirnya dialah pemenangnya.


" nama saya, Vania alam. putri pertama dari Carlos alam" ucap Vania.


hahaha.....


cowok-cowok itu lansung tertawa terbahak-bahak, secara serempak.


"hahaha... teman-teman, gadis ini mengaku sebagai putri pertama dari Carlos alam, pengusaha terkenal di kota ini." ucap cowok itu, tertawa sambil memegang perutnya.


"heh... gadis cantik, kamu menghayal terlalu tinggi. kalau jatuh, sakit loh. karena tidak mungkin kamu putri dari pengusaha ternama di kota ini, tidak mungkin kamu putri dari Carlos alam"


"itu adalah kenyataan. dia memang putri dari carlos alam"

__ADS_1


semua yang hadir di situ lansung menoleh ke asal suara. suara yang bicara dengan begitu lantangnya.


"kalian semua, berani- beraninya mengganggu gadis ini. dia memang putri pertama dari Carlos alam."


" Rafael..."


ucap Vania. dia kaget karena ternyata Rafael lah, sosok cowok yang membelanya.


"minggir, jangan pernah mengganggu dia lagi." ucap Rafael, sambil menyelipkan badannya dari antara cowok-cowok yang mengelilingi Vania dan Clara.


"kamu...Marvin, jika saya melihat kamu mengganggu Vania lagi, saya akan membuat perhitungan dengan dirimu"


ucap Rafael, menatap tajam ke arah ketua geng. yang ternyata bernama Marvin.


"ya kak. maaf"


jawab Marvin, dengan wajah tertunduk. dia merasa takut di tegur oleh senior nya. apalagi Rafael, bukan hanya sekedar senior, tapi dia juga sosok pemimpin di sekolah ini.


"baiklah. akan saya maaf kan. dan jangan pernah mengganggu dia lagi"


ucap Rafael.


dengan wajah takut dan malu, semua cowok-cowok itu membubarkan diri.


"terima kasih, Rafael"


ucap Vania.


"sama-sama. apakah kamu, dan kamu. baik-baik saja" tanya Rafael, sambil melihat kedua gadis di depan matanya ini secara bergantian.


"kami baik-baik saja kak. terima kasih karena sudah membela kami"


jawab Clara.


"terima kasih, banyak Rafael"


ucap Vania.


"sama-sama" jawab Rafael. dengan senyuman manisnya.


"apakah saya boleh, bergabung?"


tanya Rafael.


"tentu saja. silahkan duduk, Rafael."


jawab Vania dan Clara, bersamaan dengan antusias nya.


Rafael duduk tepat di kursi, di samping Vania.


"jadi kamu sekolah di sini juga. kenapa saya tidak pernah melihat dirimu di sekolah ini? "


tanya Rafael pada Vania.


"saya baru satu Minggu sekolah di sini. mungkin karena itulah, kamu tidak pernah melihat saya"


jawab Vania.


"oh jadi kamu murid baru. pantas saja saya tidak pernah melihat mu di sekolah ini."


"iya Rafael. oh iya, perkenalkan ini teman saya. namanya Clara" ucap Vania, memperkenalkan temannya, Clara sama Rafael.


"Clara... Clara Anderson"


ucap Clara, memperkenalkan diri nya pada Rafael.


"Rafael.... "


jawab Rafael. sambil menerima uluran tangan Clara.


mereka bertiga mengobrol dengan sangat akrab.layaknya teman akrab yang sudah saling kenal sejak lama.


bahkan sesekali mereka bertiga bercanda bersama lalu tertawa, di sela-sela makan siang di kantin tersebut.


hidup ini, akan lebih indah jika kita punya teman atau sahabat yang mengerti keadaan kita. jadi jangan sia-siakan sahabat baik mu. jaga terus tali persahabatan kalian.

__ADS_1


__ADS_2