
"ada apa Bu?"
tanya carlos pada ibu nya, setelah pintu kamar nya sudah terbuka lebar
"apa yang sedang kamu lakukan?"
"dimana elisa?"
tanya nyonya Salva, tanpa basa-basi. sambil melihat sekeliling, mencari Elisa.
"Elisa sedang mandi Bu?"
jawab Carlos, dengan memeluk dadanya.
seakan dia takut ibunya mempergoki dirinya yang baru saja bermesraan dengan istrinya.
"apa yang kamu lakukan pada Elisa?"
"apakah kalian berdua mandi bersama?"
tanya nyonya Salva.
"iya Bu?"
"kamu jangan membuat Elisa lelah. ingat, acara resepsi nya, sebentar lagi akan di mulai"
ucap nyonya Salva.
"nyonya... makanan ini, di letakkan di mana?"
tanya seorang pelayan, yang membawa makan siang untuk Carlos dan Elisa.
yang sejak tadi hanya diam saja mendengar obrolan Carlos dan ibunya.
"letakkan, di atas meja sebelah sana."
jawab nyonya Salva, sambil menunjukkan ke arah sofa.
"ada keperluan apa, ibu datang kesini?"
tanya carlos pada ibunya, setelah pelayanan tadi keluar dari kamar nya.
"aku ingin memperingatkan mu, untuk jangan menyentuh elisa terlebih dahulu"
jawab nyonya Salva, dengan santainya.
"kenapa?"
"sekarang Elisa sudah sah menjadi istriku"
jawab Carlos.
"saya tidak ingin, Elisa lelah. ingat sebentar lagi akan diadakan acara resepsi pernikahan kalian berdua"
ucap nyonya Salva.
"Elisa tidak mungkin kelelahan Bu. Elisa kan bukan seorang gadis perawan lagi."
jawab Carlos. dia ingat bagaimana Elisa, selalu dengan lihainya membalas ciuman dan sentuhan darinya.
"hus...."
ucap nyonya Salva, dengan menutup bibir Carlos dengan jari telunjuk nya.
"jaga ucapanmu, Carlos. jangan sampai kamu mengulangi ucapan mu lagi. ucapan mu bisa saja, menyakiti hati istrimu"
ucap nyonya Salva lagi.
"tapi yang aku katakan benar Bu"
jawab Carlos, dia tidak ingin di salah kan oleh ibunya.
"Carlos...."
ucap nyonya Salva, sedikit membentak Carlos.
Carlos hanya diam mendengarkan bentakan dari ibunya.
"Carlos, dengarkan ibu. wanita mana pun, ingin malam pertamanya, di tempat yang romantis"
ucap nyonya Salva.
__ADS_1
"lagi pula, jika sentuhan pertama di lakukan dengan, gerak cepat, tidak enak Carlos"
bisik nyonya Salva di telinga Carlos.
lalu dia tertawa pelan.
"hah....?"
jawab Carlos dengan mata melotot.
dia tidak menyangka, bahwa ibunya akan mengatakan hal ini.
"itu benar Carlos. jika malam pertama di lakukan dengan santai, maka akan terasa nikmat."
bisik nyonya Salva lagi, seakan dia takut Elisa mendengar ucapan dirinya.
padahal, jika Elisa mendengar nya sekalipun, dia tidak akan mengerti karena nyonya Salva dan Carlos mengobrol menggunakan bahasa Inggris.
Carlos melotot kan matanya, mendengar ucapan dari ibunya.
sungguh dia tidak percaya bahwa ibunya akan mengatakan hal ini padanya.
"ya sudah, ibu keluar dulu ya. ingat jangan sentuh istri mu, terlebih dahulu, sebelum acara resepsi nanti malam"
ucap nyonya Salva, sambil membalikkan badannya.
tapi langkah nya terhenti, ketika dia ingat akan sesuatu.
"Carlos, setelah makan siang, biarkan elisa istirahat sebentar. karena nanti sore, dia sudah harus di rias"
ucap nyonya Salva. sebetulnya, niat nyonya Salva, datang ke kamar Carlos, hanya untuk menyampaikan hal ini pada Elisa.
tapi pada saat dia melihat Carlos, putranya berpenampilan acak acakan.
entah dari mana, nyonya Salva mendapatkan ide iseng untuk menjahili putra semata wayangnya ini.
"baiklah Bu"
jawab Carlos, pasrah karena dia harus menahan hasrat nya, jika dia menuruti saran dari ibunya.
"good....."
ucap nyonya Salva, sambil berjalan keluar kamar.
dan kedua tangannya, sedang memeluk gaun pengantin nya.
"dimana ibu?"
tanya Elisa.
"ibu sudah keluar. dia hanya membawakan makan siang untuk kita"
"oh...."
jawab Elisa, sambil meletakkan baju pengantin nya di sudut ruangan.
"saya mandi dulu.setelah saya mandi, kita makan siang bersama"
jawab Carlos, sambil mencium kening Elisa.
tidak beberapa lama kemudian, Carlos sudah keluar dari kamar mandi.
dia melihat Elisa sudah memakai celana pendek, di atas lutut, celana berbahan jins dan baju kaos.
penampilan Elisa yang sangat sederhana ini, berhasil menarik perhatian Carlos.
entah kenapa, Elisa sangat menggoda di matanya.
Elisa duduk di depan meja rias. dia membersihkan wajahnya, dari Mike up menggunakan alat pembersih wajah.
karena Mike up yang tebal tidak bisa di bersihkan hanya dengan menggunakan sabun saja.
Carlos menghampiri Elisa.
"sayang, Tolong siapkan pakaian santai untuk ku"
ucap Carlos, sambil merangkul bahu Elisa.
"baiklah...."
jawab Elisa dengan sedikit gugup.
__ADS_1
dia merasa gugup karena inilah untuk yang pertama kali nya, dia menyiapkan pakaian untuk suaminya, Carlos.
'apa dia akan suka, jika aku memilih pakaian untuk nya?'
tanya elisa di dalam hatinya.
sambil memilih baju yang kira-kira cocok untuk Carlos, dari dalam koper pakaian milik Carlos.
"sebaiknya, kamu pakai pakaian ini saja ya. maaf, jika kamu tidak suka. saya belum terbiasa memilih pakaian yang cocok untuk mu"
ucap elisa, sambil menyodorkan pakaian yang dia pegang, kepada Carlos yang sejak tadi membuntuti dirinya.
"baiklah. tapi, dimana pakaian dalam ku"
tanya carlos, sambil menerima pakaian yang Elisa berikan padanya.
"hah ...."
"maaf ya sayang. saya tidak tahu, kamu menyimpan pakaian dalam mu di mana?"
ucap elisa dengan canggung.
"disebelah sana. tolong ambilkan untuk ku ya, sayang"
ucap Carlos, sambil meraih tengkuk Elisa, lalu mencium pipi Elisa.
yang di balas Elisa dengan senyuman manisnya.
Elisa kembali duduk di depan meja riasnya, untuk kembali membersihkan wajahnya.
sesekali Elisa melihat kearah Carlos dari kaca di depan meja riasnya. dia melihat Carlos sedang memasang bajunya, tepat di belakang nya tanpa Merasa malu sedikit pun pada dirinya.
"biar saya keringkan dulu rambut mu, setelah itu barulah kita makan"
ucap Carlos sambil mengambil alat pengering rambut, hand dryer.
Carlos mengeringkan rambut Elisa, dengan sangat hati-hati, seakan dia takut dirinya akan menyakiti Elisa.
setelah selesai mengeringkan rambut Elisa, barulah mereka berdua makan siang. dan setelah itu, Carlos dan elisa beristirahat, tertidur di atas ranjang.
tanpa memperdulikan, apapun yang dilakukan oleh orang-orang di luar sana.
kali ini tidak ada lagi edegan panas di antara keduanya.
Carlos hanya mencium bibir Elisa sekilas dan kemudian mengecup pucuk kepala Elisa. lalu dia memeluk tubuh Elisa pada saat mereka berdua tidur.
sesungguhnya, Carlos tidak bisa menahan hasratnya, ketika dia mendapatkan kehangatan tubuh Elisa.
apalagi Elisa selalu membalas ciuman darinya.
hasratnya yang tadi aja masih belum bisa dia tahan, apalagi sekarang, dia sedang rebahan sambil pura-pura tidur di samping Elisa, untuk menahan hasratnya.
junior kecilnya, selalu meronta ronta di bawah sana, ingin meminta haknya.
tapi Carlos mencoba menahannya. dia melakukan semua ini hanya untuk, menuruti saran dari ibunya.
sungguh Carlos sangat tersiksa, Manahan hasratnya.
tapi apa yang bisa dia lakukan?
karena Carlos juga ingin malam pertamanya nya, dilakukan dengan romantis.
sedangkan Elisa. dia juga sedang pura-pura tertidur di dekapan Carlos.
tapi sesungguhnya dia tidak bisa tidur.selain karena gugup,Elisa juga bisa merasakan, bahwa adik kecil Carlos sudah berdiri tegak di bawah sana.
karena tadi pahanya tanpa di sengaja telah menyentuh, adik kecil Carlos ini.
tapi apalah yang bisa Elisa lakukan, bukan dia tidak ingin menyerahkan diri nya pada Carlos, suaminya.
tapi apa mungkin, dia yang meminta duluan. pikir Elisa.
setelah beberapa saat, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. akhirnya keduanya tertidur juga.
sedangkan nyonya Salva, tersenyum puas, karena sudah berhasil mengerjai anak semata wayangnya, Carlos.
'belajarlah, mengontrol hasrat mu Carlos.
jangan buru-buru.'
gumam nyonya Salva, sambil membayangkan wajah cemberut Carlos tadi, pada saat dirinya mengatakan
__ADS_1
' jangan, menyentuh istri mu, nanti dia lelah'.
padahal jika, mereka berdua melakukan nya,juga tidak masalah. pikir nyonya Salva, sambil tersenyum.