LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
meminta restu


__ADS_3

tidak terasa, kini tepat 100 hari Daniel dipanggil Tuhan.


hari ini Elisa akan mengadakan doa bersama, untuk mendoakan Daniel, almarhum suaminya supaya dia diterima disisi Tuhan yang maha Esa.


disaat Elisa dan beberapa saudara nya, sibuk memasak makanan untuk acara misa nanti malam, handphone miliknya tiba-tiba berdering.


setelah pertemuan Elisa dan Carlos dua bulan yang lalu, sekarang Carlos lebih bersikap posesif sama Elisa.


Sekarang Carlos sudah sering sekali melakukan video call sama Elisa, untuk menanyakan kabar dan memastikan apa yang sedang Elisa lakukan. karena dengan begitu, Carlos merasa sedikit tenang bisa melihat orang yang sangat dia cintai dalam keadaan baik baik saja.


Elisa yang sedang sibuk menyempatkan dirinya untuk segera mengakat video call dari Carlos. dia ga mau bikin Carlos khawatir dengan dia.


"halo sayang..." ucap Elisa, sesaat setelah dia mengakat telpon dari Carlos.


"halo juga. selamat siang, sayang..."


jawab Carlos.


"apa yang sedang kamu lakukan sekarang, sayang?"


tanya carlos.


"saya sedang memasak untuk acara syukuran 100 hari almarhum suamiku, yang diadakan nanti malam"


jawab Elisa sambil mengarahkan kamera handphone miliknya pada saudara-saudara dia yang sedang memasak.


Carlos terlihat bahagia mendengar kabar kalau hari ini Daniel, almarhum suami Elisa sudah gelap 100 hari. jadi dia sudah boleh datang ke Indonesia untuk melamar Elisa.


tapi ada sesuatu yang mengganjal hati Carlos, yaitu kedekatan Elisa dan Glen.


Carlos takut Elisa masih dekat dengan Glen.


dari pada aku cemburu tidak jelas, lebih baik aku bertanya langsung pada Elisa tentang kedekatan elisa dengan Glen.


gumam Carlos


"sayang, apakah Glen juga ada di rumah mu?


tanya carlos, sambil melihat di sekeliling di antara orang-orang yang sedang sibuk memasak, di layar handphone Elisa.


"Glen tidak ada di sini, sayang."


jawab Elisa, dia tau Carlos pasti cemburu jika dia sedang bersama Glen


"kami hanya rekan kerja. aku tidak ada hubungan apapun dengan nya."


ucap Elisa, mencoba menyakinkan Carlos.


"aku senang mendengar nya. apakah itu benar, sayang"


jawab Carlos dengan senyum sumringah.


"ya, percayalah."


"bukankah, kamu sendiri yang melarang ku untuk terlalu dekat dengan Glen?"


ucap Elisa.


"tentu saja aku percaya padamu."


"aku percaya bahwa kamu adalah orang yang setia. setia sama aku."


jawab Carlos lagi.


Carlos tersenyum dengan bahagia.


senyuman yang penuh arti, ' cinta '.


dia benar-benar yakin bahwa saat ini Elisa juga sudah sangat mencintai nya.


"sayang... nanti kita lanjutkan lagi video call nya ya. kamu sedang sibuk, silakan dilanjutkan lagi pekerjaan mu"


ucap carlos.


sebetulnya Carlos memang ingin mengobrol lebih lama sama Elisa, tapi dia tidak ingin menggangu waktu Elisa yang saat ini sedang sibuk memasak.

__ADS_1


"baiklah. Kamu juga hati-hati kerjanya. sampai jumpa"


jawab Elisa


"terima kasih atas perhatiannya, sayang"


"tolong jaga dirimu baik-baik."


"I love you..."


"I love you too"


jawab Elisa dengan malu-malu, dia takut terdengar oleh orang yang di sekitarnya, apa yang telah dia ucapkan.


"Mach....."


ucap carlos lagi. sambil memperagakan kiss bye pada Elisa, walaupun cuma lewat online, tapi rasanya sampai ke dalam hati.


emang begini ni, kalau lagi sayang, sayang nya.ibarat kata pepatah mengatakan ' walaupun jauh, tapi dekat di hati.'


mulai lagi ni, author ikutan baper.


"da... da sayang." jawab Elisa.


****


hari ini, Carlos berencana untuk menemui ibunya.


setelah pekerjaan nya selesai, dia segera pulang ke rumahnya.


Carlos, tersenyum bahagia karena pada saat pintu rumah nya terbuka, ibu nya yang pertama kali dia lihat.


terlihat ibunya sedang duduk manis di sofa ruang tamu.


' syukurlah, sepertinya ibu sedang dalam mood baik .'


' sepertinya ini adalah waktu yang tepat bagi ku untuk membicarakan tentang pertunangan ku dan Elisa"


gumam Carlos. sambil berjalan menghampiri ibunya.


Carlos menyapa ibunya.


"selamat sore. tumben, hari ini kamu cepat pulang dari kantor?"


tanya nyonya Salva pada Carlos. karena selama ini Carlos tidak pernah pulang dari kantor di sore hari. jika pekerjaan nya sudah selesai pun Carlos memilih untuk bersantai dengan teman-teman di club.


"karena ada yang ingin aku bicarakan sama ibu" jawab Carlos to the poin.


"memangnya ada hal apa yang ingin kamu bicarakan" tanya nyonya Salva.


"ini tentang Elisa Bu" jawab Carlos.


"ini tentang rencana ku untuk melamar Elisa. aku ingin segera melamar Elisa"


jawab Carlos.


nyonya Salva memicingkan matanya.


seolah olah tidak mengerti dengan apa yang sedang Carlos bicarakan.


tapi di dalam hatinya, dia tersenyum bahagia, karena Carlos mau jujur padanya.tidak seperti waktu itu, Carlos memilih untuk diam-diam menemui Elisa, ke Indonesia.


apalagi sekarang dia sedang tidak lama lagi akan mendapatkan seorang menantu dan tiga orang cucu.


sekarang nyonya Salva sudah yakin dengan pilihan carlos.


"aku ingin segera melamar Elisa Bu. sekarang dia sudah tidak dalam masa berkabung lagi."


ucap Carlos, melanjutkan ucapannya.


"memang Elisa mau menerima lamaran mu?"


"bukankah dulu kamu marah padaku karena Elisa tidak mau membalas chat darimu?"


tanya nyonya Salva, dia tersenyum seolah tidak yakin pada ucapan Carlos.

__ADS_1


"Elisa sudah menerima lamaran ku Bu. aku sudah pernah melamar nya dua bulan yang lalu."


"melamar nya... kapan?"


"atau, jangan-jangan kamu melamar Elisa Lewat online lagi"


tanya nyonya Salva, pura-pura tidak tahu.


"tidak Bu. aku sudah pernah bertemu dengan elisa."


"aku sudah pernah menemui nya di Indonesia. dan aku melamar Elisa di sana. dua bulan yang lalu"


jawab Carlos.


"apa...kamu sudah pernah ke Indonesia. dan kamu sudah melamarnya tanpa memberitahu ku"


ucap nyonya Salva, dia pura-pura syok.


sebetulnya, nyonya Salva sudah tahu bahwa Carlos sudah pernah datang ke Indonesia untuk menemui elisa. dia tahu semuanya dari Eric. dan dia juga tahu bahwa Elisa sudah menerima lamaran dari akan semata wayangnya 'carlos'.


"sebetulnya aku minta maaf, karena tidak mengatakan semuanya padamu."


"saya tidak ingin memberitahukan ibu, karena saya tidak ingin ibu menggagalkan rencana ku untuk menemui Elisa."


"karena ibu selalu kepo sama urusan pribadi ku. dan ibu selalu merusak semuanya"


ucap carlos dengan jujur.


yang berhasil membuat wajah nyonya Salva memerah karena menahan malu.


"tapi tidak seharusnya, kamu menyembunyikan masalah sebesar ini sama ibu"


jawab nyonya Salva, membela dirinya, untuk menutupi rasa malu di hatinya.


"untuk itu,aku minta maaf Bu"


jawab Carlos, menyesali perbuatannya.


"ibu juga ingin meminta maaf padamu, karena selama ini ibu sering Kepo sama urusan pribadi mu. itu semua karena ibu ingin kamu mendapatkan jodoh yang benar-benar mencintai mu dengan tulus."


ucap nyonya Salva,dengan wajah sedih.


"Elisa adalah sosok wanita yang sangat baik Bu. aku sangat mencintai nya"


jawab Carlos, menyakinkan ibunya.


"tapi apakah Elisa benar-benar sudah menerima lamaran dari mu"


tanya nyonya Salva, mencoba memastikan.


"aku sudah pernah melamar Elisa secara langsung.tapi aku belum melamar dia pada orang tuanya"


"aku berencana akan membawa ibu untuk datang ke Indonesia. untuk melamar Elisa dan kami akan langsung bertunangan di sana"


ucap carlos, menjelaskan semuanya pada ibunya.


"baiklah. jika kamu yakin kalau Elisa adalah wanita terbaik untuk mu, ibu akan merestui kumu menikahi Elisa"


jawab nyonya Salva.


"lalu kapankah kamu berencana untuk datang ke Indonesia. untuk kembali melamar dan bertunangan dengan Elisa?"


tanya nyonya Salva.


"aku belum membicarakan masalah ini sama Elisa Bu. mungkin satu atau dua Minggu lagi."


jawab Carlos.


"baiklah. bicarakan semuanya dengan baik. dan atur semuanya, jangan sampai ada masalah pada saat kita tiba di sana?" ucap nyonya Salva memberikan nasehat pada Carlos putra nya.


"ibu tunggu kabar baik darimu. semangat Carlos."


ucap nyonya Salva memberikan semangat pada Carlos.


Carlo merasa sangat bahagia karena ternyata ibunya sudah memberi restu padanya untuk menikahi Elisa.

__ADS_1


begitu juga dengan nyonya Salva, dia bahagia karena anak semata wayangnya sudah menemukan jodoh terbaik nya, Elisa.


__ADS_2