LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
kedekatan Glen dan Dewi


__ADS_3

tanpa terasa sudah dua Minggu berlalu setelah Carlos dan Elisa mendaftar kan pernikahan mereka berdua di kantor paroki.


dan sudah dua Minggu pula, pengumuman pernikahan Elisa dan Carlos di umumkan di gereja.


pada saat ini semua keluarga Elisa sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Elisa.


pada saat ini, seorang desainer ternama datang ke rumah Elisa untuk memberikan contoh kebaya terbaik nya, yang akan dipilik Elisa untuk seluruh keluarga perempuan nya yang akan hadir di acara pernikahan nya kelak.


setelah selesai memilih dan menimbang akhirnya Elisa memilih kebaya warna merah, bahan borkat, dengan sedikit bordir di bagian dada nya. dipadukan dengan rok warna hitam motif Dayak.


demikianlah juga dengan kemeja laki laki nya. kemeja warna merah dengan motif Dayak, dan di padukan dengan celana kain, panjang.


elisa memilih, model kebaya ini.


karena dia teringat dengan apa yang Carlos katakan, bahwa dia mau konsep pernikahan nya elegan, tapi tidak menghilangkan nuansa Dayak nya.


semuanya sudah direncanakan oleh carlos secara matang. Elisa dan keluarganya hanya tinggal melaksanakan arahan dari Carlos.


bahkan, seorang desainer yang datang kerumah Elisa pada saat ini pun, atas perintah dari Carlos.


desainer ini datang tidak seorang diri saja. tapi dia datang bersama beberapa karyawan nya, yang akan mengukur, ukuran tubuh seluruh anggota keluarga Elisa.


Carlos rela membayar mahal desainer tersebut, demi mendapatkan pakaian seragam terbaik untuk seluruh keluarga Elisa.


karena mengiat, waktu pembuatan baju-baju ini sangat singkat.


Hanya dalam waktu seminggu saja,maka semua pakaian ini sudah harus siap.


******


pagi ini Glen dan Dewi mendatangi sebuah butik dari desainer yang di percaya oleh carlos untuk menjahit setelan baju pria dan kebaya bagi wanita yang akan hadir di upacara pemberkatan pernikahan nya kelak.


karena pada saat desainer tersebut datang ke rumah Elisa, Dewi dan Glenn tidak berada di tempat.


kerena itu lah, mereka berdua mendatangi butik ' Marissa butik '


untuk mengukur, ukuran badan keduanya.


mengingat, seluruh anggota keluarga Elisa yang hadir di pemberkatan pernikahan Carlos dan Elisa kelak harus pakai baju yang sama.


sekarang Glen dan Dewi sudah mulai dekat, semenjak kejadian di rumah sakit beberapa Minggu yang Lalu, keduanya kini sudah akrab.


flash back of


kaki Dewi yang terluka, membuat nya sulit untuk berjalan.


meskipun dokter sudah mengatakan bahwa Dewi dalam keadaan baik-baik saja. tapi Glen yang merasa bersalah karena sudah menjatuhkan piring dan membuat kaki Dewi terluka.


Glen kembali menggendong Dewi, pada saat keluar dari rumah sakit.


Glen bahkan tidak memperdulikan ketika semua orang yang ada dirumah sakit tersebut memperhatikan tingkah laku dia dan Dewi.


perhatian semua orang yang ada di sana selalu tertuju pada mereka berdua,karena Dewi yang terus meronta ronta minta di turunkan dari dalam gendongan, berhasil menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitar mereka berdua.


"Dewi, diam lah.... atau aku akan dengan terpaksa harus melepaskan kamu dengan tiba-tiba."


ucap Glen, dia menghentikan langkahnya, lalu menatap mata Dewi dengan intens.


"apa kamu mau, aku melepaskan pelukan tangan ku, seperti ini?"


ucap Glen. dia merenggangkan tangan nya dari tubuh Dewi.


Dewi yang takut dia akan terjatuh dari tangan Glen, dengan sigap kembali memeluk leher glen.


dia tau bahwa Glen tidak main-main dengan ucapannya, karena Dewi sudah merasa kan tangan Glen yang hendak melepaskan pelukannya pada dirinya.


Glen tersenyum licik, karena dia kembali di peluk oleh Dewi.


'dasar gadis jutek.... sok jual mahal'


umpat Glen mengatai Dewi di dalam hatinya.


sambil terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit.

__ADS_1


Glen mengantar Dewi pulang ke rumahnya.


dalam perjalanan pulang kerumah Dewi, terlihat Dewi memeluk tubuh Glen dari belakang.


karena posisi mereka berdua yang sedang berboncengan di atas motor yang di kendarai oleh Glen.


sebetulnya Dewi memang tidak mau untuk memeluk pinggang Glen dari berbagai.


tapi Glen terus saja memaksanya.


"kamu harus berpegangan di pinggang ku, karena aku takut kamu akan jatuh"


ucap Glen pada Dewi, pada saat Dewi sudah duduk di belakang nya.


"aku sudah terbiasa mengendarai motor, jadi tidak mungkin aku terjatuh"


jawab Dewi dengan judes


" aku tahu, bahwa kamu sudah terbiasa mengendarai motor, dan tidak mungkin terjatuh."


ucap Glen, Masih dengan posisi untuk siap otw, karena motor nya sudah dalam keadaan di nyalakan.


"tapi, kondisi mu pada saat ini sedang tidak fit. aku rasa kepala mu pasti masih pusing."


"jadi aku takut, kondisi kesehatan mu yang belum stabil, bisa saja kan kamu tiba-tiba pusing."


ucap Glen lagi, lalu menoleh kearah belakang, untuk melihat wajah Dewi yang ada di dalam boncengan nya.


"baiklah.....".


jawab Dewi pasrah. karena ucapan Glen ada benarnya.


bahkan saat ini, dia tidak hanya sekedar pusing saja, tapi juga sedikit merasa mual.


"kenapa kamu tidak juga berpegangan di pinggir ku?"


tanya Glen lagi ketika motor nya sudah mulai berjalan, tapi Dewi masih enggan untuk memeluk pinggangnya.


jawab Dewi dengan jujur, dengan pipi merah merona, karena menahan Malu.


"kenapa kamu harus Malu...?"


"tenang saja, aku gak punya pikiran macam-macam kok sama kamu"


ucap Glen, sambil menoleh kebelakang.


Glen yang melihat wajah merah merona Dewi, tersenyum bahagia.


'kamu terlihat sangat cantik sekali'


gumam Glen di dalam hatinya.


entah kenapa dia terpesona melihat wajah Dewi yang terlihat memerah.


entah dapat keberanian dari mana, Glen meraih kedua tangan Dewi kemudian membawanya ke pinggang nya.


lalu dia menyatukan kedua tangan Dewi di pinggangnya. Glen menggenggam kedua tangan Dewi dengan sangat erat bahkan Glen menggenggam nya dengan cukup lama.


tit tit......


suara klakson kendaraan yang berbeda di belakang motor yang di kendarai oleh Glen, berhasil menyadarkan lamunan Glen, yang sejak dari tadi menikmati kehangatan tangan Dewi.


Glen sendiri juga merasa bingung, kenapa dia bisa sedekat ini dengan Dewi.


biasanya jika selalu bersih jutek pada wanita manapun yang mencoba untuk mendekati nya.


lain lagi dengan apa yang Dewi rasakan.


Dewi yang masih sangat muda, tidak merasa heran dengan apa yang Glen lakukan padanya.


karena dia sudah sering berboncengan dengan teman laki-laki nya, dan berpelukan seperti ini.


tapi ada rasa deg deg kan, di hati Dewi ketika Glen menyentuh dan menggenggam tangan nya.

__ADS_1


rasa yang belum pernah Dewi rasakan pada teman laki-laki nya sebelum nya.


motor Glen melaju dengan agak pelan.


tidak ada lagi obrolan di antara keduanya.


keduanya sama-sama diam membisu.


sibuk dengan pikiran nya, masing-masing.


Dewi yang merasakan ada getaran cinta di hati... sedang membayangkan bahwa dia dan Glen sedang berkencan.


mengendarai motor, menuju puncak...


tanpa sadar, Dewi kembali memeluk pinggang Glen dengan lebih erat lagi, dan menyandarkan kepalanya di bahu Glenn.


Glen menikmati pelukan hangat Dewi, ditambah lagi Dewi menyandarkan kepalanya di bahu miliknya, membuat hati Glen ikut berbunga bunga.


sungguh ini adalah momen paling romantis yang tidak pernah Glen rasakan sebelumnya.


bahkan saat ini Glen juga ikut menghayal bahwa dia sedang membawa Dewi ke suatu tempat, dengan berboncengan di motor miliknya.


dan sikap manja Dewi yang pada saat itu sudah menjadi pacarnya, membuat dia semakin sayang sama Dewi.


tit ...tit ....


suara kendaraan di belakang motor yang di kendarai oleh Glen, kembali menyadarkan lamunan kedua insan yang sedang di mabuk cinta ini.


"ehem.... ehem...."


ucap Glen, karena pada saat motor miliknya sudah terparkir tepat di depan rumah Dewi. tapi Dewi tidak juga turun dari motor nya.


"Dewi kita sudah sampai di depan rumah mu"


ucap Glen pada Dewi, lalu dia menoleh


ke arah belakang untuk melihat wajah Dewi yang masih memeluk pinggangnya dan kepalanya juga masih bersandar di bahunya.


"apa....?."


"kita sudah sampai di depan rumah ku?"


tanya Dewi, sambil melepaskan pelukannya di pinggang Glen.


" iya... kita sudah sampai di depan rumah mu"


"turun lah ...."


"atau kamu masih ingin meminta untuk di gendong oleh ku"


ucap Glen lagi. dia sengaja untuk menggoda Dewi.


"tidak...."


jawab Dewi dengan wajah cemberut, lalu segera turun dari motor Glen.


Glen yang melihat Dewi berjalan dengan tertatih Tatik, dengan sigap kembali menggendong Dewi dan membawa nya masuk ke dalam rumah Dewi.


semenjak hari itu, Glen dan Dewi menjadi teman akrab.


bahkan Glen sudah beberapa kali datang berkunjung ke rumah Dewi.


dan mereka juga sudah beberapa kali jalan-jalan bersama ke pantai atau sekedar nongkrong di KF.


****


yuk komen, supaya author lebih semangat lagi untuk update.


untuk yang sudah memberikan dukungan nya, author mengucapkan banyak terima kasih.


salam sehat


author.

__ADS_1


__ADS_2