
keesokan paginya, Elisa kembali mengajar seperti biasanya.
Elisa berjalan menuju ruang guru.
sesampai nya di ruang guru, Elisa lansung duduk, sambil meletakkan tas miliknya di atas meja kerjanya.
"selamat pagi Bu Elisa"
glen yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Elisa, akhirnya menyapa Elisa terlebih dahulu, karena semenjak dari tadi
dia dicuekin oleh Elisa.
"selamat pagi...."
jawab Elisa, sambil merapikan meja kerjanya.
" Bu elisa, ada yang ingin saya bicarakan.... apakah saya boleh bicara Bu ?"
tanya Glen.
"tentu saja boleh."
"apa yang ingin bapak bicarakan ?"
tanya Elisa pada Glen.
"saya ingin bertanya, apakah benar ibu Elisa sudah bertunangan dengan Carlos?"
tanya Glen, to the poin.
sebetulnya Glen merasa tidak nyaman bertanya langsung pada Elisa, tentang masalah ini. tapi dia ingin tahu, tentang kejelasan hubungan dia dan Elisa.
"tentu saja, saya dan carlos sudah bertunangan tiga hari yang lalu."
jawab Elisa singkat.
"kenapa Ibu Elisa tidak mempertimbangkan terlebih dahulu, untuk menerima lamaran dari Carlos?"
"apakah ibu Elisa sudah yakin akan cinta Carlos?"
tanya Glen lagi.
"tentu saja, saya yakin bahwa Carlos benar-benar mencintai saya"
jawab Elisa.
"jika memang ibu Elisa sudah yakin dengan cinta Carlos, saya tidak masalah. tapi apakah ibu Elisa benar-benar tidak ada ' rasa ' sama saya?"
tanya Glen, kayak orang bego.
"maaf Bu, bukan nya saya lancang. tapi saya bertanya seperti ini, hanya untuk menyakinkan hati saya, bahwa ibu Elisa benar-benar tidak mencintai saya. atau apakah ibu Elisa Masih bisa menerima saya, jika saya bisa berubah dan tidak akan meminum minuman beralkohol lagi"
ucap Glen lagi.
"maaf pak. saya mohon maaf karena saya masih tidak bisa untuk mencintai bapak Glen."
jawab Elisa.
"apakah ibu Elisa tidak ingin untuk mempertimbangkan lagi, cinta saya sama ibu Elisa?"
"saya sudah mencintai mu, lebih dari sepuluh tahun. dan saya bisa bersumpah bahwa saya akan setia padamu."
"dan saya berjanji bahwa saya akan menyayangi ketiga putri mu dengan tulus"
ucap Glen lagi.
"maaf pak. ini bukan masalah ketulusan cinta bapak terhadap saya dan ketiga putri saya. tapi ini, masalah perasaan saya. saya tidak mencintai pak Glen."
jawab Elisa, dengan hati-hati, karena dia takut Glen akan tersinggung dengan ucapan nya.
__ADS_1
"saya percaya, bahwa pak Glen adalah orang yang sangat baik. jadi pak Glen bisa mencari wanita yang lebih baik dari saya."
ucap Elisa lagi.
"saya seorang singel mom's. sedangkan pak Glen, seorang perjaka. saya merasa tidak pantas untuk pak Glen."
"pak Glen pasti akan mendapatkan jodoh yang sesuai untuk bapak."
ucap Elisa, mencoba menjelaskan pada Glen isi hatinya. supaya tidak terjadi salah paham di antara keduanya.
"tapi saya tidak pernah mempermasalahkan status mu. apapun status mu untuk saat ini, saya bersumpah bahwa saya bisa menerima mu apa adanya."
jawab Glen. dia mencoba untuk mengungkapkan isi hatinya, pada Elisa.
"saya minta maaf,pak Glen. saya tidak bermaksud untuk menolak maksud baik dari pak Glen. tapi saya juga tidak bisa memaksakan perasaan saya untuk bisa mencintai bapak. saya sudah terlanjur jatuh cinta pada Carlos, tunangan saya."
jawab Elisa lagi.
"baiklah. saya bisa mengerti dengan perasaan ibu Elisa."
"saya juga tidak akan memaksakan ibu Elisa untuk bisa menerima cinta saya."
jawab Glen, dengan wajah sedih.
"terima kasih, atas perhatiannya pak"
ucap Elisa lagi.
"saya rela melakukan apa saja untuk mu, Elisa. apapun itu, hanya untuk melihat mu bahagia."
ucap Glen dengan wajah prustasi.
sebetulnya, Glen ingin sekali menjadikan Elisa sebagai istrinya. tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena Elisa sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak mencintai dirinya. dia juga tidak ingin untuk menyakiti Elisa. apalagi berbuat kasar pada Elisa.
Glen benar-benar sangat mencintai Elisa. sudah sepuluh tahun dia memendamkan perasaannya terhadap Elisa. jadi kenapa dia harus menyakiti Elisa, ketika Elisa harus kembali menjadi milik orang lain.
aku pasti akan dengan senang hati, untuk berubah demi diri mu Elisa.'
gumam Glen di dalam hatinya.
saat ini Glen sangat menyesal karena dia sudah salah langkah, dengan menghabiskan, hidup dalam kesendirian nya, dengan mengkonsumsi alkohol.
Glen masih ingat pada saat Elisa mengatakan.
'aku tidak suka pria kasar dan pemabuk seperti dirimu. apalagi, pada saat ini, aku belum jadi istri mu saja, kamu sudah dengan beraninya menampar ku. tidak ada yang bisa menjamin bahwa suatu saat nanti, kamu tidak akan berbuat hal yang sama padaku.'
kalimat itu hingga saat ini masih saja teringan di telinga Glen.
'andai saja, dulu aku tidak pernah mencoba untuk mengkonsumsi alkohol, tentunya pada saat ini, Elisa masih bisa menerima cintaku.'
gumam Glen dengan penuh penyesalan.
sedangkan Elisa, dia hanya diam terpaku setelah mendengar ungkapan hati Glen.
hatinya sedikit tersentuh mengetahui bahwa Glen sangat mencintai dirinya.
bahkan sekarang, dalam keadaan hatinya yang sedang kecewa sekalipun Glen masih bisa merelakan dirinya untuk menikahi pria lain.
'sungguh besar cinta mu padaku Glen. seandainya aku bisa membalas cintamu. kamu pasti akan sangat bahagia.'
gumam Elisa di dalam hatinya.
"maafkan aku Glen.... aku tidak bisa memaksakan cintaku padamu. dan semua ini bukan keinginan ku."
" cintaku pada Carlos, tumbuh dengan begitu saja, tanpa di minta dan tanpa aku sadari."
ucap Elisa, dengan wajah sedih, karena dia tidak bisa menerima cinta Glenn.
"tidak apa-apa Bu. saya tidak bisa memaksakan dirimu untuk menerima cintaku."
__ADS_1
"mungkin kita memang tidak berjodoh"
ucap Glen, untuk menghibur dirinya sendiri.
meskipun di dalam hatinya, terasa sakit, karena lagi dan lagi,dia harus mencintai wanita yang selama ini mengisi hatinya, selama sepuluh tahun ini. tapi hanya bisa mencintai nya dalam diam.
mencintai Elisa Hanya di dalam hatinya seorang, tanpa bisa di ungkapkan.
'cinta bertepuk sebelah tangan'
peribahasa ini lah yang cocok untuk Glen.
meskipun sangat menyakitkan, tapi jika kita sangat mencintai seseorang dengan tulus.walaupun tidak bisa memilikinya dengan seutuhnya, tapi kita akan ikut bahagia ketika melihat dia bahagia.
Elisa sungguh sangat beruntung karena hidup di kelilingi oleh orang-orang yang selalu menyangi dirinya.
cinta memang tidak bisa dipaksakan.
dan kita juga tidak bisa memilih kepada siapa kita harus jatuh cinta.
dan pepatah mengatakan, bahwa jodoh sudah di tentukan oleh Tuhan.
cinta dan saling mengenal dalam waktu yang lama, tidak bisa menjamin bahwa keduanya berjodoh.
meskipun pertemuan Elisa dan Carlos cuma sesaat, tapi daya tarik dari keduanya, Berhasil membuat mereka jatuh cinta.
jatuh cinta pada pandangan pertama, mungkin tidaklah cocok untuk Elisa dan Carlos. karena mereka berdua bertemu di sosmed.jadi tidak pernah bertemu dan bertatap muka secara langsung.
tapi ' LDR Cinta Online '
kalimat ini lebih cocok untuk Elisa dan Carlos.
Karena mereka menjalin hubungan dari jarak jauh, dengan menggunakan sosmed.
bahkan pada saat Carlos mengatakan cintanya pada Elisa, cuma lewat messenger saja.
tapi walaupun begitu, pada saat itu Carlos sudah yakin bahwa Elisa adalah sosok wanita yang baik untuk dijadikan pasangan hidup nya.
walaupun dia belum pernah melihat Elisa secara langsung.
dan sebuah penyesalan tidak ada gunanya.
itulah yang sedang dirasakan oleh Glen.
meskipun dia telah menyesal, tapi penyesalan nya tidak bisa untuk mengubah keputusan Elisa.
tapi setidaknya, Glen menyadari kesalahannya dan berjanji untuk segera berubah.
****
readers, maaf karena banyak edegan tipu nya.
untuk yang kecewa karena elisa lebih memilih Carlos yang baru dia kenal. dari pada Glenn yang sudah sepuluh tahun mencintainya. author minta maaf. karena sejak awal author sudah bikin naskah dengan tema.
'seorang janda muda yang menikah seorang duda kaya asal London Inggris.
dengan pertemuan lewat online.'
jadi cinta Carlos dan Elisa memang sudah ditakdirkan untuk bersama oleh author.
jangan lupa, setelah selesai membaca untuk meninggalkan jejak nya ya.
beri dukungan dengan, like, komen dan vote nya.
untuk yang sudah memberikan dukungan nya, saya mengucapkan banyak terima kasih.
salam sehat
author
__ADS_1