
Jesika menghampiri Rafael yang sedang duduk santai di taman kampus.
"hai... selamat pagi" ucap Jesika, tepat di telinga Rafael.
Rafael kaget. lalu dia segera menutup layar ponsel miliknya, karena takut Vania akan melihat wajah jesika di layar ponselnya itu.
"ada apa?. Kenapa kamu selalu saja mengikuti ku?" tanya Rafael dengan nada ketus.
Vania masih bisa mendengar apa yang sedang Rafael dan Jesika bicarakan.tadi Vania juga ada melihat wajah jesika di layar ponsel Rafael. karena saat ini dia dan Rafael sedang melakukan panggilan video call.
"aku bosan sendirian, Rafael. dan karena itulah aku mencari mu" jawab Jesika, dengan santainya.
Vania mendekatkan handphonenya ke telinga nya, supaya bisa mendengarkan apa yang sedang Rafael dan Jesika bicarakan.
"seharusnya, kamu bisa saja menjadikan salah satu dari teman sekelas mu itu untuk menjadi teman dekat mu." protes Rafael, karena dia tidak suka dekat-dekat dengan Jesika.
"mereka semua, tidak ada yang selevel dengan ku" jawab Jesika dengan angkuhnya.
"berhentilah untuk bersikap sombong, jesika. belajarlah untuk tidak memandang orang dari status sosialnya" ucap Rafael.
"aku hanya ingin menjadi teman dekat mu, Rafael."
"maukah kamu menjadi teman ku"
tanya Jesika tanpa malu-malu.
"ok. kita berteman. tapi ingat, kamu harus jaga jarak dengan ku" jawab Rafael.
entah kenapa dia tidak suka dengan sikap jesika yang selalu sok dekat sama dia.
apalagi selama ini, sikap Jesika juga terkesan seperti orang selalu mengangap
kalau sekedar peluk dan cium itu adalah hal yang sudah biasa dia lakukan.
sikap Jesika ini sungguh membuat Rafael sirih jika berdekatan dengan Jesika.
Jesika dan Vania memang berbeda jauh.
Vania tidak pernah sekalipun menempelkan tubuhnya pada Rafael. meskipun mereka berdua sudah pacaran selama tiga tahun terakhir. tapi vania tidak pernah sekalipun menunjukkan sikap genitnya pada Rafael.
dan karena sikap Vania yang selalu menjaga dirinya lah, yang membuat Rafael juga menghargai Vania. Rafael juga tidak pernah ingin untuk merusak kepercayaan kekasihnya itu.
meskipun, sesekali Rafael ingin sekali untuk mencium bi**r kekasihnya itu. tapi niat selalu dia urungkan, karena dia tahu bahwa Vania adalah gadis baik-baik.
bukan ciuman yang penuh gairah yang Rafael inginkan. tapi sekedar ciuman untuk melepaskan rasa rindunya pada kekasihnya Vania, pada saat mereka berkencan berdua. pada saat Rafael pulang ke London.
__ADS_1
"baiklah." jawab Jesika dengan wajah gembira. dia bahkan sangat senang karena akhirnya Rafael mau juga menjadi temannya.
Vania hanya diam saja menyimak pembicaraan Kekasihnya Rafael dengan temannya Jesika.
Vania tersenyum, karena dia mendengar dengan jelas apa yang Rafael bicarakan dengan Jesika. dengan kejadian ini, Vania jadi tahu bahwa Rafael dan Jesika tidak ada hubungan apa-apa di antara mereka berdua.
Vania jadi tahu bahwa Jesika cuma ingin membuat dirinya cemburu saja.sehingga Jesika mengirim kan foto mesra dia dan Rafael waktu itu, ke WhatsApp vania. dia ingin membuat Vania marah, dan akhirnya Rafael dan Vania memilih untuk berpisah.
setelah cukup lama mengobrol dengan Jesika.barulah Rafael tersadar bahwa dia belum menutup panggilan video call nya dengan Vania.
"halo.... Vania. sayang, maaf ya, tadi ada Jesika yang mengganggu ku" ucap Rafael. dia bisa melihat wajah cantik Vania di layar ponsel nya.
"tidak masalah. " jawab Vania, singkat. sambil tersenyum.
"halo Vania..." ucap Jesika. dia lansung bangun dari duduknya. dan mendekatkan wajahnya ke layar ponsel Rafael, sesaat setelah tahu bahwa yang sejak tadi melakukan Vidio call dengan Rafael adalah Vania.
" halo juga. bagaimana kabarmu, Jesika"
tanya Vania, dengan ramahnya.
"saya baik-baik saja. dan bagaimana kabarmu?" Jesika balik bertanya.
"saya juga baik-baik saja. ya sudah silahkan di lanjutkan lagi mengobrol dengan Rafael." jawab Vania, sambil tersenyum. dia tidak merasa cemburuan sama sekali dengan kedekatan Rafael dan Jesika. karena dia tahu bahwa Rafael hanya mencintai dia seorang.
"kok sudah sih ongbrol nya, sayang" jawab Rafael protes. dia bahkan sengaja menekan kata ' sayang ' supaya Jesika bisa mendengarkan nya dengan jelas, ungkapan sayang dia ke Vania.
"nanti saja lagi, kita lanjutkan ngobrolnya ya. di samping mu kan lagi ada yang pengen tahu aja, apa yang kita obrolin. ada yang kepo" jawab Vania.
"enak aja. aku gak kepo" jawab jesika. protes, dia tidak terima di bilang tukang kepo.
"iya ya, ada yang kepo. ya sudah, kalau begitu nanti malam saja lagi, kita lanjutkan lagi mengobrol nya."
"ok. baiklah. aku tunggu telpon dari mu. byyyyy" ucap Vania. sambil melambaikan tangannya pada Rafael.
"byyyy juga sayang.aku juga lagi ada kelas nih. " jawab Rafael.
"sama, saya juga lagi ada kelas" jawab Vania.
"saya matikan ya. byyyy sayang. Mach "
ucap Rafael lagi. sambil memperagakan kiss by nya.
lalu dia mematikan Vidio call nya. karena selama ini memang Rafael lah yang selalu mengahiri panggil telpon mereka berdua.
sedangkan Vania, selalu menurut saja apa yang dikatakan oleh Rafael.
__ADS_1
setelah menutup telponnya dengan Vania. Rafael berpamitan sama Jesika untuk kembali masuk kelas.
" Jesika, saya masuk kelas dulu ya"
ucap Rafael, sambil meraih tas ransel miliknya yang dia letakkannya di kursi, di samping dia duduk.
"baiklah. sampai jumpa" jawab Jesika, masih sok ramah.
"sampai jumpa" jawab Rafael sambil berlalu dari hadapan Jesika.
setelah kepergian Rafael.
ahh ......
karena kesal Jesika berteriak. dia tidak terima di Katai seperti orang yang selalu kepo sama hubungan orang lain.
'kamu.... Vania kamu selalu saja membuat ku jengkel' ucap Jesika pelan. dengan raut wajah nya yang kelihatan lagi marah, menahan emosi.
' lihat saja, aku akan bikin perhitungan sama kamu. akan aku buat Rafael jatuh cinta padaku' gumam Jesika di dalam hatinya.
'kamu akan menyesal karena selalu saja membuatku merasa jengkel padamu'
batin Jesika.
entah kenapa Jesika selalu iri pada Vania. mungkin karena Vania adalah gadis baik. bahkan ketika Jesika berbuat kasar padanya pun, Vania tetap bersikap santai aja sama Jesika.
bahkan dulu waktu masih di bangku sekolah, Jesika sering sekali ngebuli Vania, Vania selalu terima apa adanya. dia tidak pernah sama sekali mengadu ke pihak sekolah atau melawan dengan kekerasan.
Vania selalu bersikap santai saja apapun yang Jesika lalukan padanya.
yang bikin Jesika lebih kesal lagi. setiap kali dia mengerjai Vania, selalu saja ada Rafael yang membela Vania.
Jesika tidak suka, cowok yang selama ini dia incar dan dia sukai malah lebih memilih Vania.
dan sejak itulah Jesika tidak menyukai Vania. dia selalu iri melihat kedekatan Rafael dan Vania.
****
*cinta tidak perlu di paksa. jika orang yang kamu cintai tidak membalas cintamu, sebaiknya kamu cari yang lain saja.
karena lebih baik dicintai dari pada mencintai. dan jangan pernah menjadi orang ketiga di antara dua orang yang saling mencintai. karena itu akan menyakiti mu.
cinta bertepuk sebelah tangan itu memang sangat menyakitkan.
tapi lebih baik, kamu mengiklaskan orang yang kamu cintai hidup bahagia bersama pilihan nya, daripada kamu harus merusak kebahagiaan nya*.
__ADS_1