LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
Carlos dan Elisa baikkan


__ADS_3

"pak.....pak." ucap Felicia, memanggil Glen dengan sebutan 'pak...'.


yang membuat membuyar lamunan Glen dan Elisa karena kaget.


"ya sayang... ada apa?" tanya Glen, sambil membalikkan badannya, menghadap kearah Felicia.


"pak Glen... temani Feli main yuk..."


"Ayuk.... sayang" jawab Glen, sambil menggendong Feli


"tadi katanya mau pulang." ucap Elisa sedikit ketus.


"Feli sayang,lain kali saja ya pak Glen temani Feli bermain.kayaknya, mama feli tidak kasih izin Feli main sama bapak."


ucap Glen, dia sengaja bikin Elisa kesal


"ini sudah waktunya kamu tidur siang, sayang" ucap Elisa mencoba memberi penjelasan pada Felicia.


"Feli tidur lagi ya. lihat mama aja udah siap untuk tidur. mama sudah siap dengan piyama malam nya" ucap Glen


Elisa merasa sangat malu, karena baru menyadari bahwa dia belum mandi sejak pagi.


"maaf pak Glen. tadi saya lupa bahwa saya belum mandi sejak pagi"


ucap Elisa dengan malu malu.


aduh... seharusnya tadi saya langsung mandi, pas saya ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.


gumam Elisa di dalam hatinya.


"tidak apa-apa kok Bu. saya juga suka melihat penampilan ibu Elisa seperti ini."


ucap Glen, dia sengaja menggoda Elisa dengan mengedip kan matanya.


Elisa lansung melotot,melihat kelakuan Glen yang tidak pada tempatnya.


"ya sudah anak-anak. pak Glen pulang dulu ya" ucap Glen. dia sengaja menghindari kemarahan Elisa.


'ibu Elisa kayaknya lagi bad mood deh.bisa gawat ni.... kabur ah...' gumam Glen di dalam hatinya.dia tahu Elisa paling tidak suka di gombalin.


"hati-hati ya bapak Glen." ucap Feli dan Maureen.


"eh..... eh... kenapa memanggil pak Glen dengan sebutan 'bapak' seharusnya ' om ' panggil 'om...' ya sayang."


Elisa protes. dia tidak suka anak-anak nya memanggil Glen dengan sebutan 'bapak'.


"tidak masalah Bu. sebentar lagi saya juga akan menjadi ayah mereka" jawab Glen asal. yang berhasil membuat Elisa kesal.


"da da... pak, hati-hati dijalan ya." ucap Feli sambil mengulurkan tangan nya.


Glen bingung, dia tidak mengerti apa maksud Feli dengan mengulur kan tangan nya.


"Salim dulu pak..."ucap Feli menjelaskan maksud nya.sambil meraih tangan Glen, lalu segara mencium punggung tangan Glen.


"anak pintar..." ucap Glen. sambil tersenyum,dan mengelus pipi Feli.


'jadi seperti ini ya... rasa punya anak, mendapatkan perhatian lebih. tapi kira-kira gimana ya rasanya punya istri, aku pasti akan mendapatkan perlakuan yang romantis darinya setiap hari.'


gumam Glen di dalam hatinya. dia jadi menghayal bisa romantis setiap hari dengan Elisa.

__ADS_1


'jadi ga sabar untuk cepat-cepat menikahi elisa. udah bosan aku jomblo terus." gumam Glen lagi.


* * *


setelah kepergian Glen, Elisa segara mandi. setelah selesai berpakaian, Elisa mengajak Felicia untuk rebahan di atas ranjang. Feli tidur siang selalu ditemani mamanya.


"Feli sayang...tidur siang lagi yuk" ucap Elisa sambil menggendong Feli.


setelah Feli tidur, Elisa bangun dari rebahan nya. dia melihat ada chat di handphone miliknya.


'ada pesan dari om Carlos' gumam Elisa.


'Carlos tahu tidak ya, kalau aku sedang sakit?'


'sepertinya tadi pagi aku salah kirim pesan.'


'carlos kenapa kamu selalu memberikan perhatian lebih padaku?'


'apakah kemarin sikap ku terlalu berlebihan kepadanya?'


tanya Elisa pada dirinya sendiri.


'apakah kamu tidak merasa sakit hati setelah membaca semua pesan dari ku'


"selamat pagi". akhirnya Elisa memilih untuk membalas chat dari Carlos.


ada rasa menyesal di dalam hati Elisa, karena dia sudah bersikap kasar ke Carlos, seminggu yang lalu.


"selamat siang sayang..." balas Carlos.


dia begitu bahagia mendapatkan chat dari Elisa.


sejak dari tadi Carlos memang tidak bisa fokus bekerja.pikiran selalu memikirkan Elisa, dia begitu khawatir dengan kondisi Elisa yang sedang sakit.


"saya sudah merasa lebih baik. tadi teman saya, sudah membelikan obat untuk saya." balas Elisa.


"teman mu yang mana" tanya carlos,ingin tahu.


"rekan kerja saya. namanya Glen. dia juga seorang guru" balas Elisa.


"apakah kalian adalah teman dekat sayang?" tanya carlos.


Carlos merasa sangat cemburu, karena Elisa berteman dengan seorang pria.


'yes.... ternyata aku sudah berhasil membuat dia cemburu. aku kerjain aja kali ya si Carlos ni.' gumam Elisa di dalam hatinya.


'siapa suruh kamu sering iseng sama aku ! aku balas aja kamu Carlos. kamu sudah seringkali membuat aku marah.'


gumam Elisa lagi.


"kami adalah rekan kerja. jadi secara otomatis, setiap hari kami pasti bertemu.


karena itulah aku sering meminta bantuan sama Glen." ucap Elisa. dia sengaja bikin hati Carlos panas.


"sayang, apakah kamu menyukai nya?


apakah karena dia, kamu selalu menolak cintaku?" tanya carlos dengan sedikit prustasi.


Carlos merasa sangat cemburu dengan kedekatan Elisa dan Glen.

__ADS_1


'setiap hari kami selalu bertemu'. kalimat ini berhasil mengganggu pikiran Carlos.


'andai saja,kita tinggal di negara yang sama, aku pasti akan selalu menemani mu setiap kali kamu membutuhkan perhatian dan bantuan dari ku'.


gumam Carlos lagi.


"jujur.... sebetulnya aku memang merasa nyaman pada saat bersama dengan nya. tapi bukan berarti aku mencintainya".


Jawab Elisa dengan jujur.kerena dia memang tidak mencintai Glen.


"syukurlah jika kamu memang tidak mencintai Glen. tapi bagaimana dengan perasaan Glen ke kamu?.


apakah Glen juga tidak mencintaimu?"


tanya carlos.


Carlos mencoba berfikir positif tentang hubungan Elisa dan Glen.


siapa tahu si Glen itu sudah menikah dan sudah punya istri. gumam Carlos di dalam hatinya.


"aku tidak tahu bagaimana perasaan Glen ke aku. tapi yang pasti, si Glen itu juga singel loh....


sama seperti aku" balas Elisa.di sengaja bikin Carlos bad mood.


"sayang, siapa bilang kamu itu singel. aku itukan pacarku!!!?


aku bahkan sudah melamar mu sebayak dua kali!!!


dan itu artinya kamu sudah jadi calon tunangan ku.!!!"


Carlos menegaskan, siapa tahu Elisa lupa. batin Carlos.


dia tidak terima Elisa bilang dia masih singel.


"sayang, aku sangat tidak suka jika kamu terlalu dekat-dekat dengan pria manapun di sana. akan aku pastikan, jika aku datang ke tempat mu, untuk melamar mu yang ketiga kalinya, kamu sudah tidak bisa lagi untuk menolak cintaku." ucap


Carlos mencoba menjelaskan ke tulusan hatinya pada Elisa.


"maaf sayang, karena aku sudah lupa bahwa kita sudah pacaran. aku pikir kita sudah putus kemarin."Jawab Elisa.


Elisa sengaja bikin Carlos marah. dia ingin tahu seberapa besar Carlos mencintai nya. seberapa besar Carlos ingin memperjuangkan cintanya untuk dirinya.


"sayang.... kenapa sih, kamu selalu ingin menguji kesabaran ku?. kita sudah pacaran beberapa Minggu yang Lalu. dan belum ada kata putus di antara kita."


balas Carlos, dengan sedikit emosi menghadapai sikap elisa yang selalu saja mengabaikan perasaan nya. selalu saja tidak percaya dengan semua ucap nya.


"kita ini sudah bukan anak remaja lagi. sadar umur sayang. masak sih sudah setua ini masih mau Gonta ganti pacar. kita kan sudah bukan anak remaja lagi."


protes Carlos


"hehehe.... maaf ya.tapi tadi aku benar-benar lupa, bahwa aku ini masih pacar kamu."


"ya sudah aku maafkan.tapi mulai sekarang kamu sudah bukan lagi jadi pacar ku,tapi sudah menjadi calon istri ku" ucap carlos, dengan bersungguh sungguh.


Carlos begitu senang karena ternyata Elisa sudah tidak marah lagi padanya.


Carlos merasa bahwa dia sudah yakin dengan cintanya kepada Elisa.dan perjuangan nya selama ini sudah membuahkan hasil.


pepatah mengatakan 'cinta butuh pengorbanan' itulah yang Carlos rasakan saat ini.

__ADS_1


' semangat Carlos....' Carlos mencoba memberikan semangat kepada dirinya sendiri.


"yuk komen, supaya author semangat untuk up lagi.terima kasih"


__ADS_2