
selama dua tahun ini, Vania dan Rafael pacaran jarak jauh.
Rafael ada di Rusia, sedangkan Vania ada di London.
tahun ini,Vania sudah tamat SMA. dan akan melanjutkan ke universitas kedokteran, di London.
selama pacaran jarak jauh, keadaan mereka berdua baik-baik saja. mereka berdua tidak pernah marahan sama sekali.
karena, sekarang sama-sama sibuk, mereka berdua sudah jarang lagi untuk saling kasih kabar ke satu sama lain.
Vania, yang baru saja belajar di universitas yang baru.di sana dia juga memiliki tiga orang teman barunya.
Vania mempunyai seorang teman laki-laki dan dua orang teman perempuan. mereka berempat satu kelas.
sedangkan Rafael di Rusia,juga mendapatkan seorang teman perempuan.
gadis ini adalah gadis yang sudah Rafael kenal beberapa tahun yang lalu.
Jesika.ya jesika, adalah teman sekelas Vania waktunya di London dulu.
sekarang dia juga menuntut ilmu di universitas yang sama dengan Rafael.
******
jesika menghampiri Rafael yang sedang duduk di sebuah kafe.
Rafael sangat kaget melihat Jesika yang tiba-tiba duduk di sebuah kursi yang ada didepannya.
"selamat sore, Rafael" ucap Jesika, menyapa Rafael.
"selamat sore juga" jawab Rafael.
"maaf, kedatangan ku mengganggu mu."
"apakah, aku boleh duduk di sini?"
tanya Jesika, basa-basi. padahal dia sendiri sudah duduk di meja yang sama dengan Rafael.
"tentu ..." jawab Rafael, singkat.
meskipun, Rafael tidak menyukai Jesika. karena Rafael tau, dulu jesika sering sekali iseng sama Vania. karena itulah Rafael tidak menyukai sikap egois Jesika.
tapi ketika Jesika mengatakan bahwa dia belum punya teman di negara ini, akhirnya Rafael mau juga membiarkan Jesika untuk duduk satu meja Besama dengan dia, untuk sekedar mengobrol di kafe ini.
setelah beberapa lama mereka berdua mengobrol. Jesika pamit untuk pergi ke toilet dulu. dan Rafael pun mengiyakan.
tapi setelah dia kembali dari toilet, Jesika malah duduk di samping Rafael.
"Rafael kita Selfi dulu ya"
ucap Jesika, ketika Rafael ingin pamit pulang.
"untuk apa?"
tanya Rafael, lalu memilih kembali duduk di kursinya.
tanpa malu-malu, Jesika bangun dari duduknya, dan menempelkan pipinya di pipi Rafael, kemudian dia mengambil foto menggunakan handphone miliknya.
"Jesika, kenapa mengambil foto kita sedekat ini?" tanya Rafael,merasa bingung dengan kelakuan Jesika. tangan nya menunjukkan dirinya, lalu pada Jesika, sebagai tanda bahwa dia tidak mengerti.
"santai aja. kamu ini, selalu seperti anak kecil saja. pipi mu, baru di tempel sedikit saja sudah ketakutan" protes Jesika.
__ADS_1
"bukan begitu. aku hanya ingin menjaga perasaan pacarku, Vania" jawab Rafael.
"Vania?"
"jadi kamu masih pacaran sama Vania?"
tanya Jesika.
"iya..." jawab Rafael.
"kalian berdua sudah pacaran selama tiga tahun ini?" tanya Jesika, tidak percaya"
"iya. kami sudah pacaran selama tiga tahun terakhir ini" jawab Rafael.
"Rafael. Vania di London, dan kita di sini, di Rusia. jika kita melakukan hal yang lebih dari ini sekalipun, Vania juga tidak akan tau"
jawab Jesika. Sambil tersenyum kecut. entah kenapa dia cemburu pada Vania yang bisa mendapatkan cinta tulus dari Rafael.
"apa maksud mu?" tanya Rafael.
"aku cuma bercanda. tidak punya maksud apa-apa" jawab jesika.lalu dia berpamitan untuk pergi dari kafe itu, terlebih dahulu dari Rafael yang masih duduk bengong di kursinya.
******
Vania dan ketiga temannya, duduk santai di kafe.
mereka berempat terlihat sedang mengobrol, sesekali mereka tertawa. entah apa yang mereka bicarakan.
Ting....
bunyi pesan masuk di handphone milik Vania.
'ada pesan' gumam Vania.
'foto ini, foto kamu dan kekasihku, Rafael.'
'kenapa kalian bisa bersama. bahkan berselfi sedekat ini?' gumam Vania di dalam hatinya.
"Vania, ada apa?" tanya Marissa pada Vania. dia bingung melihat raut wajah Vania yang berubah, sesaat setelah dia membuka pesan WhatsApp yang barusan masuk di handphone miliknya.
'tidak ada apa-apa" jawab Vania.
"ya sudah, aku tau kamu tidak ingin cerita. tapi apapun masalah mu, sebaiknya jangan di pendam sendiri" ucap Marissa.
"iya. kalau aku ada masalah, nanti aku pasti akan cerita sama kamu" jawab Vania, sambil tersenyum. dan ketiga sahabatnya juga ikut tersenyum.
****
sepulang dari kafe. Vania lansung pulang ke rumah. bahkan setelah sampai di rumah pun, vania masih kepikiran dengan foto Rafael dengan Jesika.
Vania menatap foto mesra temannya, Jesika dengan kekasihnya Rafael.
'jesika. apa maksud mu mengirimkan aku foto mesra mu, dengan kekasihku, Rafael?' tanya Vania di dalam hatinya.
Vania, ingin sekali bertanya tentang foto ini pada Rafael, kekasihnya. tapi niatnya dia urungkan, karena Vania tau bahwa Jesika memang sering iseng pada dirinya.
Vania tidak mau, cuma karena foto, dia dan Rafael jadi salah paham.
Vania tidak mau terpancing emosi sama kelakuan Jesika.
di tempat lain...
__ADS_1
sementara Jesika. dia merasa puas karena telah berhasil mengirimkan foto mesra dirinya dengan Rafael pada Vania.
'vania, hubungan mu Rafael pasti akan renggang Setelah melihat foto mesra aku dengan Rafael. kamu pasti akan sangat cemburu pada ku' ucap Jesika di dalam hatinya.
Jesika bahkan, tersenyum puas melihat handphone nya, dimana di sana sudah tertera centang biru, yang artinya pesan yang sudah dia kirim sudah terbaca oleh Vania.
'besok aku akan kembali mendekati mu, Rafael. akan aku buat Rafael jatuh cinta padaku' pikir Jesika dengan liciknya.
' ternyata, tidak Sulit ya, memisahkan kamu dan Rafael' gumam Jesika.
Jesika sedang duduk di atas Ranjang, di kamarnya. dia senyum-senyum sendiri. sepertinya dia sedang menyusun rencana untuk memisahkan Rafael dan Vania.
entah kenapa, sejak dari SMA Jesika selalu tidak pernah menyukai Vania.
apalagi, dari dulu dia memang sudah sangat menyukai rafael.tapi Rafael malah memilih untuk mencintai Vania.
mungkin karena itulah, Jesika membenci Vania. karena dia menganggap bahwa Vania telah merebut Rafael dari dirinya.
padahal bukan seperti itu kenyataan nya.
Rafael lah yang lebih dulu menyatakan cintanya pada Vania. dan Vania pun menerima cinta Rafael, kerena dia juga mencintai Rafael.
intinya, Rafael dan vania saling cinta
****
cinta memang tidak bisa di paksakan.
bahkan kita tidak bisa memilih sama siapa kita akan jatuh cinta.
meskipun, kita sering sekali mempunyai impian untuk jatuh cinta pada seseorang yang kita impikan. seseorang yang sempurna di mata kita.
seseorang yang mempunyai kriteria khusus, seperti yang kita inginkan.
tapi cinta tidak mengenal tempat nya.
dia berlabuh begitu saja di hati seseorang, bahkan tanpa orang itu menginginkan kehadirannya sekalipun,
cinta tetap akan berlabuh di sana.
****
saling mencintai jarak jauh, memang tidak mudah. LDR, membutuhkan kesabaran dan kepercayaan.
harus saling menjaga perasaan pasangan dan harus saling percaya dengan satu sama lain. karena mereka tidak bisa bertemu. tapi mereka bisa untuk saling percaya, bahwa pasangan nya masih setia.
walaupun, terkadang rasa rindu itu, butuh di obati dengan bertemu. tapi karena jarak, mereka tidak bisa bertemu. jadi mereka harus menahan rindunya, seorang diri.
belum lagi, kalau ada yang bikin cemburu seperti ini. kalau cinta kedua tidak kuat iman, cinta mereka pasti akan cepat goyah. ada juga, karena di sebabkan oleh cemburu
ada saja salah satu dari keduanya ingin hubungan mereka putus di tengah jalan.
ada juga yang memiliki untuk selingkuh Karena tidak tahan akan godaan.
tapi menjalin hubungan jarak jauh juga ada baiklah. dengan LDR, kita bisa membuktikan kesetiaan kita pada pasangan.
saling percaya dan rasa rindu yg selalu kita pendam lah, yang membuat kita kuat untuk terus mencintai dia. dan dengan berjalan nya waktu, rasa cinta itu akan semakin dalam.
****
untuk para readers semua. bagi kalian yang LDR, semoga kalian bisa untuk saling menjaga cinta yang sudah kalian tanam, dan semoga kalian bisa untuk setia selamanya, pada pasangan kalian.
__ADS_1
...yuk like dan* komen, supaya author lebih semangat lagi untuk update...