
setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak keluarga. Carlos dan Elisa diperoleh untuk melanjutkan acara pertunangan mereka berdua.
suku Dayak juga sama dengan suku yang lainnya. disini juga ada pertukaran seserahan. tapi di suku Dayak tidak berupa uang.
biasanya berupa perhiasan atau pakaian.
dan juga perlengkapan mandi serta alat Mike up, yang wajib diberikan dari pihak laki-laki ke pihak perempuan.
dan untuk pihak perempuan, biasanya memberikan hadiah berupa pakaian dan perlengkapan mandi juga. sebagai tanda mereka akan memulai hidup baru.
di sini juga di lakukan tanya jawab dari kedua belah pihak.
misalnya, pembawa acara akan bertanya
tentang, dengan maksud apa saja ' anda ' memberikan hadiah ini kepada calon tunangan mu.
dan pertanyaan ini harus di jawab dengan sejujurnya, oleh pihak yang sedang ditanya.
setelah mendapat kan petuah dari para ketua adat dan pemuka agama yang di tujukan pada Carlos yang akan pindah agama. Carlos dan Elisa dipersilakan untuk melanjutkan pengesahan pertunangan keduanya.
sekarang Carlos dan Elisa sudah siap untuk acara pasang cincin.
"Elisa Dinata, saya Carlos alam.mempersembahkan cincin ini kepada mu, sebagai tanda cinta saya padamu. dan dengan cincin ini saya akan menjadikan kamu sebagai tunangan saya."
ucap Carlos kepada Elisa,sambil meraih tangan kiri Elisa dan menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Elisa.
semua orang bertepuk tangan, sebagai tanda ikut merasakan kebahagiaan yang saat ini dirasakan oleh carlos dan Elisa.
lalu Elisa juga mengatakan hal yang serupa tapi tak sama pada Setelah itu elisa juga menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Carlos.
setelah selesai acara pasang cincin, Carlos meraih Elisa kedalam pelukannya.
sekarang Carlos sudah tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak memeluk dan mencium kening Elisa.
sedari tadi, pada saat perjumpaan dia dan Elisa, Carlos sudah sangat ingin sekali memeluk Elisa. tapi sang ibu melarang Carlos untuk melakukan nya.
"jaga sikap mu, Carlos. atau nanti keluarga Elisa tidak akan merestui hubungan kalian, karena sikapmu"
ucap nyonya Salva,pada saat di dalam mobil, pada saat Carlos ingin mencium pipi Elisa, dalam perjalanan menuju rumah orang tua Elisa.
"ini negara Indonesia, bukan London Inggris. yang bebas melakukan edegan mesra di depan umum."
ucap nyonya Salva lagi, yang berhasil membuat Carlos diam terpaku. dia hanya bisa menatap wajah Elisa sambil tersenyum bahagia.walapun di dalam hatinya, dia menggerutu ibunya.
'ibu, hanya mengganggu momen kangen-kangenan ku sama Elisa saja.'
gumam Carlos di dalam hatinya.
dan kini sudah tidak ada rasa keraguan dan malu di dalam hatinya, untuk memeluk dan mencium kening Elisa karena sekarang Elisa sudah resmi menjadi calon istrinya.
walaupun mereka belum sah menjadi suami istri. tapi paling tidak, sekarang hubungan mereka berdua sudah ada kejelasan. pikir Carlos lagi.
semua orang bertepuk tangan, melihat cara Carlos memperlakukan elisa. terlihat jelas, Carlos sangat memanjakan Elisa di dalam pelukan nya. dengan begitu, Carlos bisa mengungkapkan isi hatinya pada Elisa. bahwa dia sangat mencintai dan menyayangi Elisa.
Elisa Hanya bisa tersenyum malu-malu di dalam dekapan hangat Carlos. bahkan saat ini wajahnya sudah merah merona, karena malu bercampur bahagia.
"aku sangat mencintai mu, Elisa"
ucap carlos tepat di telinga Elisa, sambil mengusap rambut Elisa.lalu mencium kening Elisa.
Elisa tidak menjawab ungkapkan hati dari Carlos untuk nya. tapi dia bisa menatap wajah Carlos, dengan senyuman manisnya.
setelah acara pertunangan selesai, dilanjutkan dengan acara ramah tamah. di mana semua orang bisa menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh keluarga Elisa.
tidak ada makanan khas orang barat disini, tapi semuanya makanan khas Nusantara.
tapi walaupun begitu, keluarga dari pihak Carlos, bisa menikmati hidangan tersebut. bahkan mereka tidak segan-segan untuk memuji kelezatan masakan Indonesia, yang sangat lezat dan kaya akan rempah-rempah.
***
keesokan harinya, keluarga Carlos kembali ke London, negara asal Carlos.
setelah mengantar keluarga nya ke bandara,Carlos dan Elisa kembali ke tempat tinggal Elisa.
hari ini Carlos berniat untuk menghabiskan waktu nya bersama Elisa dan ketiga putrinya di rumah Elisa.
__ADS_1
itung-itung sebagai pendekatan dengan ketiga putri Elisa. pikir Carlos.
sebelum sampai di rumah Elisa Carlos membawa Elisa untuk berbelanja di pasar tradisional, karena di daerah tempat tinggal Elisa tidak ada mall.
dia ingin memasak bersama Elisa.
setiba dirumahnya, Elisa mempersilakan carlos untuk beristirahat di dalam kamar tamu. tapi Carlos yang tidak ingin waktu bersamanya dengan Elisa terbuang begitu saja, dia menolak tawaran dari Elisa.
di malah meminta Elisa untuk mengajari nya untuk memasak masakan khas Indonesia.
dan pilihan Carlos kali ini adalah masakan rendang sapi. entah kenapa dia penasaran dengan masakan yang terkenal lezat, ciri khas dari Indonesia yang satu ini.
Elisa mengajari Carlos cara mengsangrai kelapa parut, lalu menumbuknya hingga halus dan mengeluarkan minyak.
sesekali Carlos memeluk tubuh Elisa dari belakang, pada saat Elisa sibuk melakukan pekerjaan nya.
"sayang... biar saya bantu"
ucap carlos Sambil memeluk Elisa dari belakang.
"tidak perlu... saya bisa melakukan nya sendiri."
jawab Elisa.
"tapi kan saya yang meminta mu untuk masak, jadi saya harus membantu mu"
jawab Carlos.
"katakan saja apa yang bisa saya bantu....?"
tanya carlos lagi, tanpa mau melepaskan pelukannya pada Elisa.
Elisa yang merasa sangat risih di peluk, akhirnya menyuruh Carlos untuk memotong daging sapi.
"apakah kamu bisa membantuku untuk memotong daging?"
tanya elisa, sungguh dia merasa tidak nyaman dipeluk mesra oleh Carlos. dia takut anak-anak nya melihat kelakuan Carlos padanya.
"baiklah. saya akan membantu mu, untuk memotong daging. katakan saja bagaimana aku harus memotong nya ?"
tanya carlos lagi.
"seperti ini cara motong dagingnya"
ucap Elisa.
Carlos yang memperhatikan apa yang sedang Elisa lakukan sejak tadi, mendekati Elisa, lalu lagi dan lagi dia memeluk tubuh Elisa. sambil berkata.
"ajari aku sekali lagi, sayang." ucap carlos, tepat di telinga Elisa. lalu kedua tangannya memegang tangan Elisa yang sebelah kanan sedang memegang pisau dan yang sebelah kiri memegang daging.
kali ini bukan Elisa yang mengajari Carlos bagaimana caranya memotong daging, sapi Carlos lah yang menuntun kedua tangan Elisa untuk memotong daging.
Carlos tetap dalam posisi yang sama sampai semua daging terpotong semua.
sedangkan Elisa hanya bisa pasrah mengikuti arahan dari Carlos.
"sudah selesai..."
ucap Elisa, karena Carlos tidak juga melepaskan kedua tangannya Dari genggam tangannya pada Elisa.
"iya... saya tahu. saya masih ingin dalam posisi seperti ini, sebenar lagi"
jawab Carlos. lalu membalikkan tubuh Elisa supaya menghadap ke arahnya.
"sayang. aku sangat mencintaimu. aku sangat merindukan dirimu." ucap carlos. sungguh dia sudah sedari tadi ingin sekali mengungkapkan perasaan cintanya pada Elisa. tapi selalu terhalang, karena mereka berada di antara keluarga keduanya.
"sayang... di sini ada anak-anak. nanti mereka bisa melihat kita"
jawab Elisa.
"ya... tidak apa-apa sayang. pada saat ini saya sudah jadi ayah dari anak-anak. jadi tidak ada masalah dong,jika saya peluk ibunya"
jawab Carlos, dengan santainya.
"sayang.... tolong lepaskan pelukannya."
__ADS_1
ucap elisa lagi, karena Carlos malah mempererat pelukannya pada Elisa.
"tolong biarkan seperti ini dulu, ya sayang. sebentar saja."
"kayaknya anak-anak juga sedang sibuk bermain di ruang keluarga"
jawab Carlos, tanpa mau melepaskan pelukannya.
"aku sangat merindukan mu. entah kapan lagi aku bisa memeluk mu seperti ini"
"besok aku sudah pulang ke negara ku, dan tidak tahu kapan lagi aku bisa datang untuk menemui mu"
ucap carlos lagi.
"baiklah...."
jawab Elisa.lalu membiarkan Carlos terus memeluk dirinya
Carlos tersenyum bahagia, setelah mendapatkan izin dari elisa, bahwa dia bisa melepaskan rasa rindu nya dengan memeluk tubuh Elisa seperti ini.dengan kepala Elisa di sandarkan di dada bidangnya.
sesekali Carlos mencium puncak kepala Elisa lalu mencium pipi Elisa.
"sayang...."
ucap carlos,sambil menyentuh pipi Elisa. lalu menatap mata Elisa dengan intens, ketika Elisa juga menatap mata nya.
"ya... "
jawab Elisa dengan sedikit gugup, mendapatkan tatapan tajam dari Carlos.
"aku sangat mencintaimu. dan kamu selalu ada di dalam pikiran ku. aku selalu merindukan mu"
ucap carlos, kini kedua tangannya sudah menangkup kedua pipi Elisa.
"aku juga mencintaimu. aku juga selalu merindukan mu"
jawab Elisa.
Carlos mendekatkan wajahnya ke wajah Elisa. lalu dia berbisik di telinga Elisa.
"sayang... boleh ya, aku minta kiss nya..?"
Elisa kaget dan langsung melotot kan matanya, menatap mata carlos.
sungguh dia merasa sangat malu, karena Carlos bertanya seperti itu padanya.
'kenapa pakai minta izin segala sih?
aku kan jadi malu.... kenapa dia tidak lansung cium aku saja, bukan kah selama ini aku juga ga pernah menolak nya?.'
pikir Elisa
"sayang... boleh ya."
tanya carlos lagi. Carlos bukan tidak ingin untuk mencium Elisa tanpa meminta izin terlebih dahulu. tapi dia ingin menghargai Elisa. dia ingin menjadi seorang pria yang baik, yang meminta pendapat pada pasangannya sebelum melakukan sesuatu.termasuk dalam hubungan intim seperti ini.
ehm....author sambil senyum sendiri loh nulisnya.
sungguh hati Carlos benar-benar baik.
dia pantas mendapatkan penghargaan pria terbaik di dunia.
hahaha... mulai lagi ni author. halu nya author kebangetan.
tapi wanita mana sih, yang tidak bahagia jika dicintai dan disayangi dengan tulus oleh pasangan nya. apalagi sampai diperlukan bah ratu dan dihargai seperti persiden.
seperti yang Elisa dapatkan dari Carlos.
hayo ... wanita mana yang ga senang mendapat pria idaman kayak Carlos ?. silahkan untuk unjuk jari telunjuk nya, ya.
hihihi... udh kayak Kunti ni author.
untuk yang tidak suka Carlos pindah agama, menjadi seorang Kristen, maaf ya ini cuma dunia halu.
salam sehat
__ADS_1
author