LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
acara lamaran


__ADS_3

"tapi Carlos...."


ucap nyonya Salva pada Carlos.


yang membuat Carlos sedikit gelisah mendengar ucapan dari ibunya.


kata ' tapi ' menurut Carlos adalah ungkapan dari ibunya yang mengatakan bahwa beliau tidak menyetujui dia untuk menjadi seorang Kristen.


"tapi apa Bu ?" tanya carlos dengan wajah memelas.


"tapi, apakah kamu benar-benar sudah yakin untuk pindah agama ?"


"keputusan ku untuk menjadi seorang Kristen sudah bulat Bu."


"aku sudah yakin dengan keputusan ku ini"


jawab Carlos dengan mantap.


"baiklah. jika begitu ibu mengizinkan mu untuk menikahi Elisa, dan kamu juga boleh ikut iman kepercayaan Elisa


' katolik '.


"kalian berdua akan menikah secara sah menurut hukum agama katolik."


ucap nyonya Salva


Carlos merasa sangat lega setelah mendengar ucapan dari ibunya.


sungguh tadi Carlos merasa sangat kecewa setelah mendengar ucapan ibunya yang bilang 'tapi' dia berpikir bahwa ibunya tidak memperbolehkan dia untuk pindah agama, dari muslim menjadi katolik.


sedangkan nyonya Salva hanya bisa tersenyum, melihat putranya Carlos yang begitu semangat mendapatkan izin dari dirinya.


nyonya Salva, memang selalu memberikan kebebasan kepada Carlos untuk memilih menjadi seorang Kristen,sama seperti agama yang dia anut dulu.


atau harus tetap menjadi seorang muslim, ikut agama ayahnya


' Yusuf alam'.


jadi, tidak ada masalah menurut nyonya Salva jika sekarang Carlos ingin pindah agama ke katolik.


karena Carlos juga mengatakan bahwa dia ingin masuk agama katolik, bukan hanya karena dia sangat mencintai Elisa,tapi karena dia sedari dulu memang sudah menyukai agama yang satu ini.


dan Carlos juga mengatakan bahwa dia mengambil keputusan ini, tanpa ada paksaan dari siapapun.


"terima kasih Bu, karena ibu sudah mengizinkan aku untuk pindah agama, menjadi seorang Kristen."


ucap carlos, dengan wajah berbinar bahagia.


dan tanpa aba-aba Carlos lansung saja memeluk tubuh sang ibu.


"terima kasih banyak Bu."


ucap carlos lagi, mengulangi ucapnya.


"sama-sama. ibu juga akan sangat bahagia jika melihat kamu bahagia"


jawab nyonya Salva, sambil mengusap kepala Carlos.


nyonya Salva sungguh merasa sangat bahagia,bisa memeluk putra semata wayangnya Carlos. karena sudah lama sekali dia tidak memeluk putra nya ini.


"aku akan segera mengurus semua keperluan untuk keberangkatan kita ke Indonesia, untuk melamar Elisa."


"jika di izinkan, aku ingin langsung mengadakan acara pertunangan kami di sana. mengingat aku yang tidak punya banyak waktu untuk sering-sering mengunjungi Elisa di sana."


ucap carlos lagi.


"itu cuma alasan mu saja, Carlos. ibu tau bahwa kamu sudah tidak sabar lagi untuk menikahi elisa."


"hehehe.... ibu benar. aku memang sudah tidak sabar untuk segera menikahi Elisa."


"aku ingin segera membawa nya kemari"


jawab Carlos dengan wajah malu-malu.

__ADS_1


sambil melepaskan pelukannya pada ibunya.


"ya sudah. ibu doakan semoga semua berjalan dengan lancar."


jawab nyonya Salva.


"amin...."jawab Carlos.


***


setelah mendapat restu dari kedua belah pihak, Carlos dan Elisa akhirnya mempersiapkan acara pertunangan mereka berdua.


sore ini, seluruh anggota keluarga Elisa terlihat sangat antusias untuk menyambut kedatangan rombongan keluarga Carlos dari London Inggris.


butuh waktu, perjalanan yang lama bagi Carlos dan keluarga untuk tiba di Indonesia.


"ternyata negara Indonesia cukup indah ya."


ucap nyonya Salva yang merasa sangat kagum melihat keindahan alam di Indonesia.


"ya ... nyonya." jawab Elisa, pada calon ibu mertuanya itu.


tadi pagi Elisa ke Pontianak untuk menjemput Carlos dan keluarga nya. mengingat Carlos yang tidak tahu alamat rumah Elisa.


tapi acara pertunangan mereka berdua di adakan di kampung halaman Elisa.


nyonya Salva, lebih merasa senang lagi ketika tiba di rumah orang tua Elisa. karena dia di perlakukan bah ratu. meskipun keluarga Elisa sangat sederhana,tapi mereka kompak dalam menjujung tinggi persaudaraan. nyonya Salva bisa melihat bahwa suku Dayak adalah suku yang tidak membedakan agama dan status sosial.


suku Dayak bisa berkomunikasi dengan baik dengan siapapun


tidak seperti yang rumor katakan, bahwa suku Dayak adalah orang yang kasar dan buas.


setelah semua siap. acara lamaran dan sekaligus pertunangan Carlos dan Elisa, segera di mulai.


beberapa susunan acara sudah di laksanakan. dari pembukaan, doa, Kata sambutan dari keluarga, kata sambutan dari kepala desa dan kepala dusun.


semuanya mereka lakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia.


dan David lah yang menjadi penerjemah nya. mengingat keluarga Carlos tidak semua bisa mengerti dengan bahasa Indonesia.


"selamat malam, bapak-bapak, ibu-ibu dan semua yang hadir disini."


ucap nyonya Salva dengan menggunakan bahasa Indonesia.


walaupun tidak lancar, tapi nyonya Salva bisa sedikit menggunakan bahasa Indonesia.


"selamat malam...."


jawab semua hadirin.


"saya dan keluarga merasa bangga dan mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga ini, karena sudah Sudi menerima kedatangan kami kesini."


"saya dan keluarga benar-benar takjub melihat suku Dayak ini yang sangat ramah dan baik. tidak seperti yang rumor katakan, bahwa orang suku Dayak itu adalah orang yang ganas dan kejam."


"pemandangan di sini juga sangat indah."


saya suka dengan suasana yang asri, nyam dan sejuk. udaranya juga sehat, tidak ada polusi sama sekali"


ucap nyonya Salva dengan menggunakan bahasa Inggris dan di perjemahkan oleh David.


semua orang tersenyum sambil bertepuk tangan, setelah mendengar perjemahkan ucapan nyonya Salva, dari David. mereka semua senang karena ternyata keluarga Carlos tidak memandang buruk tentang budaya orang Dayak.


sebelum para hadirin hanya diam saja karena tidak mengerti dengan apa yang nyonya Salva katakan.


"saya juga suka adat istiadat di sini. dari makanan dan pakaian nya, saya suka."


ucap nyonya Salva lagi.


"apakah pakaian yang di gunakan oleh Carlos dan Elisa ini adalah pakaian adat Dayak"


tanya nyonya Salva.


"ya... nyonya. ini adalah pakaian adat Dayak."

__ADS_1


"di buat dari kulit pohon ' tiop '. hanya orang Dayak yang bisa membuat pakaian jenis ini"


jawab sang kepala desa. dan masih di perjemahkan oleh David.


nyonya Salva takjub dengan pakaian yang di gunakan oleh Carlos dan Elisa.


tidak dari bahan kain yang mahal, hanya terbuat dari kulit pohon. tapi bisa terlihat sangat bagus.


baju yang di buat khusus untuk Carlos dan Elisa. yang sebelumnya memang sudah Carlos dan Elisa pesan kepada pengrajin pakaian khusus Dayak.


baju ini terlihat sangat indah. terbuat dari kulit pohon yang di berikan sedikit motif Dayak lengkap dengan hiasan nya.


"bapak-bapak dan ibu-ibu serta semua hadirin semuanya, saya ingin menyampaikan maksud kedatangan saya dan keluarga kesini adalah"


ucap nyonya Salva lagi, sambil menarik nafas panjang.


dan masih dengan David sebagai penerjemah.


"saya ingin.... melamar Elisa untuk anak saya Carlos"


ucap nyonya Salva.


"dan jika lamaran kami di terima, saya ingin langsung mengadakan pertunangan mereka berdua malam ini juga"


ucap nyonya Salva lagi."


"kami menerima lamaran nyonya Salva. sebagai orang tua Carlos yang melamar putri kami ' Elisa Dinata ' untuk putra nyonya ' Carlos '.


ucap kepala desa dengan menggunakan bahasa Indonesia.


Sekarang ini nama ' Elisa pernando ', nama dari almarhum suaminya


' daniel pernando ' sudah berubah menjadi 'Elisa Dinata ', nama asli Elisa.


karena mengiat Elisa sekarang sudah tidak lagi menyandang istri Daniel pernando. tapi sebagai, istri almarhum Daniel pernando.


karena semuanya sudah setuju. kini sebelum acara pertunangan di langsungkan. keluarga Elisa bertanya tentang kejelasan agama keduanya.


apakah Elisa akan masuk mualaf atau Carlos yang akan menjadi seorang Kristen.


"jadi bagaimana kejelasan agama yang akan kalian berdua anut ?" tanya kepala desa pada Carlos dan Elisa.


"saya akan mengikuti agama yang akan pindah agama. saya akan ikut agama yang dianut oleh Elisa. saya akan menjadi seorang Kristen"


jawab Carlos dengan mantap. dengan menggunakan bahasa Indonesia.


semua orang kaget mendengar ucapan Carlos.


ada yang berbisik-bisik mendengar nya.


'ternyata bule tampan ini, sangat mencintai Elisa sehingga dia mau pindah agama demi Elisa'


ucap salah satu dari mereka.


'iya benar sekali. Elisa sangat beruntung karena mendapat laki-laki yang selalu mencintai dan menyayangi nya.'


'betul tu Bu. dulu almarhum suaminya 'Daniel' juga sangat mencintai dan menyayangi Elisa dan ketiga putrinya.'


'ya Bu....dan kelihatan nya, bule tampan ini juga lebih baik dari Daniel'


ucap yang lainnya.


"ibu saya, dulu juga menganut agama katolik. tapi dia jadi mualaf."


ucap Carlos lagi.


"dan sejak sedari masih kecil saya sudah tertarik untuk menjadi seorang Kristen. tapi saya pada saat itu saya sudah menjadi seorang muslim dan saya pada waktu itu belum kepikiran untuk pindah agama."


ucap carlos dengan panjang lebar.


"tapi.semanjak saya bertemu dengan elisa keputusan saya sudah bulat untuk masuk katolik. saya akan menikah Elisa secara katolik."


Carlos menjelaskan semuanya pada semua hadirin di sana.

__ADS_1


semua orang mengangguk tanda mereka mengerti dengan apa yang sudah Carlos jelaskan.


dan karena sudah tidak ada lagi halangan di antara keduanya, sekarang Carlos dan Elisa sudah di izinkan untuk melanjutkan ke acara pertunangan.


__ADS_2