LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
bermain bersama ketiga putri Elisa


__ADS_3

Carlos dan Elisa sedang dalam perjalanan menuju rumah Elisa.


tadi sebelum pulang, Carlos terlebih dahulu membawa Elisa untuk berbelanja,


berbagai macam makanan dan sayuran dan keperluan dapur lainnya.


karena sekarang sudah malam, jadi Carlos berniat untuk meminta Elisa memasak masakan khas Indonesia lagi, besok pagi.


karena mau beli makanan dari restoran pun tidak mungkin, di tempat Elisa tinggal tidak ada restoran mewah, adanya cuma rumah makan dan kafe saja.


sesampai di rumah, Elisa dan Carlos di sambut dengan bahagia oleh ketiga putri Elisa.


"mama...."


panggil Maureen dan Felicia.


"ya sayang..."


jawab Elisa, sambil membentangkan tangan nya untuk meraih Felicia kedalam gendongan nya.


tapi Felicia malah menuju ke arah Carlos, karena Carlos sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Feli sambil memegang boneka Barbie yang dia dan Elisa beli di mall tadi sore.


"Feli sayang,.... ini mainan untuk mu"


ucap carlos, pada Felicia sambil berjongkok di depan Feli yang sekarang sudah ada di depan Carlos.


"terima kasih ayah..."


jawab Feli dalam gendongan Carlos. kedua tangannya memeluk kotak mainan Barbie yang di berikan Carlos padanya dengan sangat erat, tangan Feli terlalu kecil untuk ukuran kotak yang sebesar badan nya.


"sama-sama sayang"


jawab Carlos, lalu mencium pipi Feli dengan gemesnya.


"selamat malam om...."


ucap Maureen dan Vania.


"selamat malam, Vania dan Maureen."


"ayah juga sudah membelikan hadiah untuk kalian berdua. nanti kita buka hadiah nya di dalam rumah saja ya"


ucap Carlos, pada Vania dan Maureen.


"baiklah..."


jawab Vania dan Maureen.


"sekarang, ayo... kita masuk kedalam rumah."


ucap Elisa, kepada ketiga putrinya dan Carlos calon suaminya.


"yuk...."


jawab Carlos, sambil meraih tangan Elisa dan menggenggamnya dengan erat.


mereka berjalan masuk kedalam rumah dan diikuti Maureen dan Vania di belakang Carlos dan Elisa.


setelah beristirahat sebentar, Carlos dan Elisa mandi. barulah mereka sekeluarga makan malam bersama.


mereka makan dengan makanan yang sudah di beli Carlos di restoran tadi siang.


mereka terlihat seperti keluarga, yang sangat harmonis.


setelah selesai makan, Carlos dan Elisa menemani ketiga putri Elisa bermain, sambil membuka hadiah yang di belikan Carlos untuk ketiga calon putri sambungnya.


"terima kasih om..."


ucap Vania.


"terima kasih ayah..."


ucap Maureen dan Felicia.


mereka bertiga merasa sangat bahagia


mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari Carlos.


Carlos juga merasa bahagia bermain bersama ketiga putri Elisa.


' ternyata seperti ini rasanya punya anak.


dan ternyata bermain sama anak-anak juga menyenangkan. bisa menghilangkan stres dan lelah setelah capek Bekerja.'


gumam Carlos di dalam hatinya.

__ADS_1


inilah kali keduanya Carlos bermain bersama ketiga putri Elisa.


sebelum nya, Carlos tidak pernah dekat apalagi bermain dengan anak-anak manapun.


karena putra Carlos meninggal dunia beberapa hari setelah dilahirkan.


jadi Carlos tidak pernah bermain bersama dengan anaknya.


bisa di lihat dengan jelas bahwa Carlos sangat menyayangi ketiga putri Elisa.


dia bahkan tidak menolak apapun yang Felicia lakukan pada nya, pada saat mereka sedang bermain.


sesekali Felicia meminta Carlos untuk berjongkok dan dia naik keatas punggung Carlos. mereka bermain kuda kuda an.


"tolong jangan meminta ayah melakukan hal ini Feli, kasian ayah, ayah bisa kecapekan"


ucap Elisa pada Felicia, dia merasa tidak nyaman,karena Felicia selalu meminta Carlos melakukan hal-hal yang sangat merepotkan Carlos.


"tidak masalah, saya tidak keberatan. saya juga suka bermain bersama dengan Feli dan Maureen"


ucap carlos.


" Feli, ayo kita lanjutkan lagi mainnya"


ucap carlos pada Feli, yang tadi segera turun dari punggung Carlos, karena di tegur oleh mamanya.


"saya sudah capek ayah.."


jawab Feli.


"Feli main sama kakak Maureen saja dulu ya. ayah ingin istirahat."


pinta Elisa pada Feli.


"baik ma..."jawab Feli dan segera turun dari pangkuan mamanya.


"kak kita main boneka yok..."


pinta Feli pada Maureen, dia berjalan sambil membawa boneka Barbie yang baru saja Carlos belikan untuknya, menuju Maureen dan vania yang sedang duduk nonton di ruang keluarga.


inilah yang disukai Carlos dari ketiga putri Elisa. anak-anak Elisa sangat penurut.


ramah dan sopan terhadap yang lebih tua. mereka bisa menghargai siapapun yang ada disekitar nya.


Carlos dan Elisa mengobrol berdua di ruang keluarga. mereka berdua membicarakan tentang syarat untuk pendaftaran pernikahan keduanya.


hanya mengobrol saja. entah apa yang mereka bicarakan, tapi sesekali Carlos dan Elisa terlihat tertawa. mungkin mereka sedang bersenda gurau.


tanpa adanya gangguan dari putri Elisa karena mereka juga sibuk dengan mainan masing-masing.


****


keesokan harinya, Elisa bangun tidur lebih awal, untuk membersihkan rumah, seperti menyapu dan mengepel.


sebelum menyapu rumah Elisa terlebih dahulu, memasukkan pakaian kotor kedalam mesin cuci. setelah itu barulah dia menyapu dan dilanjutkan dengan mengepel lantai.


Carlos yang terganggu dengan suara mesin cuci, ikut terbangun.


dia berjalan menuju kamar mandi, untuk mencuci muka dan gosok gigi.


setelah itu barulah dia keluar dari kamar nya.


Carlos melihat Elisa sedang sibuk mengepel. diam-diam Carlos berjalan dengan sangat pelan menuju ke arah Elisa.


dan... tanpa Elisa sadari Carlos sudah berada di belakang nya.


Carlos lansung memeluk tubuh Elisa.


Carlos tidak tahan untuk tidak memeluk elisa. walaupun Elisa dalam keadaan belum mandi seperti ini, tapi terlihat sangat menggemaskan, menurut Carlos.


"sayang..."


ucap Elisa, yang kaget mendapatkan pelukan dari Carlos.


"jangan berisik, anak-anak masih tidur kan..."


pinta Carlos pada Elisa.


Carlos tahu bahwa ketiga putri Elisa pasti sedang tidur, mengiat pada saat ini, masih terlalu pagi.


"baiklah. tapi kenapa kamu bangun tidur sepagi ini?"


"apakah aku terlalu berisik sehingga membuat mu terbangun?"


tanya Elisa.

__ADS_1


"suara mesin cuci mu, membuat ku terbangun. tapi tidak masalah, aku suka bangun sepagi ini, jika pada saat aku terbangun sudah di sambut dengan senyuman manis dari istri ku"


ucap carlos, dengan mempererat pelukannya pada Elisa.


"jangan, berbuat mesum. di sini ada anak-anak'


ucap Elisa, memperingati Carlos.


"aku tidak akan berbuat mesum pada mu. aku hanya ingin memeluk mu, seperti ini setiap hari"


ucap Carlos, lalu dia melepaskan pelukannya pada Elisa.


"apakah ada yang bisa saya bantu?"


tanya carlos.


"tidak ada.... pekerjaan ku sudah hampir selesai"


jawab Elisa.


"baiklah... jika begitu, aku hanya ingin melihat mu melakukan pekerjaan mu"


ucap carlos, sambil memperhatikan Elisa mengepel lantai.


Elisa melanjutkan pekerjaan nya, tanpa peduli pada Carlos yang masih memperhatikan dirinya.


Carlos yang merasa bosan di cuekin oleh Elisa. dia menuju mesin cuci.carlos bermaksud untuk membantu Elisa mencuci,tapi dia tidak tahu caranya.


Carlos mencoba mematikan mesin cuci, dia bermaksud untuk mengeluarkan air yang ada di dalam mesin cuci.tapi Carlos bingung harus berbuat apa.


Elisa kaget melihat Carlos sudah mengeluarkan pakaian, satu persatu dari mesin cuci.


"jangan..."


teriak Elisa, sambil berjalan menuju Carlos.


"apakah ada yang salah"


tanya carlos


"tidak ada, tapi memang bukan begini caranya..."


ucap Elisa, lalu dia membuka pembuangan air, lalu mengisi air kembali untuk membilas pakaian nya.


Carlos hanya diam memperhatikan apa yang Elisa lakukan.


'ternyata, sesibuk ini ya perkejaan ibu rumah tangga.


nanti setelah kita menikah, aku tidak akan pernah untuk membiarkan mu melakukan pekerjaan ini lagi.'


gumam Carlos. dia sungguh sangat kasian melihat ke kesibukan Elisa di pagi ini.


"sayang... sebaiknya, kamu kembali ke kamar lagi. ini masih terlalu pagi. pekerjaan saya sebentar lagi juga akan selesai."


ucap Elisa, dia sungguh merasa tidak nyaman, pada carlos karena Carlos mencoba melakukan pekerjaan rumah di rumah nya.


'sungguh tidak sopan membiarkan tamu melakukan pekerjaan rumah.' pikir Elisa.


'lagi pula, di rumah ibunya Carlos pasti tidak pernah melakukan pekerjaan rumah seperti yang Carlos lakukan pada saat ini.' pikir Elisa lagi


Carlos kembali mendekati Elisa, lalu memeluk dan mencium kening Elisa.


"aku hanya ingin membantu mu...."


ucap carlos, berbisik di telinga Elisa.


"kamu tidak perlu melakukan semua ini. silahkan kembali ke kamar mu"


jawab Elisa.


"tapi aku masih ingin berada di sini, menemani mu"


jawab Carlos.


Carlos mengakat dagu Elisa. dan mengecup bibir Elisa sekilas.


"jika begitu, terserah padamu saja"


ucap Elisa, setelah Carlos melepaskan kecupan di bibir Elisa.


Carlos tersenyum mendengar ucapan dari Elisa. lalu dia kembali mencium bibir Elisa. kali ini, Carlos mencium bibir Elisa dengan lembut tapi lama kelamaan menuntut balasan. seperti biasanya, elisa


selalu membalas ciuman dari Carlos.


cukup lama mereka berciuman. saling memberi dan menerima. sama-sama menikmati edegan panas ini.

__ADS_1


setelah merasa puas dan hampir kehabisan oksigen, baru Carlos dan Elisa mengahiri ciuman panas itu.


__ADS_2