
setelah mendapatkan izin dari Natali.
Carlos dan Elisa, segara pergi jalan-jalan ke pantai.
"les go" Carlos dengan semangat nya, menggenggam tangan Elisa dan berjalan menuntun Elisa berjalan menuju pantai.
sesekali mereka berdua mengobrol, walaupun masih lewat WhatsApp.
Carlos memang masih tidak ingin Elisa tahu bahwa dia sudah lancar menggunakan bahasa Indonesia.
dia masih ingin mengobrol dengan Elisa lewat WhatsApp.
karena menurut nya mengobrol lewat WhatsApp lebih asik dan seru, mengiat tidak ada orang yang pacaran, Masih mengobrol lewat WhatsApp pada saat sudah ketemu.
dan terbukti, walaupun pacaran lewat online. Carlos dan Elisa terlihat sangat bahagia, dan mereka menikmati kebersamaan mereka berdua pada saat ini.
"sayang.... kita mengobrol di sebelah sana yuk" Carlos kembali mengirim chat untuk Elisa.
"yuk...." jawab Elisa, setelah membaca pesan dari Carlos.
Carlos dan Elisa duduk di sebuah kursi di pinggir pantai. sesekali Carlos menjawab pertanyaan Elisa, secara langsung, tanpa online.
" sayang... aku ingin bicara serius dengan mu." ucap carlos
Elisa tersenyum, dia sebetulnya tahu bahwa Carlos sudah lancar berbahasa Indonesia. tapi dia juga masih ingin mengobrol dengan Carlos lewat online, karena menurut Elisa, asik juga pacaran lewat online.
walaupun, cara Carlos bicara masih kedengarannya agak Aneh, tapi elisa masih bisa mengerti dengan apa yang telah Carlos ucapkan.
"apa yang ingin kamu bicarakan?"
tanya Elisa.
tanpa aba-aba Carlos lansung menggenggam tangan Elisa. dan berkata
"sayang... aku ingin melamar mu untuk menjadi istri ku"
"maukah kamu menikah dengan ku?"
ucap carlos, dengan wajah serius, mata nya menatap mata Elisa dengan intens.
Elisa hanya bisa diam terpaku, mendengar ucapan Carlos. dia benar-benar tidak tahu harus jawab apa.
Carlos yang melihat reaksi Elisa, yang tidak kunjung menjawab ungkapkan cinta nya, akhirnya memilih untuk berlutut di depan Elisa.
"sayang..... tolong terima lah lamaran ku"
ucap carlos, dengan posisi masih berlutut di depan Elisa tanpa melepaskan genggaman tangan keduanya.
"apakah kamu serius dengan ucapan mu"
tanya Elisa, yang akhirnya membuka suara. Elisa masih tidak bisa percaya dengan ketulusan hati Carlos.
"tentu saja. ini sudah yang ketiga kalinya saya melamar mu. tolong jangan menolak lamaran ku lagi"
ucap carlos sambil membukakan sebuah kotak perhiasan.
"apa maksudnya ini...?"
"aku ingin melamar mu secara langsung."
"dan tolong jangan menolak lamaran ku ini."
"perhiasan ini, adalah bukti cinta ku padamu. aku tulus dan benar-benar mencintai mu"
"aku serius ingin menjadi kan mu sebagai istriku"
ucap carlos panjang lebar. lalu dia menarik nafasnya dengan kasar, dan kembali melanjutkan ucapannya.
"dan perhiasan ini. adalah perhiasan yang sama, dengan perhiasan yang ingin aku berikan kepadamu sebulan yang lalu"
"tapi ini terlalu berlebihan"
jawab Elisa. dia bukannya senang diberikan perhiasan oleh Carlos.
perhiasan, untuk melamar nya.
tapi elisa malah takut Untuk menerima perhiasan tersebut, karena dia tau perhiasan itu sangat mahal harganya.dia merasa tidak pantas untuk menerima perhiasan mahal dari Carlos.
"ini tidak berlebihan sayang. kamu pantas untuk mendapatkan semua ini"
"sejak dari awal, aku sudah serius dengan semua ucapan ku. aku tidak pernah untuk berniat menipumu"
"benarkah...?"
tanya Elisa dengan ragu. dia takut bahwa dia hanya lah sedang bermimpi. dia hanya ingin memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi.
"ya sayang. aku bersungguh-sungguh melamar mu. aku ingin kamu menjadi istri ku."
__ADS_1
"maukah kamu menjadi istri ku...?"
ucap carlos lagi. ini untuk yang kesekian kalinya Carlos mengulangi ucapnya.
Elisa berpikir sejenak.
'apakah aku harus menerima lamarannya...?'
'apakah aku juga mencintai nya...?'
'cinta......?'
'tapi.... aku belum bisa menikah secepat ini'
gumam Elisa.
sebetulnya, Elisa juga merasa sangat bahagia karena Carlos sudah membuktikan cintanya sama dia.
dan Carlos juga sudah rela datang dari jauh, hanya untuk memperjuangkan cintanya.
'apakah kamu benar-benar mencintai ku, carlos.'
'tapi... aku juga suka dengan caramu memperjuangkan cintamu padaku.itu sudah bisa membuktikan bahwa kamu benar-benar tulus mencintai ku'
'caramu sungguh berbeda dari yang lainnya'
'dan.... apakah kamu yang akan menjadi jodohku'
'apakah kita berjodoh..?'
monolog elisa.
"sayang...."
ucap carlos. karena Elisa tidak kunjung jawab lamarannya.
"ya.... tapi aku belum siap untuk menikah secepat ini"
Jawab Elisa.
sebetulnya Elisa ragu harus menerima lamaran Carlos atau tidak.
dia masih bingung dengan status dia yang baru saja menjadi singel mom's, masah sudah main menikah saja. apa kata orang nanti !!! pikir Elisa.
tapi disisi lain dia juga mencintai Carlos.
"aku akan menunggu mu."
"tapi, jika kamu mau menerima lamaran ku. aku akan segara melamar mu pada orang tuamu. sesuai dengan tradisi di keluarga mu"
"walaupun harus menunggu dua bulan lagi"
ucap Carlos, mencoba meyakinkan Elisa, bahwa dia benar-benar ingin menjadikan Elisa sebagai istrinya.
'sepertinya Carlos benar-benar serius ingin melamar ku.'
'sebaiknya aku terima saja lamaran darinya'
Elisa ingat dengan ucapan kakak Natali, bahwa kesempatan tidak datang untuk yang kedua kalinya.
'tidak ada pertemuan yang tanpa disengaja, Elisa. jangan kamu sia-siakan perjuangan Carlos. mungkin kalian berdua memang berjodoh.'
entah kenapa Elisa tiba-tiba ingat pesan dari kakak nya,Natali.
"baiklah...." jawab Elisa dengan malu-malu.dia sengaja menggantungkan ucapannya.
"jadi kamu menerima lamaran ku?"
tanya carlos dengan tersenyum bahagia, setelah mendengar jawaban dari elisa.
"Will you marry me...."
tanya Carlos lagi pada Elisa. dia ingin menyakinkan dirinya sendiri,bahwa Elisa benar-benar sudah menerima lamaran darinya.dia. Masih dalam keadaan berlutut di depan Elisa.
"yes. I want to marry you" jawab Elisa,dengan malu-malu.
Carlos tersenyum, karena dia merasa sangat bahagia, setelah mendengar jawaban dari elisa.
betapa kagetnya Elisa , karena tiba-tiba Carlos lansung berdiri dan memeluk dirinya.
"terima kasih sayang."
ucap carlos sambil mencium kening Elisa.
satu detik
dua detik
__ADS_1
tiga detik
setelah beberapa menit berpelukan, akhirnya Carlos melepaskan pelukan nya pada Elisa. dan Carlos kembali membuka kotak perhiasan yang dia simpan diatas kursi.
"ini adalah bukti cinta ku padamu sayang."
"aku ingin melamar mu dengan satu set perhiasan ini"
ucap carlos sambil mengambil sebuah cincin dan menyematkannya di jari manis Elisa yang sebelah kiri.
"cincin nya pas di jari mu, sayang. dan itu artinya kita memang berjodoh."
ucap carlos sambil mencium punggung tangan Elisa.
"iya sayang" jawab Elisa, dia juga merasa bahagia, bahagia karena telah dicintai oleh pria baik dan tampan seperti Carlos.
wanita mana sih yang ga bahagia mendapatkan cinta dan kasih sayang, dari seorang pria yang juga dia cintai. author juga mau tuh. hehehe.... author mulai halu ni.
ok. lanjut ke alur ceritanya lagi.
Carlos bahagia melihat ekspresi wajah Elisa, yang terlihat jelas bahwa Elisa menerima lamarannya darinya tanpa paksaan,dan itu artinya Elisa juga mencintainya.
"kalung dan juga gelangnya kamu pakai juga ya, sayang"
ucap carlos sambil mengambil sebuah kalung.
lalu Carlos berdiri, bermaksud untuk memakaikan kalung tersebut di leher Elisa.
tapi tangan Carlos terhenti,karena Elisa menolak untuk memakai kalung pemberian darinya.
"tapi semua ini terlalu mewah, Carlos."
"aku pakai cincin saja ya"
tolak Elisa, mengingat perhiasan yang Carlos berikan padanya sangat mewah.
dan sebetulnya Elisa tidak terbiasa untuk memakai perhiasan mahal.
"ini bukanlah barang mewah sayang"
ucap carlos, karena dia memang seorang milyarder,jadi perhiasan yang hanya bernilai ratusan juta, tidak berarti apa-apa untuk nya.
"tapi ...tidak apa-apa,jika kamu tidak ingin memakai kalung pemberian dariku."
"sepertinya kamu masih tidak mau melepaskan kalung dan anting pemberian dari almarhum suamimu"
"sebaiknya kamu simpan saja perhiasan ini."
ucap carlos, dia seolah olah tahu, bahwa Elisa memang tidak akan melepaskan kalung pemberian dari almarhum suaminya.
"tapi gelang ini di pakai ya."
ucapnya lagi, sambil memasangkan sebuah gelang di pergelangan tangan Elisa.
"maaf. aku tidak bermaksud untuk membuatmu tersinggung."
"perhiasan ini terlalu mewah, untuk ku. jadi aku merasa tidak pantas untuk memakainya."
Elisa merasa tidak nyaman mendengar ucapan Carlos, dia sedikit tersinggung karena Carlos membahas almarhum suaminya.dan membahas masalah perhiasan pemberian dari Daniel.
"aku tidak tersinggung sayang."
"aku mengerti perasaan mu."
"dan maaf, karena aku sudah membuatmu tersinggung"
"tapi aku mohon, supaya kamu mau berjanji untuk tidak pernah melepaskan cincin pemberian dariku ini"
ucap carlos, sambil mencium punggung tangan Elisa.
Carlos merasa bersalah karena telah, membahas tentang Daniel.
"sayang ..., kamu terlihat sangat cantik dengan memakai cincin dan gelang ini"
"terima kasih... untuk perhiasan dan pujiannya" jawab Elisa.
"sama-sama sayang"
ucap carlos, dia menarik Elisa kedalam pelukannya, lalu mencium kening Elisa berulang kali.
setiap pasangan pasti akan merasa sangat bahagia,jika mereka saling mencintai dan menyayangi.
saling melengkapi dan mau menerima kekurangan dari pasangan nya.
saling mengerti dan saling menghargai.
saling percaya dan saling menjaga perasaan pasangan nya.
__ADS_1
dan mempunyai komitmen yang sama.