
hari ini adalah akhir pekan.
Elisa dan ketiga putrinya,sedang bersiap siap untuk liburan ke pantai.mereka berencana untuk liburan ke pasir panjang, yang ada di kota sikawang.
mereka berangkat liburan,memang cukup mendadak. karena Maureen dan juga Feli selalu saja merengek mengajak untuk liburan ke pantai.
* * *
beberapa hari yang lalu.
setelah selesai acara syukuran empat puluh hari meninggal nya Daniel. keesokan paginya, Elisa kaget setelah mendengar cerita Maureen yang menceritakan bahwa dia telah bermimpi bertemu dengan ayah nya.
di dalam mimpinya tersebut, Maureen bertemu dengan ayahnya di sebuah pantai.
"aku dan ayah bermain di pantai, aku bertanya dan bercerita sama ayah, tapi ayah tidak pernah menjawab satupun pertanyaan dan ucapan yang aku ucapkan padanya."
"dan pada saat, kami sedang asik bermain di pantai, ayah tiba-tiba saja pergi meninggalkan aku sendirian di sana."
"aku terus menerus memanggil ayah, tapi ayah tetap saja tidak menjawab panggilan dari ku"
"sampai aku terbangun dari tidurku, tetap saja ayah tidak pernah bicara padaku"
ucap Maureen bercerita, dengan menetes kan air matanya, karena dia sangat merindukan ayah nya
"aku ingin kita liburan ke pantai ma..."
"siapa tahu aku bisa bertemu dengan ayah di sana"
Maureen terus menerus merengek minta liburan ke pantai.
ketiga putri Elisa memang sudah mengerti bahwa manusia yang sudah meninggal dunia, maka dia tidak akan pernah kembali lagi ke dunia ini.
meskipun terkadang sikap Maureen dan Felicia, sering sekali membuat Elisa menetes kan air matanya, karena selalu saja menganggap bahwa ayah nya masih selalu ada bersama mereka.
Maureen dan Feli sering sekali bilang, aku ingin sekali makan dan Bermain bersama dengan ditemani oleh ayah.
"andai saja ayah masih hidup Tantunya, keadaan kita saat ini tidak akan terasa sepi kan ma....?"
sikap anak-anak nya yang sering sekali mengatakan bahwa mereka sedang merindukan ayahnya lah yang membuat Elisa juga seringkali merindukan almarhum suami nya.
"ibu juga merindukan ayah kalian. yang sabar ya sayang" ucap Elisa di dalam hatinya.
"Feli juga mau liburan ke pantai ma...."
"ayolah ma kita liburan ke pantai"
"aku mengerti ma, bahwa mama mungkin tidak punya uang untuk kita pergi liburan."
"tapi aku rindu sekali sama ayah, siapa tau dengan pergi ke pantai aku bisa mengobati rasa rindu ku sama ayah"
ucap Maureen yang sangat menyentuh hati Elisa.
lalu Elisa hanya bisa mengangguk kan kepalanya sebagai tanda setuju.
"ye...ye.... kita liburan. kita mengajak Wawa Natali dan kak Dewi saja ma."
"Wawa Natali kan punya mobil jadi kita bisa pakai mobil mereka saja."
ucap Vania dengan penuh semangat.
'hanya dengan menghayal bisa liburan saja anak-anak ku semangat 45, apalagi jika mereka bisa bermain di pantai yang sesungguhnya.'
gumam Elisa di dalam hatinya.
__ADS_1
setelah semua sepakat untuk pergi liburan. akhirnya mereka semua akan berangkat pada pagi ini juga.
Wawa adalah panggilan untuk kakak dari orang tua kita /panggilan untuk kakak dari ayah maupun ibu. yang biasanya kita panggil bibi atau paman.
tapi untuk kami orang Dayak biasanya dipanggil dengan sebutan 'wawa'
* * *
disaat dalam perjalanan ke pantai. Elisa mendapatkan pesan Chat dari Carlos.
"selamat pagi sayang. apa kabar mu hari ini?"
"selamat pagi. pagi ini, saya dan keluarga sedang dalam perjalanan untuk liburan ke pantai"
Elisa membalas chat dari Carlos.
"ke pantai..... liburan ke pantai mana?"
tanya carlos dengan antusias.
Carlos lansung semangat, setelah mendengar penjelasan dari Elisa bahwa dia dan keluarganya mau pergi liburan ke pantai.
'akhirnya aku bisa juga menemui Elisa, tunggu kedatangan ku sayang.' gumam Carlos di dalam hatinya.
"saya dan keluarga ingin berlibur ke pantai pasir panjang, Singkawang. sayang" balas Elisa
"dimana kah letak pantai tersebut, sayang" tanya Carlos lagi.
" di kota Singkawang, sayang"
setelah membaca pesan terakhir dari elisa. Carlos segera menghubungi asisten pribadinya, Alvaro.
"Alvaro, tolong kamu cari tahu, apakah bandara internasional Supadio Pontianak sekarang sudah beroperasi"
alvaro, adalah asisten yang sangat bisa diandalkan, kinerjanya sangat bagus dan cepat.
dia selalu mengutamakan kepentingan Tuan nya 'carlos'.
alvaro langsung menuju laptop nya., dan segera mencari tahu tentang bandara yang dimaksud Carlos.
"bandara yang tuan maksud sudah beroperasi tuan"
jawab alvaro. karena tidak butuh waktu lama dia mencari tahu, tentang apa saja lewat internet.
"bagus...."
"tolong kamu cari tahu, berapa no.kontak bandara tersebut."
"dan tolong informasikan kepada pihak bandara, bahwa pesawat jet pribadi saya akan mendarat besok siang, di bandara tersebut" Carlos memberikan perintah kepada Alvaro, asisten pribadinya.
"untuk apa tuan datang ke Indonesia, tuan?"
tanya Alvaro, penasaran.
"pagi ini tuan akan menghadiri rapat penting,tuan"
ucap Alvaro, mencoba mengingat kan tuannya Carlos.
"sudahlah. kamu tidak perlu ikut campur. ini adalah urusan pribadi ku" jawab Carlos.
"apakah paspor dan surat-surat saya yang lainnya sudah kamu siapkan?"
"surat yang saya minta kamu buatkan beberapa Minggu yang Lalu"
__ADS_1
tanya carlos. karena beberapa Minggu yang Lalu dia sudah meminta kepada Alvaro untuk mengurus surat-surat untuk keberangkatan nya ke Indonesia.
"semua surat yang tuan minta sudah siap tuan."
"tapi kenapa semua ini, begitu mendadak tuan?"
"jadwal tuan sangat padat. dan tuan tidak punya jadwal untuk liburan"
ucap Alvaro mencoba mengingat kan tuannya Carlos.
"karena ini adalah kesempatan yang baik. saya sudah menunggu lama momen seperti ini"
"saya akan segera bertemu dengan elisa. calon istri saya"
"tolong kamu batalkan saja jadwal rapat untuk besok pagi,dan dua hari kedepan nya"
jawab Carlos. mengingat dia akan libur kerja, untuk tiga hari yg akan datang.
"baiklah tuan, akan segara saya bereskan semua nya"
"atau mungkin, saya akan meminta nyonya Salva untuk mengganti kan tuan untuk hadir di rapat tersebut?" tanya Alvaro, mencoba memberikan saran kepada Carlos.
"tidak. ibu saya tidak boleh tahu, rencana keberangkatan saya ke Indonesia untuk menemui Elisa."
"bisa-bisa ibu saya jadi kepo dengan urusan pribadi saya. dan akhirnya dia menggagalkan rencana saya."
Carlos ingat beberapa waktu lalu. dimana ibunya, yang selalu kepo dengan urusan pribadi dia dengan Elisa. yang
akhirnya nyonya Salva berhasil membuat Elisa marah. dan pada saat dia chatting sama Elisa.
dengan beraninya ibunya meminjam uang dari Elisa.
"baiklah, saya mengerti tuan. dan saya akan merahasiakan masalah ini dari nyonya Salva" jawab alvaro.
"terima kasih."
"saya tegaskan sekali lagi, supaya jam 07 pagi semua nya sudah siap."
"saya akan sampai di kantor jam 07:30 pagi."
" dan saya akan berangkat ke Indonesia jam 08:00 pagi."
" semua surat-surat yang harus saya bawa jangan sampai terlupakan satu pun.dan jangan sampai ada yang tertinggal."
"karena saya tidak ingin mendapatkan masalah ketika sampai di Indonesia"
" pesawat jet pribadi saya dan juga pilot juga harus siap jam 07:00 pagi"
ucap carlos dengan panjang lebar.
"baiklah tuan. akan saya pastikan, bahwa semua akan siap tepat waktu."
"selamat malam tuan. dan selamat beristirahat"
jawab alvaro.
"selamat malam..."jawab Carlos sambil menutup sambungan telponnya.
aduh.... kalau orang yang sedang jatuh cinta. dunia serasa milik berdua ya. dan yang lainnya mengontrak.
bos sudah tidak peduli waktu. ditengah malam seperti ini masih saja memberikan perintah yang berat ini padaku.
untung saja sekarang sudah zaman internet. jadi semuanya bisa di lakukan secara online. jika tidak bisa mati kutu aku. gumam Alvaro di dalam hatinya. dia menggerutu sambil melanjutkan pekerjaan nya.
__ADS_1